Terjebak Cinta Mantan

Terjebak Cinta Mantan
Bab 116 Sah


__ADS_3

Setelah Bapak Penghulu berdo'a untuk Kevin dan Vio, kini giliran Oryza yang mengucapkan ijab dan kabul.


"Saya terima nikah dan kawinnya Kiara Prameswari binti Aryo Pramudya dengan maskawin 2,6 kilogram emas murni dibayar tunai." Dengan satu tarikan napas.Oryza mengucapkan ijab kabul.


"Hadirin sekalian, apakah sah?" tanya Bapak Penghulu


"Sahhhh...."


"Tidak!"


Terdengar ada suara yang mengatakan hal yang berbeda dengan apa yang dikatakan oleh kebanyakan yang hadir memenuhi mesjid.


Terlihat Adjie maju ke depan mendekat ke arah pengantin. "Pernikahan ini tidak sah Pak Penghulu, karena Kia itu milikku, bahkan kami sudah melakukan hubungan suami istri."


Kia hanya terisak di tempatnya mendengar apa yang Adjie katakan, Kenapa aib yang dia tutup rapat-rapat harus terbongkar di acara pernikahannya.


Sementara Oryza langsung bangun dari duduknya, "Kamu kurang aja sekali memfitnah orang terang-terangan, apa kamu sudah bosan hidup?" bentak Oryza


"Hahaha....Aku tidak sedang memfitnah, bahkan kamu sendiri pernah melihat videonya, Pak Oryza!" sarkas Adjie


Semua orang hanya menonton dengan apa yang terjadi tanpa ingin melerainya, hingga datang Security segera mengamankan Adjie.


"Pernikahan ini tidak sah, karena Kia hanya milikku." Adjie terus berteriak tanpa memperdulikan keadaannya yang diseret oleh Security.


Dengan terpaksa, Oryza pun mengulang mengucapkan ijab kabulnya. Setelah semua yang hadir kompak mengatakan sah dan penghulu membacakan do'a pernikahan, Vio dan Kia pun berjalan beriringan menuruni tangga dengan Icha, Aisha dan Violet di belakangnya sebagai pengiring pengantin.


Semua mata takjub memandang Vio dan Kia yang beberapa saat yang lalu sah menjadi seorang istri di mata hukum dan agama. Begitupun dengan Kevin dan Oryza yang tatapan matanya tidak lepas dari gadisnya.


"Aku benar-benar sudah terjebak dengan cinta mantan stalkerku," batin Kevin


"Aku tidak menyangka, aku yang selalu jadi pengagum rahasia kini aku sendiri terjebak dengan cinta mantan pengagum rahasiaku," batin Oryza


Al yang ada di belakang Oryza dan Kevin langsung menepuk kedua pundak sahabatnya seraya berkata, "Ilermu jatuh, cepat dilap sebelum ketahuan."

__ADS_1


Oryza dan Kevin dengan refleks melap bibir mereka dengan punggung tangannya, membuat orang yang tidak sengaja melihatnya terkekeh geli.


Mendengar suara Al yang sedang menahan tawanya, kedua sahabat itu langsung menengok ke belakang dan mengacungkan jari tengahnya pada Al.


"Saudara Kevin dan Oryza, silahkan disambut bidadarinya!" ucap MC acara yang melihat Kevin dan Oryza malah menengok ke belakang.


Kevin dan Oryza langsung mengulurkan tangannya meminta di sambut oleh istri-istrinya. Setelah acara cium tangan dan sungkeman, dilanjutkan dengan acara foto bersama.


Semuanya bergantian untuk berfoto dengan raja dan putri sehari begitupun dengan Icha yang tidak ingin melewatkan moments penting dalam hidup kedua sahabatnya.


Setelah puas berfoto-foto bersama keluarga dan kerabat, kini pengantin baru itu akan menuju pulau Cinta, tempat di mana mereka melangsungkan resepsi pernikahan.


Dengan senyum mengembang, Oryza terus menggandeng Kia menuju parkiran mobil yang akan membawanya ke pelabuhan karena sudah ada Yacth yang menunggu, yang akan membawa mereka ke pulau Cinta. Tanpa mereka sadari ada seorang pria yang terus mengawasi sedari tadi dengan pisau lipat di tangannya. Saat jarak si pria itu sudah dekat dengan Oryza, tanpa menunggu waktu lama pria itu langsung menancapkan pisau lipat itu ke arah Oryza.


Jlebb!


Awwww


"Yura, Yura...." Oryza merengkuh tubuh Yura yang sudah ambruk, dia terus memanggil nama Yura dengan menepuk-nepuk pipinya.


