
Dua hari telah berlalu dan tiba saatnya semua keluarga yang dari Indonesian segera pulang, Isak tangis perpisahan terlihat begitu jelas saat semuanya kini sudah bersiap untuk berpisah kembali.
Pesan dan peringatan dari semua keluarga untuk Kirana dan Alfaro yang tinggal di Paris sudah disampaikan semuanya, pelukan hangat dari semua keluarga juga sudah dirasakan oleh keduanya, senyuman menggemaskan yang pasti sangat dirindukan oleh Kirana dari ketiga anak kembar semakin membuatnya meneteskan air mata.
Alfaro memeluk erat Kirana untuk menguatkan di momen perpisahan yang sedang terjadi, hingga akhirnya semuanya telah kembali.
Hani yang juga ikut mengantar ke bandara, segera memeluk Kirana, "Sudah..sabar ya, kalau masih kangen dan pengen ketemu mereka, kita bisa kan terbang ke Indonesia kapanpun" ucap Hani menenangkan Kirana yang masih terisak.
Ibu Aisyah kini juga mendekat dan memegang tangan Kirana untuk membuatnya tenang, Aliando merangkul anaknya yang masih memperhatikan istrinya bersedih.
Kirana mengangguk dan segera membersihkan air mata yang berderai di pipinya dan kemudian Alfaro memeluknya kembali lalu keduanya berjalan keluar dari bandara bersama dengan yang lain.
Hari ini kegiatan di lanjutkan dengan melakukan pekerjaan di perusahaan masing-masing, Alfaro mengantarkan Kirana ke Agensi NAHA, Begitu juga dengan Ronan.
Dan kini Alfaro sudah berjalan menuju ke dalam ruang kerjanya, "Faro..tunggu!" Panggil Ronan sebelum Alfaro membuka pintu.
"Ada apa?" Tanya alfaro yang kini sudah menoleh ke arah Ronan.
"Apa benar kau melakukan pembangunan kembali gedung Eagle 2 yang telah hancur?" Tanya Ronan.
Alfaro tidak menjawab, hanya memberikan kode untuk segera ikut masuk ke dalam ruangannya. "Iya..aku sudah merancangnya dan kini pembangunan mulai dilakukan kembali..maaf aku belum menceritakannya padamu Ron..mengingat kau juga masih sibuk dengan rumah tangga barumu" jawab Alfaro.
"Ck..kau ini, sesibuk Apapun aku, tidak mungkin aku mengabaikan hal penting seperti ini, lalu soal dana yang dibuat untuk pembangunan bagaimana?" Tanya Ronan.
Alfaro tersenyum, dan kini dirinya sudah berpindah duduk di depan Ronan, "Ingat dengan perusahaan besar yang dulu kita incar untuk bekerja sama?" Ucap Alfaro sambil tersenyum.
Ronan sedikit berpikir untuk mengingatnya dan dia sangat terkejut, "Oh Tuhan..jangan bilang kau berhasil menjalin kerjasama dengan perusahaan terbesar di kota Paris ini" ucap Ronan tak sabar mendapatkan jawaban dari Alfaro.
"Yap..betul sekali.."
"Ya Tuhan.. benarkah.. Alfaro kau tidak sedang bercanda kan?" Tanya Ronan memastikan kabar yang luar biasa.
"Aku serius..untuk itulah kenapa aku berani membangun perusahaan Company 2 kembali, dana yang mereka kucurkan bahkan tidak main-main, dan kita akan bekerja sama dengan perusahaan itu"
"Alhamdulillah..aku benar-benar tidak menyangka, perusahaan Milton Company mau bekerjasama dengan kita"
"Hem..dan dua hari lagi, aku akan mengajakmu untuk bertemu langsung dengan pemiliknya, kita sudah membuat jadwal temu secara pribadi" ucap Alfaro lagi.
