
Kedua orang yang ada di depan saling berpandangan saat mendengar perintah dari Kirana. "Maaf Nyonya, kita akan mengejar mobil itu?" Tanya sang pengawal.
"Memangnya ada apa?" Sahut Hani masih bingung.
"Sudahlah..cepat kalian kejar mobil itu, cepat.!" Ucap Kirana lagi, dan kali ini mobil pun akhirnya melaju dengan cepat mendekat kearah mobil yang di tuju.
"Kirana setidaknya jelaskan pada kami" ucap Louise ditengah-tengah kepanikan saat mobil sudah meluncur dengan cepat.
"Mereka yang melukai orang yang akan menjadi saksi tentang kasus Alfaro dan Zahra, Cepat..jangan sampai kita terlalu jauh dari mereka!" Teriak Kirana lagi.
"Apa..?!" Sahut Hani dan Louise hampir bersamaan.
Dan akhirnya Mobil yang tengah dalam pengawasan Kirana berbelok searah dengan tujuannya yaitu ke Rumah Sakit.
"Sepertinya mereka satu tujuan dengan kita Nyonya" ucap sang sopir.
"Iya, dan itu pertanda buruk, mereka pasti akan mencari keberadaan Hendri untuk mereka habisi" ucap Kirana.
"Ya Tuhan..ini buruk sekali, apa yang harus kita lakukan?" Sahut Louise yang semakin ikut panik.
"Apa tidak sebaiknya kita hubungi Tuan Alfaro, nyonya?" Ucap sang pengawal memberikan saran.
"Iya, sebaiknya kau hubungi suamiku, katakan keberadaan saksi dalam bahaya" jawab Kirana.
Sang pengawal segera menghubungi Alfaro, dan tentu saja Alfaro langsung pergi bersama dengan Ronan dan Christopher ke tempat dimana Kirana dan yang lainnya berada.
Sang pengawal tidak lupa menyampaikan pesan agar Kirana menunggu sampai Alfaro datang dan tidak bertindak sendiri.
"Menunggu mereka terlalu lama, kita masuk dan lindungi saksi sebisanya dulu " jawab Kirana yang rupanya sudah berjalan cepat menuju ke kamar dimana Hendri sedang di jaga dengan ketat.
Seperti yang di duga oleh Kirana, saat hampir saja tiba di dalam kamar perawatan, terlihat dua pengawalnya kini sudah terkapar tak sadarkan diri, Kirana segera berlari mendekat.
"Tunggu nyonya, jangan mendekat, biar kami saja" ucap sang pengawal.
Namun Kirana tidak mengindahkan sama sekali, dalam pikirannya kali ini hanya ingin tau keadaan Hendri, satu-satunya saksi yang masih hidup dan harus dia selamatkan.
"Kirana, aku mohon..!" Teriak Hani.
"Tenanglah..kalian tunggu disini saja, menjauhlah dari ruangan ini, tunggu Alfaro dan yang lainnya datang, pergilah!" Ucap Kirana yang kemudian dengan hati-hati masuk kedalam bersama dengan kedua pengawalnya.
__ADS_1
Dan detik berikutnya Kirana dikejutkan dengan sosok yang tengah mencengkram kuat leher Handri yang tengah meronta.
"Hentikan..!!" Teriak Kirana.
Sosok laki-laki dengan tatapan dingin itu perlahan menoleh kearah Kirana lalu tersenyum sinis.
"Jangan ikut Campur.., Pergi..!!,sebelum aku berubah pikiran" ucapnya.
"Lepaskan dia, jangan paksa aku untuk bertindak lebih jauh padamu..!" Sahut Kirana tidak kalah dingin.
Laki-laki itupun langsung terdiam, menatap lekat Kirana seakan ingin mengetahui sosok wanita yang punya aura begitu kuat dan bahkan mampu dirasakannya.
"Sepertinya aku sedang berhadapan dengan wanita yang spesial, apa benar begitu?" Ucapnya.
"Jangan berani mendekati Nyonya kami..!!" Teriak kedua pengawalnya hampir bersamaan dan kini sudah berada di depan untuk melindungi majikannya.
Namun apa yang terjadi berikutnya benar-benar diluar dugaan, kedua pengawal pribadi Kirana terhempas begitu keras menghantam tembok hingga jatuh tak bergeming.
Kirana yang sepertinya tidak menduga akan hal itu, segera bergeser mundur, menyiapkan dirinya untuk mengadang atau bahkan menyerang lawan, dan dengan senyum iblis nya laki-laki itupun terpaksa melepaskan cengkraman tangganya.
Seketika Hendri terjatuh lemas tak sadarkan diri, entah dia masih hidup atau sudah tak bernyawa.
"Kalau kau sudah tau, lebih baik kau pergi dan urungkan niat mu" jawab sinis Kirana.
Terdengar suara tawa dari mulut laki-laki itu, lalu tatapannya berubah begitu tajam, Berikutnya serangan tanpa diduga hampir saja mengenai lengan Kirana, beruntung Kirana dengan sigap menghindar.
