
Fey pun pergi meninggalkan mereka berdua dan ikut bersama Paman tersebut untuk menemui pria yang sedang menunggu nya di mobil.
"Hei Lin, mel siapa pria tadi yang menghampiri kalian?" tanya Fadil kepada Linda dan Amel.
"Oh... orang itu?, katanya dia adalah suruhan dari teman nya untuk menjemputnya" jelas Linda.
"Benarkah?." ucap Fadil sambil menatap Fey yang berjalan bersama pria tersebut menuju kesebuah mobil dari kejauhan. "Entah mengapa aku punya firasat buruk" batin Fadil.
Didalam mobil Fey duduk di kursi belakang seraya melirik Andrian yang sedang duduk di samping nya.
"Ada apa?, aku ganteng ya" Ucap Andrian dengan tiba-tiba dan membuat Fey terkejut.
"Ga.. ganteng apaan?"
"Ini sebenarnya aku mau dibawa kemana" tanya Fey sambil memalingkan wajahnya.
Andrian pun tersenyum dengan tingkah Fey yang tiba-tiba jutek dan memalingkan wajahnya terhadapnya. "Sebelumnya aku minta maaf, sebenarnya aku mau membawamu untuk bertemu dengan ibuku, dia penasaran dan ingin langsung bertemu denganmu" jelas Andrian.
"Be.. benarkah?" Saut Fey.
"Yah, begitu lah! ibuku ingin tau seperti apa orang yang membuatku merogoh gocek hingga ratusan miliar" jelas Andrian sambil menghela nafasnya sambil memegang keningnya.
"Te.. tenang saja, nanti kalau aku sudah punya uangnya aku ganti secepat mungkin!" Saut Fey sambil menundukan kepalanya.
"Aku tidak khawatir tentang hutang mu kepadaku, tapi yang sekarang ku kawatir kan adalah, apa yang akan ibu lakukan setelah bertemu dengan mu fey!" batin Andrian seraya menatap Fey yang sedang menundukkan kepalanya dan mengingat kembali waktu dia pertama kali bertemu dengan Fey.
Dua tahun yang lalu, Andrian adalah sesosok laki-laki yang playboy, dia menjadi seperti itu bukan karena tanpa alasan. Andrian di besarkan di keluarga yang sangat terhormat, harta melimpah dan serba berkecukupan, apapun yang dia minta pasti dikabulkan oleh orang tua nya, karena orang tuanya mempunyai bisnisnya masing-masing, jadi Andrian merasa seperti hidup sendirian. Sejak kecil Andrian jarang sekali mendapat perhatian dari kedua orang tuanya, yang dia dengar cuma kata "nanti saja, main sama bibi saja, ibu dan bapak sedang sibuk untuk mencari uang agar kamu bisa beli mainan" kata-kata tersebut sering sekali muncul dari kedua mulut orang tuanya. Karena itulah Andrian
Sampai di suatu ketika andrian sedang bersenang-senang di sebuah restoran bersama dengan ke tiga pacarnya dia bertemu dengan Fey yang sedang membersihkan meja.
Waktu itu Fey bukanlah seorang bintang melainkan cuma seorang anak biasa yang sedang membantu ayahnya di restoran tersebut untuk menambah uang makannya, ayah Fey bekerja sebagai chef di restoran tersebut. Waktu itu Fey masih duduk di bangku SMP.
"Hey, ini masih kotor, kamu ini kalau kerja gimana sih?" cetus Andrian sembari berdiri dan menunjukkan jari telunjuknya yang berdebu.
"Ma... maaf, habis ini saya akan bersihkan" jelas Fey dengan sopan.
__ADS_1
"Nanti nanti, sekarang! kamu tidak tau aku ini siapa!" Saut Andrian sembari berdiri dan berjalan mendekati Fey.
"Lihat aku, apa kamu tidak mengenali ku?" tanya Andrian sambil menatap dengan tajam kepada Fey.
Fey pun mengangkat kepalanya dan menatap wajah Andrian ddan berkata "Maaf kak, saya tidak tau" jelas Fey sambil nunduk kembali.
"Kamu tidak punya TV ya, dasar orang miskin" bisik Andrian ke telinga Fey.
Mendengar ucapan tersebut sontak Fey menginjak kaki serta memukul perut Andrian, Andrian pun terjatuh tersungkur ke lantai dan menahan sakit akibat pukulan Fey.
"Ka.. kamu berani ya, akan aku pastikan kamu akan menyesal" Ucap Andrian sembari menatap Fey .
"Hemp.. rasain, aku gak perduli walaupun kamu anak seorang presiden." cetus fes sembari berjalan menjauh meninggalkan Andrian.
"Apa kamu tidak apa-apa?" tanya gadis yang bersama dengan Andrian.
"Aku tidak apa-apa, tolong bantu aku berdiri!" Pinta Andrian.
