
Seperti yang dikatakan oleh Viona, tepat jam tujuh malam dirinya sudah duduk di sebuah ruangan untuk mengadakan Konferensi Pers tentang hubungannya dengan Alfaro yang selama ini masih simpang-siur akan kebenaran nya.
Viona dengan lantang mengatakan bahwa sebenarnya hubungan mereka berdua masih sebagai pasangan kekasih, tidak ada kata putus dari bibir Alfaro untuknya, apalagi kata akan meninggalkannya.
Dengan wajah yang memelas dan merasa tertindas, Viona menjelaskan bahwa hubungannya saat ini sedikit renggang diakibatkan karena adanya seorang wanita yang menginginkan kekasihnya.
Dan sesuai yang direncanakan, semua awak media langsung mengambil kesimpulan bahwa wanita yang dimaksud kan adalah Kirana.
"Apa maksud nona Viona wanita itu adalah Nona Kirana, model sekaligus pemilik Agensi NAHA Company?"
"Saya tidak ingin menjawab iya atau tidak, tapi silahkan kalian melihat sendiri foto-foto yang telah beredar tentang mereka, saya rasa itu menjawab hal yang ingin kalian tau bukan?"
Semua wartawan sedikit gaduh dengan jawaban Viona, sebagian besar mereka membenarkan kalau ternyata Kirana adalah sosok wanita yang licik dan berpura-pura menjadi wanita baik.
Akhirnya jumpa Pers diakhiri oleh Viona, "Bagus, sepertinya rencana ku akan berhasil dan aku yakin, sebentar lagi kalian akan datang padaku, aku tunggu siapa yang datang duluan..dan saat itu, aku akan memberikan kalian kabar yang lebih dahsyat lagi" ucap Viona sambil memegangi perutnya sejenak.
**
Ibu Aisyah yang sedang duduk santai melihat tayangan berita di Televisi hampir saja tersedak saat melihat apa yang dilakukan oleh Viona.
"Astagfirullah..hampir saja aku ke sedak.. dasar Viona.. apa yang sudah dia lakukan, bagaimana bisa dia berbuat seperti itu, padahal jelas-jelas Alfaro sudah memutuskan hubungan dengan dirinya sejak beberapa bulan yang lalu" ucap lirih Ibu Aisyah.
Tak lama kemudian dirinya segera mengambil handphone dan mencoba menghubungi Hani, sebentar kemudian rupanya Hani sudah berada dalam sambungan Handphone nya.
Ibu Aisyah langsung menanyakan tentang berita yang sudah menyebar di televisi, Namun dirinya terkejut saat Hani juga mengabarkan kalau dirinya kini masih di rawat dirumah sakit bersama Ronan dan juga Louise.
"Apa?!, Astagfirullah.. apa yang terjadi dengan kalian, lalu bagaimana dengan Ronan dan juga nona Louise?" Tanya ibu Aisyah.
"Mereka berdua masih dirawat Bu, sama seperti saya, Alhamdulillah..semua membaik Bu, tidak usah Khawatir"
"Apa maksud mu, aku ini sudah menganggap kalian itu anak-anak ku, bagaimana aku tidak Khawatir?!" Ucap Ibu Aisyah yang langsung menutup handphone dan bergegas pergi ke Rumah Sakit.
Kaki ibu Aisyah melangkah cepat saat sudah berada di Rumah Sakit, Ruangan perawatan Hani yang pertama kali di tuju nya, perlahan ibu Aisyah membuka pintu dan melihat Hani sedang berbaring di atas tempat tidur, ibu Aisyah mengucap salam dan segera duduk di samping Hani.
Dengan wajah yang cemas ibu Aisyah melihat wajah Hani, "apa yang sebenarnya terjadi, ini ulah siapa?" Ucapnya.
Hani tersenyum,"Tenanglah Bu, Aku baik-baik saja" jawab Hani, kemudian dirinya segera menceritakan apa yang terjadi.
