Terjebak Cinta Mantan

Terjebak Cinta Mantan
Bab 10 Bertemu Al


__ADS_3

"Cha kamu nangis" tanya Abizar


"Nggak aku lagi ketawa kho Bi" ujar Icha cemberut


Abizar langsung membawa Icha ke dalam pelukannya


"Menangislah! jangan menanggung beban sendiri, berbagilah denganku" ucap Abizar tulus


Icha yang awalnya sudah berhenti menangis karena malu ketahuan oleh Abizar, tangisnya pun pecah dalam dekapan Abizar.


Tanpa mereka sadari, ada dua pasang mata yang melihat keintiman Icha dan Abizar


Setelah puas meluapkan semua kesedihannya, Icha pun mengehentikan tangisannya


"Ayok ikut naik mobil aja, motornya simpan disini. Nanti aku telpon orang bengkel." ajak Abizar dan Icha pun menyetujui ajakan Abizar.


Sementara itu, Al berencana ke bar setelah mengantar Aisha untuk menghilangkan penat dan pikirannya yang berkecamuk. Namun netra pekatnya menangkap sosok yang selalu menghantui hari-harinya melintas di depannya.


Dengam rasa penasaran, Al mengikuti mobil yang didalamnya ada Icha dan Abizar.


Setelah 15 menit mengikuti mobil Abizar, terlihat mobil Abizar memasuki sebuah rumah berlantai dua dengan halaman yang tidak terlalu luas.


Terdengar suara anak kecil berteriak gembira menyambut kedatangannya


"Mamaaaa Papaaa"


Tak ingin berlama-lama melihatnya, Al pun langsung melajukan mobilnya membelah jalanan ibu kota.


"Ternyata dia sudah menikah dengan Abizar" batin Al


***


"Dika jangan teriak-teriak, kakak mau ganti baju dulu ya. Tolong temani kak Abizar" ucap Icha dan langsung disetujui oleh Dika


"Om jangan pegang-pegang pipi aku" larang Dika saat dia melihat Abizar ingin menjembil pipinya.


"Nggak kho, om cuma mau kasih Dika hadiah" bohong Abizar


"Hadiah apa om? apa itu lego atau mobil remot" todong Dika


"Kenapa kelakuannya mirip Icha padahal mukanya jiplakan Al"


"Dika maunya apa? nanti Dika pilih sendiri pengen hadiah apa, tapi boleh gak om pegang pipi kamu bentar aja" rayu Abizar


Dika terlihat menimang-nimang tawaran Abizar dengan menempelkan jempol dan jari telunjuk ke dagunya.


"Boleh om tapi om harus beliin Dika mobil remote, lego block dan excavator yang seperti di utub" terang Dika


"Pinter malak juga nih bocah pasti ajaran Icha"


"Oke deh nanti hari minggu kita jalan-jalan sama Kak Icha juga ya" Abizar pun menyetujui permintaan Dika


Dengan tanpa ragu, Abizar langsung menjembil pipi mulus Dika yang menggemaskan seperti bakpau.


Awwww


Dika berteriak kencang karena Abizar sedikit kencang menjembil pipi Dika karena saking gemasnya.


Bu Mira yang datang membawa minum untuk Abizar pun dibuat kaget dengan teriakan Dika


"Loh Dek kenapa pipinya merah" tanya Bu Mira

__ADS_1


"Itu mah kata omnya, Dika harus mau dipegang pipi biar dikasih mainan" jujur Dika


Sedang Abizar hanya cengengesan malu ketahuan sama Bu Mira


"Maaf bu, saya suka khilaf kalau lihat pipi Dika. Gemesin banget" tutur Abizar


"Ada-ada saja, oh iya namanya siapa?" tanya Bu Mira


"Kenalkan tan, saya Abizar sahabat Icha tetangga di kampung" ujar Abizar


"Satu kampung? kamu tahu semua tentang Icha?" tanya Bu Mira dan Abizar hanya menganggukkan kepalanya.


"De panggilkan kakak dulu ya!" suruh Bu Mira pada Dika dan Dika pun langsung pergi mengikuti perintah Bu Mira.


Bu Mira duduknya menggeser mendekati Abizar


"Bagaimana orang tua Icha setelah kepergiannya" tanya Bu Mira penasaran


"Mereka baik tan" jawab Abizar


"Tante senang Icha ada disini tapi tante juga khawatir orang tua Icha mencarinya kemana-mana. Bagaimanapun, semarah apapun orang tua pada anaknya pasti mereka sangat mengkhawatirkan keadaan anaknya, makanya tante selalu menyuruh Icha untuk mengirim kabar pada orang tuanya" terang bu Mira


"Iya tan, makasih udah menjaga Icha selama ini" ucap Abizar


Terlihat Icha menuruni tangga bersama dengan Dika sambil Dika terus berceloteh menceritakan tentang sekolahnya.


