SELEMBAR KERTAS

SELEMBAR KERTAS
Episode 69


__ADS_3

Mohon bijak dalam membaca. Disarankan Membaca saat tidak sedang berpuasa.


Melihat Kirana yang makin menikmati semuanya..Alfaro perlahan melepas kimono yang dipakai Kirana, kini kain tipis yang menempel di tubuh Kirana memberi kesan begitu menggoda dimatanya.


Alfaro mengucapkan Doa sebelum menyentuh Kirana kembali, lalu mencium kening, mata, hidung dan bibir istrinya dengan lembut.


Sesuatu yang keluar dari bibir Kirana begitu indah terdengar di telinga Alfaro saat tangannya kini masuk ke dalam baju dan merobek perlahan gaun tipis hingga nampak kulit halus Kirana bagian atas yang sudah polos terpampang nyata.


Kirana tersentak kaget dengan apa yang telah dilakukan suaminya.


"Honey..?!" Ucap lirih Kirana.


"Sttt..tenanglah honey.." ucap Alfaro lalu menyambar bibir istrinya kembali, melu*matnya dengan penuh dan dalam.


Seketika tidak ada protes lagi dari bibir Kirana yang di tutup dengan ciuman dari suaminya.


Tangan Alfaro mulai beraksi lebih dalam lagi, menyusuri dada Kirana hingga berlabuh di kedua bukit kembar istrinya yang masih tampak begitu murni.


Kedua tangan Alfaro melakukan gerakan perlahan dengan penuh kelembutan, sementara Kirana semakin tidak bisa menguasai dirinya hingga beberapa kali terdengar sesuatu yang tertahan.


Tangan Alfaro yang aktif di puncak bukit kembar istrinya, kini digantikan oleh sapuan lembut bibir Alfaro yang begitu intens di puncak bukit kembar itu, membuat Kirana mencengkram kuat punggung Alfaro.


"Honey..ough.." ucap Kirana dalam desa*hannya.


"Kenapa...nikmat hemm?" Sahut Alfaro yang semakin pandai membuat tegang tubuh istrinya.


"Aku..Akh..!, Apa yang kau lakukan honey?!" Teriak Kirana terkejut saat tangan suaminya menyentuh lembut bagian bawahnya yang sudah basah disana.


"Tenanglah honey.." ucap Alfaro lirih.


"Kenapa tanganmu ada di bawah sana?" Tanya Kirana masih tidak mengerti.


"Apa ini menyakitimu?" Ucap Alfaro yang kini berulang kali mengusap lembut milik istrinya yang semakin basah karena perbuatannya.


Kirana menggelengkan kepalanya dan kemudian matanya terpejam saat merasakan kembali sensasi yang luar biasa.


Satu tangan Alfaro mendekap istrinya untuk tenang kembali, sementara bibirnya sudah aktif membuat tanda kepemilikan di mana-mana.


Alfaro merasakan tubuhnya semakin panas, keinginannya tidak bisa di bendung lagi, hingga perlahan dirinya beranjak dan mengendong Kirana lalu kemudian membawanya keatas ranjang.


Kini Alfaro sudah ada diatas tubuh istrinya, kendali penuh kegiatannya kali ini ada ditangannya, Alfaro tau pasti ini adalah pengalaman pertama sang Istri, hingga dengan sangat berhati-hati dia mulai mengenalkan apa yang di namakan surga Dunia.


Ditengah suara nafas yang mulai memburu, Kirana memberanikan diri untuk melepas baju atas Suaminya, Alfaro tersenyum melihat apa yang dilakuan istrinya.


"Satu kemajuan" batin Alfaro dalam senyumnya.

__ADS_1


Lalu Alfaro menyerang kembali istrinya dengan gerakan yang semakin berani, aktifitas lembut bibir dan lidahnya kini menelusuri perut Kirana, sensasi berbeda dan makin luar biasa dirasakan oleh Kirana.


Tangan Alfaro dengan lincah membuang semua sisa kain yang menempel di tubuh istrinya, sejenak Alfaro menatap muara tempat dirinya akan melabuhkan pusakanya, dirinya sangat terkejut melihat begitu indahnya milik Kirana yang masih alami dan belum pernah tersentuh.


"Honey apa yang kau lakukan..jangan menatapnya..aku malu" ucap Kirana yang berusaha menutupi bagian bawahnya dengan telapak tangannya.


Alfaro mencegah apa yang dilakukan Kirana, memindahkan perlahan tangan istrinya hingga kini dia siap mengakses milik Kirana dengan gerakan lembut bibir dan lidahnya.


Seketika tubuh Kirana bergerak tidak karuan, tangan Alfaro berusaha mengontrol tubuh istrinya, gerakan lembut dari mulutnya berulang kali membuat Istrinya menjerit tak terkendali.


Hingga perlahan Alfaro menyudahi kegiatannya dan kembali mencium kening istrinya.


"Bantu aku membebaskan yang di bawah sana honey.." bisik Lirih Alfaro di telinga Kirana sambil sesekali mencium dan mengigit kecil telinganya.


Kirana sedikit bingung, dirinya baru mengerti maksud sang suami setelah tangan Alfaro menuntun tangannya untuk menyentuh miliknya yang sudah keras dan menegang.


Perlahan Kirana memberanikan diri melepas kain yang menutupi bagian bawah suaminya, dan akhirnya keadaan mereka kini sama-sama polos tanpa sehelai benangpun.


Tangan Kirana yang ingin di tarik kembali, segera dipegang lagi oleh Alfaro dan di tuntun untuk mengusap lembut miliknya.


