SELEMBAR KERTAS

SELEMBAR KERTAS
Episode 76


__ADS_3

Kesibukan Alfaro dan Ronan hari itu benar-benar sangat tinggi, bahkan keduanya dengan serius mempelajari satu persatu permasalahan yang sedang di hadapi oleh perusahan yang belum sempat di selesaikan oleh Aliando.


Sekretaris yang biasa bekerja dengan Daddy nya, ikut membantu apapun yang di inginkan oleh Keduanya.


"Maaf Nona Louise Anastasya, saya ingin selama satu bulan ini, anda membantu saya bekerja lebih ekstra untuk mempercepat kami mengenal dengan benar perusahaan Eagle Company pusat ini" ucap Alfaro.


"Tentu saja Tuan..apa yang anda inginkan, saya akan membantu" jawabnya.


Alfaro tersenyum, dirinya merasa bersyukur Ayahnya mempunyai orang-orang hebat dalam menjalankan perusahaan, seperti seorang Louise, wanita yang tanggu dan pantang menyerah dalam menyelesaikan apapun di tambah dengan nilai akademiknya yang sangat mengagumkan.


Louise segera pergi untuk mencari arsip-arsip penting yang akan di berikan kepada Alfaro dan juga Ronan.


"Wanita yang luar biasa, dia sangat cerdas, pantas paman Aliando mempertahankannya lebih dari 5 tahun di perusahaan ini" ucap Ronan.


"Hem, begitulah..dia sangat teliti, itu yang aku dengar dari info-info yang tertangkap telingaku" sahut Alfaro.


"Hem..kita akan sering bekerja sama dengannya untuk saat ini, aku merasa tidak terlalu khawatir, apapun info penting tentang perusahaan pasti ada padanya" ucap Ronan.


"Sepertinya ada yang begitu kagum pada sosok Louise, lalu apa kabar dengan Hani ya?" Sahut Alfaro mengejutkan Ronan.


"Kau ini..mereka berbeda, Hani adalah sosok wanita yang...entahlah, aku begitu susah untuk mengungkapkannya, sebaiknya kita bersiap untuk pulang, sudah sore" ucap Ronan berusaha mengalihkan pembicaraan soal Hani, karena merasa dirinya selalu tidak pantas di hadapannya.


Alfaro hanya tersenyum, tidak mengatakan apapun lagi, dia tau saat Ronan kesulitan melihat bagaimana sosok perempuan, bisa di pastikan dia sesungguhnya sedang jatuh hati tanpa dirinya sadari.


Sampai di tempat Agensi NAHA, Alfaro Dan Ronan segera berjalan masuk untuk menemui Kirana dan yang lain, sampai di ruang kerja Kirana, rupanya semua sudah menunggu disana.


Alfaro masuk, mengucap salam dan mendekat ke Kirana, sejenak Alfaro merasakan kerinduan yang teramat dalam, bahagia di senyuman bibirnya tidak bisa disembunyikan saat sudah berada di dekat istri tercinta, hingga akhirnya terjadi adegan life pelukan, ciuman dan sedikit luma-tan di bibir Kirana dari Suami tercinta.


"Hem..baru saja beberapa jam ditinggal, sudah mau ke ranjang saja bawaannya.." celetuk Hani tanpa menoleh ke orang yang dimaksud kan.


"Wah..sepertinya kamu sudah mengerti sekali tentang Ranjang Han?" Goda Ronan sambil tersenyum geli melihat Hani yang terkejut dengan apa yang dikatakan olehnya.


"Semua juga tau soal itu, lagi pula bagaimana aku tidak matang sebelum waktunya, di Mansion sekarang banyak adegan life yang Ho-T, untung kak Alena sudah pindah ke Mansion paman Ali, kalau tidak..hemh..di jamin tiap hari aku akan mengurung diri di kamar saja"


Hahaha..


Semua yang mendengar ucap Hani langsung tertawa, sementara Hani hanya tersenyum aneh.


Di dalam perjalanan menuju ke Mansion Aliando, Alfaro masih satu mobil dengan istrinya, sedangkan Ronan membawa mobil mewah milik Kirana bersama dengan Hani dan Ibu Aisyah.


Kirana menatap aneh suaminya yang beberapa kali menoleh kearahnya saat menyetir.

__ADS_1


"Hati-hati honey...ingat sedang menyetir" ucap Kirana memperingatkan.


"Okey.."


"Jangan okey saja..tapi masih menoleh ke aku juga, jalanan ada di depan" ucap Kirana yang masih khawatir.


"Iya, siap..aku hanya kangen saja sama istri cantikku..sini.." ucap Alfaro yang sudah menarik Kirana kedalam dekapannya.


"Awas..hati-hati, lihat jalanan honey"


Alfaro tersenyum dan menciumi wajah istrinya dengan gemas, sebelum akhirnya melepaskan pelukannya.


Sampai di Mansion, Alfaro segera berlari menuju kamar Aliando, tatapan mata sang Deddy yang terlihat begitu bahagia, membuat Alfaro langsung memeluk Aliando dengan tetesan air mata yang tidak bisa di bendung lagi.


Kirana yang mendekat dari arah belakang terdiam sesaat melihat keduanya masih berpelukan, hingga Alfaro memanggil dirinya, Kirana tersenyum, datang mendekat lalu memeluk Aliando beberapa saat.


"Alhamdulillah..akhirnya Daddy Mengalami kemajuan yang luar biasa" ucap Kirana setelah melepaskan pelukannya, Aliando tersenyum dan mengangguk tanda kalau dia juga bersyukur akan nikmat yang sudah di berikan oleh Sang Maha Pencipta.


