
Kirana terkejut mendengar apa yang diucapkan kakaknya, sedangkan Edward dan Alena menarik nafas panjang, begitu juga dengan Edoardo yang hanya memberikan senyuman penyemangat ke Alfaro.
"Baik, aku terima tantangan mu" ucap Alfaro lalu mengalihkan pandangan dari Kaisar ke Kirana yang menggelengkan kepala tanda memohon untuk tidak menerima tantangan kakaknya.
Kaisar tersenyum sinis, dirinya segera berjalan dan duduk di samping Edward, sementara Kirana segera mendekati Alfaro untuk membujuknya tidak ikut tantangan yang diberikan oleh kakaknya.
"Faro, aku mohon, batalkan keinginanmu menerima tantangan kak Kai, kau bisa dihajarnya, aku tau kekuatan kakakku sekarang seperti apa, kamu tidak akan bisa mengalahkannya" ucap lirih Kirana.
"Tenanglah..aku siap menerima apapun konsekwensinya" ucap Alfaro sambil menatap Kirana yang tampak cemas dengan keputusannya.
"Tapi Faro..itu bahaya..nyawamu bisa melayang ditangan kakakku..aku tidak bisa melihatmu terluka!" Ucap Kirana yang tanpa sengaja mengguncang tangan Alfaro untuk memaksanya merubah keputusannya.
Alfaro tersenyum lembut, apa yang diucapkan Kirana jelas terlihat bagaimana wanita yang ada didepannya begitu memperhatikan dan perduli dengannya.
"Kenapa kau malah tersenyum, ayo..bilang ke kak Kai, kalau kamu tidak jadi menerima tantangan nya, soal restu..aku bisa membantumu dengan cara yang lain" ucap Kirana lagi, dan dia makin heran melihat senyum Alfaro yang semakin lebar.
"Terimakasih, sudah mengkhawatirkan ku, aku sangat bahagia sekali saat ini" sahut Alfaro dengan mesranya.
Sesaat keduanya saling menatap, hingga suara Alena Mengejutkan mereka.
"Ehem..jaga pandangan dan sentuhan, belum mahram, jangan sampai ada yang semakin ingin membunuh Alfaro disini" ucap Alena sambil melirik Kaisar yang sangat kelihatan semakin gusar melihat kedekatan Adiknya dengan laki-laki yang sangat ingin di hajar nya.
Kirana segera mundur menjauh lalu, perlahan duduk disebelah Kaisar, sementara Alfaro kembali melangkah dan duduk di sebelah Edoardo yang tengah tersenyum kearahnya.
Bertepatan dengan itu, datanglah Hani dan Ronan yang hampir bersamaan, hingga kemudian Kirana menatap mereka penuh curiga.
"Gak usah masang wajah detektif gitu, aku tidak janjian, kebetulan saja aku dan Ronan datang hampir bersamaan" sahut Hani yang kemudian segera duduk di samping Kirana.
Sama seperti yang dilakukan Ronan, yang kini sudah ada di samping Alfaro.
"Maaf..sebaiknya paman Ali dan yang lainya bisa pulang dan beristirahat dulu, biar saya yang menggantikan berjaga disini"
"Iya paman, ikut bersamaku di rumah sederhana kami" ucap Alfaro.
"Tidak, aku ingin tinggal di Mansion Aliando saja, disana banyak kenangan yang ingin aku lihat kembali" ucap Edoardo lalu menoleh sejenak ke arah Aliando saudara kembarnya yang masih belum sadar diatas tempat tidur perawatannya.
"Baiklah Paman, aku akan mengantar paman sekarang" jawab Alfaro bersiap melangkah pergi bersama dengan pamannya.
__ADS_1
"Hem, sebaiknya kau juga ikut menemaniku selama ada disana, aku tidak ingin sendirian, kau tau sendiri kalau Daddy mu ada disini" ucap Edoardo dan membuat Alfaro terpaksa menyetujuinya.
"Bagaimana kalau kak Kai, kak Edward dan kak Alena beristirahat di Mansion ku saja, tidak jauh kok dari sini, hampir sama jaraknya dari Mansion paman Ali" ucap Kirana.
"Memang itu yang kami inginkan, biar Daddy Edoardo di temani oleh Alfaro, kita bertiga tinggal di Mansion Kirana saja selama ada disini" ucap Alena yang juga sudah berdiri, siap untuk segera pergi.
"Tentu saja, aku tidak Sudi kalau harus tinggal bersama dengan sepupu mu itu Ed" ucap Kaisar lalu segera berdiri.
Kirana hanya terdiam menggelengkan kepala, begitu juga dengan Alena yang melotot memberikan peringatan ke Kaisar saat sekilas menoleh ke arahnya.
"Jangan lihat laki-laki lain, cukup aku saja dalam pandangan mu Bee" ucap Edward yang langsung menyambar tubuh istrinya dan mencium bibirnya di depan Kirana dan Alfaro yang kebetulan dekat dengan mereka.
"Kak..!!, Apaan sih..masih saja suka bermesraan di depan umum..cukup di Mansion kalian saja mataku selalu ternodai..jangan disini!" Teriak Kirana yang langsung berjalan mendahului keduanya.