Bu Mira dan Abizar pun menghentikan obrolan mereka


"Ayo nak Abizar makan malam dulu, tante tadi sudah menyiapkan untuk makan malam" ajak Bu Mira


"Iya Bi makan disini aja, daripada nanti kamu nyari warteg" timpal Icha


Abizar pun mau tidak mau mengikuti ajakan mereka.


"Pantes aja Icha betah disini, orang-orangnya ramah dan hangat. Tidak seperti papanya yang keras pada anaknya"


Setelah makan malam selesai, Abizar langsung pamit pulang karena tadi Aisha terus menelponnya menyuruh Abizar datang ke apartementnya.


Sedangkan Icha dan Dika langsung masuk ke kamar setelah membereskan piring-piring kotor bekas makan dan mencucinya.


***


Seperti yang telah dijanjikan oleh Abizar, kini Dika dan Icha bersama Abizar mencari mainan yang Dika inginkan.


"Om boleh nambah thomas gak?" tanya Dika dengan puppy eyes nya


Dika yang melihat mata penuh pengharapan itu tidak tega untuk menolaknya.


"Iya gapapa, tapi cuma thomas aja ya nambahnya" ujar Abizar


"Makasih Om" seru Dika senang


Icha yang baru datang dari lorong sebelah malah bingung melihat Dika sumringah.


"Kenapa Bi?" tanya Icha


"Itu anakmu minta nambah mainan, lucu banget ekspesinya seperti lihat Icha kecil" jelas Abizar


"Jangan diturutin terus Bi, ini aja mainan yang kamu janjikan udah lebih dari cukup" omel Icha


"Gapapa kali Cha, jarang-jarang beliin mainan buat Dika" ucap Abizar

__ADS_1


Terlihat Dika datang bersama seorang lelaki yang menggendongnya dan disampingnya seorang perempuan cantik dengan tinggi badan semampai.


Deg deg deg


Jantung Icha berdetak lebih kencang dari biasanya. Takut cemas bercampur jadi satu.


"Tidak tidak tidak, Al tidak boleh tahu kalau Dika putranya"


"Sayang ayo turun, nanti omnya berat" ajak Icha


"Bukan Dika yang minta gendong kho, tapi Om Al yang gak mau nurunin Dika kak" jelas Dika


"Gak papa, Dika gak berat" ujar Al dengan mata menatap lekat Icha


"Namanya dengan namaku saja sama, apa mungkin Dika? tapi kenapa manggil Kak pada Icha" batin Al


"Makasih Pak, tapi biar adik saya jalan saja" ucap Icha lalu mengambil Dika dari gendongan Al.


Flashback on


Dika terus meloncat-loncat ingin meraih mainan kereta api thomas yang letaknya di atas. Namun tangan kecilnya tidak bisa meraihnya, hingga datang seorang pria dewasa yang langsung memangkunya agar Dika dapat meraih sendiri mainan yang di inginkannya.


"Terima kasih Om" ucap Dika sesaat setelah mendapatkan apa yang diinginkanya


"Kenapa sendiri?" tanya Al


"Kak Icha sama Om Abi ada di sebelah sana Om" jawab Dika sambil menunjuk rak di sampingnya.


"Namanya siapa Dek?" tanya Al lagi


"Dika Om" jawab Dika


"Nama Om, Al. Ayo Om antar ke Kakakmu" ajak Al


"Om, Dika turun aja" ucap Dika


"Gak papa biar Om gendong saja" ucap Al


Flashback Off


Aisha masih saja diam dengan tatapan yang tidak bersahabat pada Icha. Sedangkan Abizar masih merangkai kata untuk memberikan alasan pada Aisha karena saat Aisha mengajaknya mencari kado untuk keponakannya, Abizar tidak bisa mengantarnya dengan alasan ada urusan.


"Abi apa ada yang mau dijelaskan" ucap Aisha.


"Kita ke cafe aja atau sambil makan biar nyaman" tawar Abizar


"Kakak aku lapar" rengek Dika sambil mengelus-elus perutnya.


Al langsung menuntun Dika dan mengajaknya pergi dari sana.


"Selesaikan dulu urusan kalian" ucap Al


Seketika Icha langsung mengejar Al yang malah membawa pergi Dika.


"Pak tunggu! mau dibawa kemana adik saya" teriak Icha yang membuat pengunjung yang lain melihat ke arahnya.


"Makan"


...*****...


...Tinggalkan jejak ya kawan! dengan like comment vote rate dan masukin juga ke favorite....

__ADS_1


...Terima kasih...


👉Next part


__ADS_2