__ADS_1
"Apa..?, Benarkah.., Amazing..kita jangan sampai membuat mereka kecewa Faro" sahut Ronan.
"Tentu saja..Tuan Herry Milton sudah bersedia bertemu dengan kita..itu berarti kepercayaan yang mereka berikan sangat besar, mengingat dia adalah seorang pemimpin yang sangat sulit untuk didekati siapapun" ucap Alfaro.
Ronan yang sangat bersemangat dengan semua Rencana Alfaro akan perusahaanya kini sudah kembali ke ruangannya dengan senyum yang terus mengembang di bibirnya, hingga Louise yang tidak sengaja berpapasan terlihat mengerutkan keningnya.
"Sepertinya ada yang sedang bahagia" ucap Louise tiba-tiba, dan Ronan menoleh ke arahnya.
"Apa kau belum mendengar kabar luar biasa dari Alfaro?" Sahut Ronan yang kini sudah membalikkan badan dan mendekati Louise.
"Kabar soal apa?"
"Soal perusahaan" sahut Ronan.
"Perusahaan..?" Jawab Louisa berfikir sejenak dan akhirnya dia bisa menebak apa yang dipikirkan oleh Ronan. "Oh..maksudmu kerjasama dengan perusahaan Milton Company?"
"Yes..kau benar sekali"
"Jadi tuan Alfaro belum memberitahumu, aku bahkan sudah menata keuangan untuk proses pembangunan Eagle Company 2 dan sebentar lagi akan dijalankan"
"Itulah..aku baru di beritahu barusan" jawab Ronan.
Louise segera memberikan beberapa berkas dan mendapat perintah untuk pergi ke tempat gedung Eagle 2 yang akan dipersiapkan untuk dibangun kembali, tidak menunggu lama, Louise segera pergi diantar oleh sopir perusahaan.
*
Ditempat lain, Kirana dan Hani kini sedang mempersiapkan surat-surat pembelian Agensi SEM yang kini sudah di jual kembali.
"Alhamdulillah Han..kita bisa mengambil alih Agensi ini, dan aku harap, kau nantinya bisa menjalankan Agensi ini dengan baik" ucap Kirana.
Hani tersenyum lalu mengatakan banyak hal, dimana intinya dia sebenarnya belum siap untuk menjalankan suatu Agensi sendirian, tapi Kirana memberikan support dan menjelaskan bahwa sudah waktunya Hani bisa menjalankan sebuah Agensi yang menjadi miliknya sendiri.
"Aku masih takut menjalankan Agensi tanpa mu Kirana, jadi aku mohon, bantu aku ya?"
"Tentu saja, aku selalu ada untukmu Hani, kapan lagi kau bisa mendiri dan mempunyai usaha sendiri, nantinya kita juga pasti akan bekerja sama, saling support satu sama lain, belum lagi Agensi Mommy Aisyah yang sudah berencana bekerja sama denganmu nantinya" jawab Kirana.
"Makasih Kirana, pokoknya aku akan selalu melibatkan mu dulu dalam urusan Agensi, aku masih perlu menumbuhkan rasa percaya diriku" sahut Hani.
__ADS_1
*
Dua hari kemudian saatnya Alfaro dan juga Ronan datang ke undangan makan siang di sebuah Mansion mewah dengan desain dan luas tanah yang tidak main-main, begitu terlihat bagaimana berkuasanya sang pemilik dari Mansion yang tak lain adalah pengusaha nomer satu saat ini di Paris yang bernama Harry Milton.
Kedatangan keduanya telah disambut oleh berapa pengawal yang mengantarkannya ke dalam ruang makan yang telah dipersiapkan, dan disana nampak laki-laki yang sudah tua di dampingi oleh perempuan cantik berhijab dan masih sangat muda.
"Selamat datang tuan Alfaro dan tuan Ronan" suara berat dan penuh wibawa terucap dari Harry Milton yang kemudian mendapat jawaban dari keduanya.
