
Kirana segera melangkahkan kakinya kembali bersama dengan Tim nya untuk bersiap mengadakan Acara Fashion show, Hani sudah mempersiapkan baju rancangannya untuk di pakai kan ke setiap model yang dibawanya dari Agensi, tak lama kemudian mempersiapkan modelnya untuk menunggu waktu tampil di atas panggung.
"Wow..rupanya dua wanita yang tidak tau malu ada disini?" Ucap seseorang dari arah belakang.
Kirana dan Hani membalikkan badan untuk memastikan siapa yang sudah mengucapakan kata-kata kasar.
"Oh..rupanya wanita ular yang sedang menghampiri kita Kirana, mengejutkan sekali" ucap Hani, sementara Kirana masih terdiam dan dengan tenang menatap ke mata Viona.
"Brengsek..apa maksudmu mengatakan wanita Ular?" Ucap Viona yang seketika terpancing emosi.
"Jangan memulai keributan di saat seperti ini Viona, bersikaplah profesional menjalankan Agensimu, agar para model mu betah tinggal di bawah pimpinan mu, aku dengar mereka banyak sekali yang mengundurkan diri" sahut Kirana.
"Jaga bicaramu Kirana, mereka tidak mengundurkan diri, tapi aku sendiri yang membuang mereka karena tidak mau mematuhi aturan ku" Jawab Viona dengan angkuh.
"Benarkah?, Aku berharap apa yang kau katakan itu benar, karena kalau model sudah tidak Sudi bernaung di Agensinya, itu pertanda kehancuran sebentar lagi akan datang, lihat saja" ucap Kirana.
"Brengsek..!, Berani Kau menyumpahiku ha!!" Teriak Viona yang tidak terima.
"Hei..yang sopan kalau bicara, jangan berteriak di depan kami..mau aku tambahi kutukan biar kamu diam menjadi batu!" Teriak Hani yang makin emosi.
"Kau_?, Brengsek.., jangan bicara sok suci, kalau hanya untuk menutupi sifat busukmu, kau sudah nyaman dengan kelakuan bejad mu dengan Alfaro kan, bagaimana..?, Apa dia terlalu nikmat, kau menyukainya saat dia mengoyak milikmu Kirana?"
"Dasar ular, mulut berbisa.!, Dia dan Tuan Alfaro su_"
"Hani!" Teriak Kirana.
Kirana menghentikan apa yang ingin dikatakan oleh Hani, lalu menyuruhnya untuk segera pergi dari hadapan Viona.
"Tapi dia_"
"Han..pergilah dari sini, emosimu tidak terkendali" ucap Kirana, lalu sesat kemudian Hani segera pergi.
Kirana berjalan mendekati Viona perlahan, hingga membuat Viona terkejut dan melangkah kan kakinya sedikit mundur.
"Aku memperingatkan mu Viona, berhati-hati lah mulai sekarang, jangan membuatku menjadi seseorang yang akan memberimu hukuman atas apa yang dulu pernah kau lakukan padaku, kali ini aku tidak akan diam jika kau terus memaksaku" ucap Kirana dengan tatapan tajamnya.
"Ka_kau..berani mengancam ku?" Ucap Viona yang tampak ketakutan.
__ADS_1
"Tidak, aku hanya memberimu ucapan selamat.." ucap Kirana yang sudah mengubah ekspresi wajahnya dengan senyuman, lalu pergi meninggalkannya begitu saja.
"Dia..?!" Ucap Viona yang terkejut dengan apa yang dilakuan Kirana.
"Kenapa Kirana menjadi wanita yang sangat mengerikan seperti itu, lalu..apa dia tau semua perbuatan ku di masa lalu??" Batin Viona bertanya-tanya.
Sementara itu Hani yang melihat apa yang terjadi dengan Kirana dan Viona, dibuat terkejut saat tampak di dalam pandangannya bagaimana Viona begitu ketakutan berhadapan dengan Kirana.
"Apa yang kau lakukan Kirana, kenapa wanita ular itu sepertinya shock dengan apa yang kamu katakan?" Tanya Hani.
"Tidak ada, aku hanya bilang bahwa kamu sesungguhnya sangat suka meminum darah manusia" sahut Kirana sekenanya.
"Apa?!"
PLAK
"Aah!, Sakit Han!" Teriak Kirana lalu tertawa melihat kemurkaan Hani.
"Jangan tertawa, aku marah beneran ini ya!!, .. tega sekali kau ini, memangnya aku ini vampir?!" Ucap Hani masih sewot.