Sementara Alfaro sempat menghentikan nafasnya melihat kelakuan sepupunya, lalu dirinya segara berjalan mendampingi Edoardo menuju pintu keluar Rumah sakit.
Begitu juga dengan Kaisar dan pasangan suami istri, sekarang sedang berjalan bersama dengan Kirana menuju Mansionnya.
Sementara Hani masih melongo tak percaya melihat kemesraan Edward dan Alena yang dengan santai berciuman di depan mereka.
"Apaan sih, memangnya kenapa kalau pengen?" Sahut Hani jengkel.
"Beneran..aku kasih ya, mau?"ucap Ronan sambil melangkah maju.
"Berani mendekat..habis kau!!" Jawab ketus Hani, seketika Ronan tertawa melihat sikap waspada Hani yang menggemaskan dimatanya.
**
Sementara itu disudut tempat yang lain, terlihat seseorang sedang terdiam mendapati sebuah kabar bahwa beberapa orang dari keluarga Nugraha sudah tiba di kota Paris.
"Hem, jadi mereka sudah ada disini?" Ucapnya.
"Iya tuan, dan saya rasa anda perlu berhati-hati lagi, kita tau bagaimana hebatnya keluarga Nugraha, ditambah lagi keluarga Eagle seandainya mereka bersatu, tentunya anda masih ingat kan apa yang terjadi dengan klan kita dulu" ucapnya.
"Tidak perlu kau ingat kan, itu membuatku semakin ingin membunuh penghianat itu, jangan harap kalian akan bisa lepas dari tanganku!!"
"Aku harap tuan lebih bersabar sedikit lagi, semua kekuatan anda sudah hilang, dan uji coba yang kita lakukan belum sesuai yang kita harapkan sampai saat ini"
__ADS_1
"Aku tau, kalian pergilah, informasi yang kalian berikan aku rasa sudah cukup, mulai sekarang hati-hatilah, jangan mendekati keluarga Nugraha, kita akan bergerak lagi setelah kepulangan mereka, ingat..aku menginginkan Kirana" ucapnya, dan orang-orang yang ada di depannya segera pergi meninggalkan ruangan.
**
Alfaro sudah sampai di Mansion Daddy nya, dirinya segera melangkah masuk bersama dengan Edoardo, beberapa asisten Rumah tangga menyambut hangat kedatangan Alfaro yang sudah lama sekali tidak menginjak kan kakinya di Mansion itu.
"Ya Allah..tuan Alfaro, akhirnya Anda mau datang ke sini lagi, dan selamat datang tuan Edoardo, bagaimana keadaan tuan Aliando?" Ucap salah satu asisten Rumah tangga nya yang bertanya mewakili semua asisten rumah tangga yang sudah berkumpul menyambutnya.
Alfaro tersenyum, lalu memberikan kabar tentang keadaan Daddy nya yang masih harus di rawat di Rumah Sakit. Alfaro juga menjelaskan juga tentang pamannya Edoardo yang akan tinggal di Mansion untuk sementara.
Alfaro segera mengantar sang Paman ke kamar yang sudah disediakan untuknya.
"Nanti malam kita akan mulai berlatih" ucap Edoardo membuat Alfaro tekejut.
"Maksud paman?"
"Bertahan melawan seorang Kaisar bukan hal yang mudah, aku harap kau bisa mengatasinya dengan baik, jangan mempermalukan klan Eagle" jawab Edoardo.
"Oh, iya paman aku mengerti, terimakasih paman masih mau perduli padaku" ucap Alfaro.
"Kau sudah aku anggap anakku sendiri, sama seperti Edward, kalian adalah anak-anak paman yang punya kelebihan dan kekurangan masing-masing, lagi pula paman sudah tidak bisa lagi memberikan perhatian lebih ke Edward"
"Kenapa paman?"
"Kau tau sendiri bagaimana posesif nya dia pada Alena istrinya, sedikit saja aku memberikan perhatian kepada menantuku, pasti berujung cemburu.." ucap Edoardo sambil menatap Alfaro yang sudah tertawa membayangkan apa yang terjadi antara Paman dan sepupunya.
Alfaro kemudian berjalan masuk ke sebuah kamar yang dulu di tempati nya dari kecil, seketika bayangan masa lalu yang indah bersama dengan kedua orang tuanya memenuhi isi kepalanya, Alfaro terduduk dipinggiran tempat tidur dan meneteskan air mata saat melihat foto kedua orang tuanya.
"Mom..I am sorry.." ucapnya lirih dengan deraian air mata yang tidak bisa di bendung nya lagi, hingga sesaat kemudian Alfaro merasa kelelahan dan tertidur sambil memegang bingkai foto kedua orang tuanya dalam pelukannya.
Alfaro merasakan tidurnya saat ini benar-benar terasa sangat nyenyak, tidur yang begitu tenang dan sudah sangat lama tidak dia rasakan.
Bersambung.
Jangan lupa VOTE, HADIAH, LIKE dan KOMEN.
PROMOSI: Cerpen Terbaru sudah hadir kembali, yuk segera cek di YouTube Sinho Novel (Ketik: Sinho Novel atau Cerpen NODA by Sinho)
__ADS_1