SELEMBAR KERTAS

SELEMBAR KERTAS
Episode 40


__ADS_3

Acara rapat pun berlanjut kembali, Hani yang dengan senyuman anehnya sesekali menatap Kirana, begitu juga dengan Ronan yang sesekali melirik Alfaro yang kadang tersenyum tipis.


Satu jam berlalu, semua kesepakatan telah diambil, langkah-langkah awal untuk launching produk busana terbaru dari perusahaan Eagle Company 2, dan juga beberapa merek kosmetik ternama siap di bawakan oleh para model dari Agensi NAHA yang akan di gabungkan dengan Agensi AHM milik ibu Aisyah.


Kolaborasi yang sangat tepat pun telah di bahas, tinggal bagaimana pelaksanaan nanti, diserahkan ke Ibu Aisyah sebagai pemain lama dalam dunia Model dan Busana.


"Baiklah, rapat koordinasi ini saya rasa sudah cukup, tinggal nanti kita secara pribadi akan menunggu ibu Aisyah membicarakan hal ini" ucap Kirana.


"Hem, aku setuju, rapat bisa kita akhiri, kita tinggal nunggu ibu Aisyah datang sebentar lagi" sahut Alfaro.


Dan akhirnya rapat pun ditutup, semua kembali ketempat kerjanya masing-masing, kecuali Alfaro, Ronan, Kirana dan Hani yang masih setia berada disana menunggu kedatangan Ibu Asiyah.


"Aku akan melihat kedepan, siapa tau ibu Aisyah datang, biar aku yang membawanya kesini" ucap Hani, Kirana yang masih asik dengan meneliti beberapa file mengiyakan.


"Aku juga akan keluar sebentar, pengen jalan-jalan sambil menunggu Rapat di mulai kembali saat Bu Aisyah nanti datang" sahut Ronan yang sudah berjalan cepat mengikuti langkah Hani dari belakang.


Kirana masih tidak bergeming, sibuk dengan Beberapa file yang perlu direvisi, hingga kemudian suara Alfaro mengejutkannya.


"Kau tidak ingin keluar juga?, Nanti kau terkejut lagi tau kalau kita hanya berdua diruangan ini" ucap Alfaro.


"Hem" sahut Kirana yang masih konsentrasi mengetik sesuatu di laptopnya.


Alfaro tersenyum melihat reaksi Kirana yang dipastikan dia belum sadar dengan keadaan sekitar, saking konsentrasinya dengan pekerjaannya.


"Perlu aku bantu" ucap Alfaro yang suaranya begitu dekat di telinga Kirana.


Sontak secara reflek Kirana terjingkat dan tidak sengaja mendorong tubuh Alfaro yang berada sangat dekat dengannya terjatuh.


"Astagfirullah..maaf Faro, kamu tidak apa-apa..maaf.." ucap Kirana yang kemudian segera membantu Alfaro untuk berdiri, dan tak sengaja Alfaro meringis kesakitan saat tangan Kirana menarik lengannya yang terlihat darah menembus kemeja putihnya.


"Faro, kau terluka?!" Tanya Kirana terkejut.


Alfaro juga terkejut dan segera menyingsingkan lengan bajunya, dan ternyata benar ada luka robek di tangannya yang tidak dia sadari, kemungkinan pertarungan yang dilakukanya tadi membuat luka yang ada ditangannya saat ini.


Kirana beranjak pergi begitu saja meninggalkan Alfaro yang masih terheran.


"Aneh sekali, cuma nanya doang..?, Lalu ditinggal pergi, sikap macam apa itu" ucap lirih Alfaro yang kini mengambil tissue untuk menekan lukanya agar darah tidak terlalu banyak keluar.


**


Sementara itu ayah Aliando sedang dalam mobil menuju perjalanan pulang, hingga teringat akan sesuatu yang ingin di belinya di minimarket terdekat.


Saat dirinya keluar mobil, rupanya Hujan sedang turun dengan deras, hingga dia pun segera mengambil payung, berlari memasuki Minimarket yang tidak jauh dari tempat parkirnya. Dan tanpa sengaja.

__ADS_1


BRUG


Dirinya menabrak seorang wanita yang kebetulan ada di jalan masuk Minimarket, beruntung dia berhasil memegangi tangan wanita itu.


"Maafkan saya..saya tidak sengaja" ucap Aliando menunduk dan kemudian ingin melangkahkan kakinya kembali masuk.


"Tuan Aliando?" Ucap wanita itu dan spontan membuat Aliando segera menoleh dan menatap wanita itu.


"Nyonya Aisyah..jadi anda yang saya tabrak tadi, sungguh saya minta maaf" ucap nya.


"Iya tuan Aliando tidak apa-apa, saya baik-baik saja, apa yang anda lakukan disini?" Tanya ibu Aisyah.


"Oh, saya ingin membeli beberapa bahan makanan, anda sendiri kenapa ada disini?"


"Saya tadi berniat membeli minuman mineral kerena merasa haus, eh malah sekarang kehujanan begini, mana saya akan meeting besama dengan perusahaan Eagle Company, hujannya malah makin lebat, terpaksa saya tunggu sampai nanti agak reda, gak mungkin juga saya berlari menuju mobil keadaan seperti ini, bisa basah kuyup, maklum tadi saya kesini gak bawa payung" ucap Ibu Aisyah sambil tersenyum.


"Oh jadi begitu, emm..bagaimana kalau saya antar dulu anda ke mobil, kebetulan saya bawa payung, dari pada nanti anda telat untuk meeting"


"Ha!, Nggak usah Tuan, tidak apa-apa, saya bisa menunggu sampai hujan agak reda.


