Terjebak Cinta Mantan

Terjebak Cinta Mantan
Bab 69 Hamil


__ADS_3

Dedi hanya tersenyum miring mendengar apa yang Pak Bagas katakan.


"Bagas Bagas, dari dulu kamu masih saja dengan mudah dimanfaatkan oleh Serena. Aku sebenarnya merasa kasian padamu. Waktu sekolah kamu selalu juara kelas, tapi kamu mudah sekali dibodohin oleh perempuan, sedangkan orang yang benar-benar tulus mencintaimu malah kamu sia-siakan." Dengan menghisap benda bernikotin itu, Dedi mengungkapkan semuanya.


"Apa maksudmu Dedi? Kamu kalau bicara jangan asal ngomong," sentak Pak Bagas


"Dari dulu Serena hanya memanfaatkanmu karena kamu pintar, ditambah lagi kamu juga termasuk keluarga yang kaya. Tapi dibelakangmu, dia juga berpacaran dengan Joni," tutur Dedi.


Pak Bagas hanya diam mendengarkan apa yang Dedi katakan, karena sebenarnya dia juga penasaran pada Serena. Dulu dia diputuskan begitu saja oleh Serena dan setahun terakhir mereka bertemu lagi dengan status Serena sudah menjadi janda, hingga dia kembali menjalin hubungan dan menikah.


"Apa kamu tahu? Kenapa Serena memilihmu menjadi ayah untuk anak yang dikandungnya? Karena usahaku sekarang bangkrut, sehingga dia mencari seseorang yang bisa menopang hidupnya setelah membuat keuangan tokoku berantakan. Aku relakan Serena bersamamu Bagas, tapi aku ingin anakku," ungkap Dedi dengan suara yang bergetar.


Deg


Terasa diremas hati Pak Bagas mendengar penuturan Dedi. Dia teringat dengan istri yang sangat dicintainya,dia ingat anak angkat yang sangat disayanginya. Hanya karena menikahi Serena, dia harus kehilangan semuanya. Sesal, mungkinkah masih berguna penyesalannya kini. Sementara Mira, dia seperti kehilangan jejaknya, sedangkan Dika, sudah tak mengenalinya lagi.


Flashback off


"Mas, kamu jangan kemakan omongan Dedi. Dari dulu dia memang mengejarku, tapi aku tidak pernah menanggapinya. Lagipula, apa dia punya bukti kalau ini anaknya. Sudah jelas waktu itu kita melakukannya di rumah kontrakanku, apa kamu sudah melupakannya, Mas?" kilah Serena


"Iya aku ingat saat kita melakukan dosa itu," desis Pak Bagas.


"Ya sudah! Jelas-jelas ini anakmu, kenapa kamu meragukannya?" gerutu Serena


"Awas kamu Dedi! Kurang ajar banget kamu membocorkan rahasiaku," rutuk Serena dalam hati


Hari terus berganti, waktu pun terus berlalu. Setiap hari Pak Bagas terus mencari tahu bagaimana caranya untuk membuktikan bayi yang dikandung Serena adalah anaknya. Setelah bertanya kesana kemari, dia pun mendapatkan jawabannya yaitu dengan test DNA. Namun hal itu sangat sulit untuknya, mengingat biaya yang tidak sedikit yang harus dikeluarkannya, sehingga Pak Bagas hanya berserah diri pada Yang Maha Kuasa dalam tobatnya, semoga tabir kebenaran akan terungkap.


*****


Di sebuah lorong rumah sakit, terlihat seorang wanita yang sebentar lagi memasuki usia empat puluh tahun, sedang duduk sendiri di sebuah bangku tunggu poli kandungan seraya memegang hasil laporan kesehatannya.


Dia seharusnya merasa bahagia saat dokter memberitahunya bahwa dia dinyatakan hamil lima bulan, tapi entah kenapa dia justru merasa sedih dan bingung. Dia baru menikah sebulan lebih, tapi hasil USG mengatakan kalau usia kandungannya memasuki dua puluh satu minggu.


Terlihat dari jauh seorang wanita muda tergopoh-gopoh mencari keberadaan tantenya. Ya memang Icha yang sedang celingukan mencari Bu Mira, karena tadi di telpon untuk menemui Bu Mira di rumah sakit.


Setelah melihat Bu Mira yang sedang duduk sendiri, Icha pun segera menghampirinya.

__ADS_1


"Tante, Tante kenapa? Tante sakit apa?" tanya Icha bertubi-tubi karena panik.


