
Fey pun bertanya sambil duduk di samping Fadil "Oh, benarkah?"
"Tentu! tidak terasa hari sudah mulai gelap, ayo aku akan antar kamu pulang!." Jawab Fadil sambil berdiri dan mengulurkan tangannya untuk membantuku berdiri.
"Teimakasih." Ucap Fey sambil tersenyum.
"Tentu! lagipula ini sudah jadi tugas ku untuk mengantarkan mu pulang." Ucap Fadil.
"Yang ku maksud itu, terimakasih sudah mengajakku ketempat yang begitu indah ini!." Jelas Fey.
"Oh benarkah? aku tidak menduga kamu akan suka tempat yang seperti ini." Jawab Fadil sambil tertawa dan mengusap rambutnya.
Entah mengapa tiba-tiba aku terdiam sejenak dan jantungku berdetak sangat cepat saat melihat wajah nya, "Ada apa? apa kamu sakit?," Tanya Fadil.
"E..enggak, ayo kita pulang!." Jawab Fey.
Aku pun pulang kerumah kakak bersama Fadil, di tengah-tengah perjalanan aku pun bertanya kepada Fadil, "Fadil kalo kamu bertemu lagi dengan orang yang kamu sukai pada waktu kamu masih kecil, apa yang akan kamu lakukan?."
"Entahlah, aku belum memikirkan nya, aku cuma penasaran! apakah dia masih menyimpan selembar kertas yang dia bawa pada waktu itu" jawab Fadil.
"Selembar Kertas?" Tanya fey.
"Iya selembar kertas, dulu sebelum kami berpisah, kami sempat membuat permainan, masing-masing kami mengambil selembar kertas, lalu kertas itu harus di isi dengan sebuah harapan saat kita sudah dewasa nanti dan masing-masing kertas itu di cap dengan jempol kita berdua menggunakan tinta berwarna merah dan kita berjanji akan bertukar selembar kertas tersebut saat kita bertemu nanti, aku penasaran apa yang dia tulis pada waktu itu." ucap Fadil sambil tersenyum.
"Oh apa kamu masih menyimpan selembar kertas itu?," Tanya Fey.
" Hmm, kamu percaya?," Tanya Fadil sambil tersenyum kecil.
Akupun bingung dengan ucapan Fadil tersebut dan bertanya " maksudnya?"
"Ha-ha-ha tidak apa-apa, kamu gadis yang lucu juga ya!" ucap Fadil sambil tertawa.
"A..apa maksudmu? Kamu ngarang yah?, jawab!," Fey pun bertanya sambil mencubit pinggang Fadil dari belakang.
"Aw, Aw, sakit, sakit, jangan cubit-cubit nanti jatuh!" ucap Fadil sambil kesakitan karena cubitan ku.
"Aku cuma pengen ngetes kamu, ternyata kamu baperan yah!, Ok sudah sampai, ohya katanya kamu besok akan bersekolah di SMAN 1 Gading?" Tanya Fadil.
"Iya" jawab Fey sambil turun dari sepeda Fadil.
"Kalo begitu sampai jumpa besok di sekolah" ucap Fadil sambil pergi menjauh.
(Dikamar Fey)
"Fadil yah, apa benar ceria itu hanya karangannya saja?, tunggu dulu! Ngapain juga aku mikirin dia?, tapi, dia sangat baik dan cukup menarik, senyuman nya yang begitu manis, Agh, lupain! dan keluar lah kau dari kepalaku, sialan si Fadil."
__ADS_1
"Hey Fey jangan berisik, Aron sedang tidur!" ucap kak pras dari balik pintu kamar ku.
"Maaf kak" Ucap Fey.
Aku pun tidak sengaja bergumam karena terlalu memikirkan cerita Fadil "Selembar kertas kah?."
Gara-gara Fadil akupun bermimpi melihat Tiga anak yang sedang bermain di sungai, dua laki-laki dan satu perempuan, dan terdapat satu lagi anak perempuan yang sedang duduk di atas jembatan kecil.
( Keesokan harinnya )
"Fey bangun! ini sudah siang, nanti kamu terlambat, ini kan hari pertamamu untuk masuk sekolah, jadi cepat bersiap-siaplah, jangan sampai telat!" Panggil kak Restu sambil mengetuk pintu kamar ku.
"Iya iya, aku bangun nih, Aduh kakak ganggu mimpi ku saja! " Jawab Fey sambil teriak.
"Apa katamu?, mimpi? mimpi sama siapa?" Tanya kak Restu.
"Apa nya sama siapa! haduh jangan mikir yang aneh-aneh, ya sudh aku mandi dulu!" Jawab Fey sambil pergi ke kamar mandi.
"Jangan lama-lama nanti terlambat" ucap kak Restu.
***
( Di sekolah )
"Anak-anak hari ini kita kedatangan murit baru, silakan Perkenalkan namamu!" ucap bapak rony.
"Wah, ada calon nih!" ucap murit laki-laki.
"Berisik! gk bisa lihat cewek bening sedikit apa? , Fey berhati-hati lah kalo masuk di kelas ini, banyak buayanya! " Ucap salah satu murit perempuan.