Pergelaran besar fashion show akhirnya di mulai, semua model yang membawakan Rancangan baju tertutup dari Agensi NAHA akhirnya tampil di atas pentas, seperti biasa, suara tepukan dari Fans Agensi NAHA gemuruh menyambut penampilan para model NAHA yang hampir semua tampak begitu anggun diatas panggung.
Rupanya Agensi NAHA salah satu yang terpilih untuk mendapatkan penghargaan pemenang pertama. Kirana segera maju bersama dengan Hani, keduanya kini sudah ada diatas panggung.
Ada dua Agensi yang lain rupanya juga mengikuti jejak mereka, salah satunya adalah Pemilik Agensi SEM, siapa lagi kalau bukan Viona Fernandez.
Lalu pemberian penghargaan dimulai, Kirana dan Hani tampak terkejut saat Christopher Nolan adalah orang yang akan memberikan penghargaan ke para pemenangnya.
"Oh..my God..kenapa harus Tuan Christopher yang memberikan penghargaan..apa tidak ada orang lain lagi, ada apa dengan mereka ini" ucap lirih Hani.
"Mudah-mudahan ini tidak setingan yang memang sudah di buat oleh Christopher Nolan " jawab Kirana.
Lalu kemudian Christopher segera maju dan sudah berada di depan Kirana dan Hani saat ini, membawa sebuah kotak penghargaan yang akan di serahkan ke Kirana.
Christopher Nolan menatap intens mata Kirana, lalu perlahan maju mendekatinya.
"Apa kabar Kirana?" Ucap Christopher Nolan.
__ADS_1
"Baik" sahut Hani membuat Christopher terkejut dan menoleh ke arah Hani sejenak.
Tidak dengan Kirana yang hanya tersenyum dengan apa yang sudah dilakukan Hani, sementara doa hanya terdiam.
Christopher menarik nafas panjang, dirinya tau kalau saat ini hubungan nya dengan Kirana sudah tidak baik-baik saja, setelah apa yang dia lakukan sebelumnya.
Christopher tersenyum miring, berjalan maju kembali untuk memberikan piagam yang ada dalam genggamannya, kini kotak piagam itu sudah berpindah tempat di tangan Kirana, dan sebuah kejadian yang tidak di sangka oleh Kirana tengah terjadi.
Jabatan tangan dari Christopher berubah menjadi sebuah tarikan yang akhirnya menyeret tubuh Kirana terhempas dalam pelukan Christopher.
Kirana terkejut, membelalakkan mata tidak menduga hal ini akan terjadi, dengan sangat kurang ajar Christopher memeluk Kirana sambil mengucapkan.
"Selamat my love..aku merindukanmu"
"Brengsek..lepaskan!!"
Sekuat tenaga Kirana segera mendorong tubuh Christopher, tidak mungkin juga dia akan menendang atau menghempaskan laki-laki didepannya dengan tenaga dalam saat berada di tengah sorotan Ratusan Camera.
Hingga tenaga dari Kirana mampu melepaskan dirinya dari pelukan Christopher, kejadian yang tak begitu lama, bahkan di bilang begitu singkat, namun bisa di pastikan terekam dengan baik di acara salah satu stasiun televisi yang menyiarkan secara live.
Hani yang berada didekat Kirana hampir tidak bisa bernafas, terkejut atas ke kurang ajaran yang berani dilakukan oleh Christopher di atas panggung dan dilihat oleh ratusan bahkan mungkin ribuan mata saat ini.
"Maaf nona Kirana, saya hanya terbawa suasana saja..selamat atas keberhasilan kalian dalam dunia Fashion dan Modeling ini" ucap Christopher dengan senyum tanpa dosanya, lalu segera bergeser memberikan kotak piagam ke Viona yang kini tengah tertawa bahagia.
**
Disudut Ruang yang lain, seorang laki-laki sangat terkejut melihat apa yang tengah terjadi dengan Kirana dan Christopher Nolan di dalam sebuah Acara live di Televisi.
"Sh-it!, Ada apa ini, Christopher Nolan..berani kau menyentuh milikku.." Ucap lirih seorang laki-laki yang masih menatap kearah layar Televisi.
BRAK
Perbincangan antar kolega bisnis yang tengah dilakukan segera terhenti, kepalan tangan yang mengebrak meja tanpa di sadari merubah atmosfer ruangan itu menjadi begitu mencekam.
Bersambung.
Jangan lupa VOTE, HADIAH, LIKE, dan KOMEN sebanyak-banyaknya.
__ADS_1
PROMO: Cuplikan Novel yang akan Rilis berikutnya di Channel YouTube, Ketik Cerpen SELEBAR DAUN KELOR by Sinho, jangan lupa mampir.