
Hingga pagi tiba, Kirana langsung berseri-seri saat melihat notifikasi panggilan masuk di handphone nya yang tak lain dari Alena.
"Alhamdulillah..akhirnya kak Alena mau bicara dengan ku juga" ucap lirih Kirana lalu segera mengangkat handphone nya.
Setelah mengucap salam dan saling menyapa, akhirnya Alena mengatakan ingin berkunjung ke Mansion Kirana siang hari ini bersama dengan Edward dan mungkin akan menginap satu malam disana.
Tentu saja Kirana sangat senang dan segera menyiapkan kamar yang akan ditempati oleh Alena dan juga Edward suaminya, Alfaro yang melihat Kirana masih belum bersiap untuk bekerja merasa aneh.
"Hari ini tidak masuk kantor honey?" Tanya Alfaro sambil menatap istrinya yang masih kesana kemari dan keluar masuk kamarnya.
"Nggak, aku akan menyiapkan tepat tidur untuk orang spesial yang sudah kamu undang kemari" ucap Kirana.
"Siapa?" Tanya Alfaro yang masih tidak mengerti.
"Pikir saja sendiri" jawab Kirana yang kelihatan dongkol.
"Ohh..aku tau, pasti Alena kan?" Tanya Alfaro kemudian sambil tersenyum dan menatap istrinya, penasaran akan jawaban yang akan diberikan.
"Mau siapa lagi?, Memangnya kamu ngundang siapa lagi kesini?" Sahut Kirana yang masih sewot.
Bukannya bersedih atau takut akan kemarahan istrinya, Alfaro justru tersenyum sangat bahagia, sambil berlenggang di depan Kirana yang masih menyorot tajam padanya.
"Jangan serem gitu wajahnya honey..tambah gemes aku nih, mau aku gigit bibir kamu?" Ucap Alfaro.
Sontak Kirana yang sudah jengkel langsung melengos dan pergi meninggalkan Alfaro yang kini malah terkekeh, hingga..
Bug..
Satu lemparan bantal mendarat tepat di mukanya, dan itu lebih dari cukup untuk membuat Alfaro akhirnya terdiam untuk sementara.
"Honey..sakit, mana boleh melakukan kekerasan sama suami kayak gitu!!" Teriak Alfaro yang melihat Kirana sudah ngacir pergi meninggalkan kamar.
Sarapan pagi yang cukup sepi terjadi antara Kirana dan Alfaro, entah pikiran Kirana yang makin resah akan kedatangan Alena, hingga Alfaro yang menanyakan sesuatu didiamkan begitu saja, "Honey..kamu kenapa sih..hei?!" Ucap Alfaro kemudian.
__ADS_1
Kirana terhenyak saat tangan suaminya menyapa lembut pipinya, "Kenapa, ada apa?" Tanya Kirana gelagapan.
"Hem..kamu ngelamun apa?, Diajak ngomong suaminya malah mikir kemana-mana" sahut Alfaro.
"Ish..ini juga gara-gara kamu, aku harus menghadapi kak Alena sebentar lagi, memangnya apa yang kamu tanyakan Honey?" Ucap Kirana.
"Nanti Alena kesini sama Edward, apa sendiri?" Tanya Alfaro mengulangi.
"Sama kak Edward, mana mungkin kak Alena dibiarkan begitu saja sendirian" jawab Kirana.
"Okey..kalau begitu aku akan pulang nanti jam sebelas, aku akan menemanimu menyambut mereka, biar pekerjaan di handel sama Louise untuk sementara waktu" sahut Alfaro.
"Sungguh.. terimakasih honey, aku bisa sedikit tenang, setidaknya nanti kamu harus menemaniku menjelaskan ke kak Alena tentang rencana ku dan kenapa aku melakukan hal itu"
"Hem..okey..hal konyol yang membuat aku pusing beberapa bulan ini kan?"
"Honey..!!" Teriak Kirana.
"Iya iya..sorry..ya sudah aku berangkat dulu ya?" Ucap Alfaro kemudian.
"Lima belas menit yang lalu" jawab Louise singkat.
"Memang nya ada apa, sepagi ini sudah ada disini?, Ada hal penting?" Tanya Alfaro sambil berbalik menatap Louise.
"Maaf Tuan Alfaro, saya gak berani tanya, yang jelas urusan bisnis kan?" Jawab Louise sambil nyengir.
"Ya mana aku tau, kau ini...lain kali tanya apa kepentingannya, kalau kamu takut atau tidak enak hati, langsung telpon saya saja, mengerti?" Ucap Alfaro.