Ibu Aisyah menarik nafas panjang beberapa kali untuk mengendalikan emosi dan rasa khawatirnya, lalu setelah itu membahas tentang kabar Kirana yang baru saja dilihatnya Televisi.
"Apa kau tau apa yang dilakukan Viona sekarang...wanita itu benar-benar licik, bagaimana bisa dia melakukan hal itu setelah apa yang diperbuat terhadap kalian" ucap ibu Aisyah tampak geram.
__ADS_1
"Saya juga khawatir dengan Kirana Bu, dia dan tuan Alfaro baru saja memulai Rumah Tangga, tapi wanita ini sepertinya tidak mau melepaskan tuan Alfaro, saya merasa dia sudah menyusun rencana untuk membuat mereka berdua berpisah" ungkap Hani.
Ibu Aisyah sekali lagi menarik nafas panjang nya, "aku berharap Kirana mampu mengatasi hal ini dengan baik, jangan sampai termakan oleh jebakan dan tipu daya Viona" ucap ibu Aisyah.
**
Sementara itu Alfaro yang sedang duduk santai merebahkan tubuhnya di sofa sambil menikmati berita di Televisi, sangat terkejut dengan salah satu berita muncul tentang jumpa pers yang di adakan oleh seorang model bernama Viona Fernandez.
"Sh-it!, Apa yang dilakukan Viona, sial..dia benar-benar keterlaluan!" Ucap Alfaro dan kemudian segera teringat dengan Kirana yang masih ada di kamar, " Kirana.." ucap lirih Alfaro dan segera berlari masuk kedalam kamar.
Seperti yang di khawatirkan oleh Alfaro, kini dirinya mendapati Kirana sudah menyaksikan apa yang dilakukan oleh Viona lewat handphone yang dipegangnya.
Perlahan Alfaro mendekat dan Kirana masih belum menyadarinya karena fokus melihat kabar di dalam media sosialisasi yang ada dalam handphone nya.
"Viona berulah lagi.." ucap lirih Alfaro mengagetkan Kirana yang segera menutup handphonenya.
"Apa?" Ucap Kirana berusaha menyembunyikan perasaannya.
Alfaro menatap lekat mata istrinya, dia bisa merasakan ada luka yang kini dirasakan olehnya, perlahan Alfaro mendekap erat Kirana ke dalam pelukannya.
"Maafkan aku, dengan masa laluku yang sudah menyakiti hatimu Honey" ucap Alfaro.
Kirana masih terdiam, setelah pelukan terlepas, dirinya segera duduk di pinggiran tempat tidur, "Aku tidak apa-apa" ucap Kirana berusaha menutupi perasaanya saat ini.
"Honey..apa yang kau lakukan, kenapa duduk disitu?" Tanya Kirana terkejut.
Alfaro tidak menjawab, terus menatap beberapa luka yang ada di tangan dan kaki istrinya, perlahan membelai lembut luka-luka memar yang tampak dilutut istrinya, lalu perlahan menciumnya satu persatu.
"Maafkan aku honey.." ucap lirih Alfaro yang tak terasa sudah meneteskan air matanya.
"Honey...sungguh, aku tidak apa-apa" ucap Kirana terkejut, kemudian ikut melorotkan tubuhnya dan kini sudah duduk dilantai bersama dengan suaminya.
"Apa ini sakit?" Tanya Alfaro yang kini mengusap lembut sudut bibir Kirana yang ada sedikit luka membiru.
"Tidak..luka seperti ini sudah biasa bagiku honey..aku dulu sering mendapatkannya saat kak Kaisar melatihku"
"Benarkah..seandainya Kaisar saat ini disini, aku akan menghajarnya" ucap Alfaro, disambut degan senyuman dari istrinya.