Kirana membelalakkan matanya sambil menelan ludah saat mengetahui ukuran milik suaminya yang begitu besar dan ada dalam genggamannya saat ini.


"Kau menyukainya honey?" Ucap lirih Alfaro.


"Tidak..ini terlalu enak" jawab Alfaro membuat Kirana tidak terlalu mencemaskan nya lagi.


Alfaro segera melu*mat bibir Kirana untuk mengalihkan perhatian dan kecemasannya, memberikan gerakan penuh sensasi berkali-kali di titik sens*itif istrinya hingga suara indah dari bibir Kirana kembali terdengar.


Alfaro sudah dibatas kekuatannya untuk menahan seluruh keinginan yang hampir meledak, sesaat dirinya teringat akan keadaan Kirana yang bisa dipastikan masih tersegel, hingga akhirnya Alfaro menggunakan satu jarinya untuk menyusuri jalan di area bawah milik istrinya.


"Akh..!, Honey..!" Teriak Kirana lagi saat satu jari Alfaro sedikit masuk kedalam sana, Alfaro tersenyum.


"Apa kau siap honey..rileks, ini akan sedikit sakit" ucap Alfaro yang sudah menyiapkan miliknya untuk memulai membuka jalan menuju ladang yang ada di dalam istri nya.


Perlahan Alfaro membuka jalan menuju ke tempat terindah istrinya, dengan pelan mulai memasukkan ujung pusakanya kedalam.


"Akh..!!, Stop honey, sakit..!" Teriak Kirana sambil mencengkram kuat sprei kasurnya.


"Rileks honey..jangan ditahan..sedikit lagi" ucap lirih Alfaro lalu mencium bibir istrinya dengan lembut dan menyeka air mata yang menetes dari sudut mata Kirana.


Alfaro segera menghentikan aksinya, rasanya sungguh tidak tega melihat Kirana yang tampak begitu kesakitan hingga menjatuhkan air matanya.


"Kalau belum siap..aku akan menundanya dulu honey.." ucap Alfaro yang bersiap menghentikan kegiatannya, namun dirinya terkejut saat Kirana menahan tubuhnya untuk tidak beranjak.


"Lakukan honey..aku siap, maaf kalau membuatmu tidak nyaman" ucap lirih Kirana dengan penuh harap.

__ADS_1


Alfaro sedikit ragu, namun Kirana tidak mau tinggal diam, tangannya segera beraksi.


"Aku akan melayani suamiku dengan baik" ucapnya, kemudian mendorong tubuh suaminya lalu memberikan gerakan seperti apa yang di pelajari nya tadi.


"Ohh..honey...emhh.." Alfaro mulai menikmati apa yang dilakukan istrinya, pusakanya kini tegak menantang, kirana membelainya dengan lembut dan mencium area pusar suaminya.


"Yes honey...sshh" ucap Alfaro lirih terdengar.


Semakin tidak tahan dengan keinginannya, kini Alfaro segera bangkit dan mendorong tubuh istrinya untuk berada di bawah kungkungan nya.


Alfaro mencoba kembali memasukkan miliknya, kali ini Kirana membuka akses dengan lebar, berusaha rileks dan mengalihkan pikirannya dengan menikmati semua yang diberikan Alfaro di tubuhnya.


Hingga akhirnya terdengar jeritan dari bibir Kirana saat sang pusaka berhasil masuk ke dalam miliknya.


"Akh..!!, Honey!" Teriak Kirana.


"Ough.. Honey..oh..ini sangat nikmat" ucap Alfaro yang masih mendiamkan miliknya yang sudah ada dalam muara indah istrinya.


"Masih sakit?" Tanya Alfaro sambil membelai lembut wajah istrinya lalu mencium kening dan melu*mat bibirnya.


"Iya, pelan honey.." ucap Kirana sambil menahan sakit saat Alfaro mulai menggerakkan miliknya menyusuri lahan yang ada di dalam sana.


Tempo gerakan Alfaro mulai di tambah saat rasa sakit Kirana berubah menjadi sebuah sensasi indah dan nikmat yang mengguncang seluruh tubuhnya.


Kini tidak dirasakan lagi nyeri yang sudah tergantikan dengan rasa nikmat dalam diri Kirana, bahkan tangan Kirana reflek menarik pinggang Alfaro untuk memberikan tekanan agar sang pusaka masuk ke dalam dirinya dengan penuh dan sempurna.


"Honey..aku ingin..emh.." ucap Kirana saat mendapati gerakan pusaka yang semakin cepat masuk ke dalam miliknya.


"Tahan sebentar honey..kita keluarkan bersama-sama.ah..ah..ah" ucap Alfaro semakin kencang membuat pusakanya keluar masuk beraktifitas di dalam milik istrinya yang masih terasa sangat sempit untuknya.


Hingga akhirnya..


"AAKH...!!"


keduanya berteriak bersama menggapai puncak nikmat yang tiada Tara dan sangat luar biasa.


Yok semuanya atur nafasnya kembali..


Mudah-mudahan sudah pada puas dan Author tidak mengecewakan para Riders yang sudah menunggu-nunggu unboxing yang dilakukan Alfaro ke Kirana.


Bersambung.


Waktunya kasih VOTE, HADIAH, LIKE, dan KOMEN yang sebanyak-banyaknya.


Jangan lupa mampir untuk melihat masa kecil Alena dan Alex di Novel AKULAH WANITAMU.

__ADS_1


__ADS_2