"Tidak apa-apa nyonya, mari saya antar, jangan. Sampai klien anda menunggu terlalu lama, kasian..mereka butuh mendapat dan pengalaman nyonya untuk membantunya"


Sejenak Ibu Aisyah berpikir, dan apa yang dikatakan oleh laki-laki yang ada didepannya benar juga, dan akhirnya dia mau untuk diantar Aliando ke dalam mobilnya.


Se payung berdua membuat keduanya merasa kikuk, mau menjaga jarak tidak mungkin karena mereka butuh patung yang sama untuk melindunginya dari air hujan yang cukup lebat, ada getaran aneh yang dirasakan oleh keduanya, namun mereka tetap terdiam tanpa sepatah kata.


"Ada apa nyonya Aisyah?" Tanya Aliando mendekat.


"Tidak tau tuan, sepertinya Ban mobil saya kempes, saya merasakan lajunya tidak stabil"


"Ok, anda tetaplah dalam mobil, hujan masih lebat, saya akan memeriksa mobil anda" ucap Aliando, rupanya apa yang dikhawatirkan ibu Aisya menjadi nyata, kedua ban belangnya kempes, dan kali ini dengan terpaksa Ibu Aisyah terpaksa tidak bisa menolak untuk diantar Aliando ke Agensi NAHA.


Keadaan didalam mobil terasa hening, keduanya merasa canggung berada dalam satu mobil, hingga kemudian Aliando berusaha menetralkan suasana.


"Jadi anda melakukan kerja sama dengan Eagle Company 2?" tanya Aliando.


"Iya tuan, bukankah pemiliknya adalah putra anda?" jawab ibu Aisyah.


"Iya, benar sekali..maaf nyonya, kenapa anda sendirian melakukan perjalanan, apa suami anda sedang tidak ada dirumah?"


"Kami sudah bercerai lima tahun yang lalu, saya seorang diri sekarang, sama seperti anda bukan, semua orang tau siapa Aliando Runcel Eagle, seseorang yang lama menjadi single parent dengan semua kekayaan perusahaanya dimasanya"


"Terimakasih atas pujiannya, Alhamdulillah saya kuat menjalaninya, dan anak anda, disini atau di luar negeri?" Tanya Aliando.

__ADS_1


"Kebetulan saya tidak bisa punya anak, dan itulah yang membuat suami saya akhirnya menceraikan saya"


"Astagfirullah..maafkan saya nyonya, saya benar-benar tidak tau" ucap Aliando.


"Tidak apa-apa tuan, saya sudah biasa, mau bagaimana lagi, semua takdir adalah yang terbaik dari Allah untuk hambanya, saya ikhlas menerimanya"


"Aliando terdiam, dalam hatinya dia terkesima dengan sosok Aisyah yang begitu kuat dan tegar menghadapi semua masalahnya"


Sampai juga keduanya di gedung Agensi NAHA yang menjadi tujuannya, tanpa sengaja Hani yang melewati ruang depan untuk mengambil beberapa arsip yang diperlukan melihat kedatangan Ibu Aisyah bersama dengan Aliando dalam satu payung yang sama, setelah memastikan ibu Aisya dalam kondisi yang aman, Aliando segera pamit dan pergi dari sana untuk melanjutkan perjalanannya


"Wow wow wow...ada apa ini" batin Hani, lalu tersenyum melihat pemandangan langka ini, dan dengan cepat mengabadikan momen itu dengan kamera yang ada d handphone nya.


"Jangan suka kepo urusan orang, tidak baik" ucap seseorang mengagetkan Hani dari arah belakang.


"Ronan..?, Ngapain kamu disini, gak usah ribet ma urusan orang" sahut Hani tak mau kalah.


Sementara Ibu Aisyah sangat terkejut melihat Hani dan Ronan sudah ada di depannya saat ini.


"Kalian?" Ucap Ibu Aisyah sedikit panik sambil melihat kebelakang memastikan seseorang yang mengantarnya sudah tak terlihat.


"Tenang saja Bu, Hani tadi sudah mengabadikan momen indah ibu"


"Ronan!!" Bentak Hani kesal dan melotot ke arah Ronan, bukannya takut..Ronan malah terkekeh geli melihat aksi Hani.


"Sudah-sudah, ayo kita masuk dan mulai diskusinya" ucap ibu Aisyah mengalihkan pembahasan tentang dirinya.


**


Alfaro masih terdiam dan mengganti beberapa Tissue untuk menekan lukanya, namun darah masih saja menembus keluar, hingga datang Kirana yang mengejutkannya, dan kini sudah berada sangat dekat dengannya.


"Mana tanganmu?" Ucap Kirana, lalu segera membersihkan luka di tangan Alfaro.


Tidak ada yang bisa di ucapkan oleh Alfaro, mulutnya terasa terkunci, sentuhan tangan Kirana saat membersihkan lukanya membuat hatinya terasa Damai, getaran di dadanya berubah menjadi alunan detak yang serasa menyembuhkan luka-lukanya, wajah Kirana yang kini ada di depannya terasa membalut sejuk semua beban pikirannya.


"Jaga pandanganmu" ucap Kirana sedikit memberikan sentuhan kasar saat membalut luka Alfaro.


"Ah..!!, Sakit Kirana.. pelan-pelan" ucap Alfaro seketika meringis kesakitan.


"Aku sudah menyentuhnya pelan..jangan manja, ini terlalu enak buatmu!!" Ucap Kirana.


Dan apa yang terjadi di balik pintu ruangan itu??..Rupanya ada tiga orang yang sedang terperanjat kaget mendengar perbincangan keduanya. Dan tentu saja persepsi adegan panas ada di otak mereka saat ini.


Bersambung.

__ADS_1


jangan lupa VOTE, HADIAH, LIKE, dan KOMEN ya Gaes..terimakasih dukungannya.Hari ini UPDATE 2 KALI.


.


__ADS_2