"Siap Tuan, maaf..saya kira mungkin sudah janjian sama anda" sahut Louise.
Alfaro menghela nafas panjang dan menggelengkan kepala setelah Louise menjelaskan alasannya, dan tak lama kemudian Louise di perintahkan untuk ikut dirinya masuk ke dalam menemui Zahra yang sudah menunggu diruangan kerjanya.
Alfaro mengucapkan salam, kemudian menyapa Zahra dan kini sudah duduk di meja kerjanya yang tentu saja sudah berhadapan dengan Zahra saat ini, sementara Louise ikut berdiri di samping Alfaro.
__ADS_1
"Maaf, ada apa nona Zahra berkunjung ke perusahaan sepagi ini?" Tanya Alfaro kemudian.
"Oh..aku hanya mampir dan membawakan ini saja, kebetulan aku membuat sesuatu yang manis dan hangat, sangat cocok untuk dinikmati di pagi hari, setelah itu aku akan pulang ke perusahaan, tentunya setelah kau mencicipi masakan ku dan memberikan penilaian, bagaimana?" Ucap Zahra dengan wajah datarnya.
Sontak saja Alfaro terkejut, tapi tetap berusaha tenang lalu menoleh ke arah Louise yang rupanya juga tengah heran, hingga keduanya saling menatap tak percaya dengan apa yang dilakukan oleh Bos wanita yang ada dihadapannya saat ini.
"Oh..jadi begitu, maaf nona Zahra, saya sangat berterimakasih di beri kepercayaan untuk menilai masakan anda, tapi bukankah ini sangat berlebihan?" Ucap Alfaro.
"Tidak juga, aku hanya meminta tolong kepada partner bisnis yang mempunyai talenta kuat untuk menilai sesuatu yang aku buat untuk mengisi menu yang nantinya akan aku jual di restoran ku, apa kau keberatan sedikit membantuku?" Tanya Zahra.
"O..jadi begitu, tentu saja tidak, aku kira_"
"Aku tidak membuat menu ini khusus untuk dirimu taun Alfaro, nilai mu tidak setinggi itu di mataku untuk saat ini, jangan salah paham" sahut Zahra membuat Alfaro sangat terkejut dan merasa kalau Zahra sudah sangat tersinggung dengan kata-kata nya.
"Iya tentu saja, maafkan saya, kalau sudah menyinggung anda nona Zahra" ucap Alfaro yang akan membuka tempat makan yang ada di atas mejanya, namun Zahra segera mengambilnya kembali dan langsung berdiri.
"Tidak usah dipaksakan, sepertinya anda sudah cukup kenyang pagi ini, sebaiknya aku meminta orang lain untuk melakukan penilaian masakan ku ini, permisi dan selamat pagi" ucap Zahra dengan senyuman sinis dan segera pergi dari hadapan Alfaro.
Alfaro sangat terkejut dengan apa yang sudah dilakukan oleh Zahra, hingga dengan isyarat memerintahkan Louise untuk segera mengejarnya.
"Ya Gusti, drama apa sih pagi-pagi begini ini cewek cari masalah di perusahaan!" Gumam Louise yang kini melesat mencari sosok Zahra yang rupanya sangat cepat juga berjalannya.
"Nona Zahra tunggu..!" Teriak Louise yang akhirnya bisa menyusul keberadaan Zahra yah sudah akan masuk ke dalam mobil mewahnya yang dikemudikan oleh seorang supir pribadi.
Zahra menoleh dan mengurung kan niatnya untuk masuk ke dalam mobil, "Ada apa Louise, kau sampai berlari begitu" ucap Zahra.
"Begini Nona, tuan Alfaro meminta maaf atas apa yang sudah di katakan nya, Tuan Alfaro melakukan hal itu arena tidak tau niat anda sebelum dijelaskan tadi, jadi saya mohon maafkan sikap kami terutama tuan Alfaro" ucap Louise.
Zahra tersenyum sinis kembali, "Aneh..Kalau dia merasa bersalah, harusnya bukan kamu yang sekarang ada didepan ku dan meminta maaf" sahut Zahra.
Lalu kemudian tanpa basa basi lagi, Zahra segera masuk ke dalam mobil, sedangkan Louise masih terdiam tidak bisa berkata apa-apa lagi. Lalu kemudian Louise menarik nafas panjang dan bergumam,
"Ya harusnya kamu yang Aneh, ngapain juga datang kesini cuma menyuruh tuan Alfaro menyicipi makanan, kurang kerjaan sekali."
__ADS_1
Jangan Lupa VOTE, HADIAH, LIKE, dan KOMEN.
Bersambung.