
Kirana masih terdiam ketika berada di samping Kaisar di perjalanan menuju ke Rumah Sakit. Ada rasa kekhawatiran akan kemarahan dari kakaknya dengan semua yang tengah terjadi dengan dirinya.
"Kak..maaf" ucap Kirana pelan.
"Untuk apa?" Sahut Kaisar datar, sementara Edward masih tenang mengemudikan mobil di samping Alena.
"Untuk semua ini, aku sudah membuat kakak khawatir dan terpaksa harus kesini" ucap Kirana tertunduk.
Kaisar masih terdiam tanpa menjawab apapun. Begitu juga dengan Edward, hingga akhirnya Alena yang angkat bicara.
"Sudahlah, yang penting kamu selamat, dan kita pikirkan keadaan paman Ali selanjutnya"
"Aku tidak menyangka, kau bisa berbohong pada ku dengan semua permasalahan mu selama ada disini" sahut Kaisar dengan tatapan yang tajam.
"Maaf kak, aku hanya tidak ingin merepotkan kakak,.aku ingin mengatasi masalahku sendiri dan tidak membuat sulit kalian"
"Lalu_?, Apa hasilnya?, Bahkan laki-laki itu sama sekali tidak berguna dan kalian hampir saja mati tadi" sahut Kaisar.
"Kai..jaga emosimu, laki-laki itu masih sepupuku..ingat itu" jawab Edward.
"Sepupu tak berguna mu itu membuatku ingin sekali membunuhnya..jangan bilang kau tak tau bagaimana sepak terjangnya Edward, dan aku tau bagaimana dia pernah menyakiti hati adikku" sahut Kaisar tidak mau kalah.
"Sudah-sudah, kalian ini apa-apaan sih, kita disini untuk membantu menyelesaikan masalah, bukan berdebat dan membuat masalah baru, yang penting kita atasi dulu masalah Paman Aliando, dia butuh dukungan kita saat ini" ucap Alena sedikit kesal.
"Makasih kak..aku akan terima konsekuensi apapun dari kalian karena sudah berbuat salah, tidak pernah menceritakan apapun pada kalian dan sekarang membuat kalian repot" jawab Kirana.
Semuanya terdiam, Alena hanya bernafas panjang beberapa kali setelah perdebatan antara Edward dan Kaisar.
Sementara di dalam mobil lain yang ada di belakang mobil Edward, dua laki-laki juga sedang membicarakan hal serius.
"Apa!, Jadi kalian berjanji di depan Daddy mu kalau akan menikah?" Ucap Ronan terkejut.
"Iya" sahut Alfaro.
__ADS_1
"Serius?" Tanya Ronan.
"Memangnya kapan aku pernah bercanda soal pernikahan, apalagi ini dengan Kirana" sahut Alfaro.
"Iya aku tau, Lalu...apa yang akan kau lakukan sekarang Faro?, Aku yakin nanti kakak Kirana akan membuat perhitungan denganmu, lalu untuk restu..apa mungkin dia mau?.. Astagfirullah..banyak sekali masalahmu Faro, belum lagi masalah perusahaan dan juga paman Aliando, heh... " Ucap Ronan yang ikut merasakan betapa berat beban masalah sahabatnya.
"Entahlah, soal Kirana aku pasrah..karena aku tau aku yang salah dari awal, tapi soal perusahaan dan Daddy, aku aku akan berjuang mencari kebenaran siapa dalang dibalik semua ini, aku yakin ada yang dengan sengaja ingin menghancurkan kita" ucap Alfaro dengan tatapan tajam lurus ke depan.
Ronan setuju dengan apa yang dilakukan sahabatnya kali ini, menurutnya..keadaan perusahaan yang hancur dan kecelakaan Aliando pasti ada kaitannya dan bisa saja dilakukan oleh orang yang sama-sama ingin menghancurkan Alfaro.
Sampai di Rumah Sakit terdengar suara Adzan dan itu artinya segera memasuki waktu subuh yang sebentar lagi di pastikan pagi segera datang.
Edward seperti biasa tidak pernah melepaskan tangan Alena saat berjalan di manapun, tentu saja pemandangan itu sudah tidak asing lagi bagi Kirana dan Kaisar yang terbiasa melihatnya, namun tidak bagi Alfaro dan yang lainya.
"Pantas saja Tuan Edward itu sangat posesif sekali dengan istrinya, Ternyata nona Alena kecantikannya luar biasa" Ucap Ronan sambil berjalan di belakang mereka saat memasuki Rumah Sakit.
"Jaga mata dan ucapanmu, Edward lebih peka dariku, kalau dia mendengar apa yang kau bicarakan..urusannya akan beda" sahut Alfaro dan langsung membuat ciut nyali Ronan yang langsung terdiam.
