
Bruk
"Oh maaf..!" Ucap Kirana saat melihat sebuah kursi Roda tersentuh olehnya.
"Tidak apa-apa, saya yang minta maaf, masih belajar meng_" suara wanita itu tercekat saat menatap siapa lawan bicaranya.
Begitu juga Kirana yang bibirnya sudah menganga tak percaya dengan apa yang dilihatnya.
"Zah_ra??" Ucapnya lirih.
"Ki ra na?" Sahut Zahra hampir bersamaan.
"Astagfirullah.. Ada apa denganmu nona Zahra..?" Ucap Kirana lagi, kali ini langsung mendekat dan duduk di kursi yang kebetulan ada di samping kursi roda Zahra.
"Aku mengalami kecelakaan, dan beginilah keadaanku" ucap Zahra dengan senyuman yang tentu saja mengandung kesedihan yang tertangkap mata Kirana.
"Kapan ini semua terjadi, aku tidak mendengarnya sama sekali" ungkap Kirana.
"Sudah tiga hari aku disini, Alhamdulillah sekarang bisa menggunakan kursi rodanya, aku lebih bisa beraktivitas kemanapun walaupun masih belajar"
"Maksud mu..ini untuk sementara kan, kursi roda ini_"
"Aku lumpuh..mungkin permanen, untuk sementara seperti itu pernyataan dari dokter"
"Astagfirullah..ini..tidak mungkin kan?" Ucap lirih Kirana yang masih tidak percaya dengan apa yang di dengarnya.
Belum hilang keterkejutan dirinya, kini Zahra di buat melongo dengan kehadiran Louise yang tengah berlari membawakan sesuatu untuk Zahra.
"Zah_ra, ini.."
Brug
Sontak kantung kecil terlepas begitu saja, saat Louise menyadari ada Kirana yang menatapnya tak percaya.
"Ki ra na?"
"Jadi..kau sudah tau keadaan Zahra?" Ucap Kirana yang segera menyadarkan dirinya dari keterkejutan.
"I iya..i itu.."
__ADS_1
"Apa?, Kau sengaja menyembunyikan semua ini dariku?, Keterlaluan kau Louise" ucap Kirana.
"Kirana..tidak seperti itu, jangan salah paham dulu, aku hanya_"
"Hanya apa..?, Ayo teruskan, aku ingin mendengar apa alasanmu, aku ini masih teman kalian kan, tega sekali ada musibah seperti ini ku tidak di beri tahu, apalagi satu Rumah sakit, apa sih yang ada dalam pikiranmu Louise?"
"Ya ampun..sungguh Kirana, aku hanya ingin menjaga perasaanmu saja, kau butuh pikiran yang tenang untuk memulihkan kesehatanmu, sungguh..aku hanya_"
"Sudahlah..berarti suamiku juga tu akan keadaan Zahra?" Tanya Kirana lagi.
"Tunggu.. maksudnya, Alfaro tidak menceritakan apapun padamu?" Sahut Zahra ditengah percakapan sengit Louise dan Kirana.
"Jadi benar..Alfaro juga tau ini semua?" Respon Kirana lebih terkejut kali ini.
"Ya Tuhan..habislah aku kali ini.. bisa murka tuan Alfaro kalau Kirana sampai tau" batin Louise dengan susah payah menelan salivanya.
"Hem.. sudah-sudah, bagaimana kalau kita berbincang yang lain saja, Kirana sudah tau keadaan Zahra kan, jadi kita berbincang hal-hal yang menyenangkan untuk mood booster kita di sore hari ini.. bagaimana?" Ucap Louise berusaha mengalihkan pembicaraan.
"Pertanyaan ku belum selesai.." ucap ketus Kirana membuat Louise makin deg-degan.
"Melanjutkan yang tadi Zahra, jadi Alfaro juga tau keadaanmu?" Tanya Kirana, dan kali ini lebih dengan wajah serius nya.
"Itu bukan jawaban yang aku inginkan Zahra, aku baik-baik saja, justru aku khawatir dengan keadaan mu sekarang ini, sungguh"
"Sudahlah Kirana..aku baik-baik saja" ucap Zahra sambil melirik ke arah Louise.
Kirana terdiam sejenak, Manarik nafas panjang, dalam hatinya dia merasa semua orang menutupi sesuatu darinya, "tak mengapa, aku sendiri yang akan mencari tau" batin Kirana yang kini sudah tersenyum dan menggenggam tangan Zahra.