Tidak tinggal diam, serangan balik di lakukan oleh Kirana, kali ini Kirana memberikan kejutan dengan pukulan telak yang berhasil mengenai tubuh lawannya.
"Lumayan juga tenaga dalamnya, dia bisa menyerang ku dengan tenaga dalam yang hampir tidak bisa aku baca, siapa wanita ini?" batin laki-laki itu.
Kirana masih terdiam ditempatnya, mengatur nafas dan berusaha melakukan gerakan seminimal mungkin untuk menjaga kondisi kandungannya. Kini berganti dengan kekuatan tenaga dalam yang di keluarkan oleh musuhnya.
Kirana seketika merasakan hawa yang berbeda, "kekuatan hitam yang mengerikan" batin Kirana yang tentu saja sudah begitu paham akan kekuatan seperti itu, hingga membuatnya lebih waspada.
Dengan gerakan yang cepat dan hampir tak terlihat laki-laki itu menyerang Kirana, bahkan percikan api dari telapak tangannya mulai terlihat oleh Kirana, sedikit mengerutkan kening, Kirana berusaha untuk mengamati kekuatan lawan.
Lalu kemudian, untuk kesekian kalinya serangan dahsyat itu terus dihindari dan kadang di hadang oleh Kirana jika terpaksa, Percikan api berhasil mengenai baju Kirana hingga membuat dirinya buru-buru mematikannya sebelum bajunya benar-benar terbakar.
Tampak senyuman puas di bibir laki-laki itu ketika sedikit kulit paha Kirana terlihat oleh-nya. Dan Kirana segera menutupinya, "Kurang Ajar..!" Ucapnya perlahan sambil menoleh ke arah laki-laki itu sekejab.
__ADS_1
Kemudian pertarungan pun terjadi kembali, Kirana melompat ke belakang saat bola api begitu dahsyat menyerang ke arahnya, saatnya dia mengeluarkan tenaga dalam yang sesungguhnya, berikutnya kumpulan awan putih yang menyelimuti tubuhnya, membuat musuhnya sangat terkejut.
Kekuatan dahsyat saling beradu, Kirana masih bisa mengimbangi dengan baik, sementara musuhnya terus melakukan serangan hingga akhirnya terlintas senyuman iblis nya.
Berikutnya, Kirana sangat terkejut saat sesuatu seperti menancap di kulit tangannya, "Apa ini..?" Ucapnya.
Belum sempat dia bergerak kembali, tubuhnya merasakan respon yang mengejutkan." Tubuhku..?" Batin Kirana mulai cemas.
Dan akhirnya, "Kena kau sekarang" ucap lirih musuh dengan seringai kemenangan yang mengerikan.
Kirana segera mengatur nafasnya, dia merasakan tubuhnya perlahan mulai melemah, disaat itu terlihat Hani dan Louise mendekat berniat menolong Kirana yang sudah hampir limbung.
"Kirana, apa yang terjadi?" Tanya Hani dengan cemas.
"Kalian pergilah, jangan mendekat lagi kesini, cepat..pergilah!" Ucap Kirana.
"Tapi_" sahut Louis panik.
"Jangan khawatir, kalian pergilah, aku bisa mengatasi ini, hubungi Alfaro dan yang lainnya, Cepat..!" Jawab Kirana.
Saat kedua sahabat Kirana hendak pergi, tiba-tiba saja musuhnya sudah berada di antara mereka, bersiap menghantam keduanya dengan kekutan tenaga dalam yang mengerikan, sontak Kirana melompat untuk melindungi, tubuhnya yang berselimut Awan putih dengan cepat berusaha untuk menangkis semua serangan itu.
Beruntung Kirana berhasil dengan baik menggagalkan serangan yang membahayakan nyawa kedua sahabatnya, walaupun disaat itu juga tubuhnya semakin lemah dan kehilangan banyak tenaga, di mungkinkan karena racun yang berhasil mengenai tubuhnya.
"Kau benar-benar wanita luar biasa, aku akui itu, tapi sebentar lagi kau harus ikut denganku, melawanku akan semakin membahayakan tubuhmu Nona, jadi aku sarankan kau menyerah atau _"
"Diam..dasar breng-sek..licik sekali caramu, menjijikkan..!!" Ucap ketus Kirana.
"Kau pikir aku peduli ha..!!" Teriak Sang musuh yang kini berhasil menyeret kedua tubuh sahabatnya.
"Akh..!!"
Terdengar teriakan dari kedua sahabatnya yang kini sangat ketakutan.
"Sekarang pilih, berhentilah melawanku dan serahkan dirimu, atau_ aku akan membuat nyawa temanmu ini terpisah dari tubuhnya" sahut laki-laki itu.
"Hentikan..kau benar-benar..Akh.." Kirana merasakan tubuhnya begitu sakit saat berusaha untuk mengeluarkan kekuatan nya, terpaksa Kirana terdiam untuk mengontrol emosinya.
Jangan lupa VOTE, HADIAH, LIKE, dan KOMENnya.. Terimakasih.
__ADS_1
Bersambung.