Tak lama kemudian datanglah Alena, Edward dan juga Kaisar masuk kedalam kamar.


"Kita akan segera membawa paman Aliando ke Indonesia, kakek sudah menunggu kedatangan paman" ucap Alena.


"Apa?!, Kapan?!" Tanya Alfaro.


"Aku sarankan jangan menunda lagi, agar hasil terapinya nanti lebih optimal dan proses penyembuhan paman Aliando akan lebih cepat" ucap Kaisar.


"Sekarang tinggal persetujuan mu, dan kalau kau mengijinkan, besok pesawat pribadi ku akan segera disiapkan untuk membawa Paman Aliando ke Indonesia bersama dengan Kita" sahut Alena.


Alfaro terdiam masih terkejut dengan kabar yang diberikan oleh Alena, kemudian dirinya beranjak mendekati Daddy-nya lagi.


"Daddy sudah siap pergi ke Indonesia sekarang?" Tanya Alfaro.


Dan Aliando pun mengangguk dengan pasti, Alfaro tersenyum dan memeluk Aliando sekali lagi.


"Baik, aku ijinkan kalian membawa Daddy, dan aku minta tolong agar kalian semua menjaga Daddy dengan baik, maaf aku tidak bisa menemaninya di sana, ada perusahaan yang harus aku jaga" ucap Alfaro.


Aliando tersenyum, lalu menepuk pundak anaknya, mengisyaratkan dia sangat setuju dengan apa yang dilakukannya.


Bertepatan dengan itu datanglah Edoardo dari arah pintu dan tersenyum membawa Ronan, Hani dan Ibu Aisyah masuk.


"Wow..rupanya semuanya sudah berkumpul disini, pantas aku tidak menemukan siapa pun di ruang tengah, bagaimana..?, Kita akan kembali ke Indonesia, aku sudah sangat kangen dengan ketiga cucu kembar ku"

__ADS_1


"Tentu saya Dad, kita akan pulang secepatnya, Besok" sahut Edward.


"Alhamdulillah..jadi tuan Aliando bisa segera di lakukan pengobatan lanjutan di Indonesia" ucap Ibu Aisyah menatap Aliando sesaat, dan begitu juga sebaliknya.


Sedangkan Ronan dan Hani juga merasa sangat senang mendengar kabar baik itu, mereka mengucapkan selamat atas kemajuan kesehatan Aliando dan akhirnya bisa di bawa ke Indonesia secepatnya.


"Oh ya Bu Aisyah..saya harap anda bisa membawakan kami minuman herbal yang anda buat kemaren..sepertinya tubuh paman Aliando bereaksi positif akan hal itu" ucap Alena.


"Oh, iya ..tentu saja Alena, nanti akan aku racik dan ku bawakan untuk di bawa ke Indonesia" jawab ibu Aisyah.


Dan malam ini, semua menginap di Mansion Aliando kecuali Ronan, Hani dan Ibu Aisyah yang pulang ke tempatnya masing-masing.


**


Kirana mencari Alfaro yang tidak nampak berada di dalam kamarnya, sesat kemudian diambilnya Handphone untuk menghubungi nya.


"Honey..kau dimana?" Tanya Kirana.


"Kenapa..kau sudah merindukan ku hemm?"


"Jangan main-main honey..ini sudah malam, saatnya untuk istirahat, kau ada dimana?" Tanya Kirana lagi.


"Iya honey, siap..kau kesini dulu, temani aku sebentar lagi, mungkin kau juga bisa membantuku, aku ada di ruang kerja Daddy, ada beberapa arsip yang aku butuhkan dan sedang aku cari disini" jawab Alfaro.


Kirana segera mematikan handphone dan bergegas ke ruang kerja yang dimaksud kan oleh Alfaro, perlahan Kirana membuka pintunya dan mengucapkan salam, rupanya Alfaro sudah menyambut istrinya dengan senyuman.


"Masuklah honey.." ucap Alfaro, dan Kirana segera masuk, lalu duduk di depan Alfaro yang sedang duduk menatap layar besar komputer yang ada diatas meja kerja.


"Apa yang sedang kamu cari honey?" Tanya Kirana.


"Kemari lah.." ucap Alfaro.


Kirana segera beranjak dan mendekat kesamping Alfaro untuk melihat layar komputer, saat Kirana mencoba memfokuskan pandangannya tiba-tiba saja Alfaro menariknya hingga jatuh kedalam pangkuannya.


"Honey..apa yang kau lakukan?!" Ucap Kirana terkejut.


Alfaro tidak menjawab, hanya tersenyum sambil merangkul kan tangannya ke perut dan pinggang Kirana, sesaat Alfaro menghirup dalam-dalam bau tubuh istrinya, tangannya beranjak dan mulai bekerja di kaki bagian atas Kirana dengan gerakan lembut.


Yang sudah mulai deg deg serr... harap bersabar dahulu, kendalikan diri untuk membaca kelanjutannya saat dalam keadaan tidak berpuasa.


Bersambung.

__ADS_1


Yuk kasih VOTE, HADIAH, LIKE, dan KOMEN sebanyak-banyaknya agar Author semangat nulisnya.


PROMO: Cuplikan Novel tentang Ketiga Bocah Kembar (ETHAN, EVAN, AILINA) yang akan di Rilis setelah menyelesaikan Novel ini, sudah tayang di Channel YouTube, Klik: Cerpen SELEBAR DAUN KELOR by Sinho..yang penasaran, yuk segera mampir.


__ADS_2