SELEMBAR KERTAS

SELEMBAR KERTAS
Episode 45


__ADS_3

Keesokan paginya seorang wanita se*ksi sudah bersiap untuk mengegerkan acara Lelang Agensi SEM yang di peruntukkan bagi siapa saja yang sanggup membelinya dengan harga tertinggi.


"Kali ini, aku akan membuatmu bertekuk lutut di hadapanku Alfaro, akan aku tunjukkan seberapa kaya dan berkuasanya diriku" ucap seorang wanita yang sudah berdandan sangat menggoda, dialah Viona Fernandez.


"Maaf nona, ada tuan Vaden ingin bertemu" ucap salah satu pengawalnya, Viona segera menyuruh masuk kakaknya ke dalam ruangan pribadinya.


"Jadi..hari kau sudah bersiap menjadi pemilik tunggal Agensi SEM, Viona?"


"Tentu saja kak, aku akan buktikan aku adalah wanita yang tidak bisa dia remehkan begitu saja" Jawab Viona dengan percaya dirinya


"Bagus..aku sudah menyiapkan dana dan semua yang kamu butuhkan di acara lelang ini, nanti kau akan ditemani sekretaris dan kuasa hukum kepercayaan ku" ucap Vaden dengan senyuman yang sombong.


Dengan beberapa pengawal yang dibawanya, Viona segera meluncur ke acara lelang yang rupanya hampir saja dimulai, dengan angkuh dan tatapan dingin, Viona masuk kedalam gedung itu lalu duduk di deretan kursi paling depan untuk menunjukkan kekuasaannya.


Alfaro yang kebetulan sedang mempersiapkan segala sesuatunya terkejut, melihat sosok Viona yang sudah tersenyum sinis berada di kursi depan dan sedang menatapnya sejenak.


"Rupanya Viona menginginkan Agensi ini juga Faro" ucap Ronan yang baru saja berada di samping Alfaro.


"Hem.. sepertinya begitu, tidak apa-apa, kalau memang dia bisa mengambil penawaran tertinggi, biar kan saja dia memiliki Agensi ini" jawab Alfaro.


"Masalahnya bukan itu, pasti dia akan berbuat seenaknya didalam agensi ini, dan aku pastikan banyak yang akan didepaknya keluar, karena sudah dipastikan tidak sedikit pegawai disana yang tidak menyukai cara kerja Viona." Sahut Ronan.


"Aku juga mencemaskan itu, tapi mudah-mudahan yang terjadi hari ini adalah yang terbaik, aku pasrahkan semuanya kepada Allah, itu akan membuat kita tenang Ron"


"Aminn..iya, baiklah, sebentar lagi kita akan memulai acara ini" ucap Ronan sambil celingukan seperti mencari kehadiran seseorang, dan tentu saja hal itu membuat Alfaro heran.


"Kau itu kenapa, ada yang sedang kamu tunggu?" Ucap Alfaro.


"Iya, Hani" jawab Ronan dengan pandangan yang masih mencari sosok wanita yang dibicarakan.


"Kau ini..konsentrasi kerja dulu, lagian mencari Hani di ruangan ini..lupa kalau dia kerja di agensi NAHA..bukan di sini?!" Sahut Alfaro.


"Ish..diamlah..mereka akan datang mengikuti pelelangan ini Faro, kemaren Hani memberitahu ku" ucap Ronan.

__ADS_1


"Hah!, Maksudnya, Kirana dan Hani?" Tanya Alfaro terkejut.


"Iya, siapa lagi?" Jawab Ronan yang kemudian tersenyum bahagia melihat dia wanita yang dimaksud akhirnya nampak memasuki ruangan. "Nah itu mereka Faro, lihat!" Ucap Ronan kemudian.


Alfaro segera melihat ke arah yang ditunjuk oleh sahabatnya, dan benar saja, terlihat Kirana dan Hani sedang menyapa para pembisnis lain yang ikut bergabung dalam acara pelelangan Agensi SEM.


Tanpa disadari Ada senyuman yang mengembang dari bibir Alfaro, dan seketika Ronan terkekeh melihat ekspresi senang Alfaro yang tidak bisa disembunyikan darinya.


"Sudah..jangan keterusan senyum senyum, dikira nanti kamu orang gila" ucap Ronan dan segera menyadarkan Alfaro.


Kirana menatap sejenak Alfaro dan menyapanya dengan senyuman, ada jantung yang semakin cepat berdetak di dalam dada Alfaro saat melihat bagaimana Kirana menyapa dirinya, kerinduan yang begitu merayapi relung hatinya, dan hanya dengan melihat sosok wanita cantik itu berjalan di depannya membuat rasa dahaga terasa terobati.


"Rupanya kau juga ingin ikut andil dalam acara ini, terimakasih kedatangannya" ucap Alfaro setelah Kirana berada dekat di depannya.


"Aku hanya ingin melebarkan sayap ku Faro, dan Agensimu sepertinya bisa aku gunakan untuk mengawali niatku itu" jawab Kirana.