"Awas kamu, aku adalah Andrian apapun yang kumau pasti akan aku dapatkan, aku akan membuatmu menyesali perbuatan mu ini" batin Andrian sembari menatap dengan tajam Fey dari belakang.
"Tidak apa-apa" Saut Fey sambil memasang wajah yang masam.
"Chef, tadi Fey memukul pelanggan" Saut seorang pelayan dari belakang Fey.
"Fey! ini sudah ke lima kalinya kamu memukul seseorang dalam waktu sebulan, kamu ini seorang gadis, apa kamu tidak bisa bersikap sedikit lembut?" Ucap Toni ayah Fey, sembari mengangkat adonan pizza.
"Tapi, dia duluan yang memulainya, dia bilang kita ini miskin karena tidak punya TV" Saut fey.
"Kamu merasa gak?" tanya Toni.
"Enggak lah, kita dirumah ada TV dan kita juga tidak miskin miskin amat" jelas Fey yang masih kesal.
"Emang siapa yang tadi membuat gadis kecil ini sampai sekesal ini Gus?" tanya Toni kepada pelayan tersebut.
"Ah.. itu Andrian anak seorang pengusaha kaya serta aktor filem itu!, aku tidak menyangka Fey berani memukulnya hingga dia jatuh tersungkur dan aku lihat sepertinya diluar juga ada beberapa wartawan." jelas Agus sembari tertawa dan mengusap kepala Fey.
__ADS_1
Toni pun terkejut mendengar penjelasan Agus "A.. Apa Andrian, Fey.. ka.. kamu harus minta maaf, kalau tidak ayah akan terkena masalah karena reputasi restoran ini akan hancur kalau bocah itu berbicara hal yang buruk tentang restoran ini!" jelas Toni.
"A.. apa maksudnya minta maaf, dia yang salah kenapa aku yang harus minta maaf!" Ucap Fey sambil mengerutkan dahinya.
"Fey sayangku, ayah tau kalau kamu tidak salah, tapi tolong minta maaflah kepada Andrian, masalah dimaafkan atau tidak yang terpenting kamu harus minta maaf dulu, lagi pula Andrian tidak sepenuhnya salah, kamu disini sedang berkerja sebagai seorang pelayan, jadi sepatutnya kamu harus sopan dan minta maaf sama pelanggan, jadi minta maaflah!" Pinta Toni kepada Fey. "Apa dia sudah pergi?" tanya Toni kepada Agus.
"Aku rasa belum, aku lihat dia tadi duduk kembali di kursi nya!" Jelas Agus.
"Nak!, cepat pergi dan minta maaflah!" Pinta Toni.
"Tapi ayah!" Saut Fey.
"Tidak ada tapi-tapian cepat pergi dan minta maaflah!" jelas toni.
"Kenapa aku yang harus minta maaf, orang dia yang salah" Gumam Fey sambil berjalan menuju kebelakang Andrian.
"To.. tolong maaf kan saya kak!" Pinta Fey dengan sopan sembari menundukkan kepalanya.
Andrian pun membalikkan badannya dan menatap fey "Maaf? mudah sekali kamu ya minta maaf, kamu tidak tau betapa sakitnya perutku!" jelas Fadil sambil menatap Fey sambil mengerutkan dahinya.
"Dasar cowok lemah, dipukul begitu saja sudah kesakitan" Gumam Fey.
"Apa kamu bilang!" teriak Andrian sembari beranjak berdiri dari kursi nya.
"Ma.. maaf, sekali lagi saya minta maaf, saya yang salah jadi maafkan saya dan jangan berkata yang buruk tentang restoran ini, sekali lagi maafkan saya!" Pinta Fey dengan sopan sambil membungkukkan badannya.
"Aku perhatikan gadis ini lumayan menarik, mungkin gadis ini bisa mengisi peran itu, sekalian aku bisa buat alasan untuk jauh dari nenek Lampir itu" batin Andrian sembari tersenyum licik dan memegang dagunya.
"Baiklah aku maafkan!, tapi kamu harus mau menuruti semua permintaan ku dan kamu tidak boleh membantahnya!" Ucap Andrian.
"Baik lah, saya akan menuruti semua permintaan... Apa! apanya yang tidak boleh membantah? kamu jangan macam-macam yah, atau kamu ingin mati disini!" Saut Fey yang kaget sembari berdiri tegak memegang kerah Andrian dan melotot kepada andrian.
"Te.. tenang saja aku tidak akan melakukan hal yang buruk kok, He-he-he" jelas Andrian sembari memegang tangan Fey. "Ter.. terlalu dekat, ada apa ini biasanya aku tidak seperti ini jika ada seorang gadis yang mendekati ku" batin Andrian.
"Begitu, awas saja kamu macam-macam dan bisa kamu lepaskan tangan ku" Pinta Fey sambil menatap tangan Andrian yang menyentuh tangan Fey.
__ADS_1
"Ma.. maaf, tapi bisakah kamu melepaskan tanganmu dulu dariku!" Pinta Andrian sambil tersenyum.