
Setelah kejadian itu Fey pun tersadar dari mimpinya dan mendapati dirinya sedang terbaring di sebuah ruangan yang cukup tidak asing baginya.
"Dimana ini?" tanya Fey yang sedang kebingungan sambil memegang keningnya. Kemudian dia berusaha untuk duduk dan melihat kesekeliling nya. Dia melihat Aron yang sedang bermain di ranjang bayinya "A..Aron! Ucap Fey sambil berusaha untuk duduk di ranjang nya.
"Aka uey ua angun. (Kakak Fey sudah bangun)" Ucap Aron.
"I.. iya dek, ibu dimana?" tanya Fey sambil tersenyum menanyakan ibunya yang tak lain kak Restu ibu dari Aron. Aron pun berusaha keluar dari ranjangnya untuk pergi ke ibunya.
"T.. tunggu dek! jangan pergi sendirian!." pinta Fey sambil mencoba untuk bangkit dari tempat tidurnya sembari memegang tiang infus yang ada di samping ranjang nya.
Tapi! tiang infus itu tidak cukup kuat untuk menahan tubuh Fey yang masih lemah, jadi tiang tersebut pun terjatuh kelantai, untungnya Fey masih dalam posisi sedang duduk. "Brak.." Suara keras tersebut membuat aron menagis dan mengagetkan kan Diana yang tak lain ibunya Fey yang sedang mengobrol di luar bersama Restu.
Dinda pun berlari menuju ruangan Fey bersama kak Restu. "Ada apa Aron?," tanya Dinda. " F..Fey kamu sudah sadar?" tanya Diana sambil tercengan melihat putri kecilnya yang sudah tersadar dari pingsannya.
"I... ibu! Kenapa ibu menagis? dan ada dimana ini?" tanya Fey.
Diana pun berjalan mendekat dan meluk fey. "Sekarang kamu sedang berada di rumah kakak Restu sayang, kamu sudah tidak sadarkan diri selama hampir dua hari, ibu sangat khawatir!" jelas Dinda sambil menagis dan memegang tangan Fey.
"Maafkan kan aku ibu, aku sudah membuat ibu cemas!" Ucap Fey. "Lalu... ibu! setelah aku pikir lagi... lebih baik aku harus pergi ke new York" jelas Fey yang sedang mulai murung.
"Tentang itu! kamu tidak perlu khawatir lagi, kemarin Kakak dan ayah sudah membayar semua hutangmu, jadi hutangmu sudah lunas" jelas Dinda.
"Darimana ayah mendapatkan uang sebanyak itu dalam waktu yang sangat singkat?" tanya Fey.
"I.. itu, Andrian yang membantumu membayarnya." jelas Dinda.
kruyk..(Bunyi perut keroncongan).
"Be.. begitu ya!" ucap Fey sambil memegang perutnya yang sedang berbunyi.
"Pft.. Bi.. biar kakak ambilkan Sup untuk mu." Ucap Ros sambil menahan tawa karena bunyi dari perut Fey.
"Terima kasih kak.. ohya sekalian tolong ambilkan ponsel ku!" Pinta Fey kepada Restu.
"Ok..." jawab Restu sambil keluar dari ruangan Fey sambil membawa Aron.
"Kalo begitu, ibu juga akan ikut bersama kak Restu kedapur, sekalian ibu mau buatin kopi untuk pak bagus yang sedang berada di ruang tamu bersama ayahmu." Ucap Dinda.
setelah beberapa menit kemudian restu masuk ke kamar Fey sambil membawa semangkuk sup hangat serta ponsel Fey. "Ini supnya! cepat kamu makan mumpung masih hangat!" Pinta Restu.
"Terimakasih kak, habis ini akan aku makan, kakak taruh saja di meja, aku mau menelpon temanku sebentar!" Pinta Fey.
__ADS_1
"Baiklah dan ini ponsel mu, kakak sudah charger, kalau kamu butuh sesuatu, nanti panggil saja bibi atau ibu, kakak akan pergi kerumah ibu Sinta sebentar." Ucap Restu sambil memberikan ponsel nya dan berjalan keluar dari ruangan tersebut.
"Baiklah terimakasih kak!" Ucap Fey sambil tersenyum.
"Sekarang tinggal menelfon Andrian, tak kusangka aku akan pingsan selama itu" batin Fey sambil menekan ponsel nya.
(Di tempat lain, di sebuah ruangan terdapat dua orang yang sedang mengobrol.)
"Kamu mengerti kan? langkah apa yang harus kamu lalukan?" tanya seseorang yang sedang duduk di kursi.
"Tentu, saya akan melakukan nya sesuai perintah Anda!" jawab seorang pria yang sedang berdiri di depan orang yang sedang duduk di kursi tersebut sambil membungkukkan badannya.
"Bagus!" Ucap seseorang yang sedang duduk di kursi tersebut sambil tertawa sinis.
Di tempat lapangan basket, Andrian terlihat tengah asik bermain basket bersama teman-temannya, tring.... suara ponsel.
"Woi dri, ponselmu berbunyi!" teriak seorang laki-laki berbaju kuning yang duduk di pinggir lapangan basket.