"Hem, rencana yang tepat, semoga kau yang akan mendapatkannya" ucap Alfaro sambil menatap Kirana yang tampak begitu anggun saat berada dekat dari pandangannya.


"Apa aku bisa duduk sekarang?" Tanya Kirana menyadarkan Alfaro yang sesaat terpana akan pesona kecantikan Kirana.


Sementara itu Hani yang baru saja berbincang dengan pemilik Agensi lain, segera ikut bergabung setelah mendapat teguran dari Ronan.


"Sudah dulu bicaranya, acara akan dimulai, segera duduk Nona Cantik, itu ditunggu sama Kirana di depan" ucap Ronan sambil tersenyum ke arah Hani yang sempat terkejut karenanya.


"Ish..kau ini mengejutkan ku, memang dimana Kirana Ron?"


"Sudah di bawa kabur sama Alfaro" ucap Ronan dengan wajah di serius kan.


"Apa!, Masak sih, kabur kemana mereka?" Ucap Hani sambil mengedarkan pandangan kesemua sudut ruangan untuk mencari keberadaan Kirana.


Sementara Ronan terkekeh melihat ekspresi lucu Hani yang tengah serius mencari keberadaan sahabatnya, Hani jengkel sendiri dan memukul lengan Ronan cukup keras, hingga akhirnya Ronan menyudahi tertawa nya.


"Ayok ikut..aku antar kamu ke tempat Kirana, jangan mampir kemana-mana lagi mangkanya" ucap Ronan dan membuat Hani membelalakkan matanya untuk memberikan peringatan ke Ronan agar tidak cerewet.

__ADS_1


"Kamu tambah cantik kalau kesal begitu, mukanya biasa saja, tidak usah menggoda hasrat ku" sahut Ronan lagi.


Hani terkejut dan segera menormalkan wajahnya kembali.


"Dasar.. bisa-bisanya orang lagi kesel malah di bilang menggoda, coba saja tidak di depan umum, aku habisi kamu Ron" ucap lirih Hani membuat Ronan yang mendengarnya terkekeh kembali.


Hani segera duduk di samping Kirana yang sudah menunggunya, kedatangan Hani bersama dengan Ronan membuat Kirana sedikit memasang wajah curiga.


"Tidak usah heran begitu, biasa saja mukanya, Ronan hanya ingin mengantarku ke tempatmu Kirana, selain aku ingin sekali menghabisi nya" ucap Hani.


Kirana tertawa seketika melihat Hani yang rupanya sedang kesal dengan Ronan yang sudah pamit pergi setelah mengantar Hani ke tempatnya.


Alfaro dan Ronan segera mempersiapkan acara yang akan segera dimulai, namun mereka dikejutkan dengan kedatangan sosok pengusaha yang mereka kenal sedang memasuki gedung, yaitu Christopher Nolan.


Para pengusaha wanita yang melihat kedatangan Christopher Nolan segera berdiri dan menyapanya, melihat Alfaro dan Ronan menatap lurus kedepan.. Kirana dan Hani segera menoleh untuk melihat apa yang membuat Alfaro serius memandang seseorang.


"Oh, rupanya tuan Christopher Nolan ada disini juga Kirana" ucap lirih Hani.


"Hem" Kirana menjawab singkat dan segera duduk kembali pada posisinya, Hani yang melihat hal itu memaklumi apa yang dilakuan Kirana, karena kejadian dengan Christopher Nolan yang pernah diceritakannya kemaren.


Dengan Langkah pasti, Christopher Nolan melanjutkan langkahnya kembali menuju ke sosok wanita yang sangat dirindukannya tapi juga sudah menyakiti hatinya karena penolakan yang sudah di lakukan nya.


"Hai Kirana..apa kabarmu?" Ucap Christopher Nolan mengagetkan Kirana, dia tidak menyangka keberadaan Christopher yang sudah mengambil tempat duduk disampingnya.


"Oh, baik..bagaimana dengan mu?" Ucap Kirana yang sedikit menggeser duduknya.


"Aku baik-baik saj, yah.. walaupun aku masih sangat terluka dengan penolakan seorang wanita" jawab Christopher sambil tersenyum menoleh ke arah Kirana yang sekilas terkejut mendengar jawabannya.


Kirana terdiam, tidak ada kelanjutan dari perbincangan mereka, Sedangkan Alfaro yang sengaja turun dan mendekat, terkejut tidak sengaja mendengar apa yang dikatakan oleh Christopher Nolan soal penolakan Kirana.


Alfaro merasakan hatinya senang tapi juga semakin panas, apalagi sekarang Christopher Nolan sengaja duduk di samping Kirana.


"Sialan..apa Christopher Nolan masih belum menyerah mengejar Kirana?" Ucap Alfaro dalam hati, namun dia tidak bisa berbuat apa-apa, saat Ronan dan Tim, kini sudah memulai acaranya.

__ADS_1


Bersambung.


jangan lupa VOTE, HADIAH, LIKE, dan KOMEN.


__ADS_2