"Kau ini..dasar..Kak Kai melakukan itu karena dia sayang padaku, dia ingin aku bisa menjaga diriku sendiri disaat ada bahaya yang mengancam"
"Tapi aku tidak bisa melihat mu terluka sedikitpun honey..hatiku ikut sakit melihatnya, Aku_"
__ADS_1
CUP
Kirana segera mencium bibir Alfaro dan membuatnya terdiam.
"Kamu adalah Imam ku, aku percaya sepenuhnya menyerahkan diriku dan Rumah Tangga ini di tanganmu honey .." ucap lirih Kirana.
Alfaro yang terdiam menatap nanar mata sang kekasih yang ada sangat dekat dengannya, disaat Kirana hendak menjauhkan bibirnya, tangannya menarik kembali tengkuk nya.
Lum-tan bibir Alfaro kini menyentuh bibirnya dengan lembut, Kirana sedikit meringis saat bibirnya mendapat pagu-tan yang sedikit menuntut, Alfaro segera melepaskannya lalu mengusap lembut bibir Kirana,"Maaf.." ucapnya.
Kirana tersenyum, kini dirinya yang mengambil alih permainan, duduk dipangkuan suaminya dan tidak ingin mengecewakannya, dengan usapan tangan yang ada di rambut Alfaro, Kirana segera melu-mat bibir suaminya, memberikan sentuhan lembut di dada bidangnya.
"Kau yakin ingin melakukannya honey?" Tanya Alfaro menahan sesaat pagu-tan bibir istrinya.
"Aku sangat merindukan suamiku.." ucap Kirana sambil mempermainkan rambut Alfaro.
Alfaro tersenyum, menyibak perlahan rambut istrinya, mengusap lembut leher dan dadanya, sesaat kemudian terdengar lirih desa-han dari bibir Kirana saat kedua tangan Alfaro mere-mas pelan kedua bukit kembarnya.
Perlahan dan pasti keduanya saling melu-cuti pakaiannya, tanpa melepas ciuman dan Sentuhan satu sama lain, aktifitas panas itupun terjadi di atas karpet tebal.
Disaat Alfaro tengah mengguncang tubuh Kirana dengan semua kenikmatan yang ada, tiba-tiba saja terdengar panggilan dari handphone nya yang tergeletak.
"Honey..Aahh..angkat handphone mu..sshh, mungkin penting...emmhh" ucap Kirana ditengah lenguhannya menikmati guncangan dari Alfaro.
Alfaro melirik sekejab handphonenya dan tersenyum, tanpa melepaskan aktifitasnya yang membuat sang pusaka keluar masuk ke dalam milik istrinya, Alfaro mengangkat handphone dan mengubah panggilan ke dalam load speaker.
Kirana terkejut saat sadar apa yang dilakukan suaminya, dan kemudian terdengar suara seorang wanita yang tidak asing ditelinga nya.
"Oug..sshh...honey ..itu Viona.." ucap Kirana yang hampir terperanjat, namun Alfaro tidak membiarkan Kirana lepas begitu saja, tempo permainannya semakin dipercepat.
Kirana tidak mampu lagi menolak kenikmatan yang luar biasa dari permainan sang suami, hingga tanpa memperdulikan lagi suara teriakan wanita yang ada di saluran handphone suaminya.
"Good honey..ini sangat nikmat, kau yang terbaik..ough..yes..emmhh" ucap Alfaro cukup keras.
Kirana menjerit melepaskan puncak kenikmatannya, begitu juga dengan Alfaro.
Alfaro tersenyum dan menarik tubuh istrinya kedalam pelukannya,"sudah puas hem..?" Bisik Alfaro, Kirana hanya tersenyum malu dan menenggelamkan wajahnya di dada bidang suaminya sambil mengatur nafasnya yang masih terengah-engah.
Sementara itu apa yang terjadi dengan wanita yang mendengar dengan jelas permainan ranjang mereka lewat saluran handphone nya?.
Bersambung.
__ADS_1
Yuk kasih VOTE, HADIAH, LIKE, dan KOMEN sebanyak-banyaknya.