" Semuanya diam, Fey kamu bisa duduk di samping Linda" ucap bapak Rony.
"Iya pak" aku pun berjalan menuju kekursiku dan aku melihat ke ke sekeliling ku, aku tidak melihat Fadil dikelas ini, fikirku mungkin dia ada di kelas yang lain, dan aku juga aku tidak terlalu berharap bisa sekelas dengan nya.
"Hai, namaku Linda, aku tinggal di sebl.." ucapan Linda terpotong karena ada anak yang terlambat untuk masuk kelas.
"Maaf saya telat pak" ucap murit laki-laki tersebut.
Fadil kamu telat! Squat jump 20 kali!" ucap pak Rony.
"Ha-ha-ha, tambahin lagi pak!" ucap murit laki-laki.
"Diam! atau kalian semuanya mau bapak hukum juga" ucap Pk Rony.
Selesai menerima hukuman dia pun duduk tepat di depan ku, gak tau kenapa tiba-tiba dia melempar sebuah kertas yang berisi penghapus, dan kertas itu mengenai tepat ke jidat ku.
__ADS_1
"Aw, sakit! apa yang kamu lakukan?" Bisik Fey sambil melempar kertas yang berisi penghapus tersebut ke kepala nya.
"Fadil kamu jangan berisik dan mengganggu murit baru, nanti bapak beri hukuman yang lebih berat lagi" ucap bapak Rony sambil menatap dan melotot ke Fadil.
"Maaf pak!" ucap Fadil.
"Kamu kenal sama Fadil?" Tanya Linda.
"Engk tuh" Jawab Fey yang sedikit kesal, tiba-tiba Fadil melempar kembali kertas itu ke arahku dan akupun ber bisik dan mengatakan, "Apa maumu?".
" Lihat isi nya!" bisik Fadil.
Akupun membuka kertas itu, dan kertas itu berisi sebuah tulisan " Hai " dan tulisan itu cukup besar, dan aku pun berkata kepada Fadil " Bodoh!".
"Pfft" Fadil menahan tawa.
"Fadil! cepat selesai kan tugas mu!, sekali lagi kamu berisik, bapak akan menyuruh mu untuk berdiri diluar" ucap pak rony.
Maaf pak!" ucap Fadil sambil menunduk kan kepalanya.
"Kelihatan nya kalian berdua cukup akrab yah" ucap Linda sambil tersenyum.
" Perasaan kamu aja kali" ucap Fey.
Sambil berbisik-bisik Linda menunjukkan jarinya ke salah satu murit dan berkata, "Hey Fey!, kamu kenal Sam Roby yang duduk di situ?"
"Enggk! emang kenapa?" bisik Fey.
"Oh, aku kira kamu mengenalnya, soalnya waktu di pintu gerbang aku lihat tadi kamu menyapanya" bisik Linda.
"Nanti saja aku jelasin, kalo ngobrol sekarang, bisa-bisa kita dihukum" bisik Fey.
"Baiklah! nanti kita akan mengobrol di perpus saja, sekalian aku mau mencari buku" bisik Linda sambil mengangguk.
Setelah bel berbunyi kamipun pergi menuju ke perpustakaan. Aku berfikir Linda itu orangnya cukup baik dan sangat ramah, tadi di kelas dia sempat menawariku sebuah buku novel miliknya agar bisa aku pinjam, aku merasa sangat beruntung bisa berteman dengannya, tapi selang beberapa saat kami berjalan menuju ke perpustakaan, aku sadar bahwa kami sedang di ikuti sama Fadil dari belakang, dan aku pun berhenti melangkah sejenak.
"Ada apa Fey?" Tanya Linda.
"Linda tunggu sebentar! aku mau mengusir lalat yang ada di belakang kita" Jawab Fey sambil memegang pundak Linda.
Akupun berjalan menghampiri Fadil dan berkata, "Hey kamu!." Fadil pun menoleh kebelakang seperti orang bodoh "Sialan ni anak, dari kemarin kebanyakan tingkah, sampai-sampai kemarin malam aku tidak bisa tidur" ucap batin ku.
Aku pun menarik bahu kiri Fadil, tapi karena aku menarik nya terlalu keras dan pada saat itu posisi kami sangat dekat, jadi tangan kanan Fadil tidak sengaja merangkul pinggang ku, yah kalo dilihat dari mata orang lain itu seperti Fadil sedang memeluku.
Dan murid-murid disekitar kami pun berkata dan bersorak "cie."
__ADS_1
Akibat kejadian yang secara tiba-tiba itu, membuatku merasa malu, aku pun segera berusaha melepaskan tangan Fadil dari pinggang ku sampai-sampai aku terjatuh kelantai.
Fadil pun terdiam sejenak lalu berkata sambil memberikan tangannya untuk membantuku berdiri "Ma maaf kan aku Fey! a..apa ada yang terluka?" tapi, saat itu aku dalam kondisi yang sangat terguncang akibat kejadian tersebut, jadi aku hanya bisa terdiam dan menatap kaki Fadil.