
Edoardo dan Alfaro berjalan keluar dari ruang ICU, keduanya kini kembali duduk bersama dengan yang lain. Kaisar yang melihat kedatangan Alfaro segera pergi dari sana karena masih belum bisa mengontrol emosi nya.
"Maafkan kak Kai" ucap Kirana lirih, merasa tidak enak hati dengan Edoardo dan Alfaro.
"Tidak apa-apa, aku mengerti apa yang dirasakan oleh Kaisar, wajar dia akan bersikap seperti itu setelah tau apa yang terjadi dengan kalian selama ada di sini" ucap Edoardo.
"Terimakasih pengertian nya, saya pamit mau menyusul kak Kai dulu, saya akan menemaninya" ucap Kirana lalu segera pergi menyusul keberadaan kakaknya.
"Aku terima sikap apapun dari kalian, karena semua kelakuan brengsek ku yang mungkin tidak bisa kalian maafkan" sahut Alfaro.
"Setiap manusia tidak pernah luput dari kesalahan, untuk itu Allah selalu memberikan kesempatan setiap hambanya untuk bertaubat dan mendapat pengampunan, aku sudah mendengar semuanya dari Ronan, dan aku harap kalian tetap berada di jalan-NYA, sepahit apapun keadaan kalian saat ini, buktikan kalian sungguh-sungguh melakukan semuanya hanya karena Ridho-Nya" Jawab Edward.
"Aku harap kau lebih banyak bersabar Alfaro, semua yang terjadi padamu bisa karena Allah akan menaikkan derajat mu, Kamu akan di hadapkan berbagai masalah, dg kesedihan yang seakan tiada henti sampai kamu di titik dimana kamu sudah merasa lelah,
Bersabarlah.. karena anugerah di datangkan setelah kita menerima semua musibah" ucap Alena.
Alfaro terdiam mendengar kata-kata dari kedua saudaranya, membuat hatinya merasa tenang sekaligus terharu, semangat nya untuk berdiri tegap di jalan Allah semakin kuat.
"Terimakasih, kalian memang orang-orang luar biasa yang dikirim Allah untuk menguatkan ku, aku harap kalian semua akan lebih lama tinggal disini" ucap Alfaro berharap.
"Kami tidak bisa terlalu lama, ada anak-anak ku dan keluarga besar Nugraha yang juga membutuhkan kita di indo" sahut Edward.
"Tapi aku ingin menyelesaikan satu persatu permasalahan yang menyangkut paman Ali dan juga Kirana" ucap Alena.
"Maksudnya apa sayang?" Ucap Edoardo.
"Dad, sudah aku bilang, jangan panggil Alena sayang.. panggil sebutan biasa saja, aku tidak terima" ucap Edward memperingatkan.
Alena dan Edoardo sontak tertawa melihat apa yang dilakukan Edward, begitu juga dengan Alfaro yang ikut tersenyum melihat kekonyolan Edward yang masih nampak disana.
__ADS_1
"Sudah.. honey, kau jangan keterlaluan, kita fokus lagi ke titik permasalahan" ucap Alena memperingatkan suaminya, sementara Edward semakin mengeratkan lingkaran lengannya yang ada di pinggang Alena.
"Begini Dad, saya percaya dengan proses penyembuhan medis karena saya juga seorang dokter, tapi aku tadi sempat melihat keadaan Paman Aliando dengan tenaga dalam ku, sepertinya paman Aliando juga butuh pertolongan kak Alex dan Kakek"
"Alhamdulillah..!!" Seru Edoardo dan Alfaro hampir bersamaan, dan tentu saja membuat yang lain saling pandang karena merasa aneh.
"Kalian ini kenapa?" Tanya Edward dengan tatapan aneh.
"Aku hampir saja mau minta bantuan keluarga Nugraha soal Daddy, tapi aku ragu..apa keluarga kalian mau membantuku, karena aku sudah banyak membuat kesalahan dengan Kirana" ucap Alfaro.
"Ish..kau ini..keluarga Nugraha sudah menganggap keluarga Eagle itu saudara sendiri, bagaimana mungkin kami berdiam diri..dan soal masalahmu dengan Kirana, itu lain urusannya..selesaikan nanti dengan Kaisar..bersiaplah kau nanti akan di hajar nya.. dasar!!" Ucap Alena yang sudah geregetan ingin sekali memukul kepala Alfaro mengingat bagaimana dia dengan perbuatan bodohnya selama ini.
"Sudah Bee, lanjut pembahasannya" sahut Edward berusaha mengembalikan ke topik pembicaraan.
"Lihat..bahkan sepupumu ini, masih suka sekali membelamu Faro" ucap Alena membuat Edward mengerlingkan matanya ke Alfaro, lalu segera mencium pipi Alena agar istrinya tidak emosi, dan Alfaro tersenyum melihat apa yang dilakukan Edward untuknya.