"Perkenalkan ini adalah putri ku satu-satunya" ucap Harry sambil menoleh ke arah putrinya dan memberi kode untuk mengenal kan dirinya.
Wanita cantik itu segera berdiri dan menyatukan telapak tangganya di depan, dengan sedikit menunduk dirinya memberikan salam ke Alfaro dan juga Ronan. "Salam kenal..saya Zahra Malina Milton, dan biasa dipanggil Zahra" ucapnya.
Acara makan siang itupun berjalan dengan lancar, perbincangan seputar bisnis berlanjut setelah keduanya kini bersantai duduk di tempat yang sangat indah, tepatnya di taman belakang dengan berbagai menu kue yang sudah di hidangkan di atas meja.
"Jadi nantinya kerja sama dengan perusahaan Eagle Company akan saya serahkan sepenuhnya ke Zahra, kemampuannya dalam mengelola perusahaan tidak akan mengecewakan.. bukan begitu Zahra?" Ucap Harry.
"Insyaallah..Daddy jangan terlalu memuji, mohon kerja sama dan bimbingan dari tuan Alfaro dan Tuan Ronan kedepannya" jawab Zahra kemudian.
"Iya Nona Zahra, kami siap membantu dan bekerja sama dengan anda, mohon masukan juga kalau ada yang kurang pas saat kita bekerja sama" jawab Alfaro.
Zahra tersenyum menatap Alfaro sekejab, lalu kemudian obrolan seputar dunia bisnis mengalir begitu saja diantara semua yang ada disana. Di balik itu, ada kekaguman tersendiri yang dirasakan Zahra akan diri Alfaro yang bisa menjelaskan dengan baik dan sabar tentang pengalaman Bisnis.
Tanpa terasa waktu merayap sore hari, tepatnya pukul empat sore Alfaro dan Ronan akhirnya mohon undur diri, sepulang dari pertemuan itu keduanya sangat senang, karena bisa dipastikan semuanya akan berjalan lancar karena Harry Milton terlihat begitu mempercayai kerjasama yang sudah di sepakati.
Bahkan tidak tanggung-tanggung, Zahra berani meminta ke Harry untuk melanjutkan kerja sama lebih lama dari kesepakatan awal, dari tiga tahun menjadi lima tahun.
"Kau tau Faro, kepercayaan yang diberikan oleh putri dari tuan Harry ke perusahaan kita adalah sesuatu yang luar biasa bukan?"
"Iya Ron.. Alhamdulillah, sepertinya mereka menyukai kerja sama dengan perusahaan kita, aku juga tidak menyangka, dengan begitu keberadaan perusahaan Eagle Company di dunia bisnis akan semakin kuat" sahut Alfaro.
"Yah..itu sudah jelas, tapi ingat, ada tanggung jawab besar juga disana, intinya kita harus lebih baik lagi dalam menjalankan bisnis ini, agar tidak sampai menghilangkan kepercayaan yang diberikan oleh tuan herry, dan aku lihat, Nona Zahra juga mempunyai pandangan yang sama dengan Daddy-nya" ucap Ronan.
"Iya, aku tau, itu tampak nyata sekali, walaupun begitu kita harus tetap hati-hati degan mereka, kita hanya mengenal mereka dari luar ya saja dan itu juga belum lama, kau tau sendiri kan, dunia bisnis yang kita jalankan seperti apa?"
"Hem..aku mengerti maksud mu Faro" jawab Ronan, lalu kemudian, keduanya segera meluncur ke perusahaan sebelum akhirnya kembali pulang.
Ayo waktunya VOTE VOTE VOTE.. Jangan lupa ya, ditunggu juga HADIAH, LIKE, dan KOMENnya.
__ADS_1
Ketik: Sinho Channel di YouTube, untuk menikmati Cerpen-cerpen karya Author yang tak kalah seru.
Bersambung.