"Yang sabar ya Zahra, kalau kau butuh bantuan ku..apapun itu, katakan saja..kita akan selalu support kamu" ucap Kirana dan membuat Zahra tersenyum senang, begitu juga Louise yang merasakan lega luar biasa.
Ketiganya segera terlibat dengan percakapan di sore hari yang lebih menyenangkan, beberapa kali Zahra bahkan di bantu oleh kedua temannya untuk menggunakan kursi roda dengan lebih baik.
**
Sementara itu terjadi aksi saling kejar mengejar antara anak buah Ronan dan juga Alfaro disaat Harry Milton berhasil lolos dan berniat melarikan diri dan sembunyi.
"Aku akan ikut dengan kalian" ucap Alfaro disaat laporan tentang larinya Harry terdengar dari anak buahnya.
Segera mereka berangkat, hingga akhirnya mereka berpencar, Alfaro menggunakan semua informasinya yang telah didapat dari beberapa orang kepercayaannya, hingga kemudian menemukan sebuah tempat yang bisa di pastikan Harry sedang ada disana.
__ADS_1
Kaki Alfaro melangkah tenang memasuki sebuah rumah yang ada di tengah hutan, dengan tenang dan waspada kakinya hampir saja sampai di pintu masuk, namun tanpa di sangka, sebuah ledakan terjadi.
"Tuan Alfaro..!!" Teriak anak buahnya yang dilarang mendekat oleh Alfaro. Mereka sangat terkejut melihat bagaimana Tuannya yang sangat cepat menghindari ledakan dengan kekuatan tenaga dalamnya dan tidak bisa diikuti oleh mata normal pada umumnya.
"Aku baik-baik saja..jangan ada yang kesini!"
Perintah Alfaro lagi, lalu kemudian dengan lantang berteriak memanggil nama Harry Milton untuk segera keluar.
Bukannya seorang Harry yang muncul, namun berondongan peluru kini meluncur dengan cepat mengincar tubuh Alfaro, terpaksa kekuatan Alfaro di gunakan kembali, kekuatan tenaga dalamnya dengan mudah menghempaskan semua peluru yang ingin bersarang di tubuhnya.
"Bang-sat..aku tidak punya waktu lagi.." gumam Alfaro yang kemudian mengangkat kedua tangannya untuk mengeluarkan tenaga yang begitu besar dan menjebol semua pintu dan jendela rumah itu sampai tanahnya terasa bergetar.
Detik berikutnya, Alfaro melesat masuk, kali ini memberikan aba-aba agar anak buahnya mengikuti di belakangnya, lalu mengobrak abrik siapapun yang sedang berada di dalam rumah, hingga semua orang-orang itu terpental keluar dan jatuh ke tanah dengan keras.
Terakhir terlihat, Alfaro melemparkan tubuh Harry Milton tepat di depan pintu.
"Aku peringatkan untuk tidak berulah lagi, sebelum aku kehilangan kesabaran ku Harry Milton" ucap Alfaro.
"Baji-ngan, jangan kau kira aku akan dengan mudah bisa kau seret ke ranah hukum Alfaro Rich Eagle..!" Balas Harry Milton.
"Oh ya..kita lihat saja nanti" sahut Alfaro yang kini sudah menegakkan tubuh Harry setelah melihat mobil pihak berwajib datang untuk menjemput.
Kini Keadaan sudah aman, Alfaro segera masuk kembali ke dalam mobilnya, dan kemudian kembali pulang bersama dengan anak buahnya, urusan Harry Milton akan di periksa dahulu sebelum akhirnya akan di persidangan, sementara Alfaro tinggal menunggu kabar jika proses mengharuskan dia harus datang sendiri ke kantor pihak yang berwenang.
"Kita kemana tuan?" Tanya sopir pribadinya.
"Ke perusahaan saja, bersiap pulang dan aku akan langsung ke rumah sakit, menjemput istriku yang sudah di bolehkan pulang hari ini" ucap Alfaro.
"Baik Tuan.."
Lalu mobilnya meluncur cepat ke arah perusahaan Eagle Company.
Dengan tubuh yang sangat lelah, Alfaro langsung menuju ke perusahaannya, setelah membersihkan tubuhnya di kamar mandi yang ada di ruang kerja, Alfaro segera keluar, namun kemudian di kejutkan dengan kedatangan seseorang.
"Astagfirullah..kenapa bisa ada disini?"
Jangan lupa VOTE, HADIAH, LIKE, dan KOMENnya.
Bersambung.
__ADS_1