Andrin pun berlari ke pinggir lapangan untuk mengambil ponsel nya. "Fey?" Ucap Andrian sambil tersenyum melihat posel nya.
"Halo Fey, ada apa? kangenya?" tanya Andrian.
"Ha-ha-ha, bisa aja kamu. Aku cuma mau bilang terima kasih, karena kamu sudah membantuku membayar hutangku, nanti akan aku ganti, kalau aku sudah punya uang nya" Ucap Fey.
"Iya." jawab Fey.
"Hemmm... aku punya ide! lebih baik kamu menggantinya dengan sesuatu yang lebih bagus di banding dengan uang." Ucap Andrian.
"A.. apa yang lebih bagus di banding dengan uang? k... kamu jangan minta yang aneh-aneh ya!" Jawab Fey yang mulai sedikit kesal.
"Ha-ha-ha. besok saja akan aku kasih tau." Ucap Andrian sambil tertawa.
"B..besok, maksut... Tut..Tut.. Tut( telfon terputus). Apa maksudnya dia, besok saja aku kasih tau?" Ucap Fey sambil melihat posel nya.
"Oh iya, setelah di pikir-pikir-pikir, apakah Linda dan Amel akan marah ya? karena tidak bisa bertemu dengan Andrian," Ucap Fey sambil menaruh ponselnya. "Apa aku tanya sekarang saja ya... ah.. besok saja lah, semoga saja mereka tidak akan marah." Ucap Fey sambil menjatuhkan badannya ke ranjangnya. "Ohya, bubur nya." Ucap Fey sambil kembali duduk di ranjangnya.
"Fadil sedang apa ya sekarang?, tunggu! kenapa aku mikirin dia?" batin Fey sambil mengambil mangkuk supnya dan memakannya.
"Hemm.. enk, sepertinya ini sup buatan ibu" Ucap Fey.
****
__ADS_1
(Ke esokan harinya)
"Fey bangun sudah siang" Ucap kak Restu sambil mengetuk pintu kamar Fey.
Fey pun membuka matanya. "Iya kak, aku sudah bangun!" Ucap Fey. "Apa alarmku tidak berbunyi ya, kenapa aku selalu dibangunkan sama kakak, apa alaramku rusak?" batin Fey sambil menatap jam di samping ranjangnya.
"Kak! aku pikir jamku sudah rusak" teriak Fey sambil berjalan keluar dari kamarnya menuju ke kamar mandi.
"Rusak apanya? kamu saja yang tidak mendengar nya!" teriak kak Restu yang sedang memasak di dapur.
"Benarkah? aku kira rusak!" batin Fey.
Di depan pintu gerbang sekolah "Ugh.. semoga saja Linda dan Amel tidak akan marah karena tidak jadi bertemu dengan Andrian." Ucap Fey sambil berjalan menuju kelasnya, saat Fey berjalan menuju ke kelasnya dia melihat Fadil yang sedang berjalan dengan sindy. "Kenapa mereka terlihat sangat akrap ya, apa mereka pacaran?" batin Fey.
"Hayo! sedang lihat apa?" teriak Amel dari belakang sambi menyentuh pundak Fey.
"Ka... kamu ini, jangan muncul seperti itu, bikin orang jantungan saja" ucap Fey.
"Maaf, He-he-he."Ucap Amel sambil tertawa kecil. "Kamu sedang melihat siapa?" tanya Amel sambil melihat ke arah Fey melihat tadi.
"Bu.. bukan apa-apa" Ucap Fey sambil berjalan sedikit cepat.
"Hem.. Hey tunggu aku!" pinta Amel sambil berlari mengejar Fey.
"Untung Amel tidak sempat melihat Fadil bersama Sindy" batin Fey. "Oh iya mel, maafkan aku, kemaren aku sedang tidak enak badan, jadi kalian tidak bisa bertemu bersama Andrian" Ucap Fey.
"Oh tentu! kami sudah tau kok, soalnya kami kemarin sempat berkunjung ke rumahmu, kata kak Restu kamu sedang sakit!" jelas Amel.
"Jadi kemarin kalian kerumah ku?" tanya Fey.
"Iya" jawab Amel sambil berjalan menuju ke kelas bersama fey. "Itu Linda! ternyata dia sudah sampai di kelas lebih dulu" Ucap Amel.
"Hay Fey, apa kamu sudah baikan?" sapa Linda yang cemas sambil berdiri dari kursinya.
"Iya, terimakasih sudah mengkhawatirkan ku," Ucap Fey sambil tersenyum dan duduk di kursinya. "Syukur lah, aku sangat khawatir." ucap Linda sambil duduk kembali ke kursi nya.
selang beberapa menit kemudian pak Rony masuk ke kelas kami. "Anak-anak, hari ini kita kedatangan murit baru!" jelas pak Rony.
"Anak baru lagi? dalam sebulan ada dua anak pindahan yang akan masuk kekelas kita! kali ini cewek apa cowok yah? semoga saja kali ini cowok genteng!, cewek saja!" bisik semua murit di kelas.
"Semuanya diam! hey nak silahkan masuk dan perkenalkan dirimu!" Pinta pak Rony.
__ADS_1
........
{Jagan lupa like, share dan + favorit. biar cepat updatenya, terima kasih :).}