"Alena akan memberikan pengobatan tenaga dalamnya selama disini sampai paman Aliando sadar dari Komanya, setelah itu Kami berencana untuk membawa paman Alindo ke Indonesia untuk proses penyembuhan selanjutnya yang akan dilakukan oleh Kakek dan juga Alex" Edward memberikan penjelasan akan rencana yang akan di lakukan kedepan.
Alfaro berpikir sejenak, kemudian melihat kearah Edoardo.
"Baiklah, aku setuju" ucap Alfaro kemudian.
"Alhamdulillah..jadi sekarang tinggal satu permasalahan lagi" sahut Alena membuat semua terdiam dan siap mendengar apa yang akan di Ucapkan.
"Apa?" Tanya Edoardo yang sudah tidak sabar lagi.
"Memenuhi janji kalian yang sudah terucapkan, ingat kan Faro..jangan bilang kau lupa, aku akan menghajar mu sekarang juga!" Ucap Alena ketus.
"Janji..?, Oh..maksudnya dengan Kirana?" Tanya Alfaro kemudian.
__ADS_1
"Iya, siapa lagi.. memangnya kamu punya janji dengan wanita lain lagi selain Kirana?!" Tanya Alena makin emosi saja.
"Bee..sudah, jangan emosian terus, gak baik, lihat itu Alfaro, makin suka lihat kamu mencak-mencak" sahut Edward.
"Maaf, bukannya suka lihat Alena emosi, tapi kalian mengingatkanku saat bertemu dengannya untuk pertama kali, kau masih saja tidak berubah Al, hati-hati sifat mu yang menggemaskan itu membuat banyak laki-laki makin tertarik" sahut Alfaro yang langsung mendapat tatapan tajam dari Alena.
Edward memperingatkan Alfaro untuk menjaga sikap dan tidak semakin membuat Alena semakin tidak enak hati, kemudian dirinya segera membahas soal ijab qobul pernikahan Alfaro dan Kirana yang menurut Alena dan Edward harus segera di langsungkan.
"Aku tidak masalah, tapi Kirana bagaimana, aku tidak ingin memaksa nya, aku tau sangat tidak pantas untuk nya, jadi aku tidak ingin dia terpaksa menerimaku" ucap Alfaro membuat Alena langsung melempar sepatutnya ke muka Alfaro.
"Aduh Al.. Sakit!!" Teriak Alfaro.
"Biar kapok!, Dasar..!!, Kirana itu sudah mengucapkan janji pada paman Ali, dan janji adalah hutang yang harus di bayar, tidak perduli lagi mau dia terpaksa atau enggak.. Kirana lebih tidak sanggup lagi menerima Dosa mengingkari janjinya, dari pada harus terpaksa menerima kamu sebagai suaminya, masih belum ngerti juga?..aku tambahin satu sepatu ku lagi ni..!" Ucap Alena yang bersiap melempar dari sepatu nya lagi.
Sementara mertuanya bukannya menghalangi, malah tertawa sendiri melihat kelakuan menantu cantiknya, begitu juga dengan Edward yang sudah ikut tertawa bersama dengan Daddy nya, melihat Alfaro panik menyelamatkan diri saat akan di lempar satu sepatu lagi.
"Baik, aku akan segera melamar Kirana sekaligus langsung menikahinya, walaupun aku merasa sangat tidak pantas mendapatkan Kirana, dia wanita yang luar biasa, tidak seharusnya dia mendapatkan dirinya yang sudah rusak seperti ini" ucap Alfaro.
Edoardo merangkul Alfaro sambil tersenyum.
"Tidak ada yang salah saat Allah sudah memberikan takdir untuk hambanya, percayalah.." ucap Edoardo.
"Dan tugas terberat mu saat ini adalah, meminta restu dari Kaisar..bahkan aku tidak bisa memastikan apa dia akan bisa menahan diri untuk tidak menghajar mu" sahut Alena membuat Alfaro menelan ludahnya pelan membayangkan bagaimana nanti Kaisar akan mencincang nya.
"Bismillah..aku siap, seandainya Kaisar akan menghajar ku hingga aku tidak bisa berjalan lagi, bahkan kalau dia membunuhku..aku pantas mendapatkan nya, dan aku terima dengan ikhlas" jawab Alfaro.
Dan tiba-tiba saja terdengar suara sahutan dari seorang laki-laki yang sedang dibicarakan.
"Bagus..aku akan melakukannya dengan senang hati, sudah lama tanganku gatal tidak melakukan pertarungan, persiapkan dirimu dua hari lagi..kita akan bertarung..kalau kau bisa bertahan atau bisa mengalahkan ku..aku akan memberimu restu" ucap Kaisar dengan lantang.
__ADS_1
Bersambung.
jangan lupa VOTE, HADIAH, LIKE, dan KOMENnya.