Semua yang melihat kejadian itu segera menghampiri Oryza dan membantu Oryza untuk membawa Yura ke rumah sakit. Sementara pelaku penusukan yang tak lain adalah Adjie, sudah di bekuk oleh Security setempat dan akan segera di serahkan pada polisi.


Kebaya putih Kia kini sudah penuh dengan bercak darah, begitupun dengan jas pengantin Oryza. Dalam kebimbangannya, akhirnya Oryza memutuskan untuk berangkat belakangan dan menyusul ke pulau C setelah memastikan keadaan Yura. Sementara Kia ikut dengan rombongan sesuai rencana.


Dengan hati gundah, Oryza menunggu sendirian di depan ruang IGD. Sudah satu jam, namun dokter yang menangani Yura tidak kunjung keluar. Oryza terus berdo'a dalam hatinya untuk kesembuhan Yura, hingga keluarlah seseorang yang ternyata mengenalnya.


"Kak Ryza!" panggil seseorang berseragam putih


Merasa ada yang memanggilnya, Oryza pun langsung mengangkat kepalanya yang sedari menunduk. "Kamu kenal aku?" tanya Oryza


"Mungkin Kakak lupa, aku Bram. Teman sekelas Yura, yang dulu sering minta bantuan Kak Ryza kalau ada tugas kelompok," tutur Bram


"Oh! Apa kamu yang menangani Yura?" tanya Oryza memastikan

__ADS_1


"Iya Kak, keadaannya sudah stabil. Untung saja pisaunya tidak dicabut dulu, sehingga bisa menahan darah yang keluar. Mungkin sebentar lagi akan dipindah ke ruang perawatan." Bram pun menjelaskan dengan terperinci.


"Bram, bisa aku minta tolong! Aku titip Yura, karena aku harus berangkat ke pulau Cinta," ucap Oryza


"Tidak masalah, Kak. Aku pasti akan jagain Yura!" sahut Bram


"Boleh aku melihatnya sebentar?"


"Silakan Kak!"


Oryza pun langsung masuk untuk melihat keadaan Yura yang terbaring dengan infus di tangannya. Setelah cukup memastikan keadaan Yura, Oryza bergegas pergi ke pelabuhan untuk menyusul keluarganya yang sudah lebih dulu berangkat ke sana.


Saat sampai di pulau Cinta, Oryza langsung mencari istrinya. Dia khawatir Kia akan berpikir yang tidak-tidak padanya. Namun sepertinya Oryza perlu kesabaran untuk menemukan di mana Kia berada


Saat sudah di ujung senja, Oryza melihat siluet seseorang yang sedari tadi dicarinya. Entah apa yang sedang dipikirkan oleh Kia. Yang Oryza tahu, gadis itu seperti sedang merenung sendiri duduk di atas ayunan dengan tatapan jauh ke laut lepas. Perlahan Oryza mendekat tanpa mengeluarkan suara sedikitpun, dipeluknya Kia dari belakang dengan menopangkan kepalanya di atas bahu Kia.


Kia yang kaget karena tiba-tiba ada yang memeluknya dari belakang, sontak saja menengokkan kepalanya ke belakang hingga tanpa sengaja kedua bibir itu saling menempel. Kia terdiam mematung di tempatnya sampai Oryza mengambil posisi duduk di sampingnya.


"Aku mencarimu sedari tadi, Kia. Apa yang sedang kamu pikirkan sampai tidak menyadari kedatanganku?" tanya Oryza seraya melirik ke arah Kia.


"Aku minta maaf!" ucap Kia dengan menundukkan kepalanya.


Oryza mengerutkan keningnya tanda tidak mengerti dengan apa yang Kia katakan. "Kenapa minta maaf padaku? Bukannya aku yang seharusnya minta maaf?"


"Aku minta maaf! Karena aku, kamu dipermalukan di depan keluarga dan kerabatmu. Karena aku, kamu hampir kena tusukan. Maafkan aku Ryza! Aku merasa tidak pantas menjadi istrimu." Tanpa bisa dibendung, air mata Kia akhirnya menetes juga.


Oryza langsung merengkuh tubuh Kia dan menyandarkan di bahunya. "Tidak perlu minta maaf padaku, karena aku lebih percaya padamu dibanding dengan brengsekkk itu."


"Apa kamu tidak marah padaku dengan kejadian tadi di mesjid?" tanya Kia


"Aku tidak punya alasan untuk marah padamu, karena aku tahu semua itu bukan keinginanmu."


...*****...

__ADS_1


__ADS_2