Mendengar suara Icha, Bu Mira pun mendongak melihat ke arah suara.


"Duduk dulu, Cha!" suruh Bu Mira


Icha hanya menuruti apa yang di suruh oleh Bu Mira. Tanpa bicara, Bu Mira memberikan hasil USG yang sedari tadi digenggamnya.


"Ini maksudnya apa, Tan?" tanya Icha malah semakin bingung diberi hasil USG oleh Bu Mira


"Tante hamil, Cha." Dengan nada datar Bu Mira bicara pada Icha.


"Alhamdulillah!" seru Icha senang


"Cha, Tante hamil sudah dua puluh satu minggu, sementara Tante menikah dengan Wisnu baru satu setengah bulan," terang Bu Mira


"Berarti anaknya Om Bagas, Tan. Alhamdulillah akhirnya Tante dan Om punya anak." Icha pun tak henti mengucapkan rasa syukur dengan kabar gembira dari Bu Mira


Semua itu berbanding terbalik dengan Bu Mira yang merasa kebingungan dengan apa yang harus dilakukannya.


"Cha, apa yang harus Tante lakukan?" tanya Bu Mira bingung


"Andai Tante tahu hamil sebelum menikah dengan Wisnu, mungkin Tante tidak akan menikah lagi." Dengan tatapan kosong Bu Mira menatap lurus ke depan.


"Semua sudah jalannya Tan, Jangan dijadikan sebagai beban, kasian dedeknya!" ucap Icha, "Memang Om Wisnu kemana Tan? Kenapa tidak antar Tante periksa?" tanya Icha


"Wisnu berlayar, Cha. Dia baru kembali nanti tiga bulan lagi," ujar Bu Mira


Drttt...drttt...drttt


Terdengar suara getar ponsel Icha yang disimpan di kantong celana jeans-nya. Terlihat di sana nama 'Culun' yang melakukan panggilan. Icha tersenyum geli saat mengingat suaminya yang sampai sekarang masih dia panggil culun, padahal wajah dan penampilannya bak pangeran milenial.


📱"Hallo, assalamualaikum!"


📲"Wa'alaikumsalam sayang, nanti makan siang bareng ya!"


📱"Aku lagi di rumah sakit,"

__ADS_1


📲"Hah? Apa? Rumah sakit? Rumah sakit mana?"


Terdengar suara Al yang kaget dan panik saat mendengar Icha sedang berada di rumah sakit.


📱"Rumah sakit Medika, aku...."


Klik!


Al langsung memutuskan sambungannya saat tahu nama rumah sakit dimana Icha berada.


"Kenapa gak dengerin dulu kek sampai selesai ngomong, main tutup tutup aja!" sungut Icha.


Bu Mira hanya tersenyum melihat Icha mendumel karena Al langsung menutup telponnya, dalam hatinya dia merasa bahagia karena akhirnya Icha bersama kembali dengan mantan kekasihnya. Ayah kandung dari putra angkatnya, Dika. Teringat Dika, Bu Mira merasa jadi ingin menemuinya.


"Cha, Tante kangen sama Dika. Apa boleh Tante menemuinya?" tanya Bu Mira.


"Tentu saja boleh, Tan. Mendingan Tante nginep aja di rumah," tawar Icha. "Nanti Icha minta ijin sama Al," lanjutnya.


"Tidak usah, Cha! Toko kue Tante nanti tutup terus," ucap Bu Mira.


Tak berselang lama, terlihat seorang lelaki tampan berlari dengan mata elangnya terus mencari keberadaan istrinya. Saat netranya menangkap sosok yang dicarinya, dia pun mempercepat kakinya agar segera menemui istri tercintanya.


Al langsung memeluk Icha erat saat sudah sampai di depannya.


"Cha, kamu gak apa-apa kan? Kamu sakit apa? Kenapa tidak memintaku untuk mengantarmu?" tanya Al panik


"Aku baik-baik saja! Lagian gak ada yang sakit juga," ucap Icha dengan memutar bola matanya malas, "Makanya kalau nelpon jangan asal tutup Al, jadinya kan gak salah info," omelnya.


Al melepaskan pelukannya saat mendengar omelan Icha.


"Kenapa dia malah mengomeliku? Padahal aku sangat panik saat mendengar dia ada di rumah sakit," batin Al


...*****...


...Selamat Tahun Baru 2022...


...Semoga harapan dan impian kita dapat terwujud di tahun ini....

__ADS_1


...Aamiin...


__ADS_2