Saat sampai di rumah tunggu kamar ICU Aliando, rupanya sosok laki-laki yang sangat persis dengan Daddy nya sudah berdiri menyambutnya.
"Maaf kan Faro paman..tidak bisa menjaga Daddy dengan baik" ucapnya ditengah tangis yang akhirnya pecah.
Edoardo Runcel Eagle masih memeluk Alfaro dengan erat.
"Sabarlah Faro, kita doakan yang terbaik untuk Daddy mu" ucap Edoardo sambil mengusap punggung Alfaro dengan lembut agar Alfaro tenang kembali.
Sementara Kirana juga segera mendekat untuk menyalami Edoardo dengan takjim, Edoardo memeluk Kirana sejenak dan tersenyum kepadanya.
"Saudaraku memang tidak salah memilih dirimu Kirana" ucap Edoardo membuat Kirana terkejut dan terdiam sesaat.
"Dad, jangan membuat Kirana terkejut, biarkan dia membersihkan diri dulu" sahut Edward yang kini sudah duduk di samping istrinya.
Sementara itu, ibu Aisyah dan Hani, masih duduk terdiam menyaksikan orang-orang hebat yang sebelumnya hanya pernah di dengar dari cerita saja, Alena yang menyadari hal itu segera beranjak dan berjalan mendekati mereka.
__ADS_1
"Han, makasih sudah menjaga Kirana dengan baik, maaf kedatangan kami mungkin membuat kalian tidak nyaman, boleh saya berkenalan dengan ibu_?" Ucap Alena sambil tersenyum
"Aisyah..saya Aisyah, teman kerja Agensi NAHA" sahut ibu Aisyah yang masih tidak percaya dengan sosok Alena Bilqis Nugraha yang sudah menyapa dan ada di depan matanya.
Alena memeluk ibu Aisyah yang tentu saja membuat ibu Aisyah makin shock dibuatnya.
"Terimakasih sudah mau menjadi seorang Ibu bagi Kirana dan Hani" ucap Alena.
Ibu Aisyah tidak bisa berkata-kata lagi, hanya pelukan hangat yang bisa dia rasakan saat ini.
Tak lama kemudian semuanya segera bergegas bergantian membersihkan diri dan melakukan sholat Subuh berjamaah dan bergantian di Masjid Rumah Sakit
Ibu Aisyah juga sudah tampak meninggalkan Rumah Sakit bersama dengan Hani untuk kembali bekerja dan mengurusi Agensi, begitu juga dengan Ronan yang kini bersiap untuk ke Kantor polisi untuk mengurus penyelidikan akan perusahaannya yang telah habis terbakar.
Edoardo dan Alfaro berada di dalam ruang ICU lagi untuk melihat keadaan Aliando, beberapa kali Edoardo menyentuh tangannya dan menyalurkan tenaga dalamnya, namun apa yang dilakukan tidak ada hasilnya.
"Aku tidak memiliki tenaga dalam khusus untuk penyembuhan organ dalam, jadi apa yang aku lakukan hanya bisa menambahkan energi saja" ucap Edoardo.
"Iya paman, aku tau..sama seperti ku juga, dan keadaan Daddy masih sama, dokter mengatakan..bisa saja terjadi Daddy mengalami Coma yang lebih lama lagi, tergantung dari kondisi penyembuhan luka operasi dan juga bekas perdarahan uang ada di kepalanya waktu itu, kalau soal kakinya..dokter bilang proses sembuhnya masih bisa cepat karena tidak terlalu buruk" Alfaro memberikan penjelasan.
"Hem..aku tau, dan sepertinya kalau hanya di biarkan seperti ini, terlalu berbahaya.. bagaimana kalau kita meminta bantuan keluarga Nugraha, kau tau sendiri kan, mereka punya tenaga dalam penyembuhan yang hebat turun temurun dari Klan keluarganya" ucap Edoardo.
"Aku juga sempat mempunyai pemikiran yang sama paman, aku akan meminta tolong pada mereka" jawab Alfaro, sambil tertunduk sedih.
"Kenapa?" Tanya Edoardo.
"Aku tidak berani berharap mereka akan bersedia membantu setelah apa yang sudah aku lakukan terhadap Kirana, Paman" jawab Alfaro dengan wajah yang pasrah.
Edoardo melihat lekat dan berjalan mendekat ke arah Alfaro.
"Bismillah..Niatkan semua urusan karena Allah, aku sudah mendengar semua yang terjadi denganmu dari teman Kirana yang bernama Hani, tetap istiqamah di jalan-NYA Faro, pasti Allah akan membantu semua masalah yang menimpamu dengan jalan yang terbaik" ucap Edoardo sambil menepuk bahu Alfaro untuk memberikan semangat.
Bersambung.
__ADS_1
jangan lupa VOTE, HADIAH, LIKE, dan KOMEN.