
Yura terus berjalan menuju ruangannya, dengan hati yang terus menggerutu, "Cihh!!! Matamu juling Al, cewek kampung dekil gitu dijadikan istri, sementara aku yang seperti gitar Spayol kamu tolak. tapi tenang saja Yura, kebahagian mereka tidak akan lama,"
"Oryza juga gak guna banget, ngapain juga tadi dia bawa cewek norak itu. Awas saja, kalian satu persatu akan mendapat giliran dariku. Enak saja seorang Yura tidak dianggap. Big no!!!"
Saking asyiknya menggerutu dan mengumpati orang, Yura sampai tidak melihat ada orang yang berjalan dari arah yang berlawanan dengannya sedang membawa nampan berisi kopi panas pesanan bosnya
Byurr
"Aww....Panas....Panas...." jerit Yura yang tangannya terkena percikan kopi panas karena dia sendiri yang menyenggol nampan yang di bawa Asep, seorang office boy di PUTRA GROUP.
"Maaf Mbak! Saya tidak sengaja, tadi Mbak Yura yang menyenggol nampan saya," Asep langsung meminta maaf saat kopi yang dibawanya malah tumpah dan mengenai tangan Yura.
"Kamu menyalahkan saya?" tanya Yura dengan suara yang mengintimidasi.
"Maaf Mbak! Saya tidak berani," sesal Asep yang merasa auranya sudah berbeda. "Permisi Mbak, saya mau mengganti kopinya dulu," pamitnya kemudian
Saat Asep sudah sampai ambang pintu pantry, Yura kembali memanggilnya. "Asep, untuk siapa kopi itu?"
"Ini kopi pesanan Pak Bos, Mbak."
"Biar nanti aku yang bawa ke sana," tawar Yura
"Maaf Mbak, Pak Bos tidak suka kalau yang bawa kopi buat dia itu perempuan selain Mbak Icha. Nanti malah kopinya gak diminum. Kan sayang mubazir," jelas Asep
"Cihh!!! Segitunya Al sama gadis kampung itu. Lihat saja Al, kamu bisa bertahan atau tidak," batin Yura.
***
Sementara itu AL dan Icha sudah kembali larut dalam pekerjaannya sampai mereka melupakan janji yang dibuat pada Dika
Drtt...drtt...drtt
Terdengar suara getaran handphone Icha yang memang di silent saat jam kerja. Icha yang sedang fokus dengan layar monitor di depannya, sontak saja menghentikan kegiatannya dan segera mencari benda pipih kesayanganya. Terlihat di sana 'My son is calling' yang berarti nomor Dika yang ada di jam tangannya menghubungi Icha.
📱"Hallo assalamu'alaikum"
__ADS_1
📲"Wa'alaikusalam Mah, katanya mau ngajak Dika ke kantor Papa. Kho belum jemput juga,"
📱"Maaf sayang, tadi mama sama papa ada meeting, jadinya kelupaan mau jemput.
📲"Trus Dika gimana Mah? Sekarang lagi di rumah Arkana."
📱"Sebentar ya sayang, Mama segera ke sana,"
Klik!
Dika segera memutuskan pnggilan teleponnya, membuat Icha sedikit menggerutu, "Ya ampun Dika, udah muka jiplakan Al, sekarang kelakuan ngikutin Al pula."
Setelah berunding dengan Al, akhirnya diputuskan Icha sendiri yang akan menjemput Dika sekalian langsung pulang ke rumah.
"Sayang istirahat yang cukup ya! Jangan terlalu banyak pikiran! Aku titip anak-anak padamu. Aku juga akan pulang cepat setelah tamu dari London undur diri," pesan Al sebelum Icha berangkat menjemput Dika.
"Papa juga baik-baik ya, gak boleh nakal kalau gak ada mama. Jaga kesehatan juga!" Icha memeluk Al erat seakan enggan untuk berpisah, padahal hanya sekedar untuk menjemput Dika.
Setelah puas saling menyalurkan rasa, Icha pun pergi ke lobby karena Pak Komar sudah menunggu di sana.
Di sepanjang perjalanan menuju ke rumah Arkana temannya Dika, entah kenapa hati Icha terus berdebar-debar merasa tidak tenang. Seperti ada sesuatu yang akan terjadi. Namun Icha segera menghalaunya dan mensugesti dirinya semuanya akan baik-baik saja.
"Mama, kata Arka mama cantik," ucap Dika
"Arka tahu aja kalau memang Mama cantik, Hehehe....Mama Arka juga cantik banget mirip artis. Oh iya kita langsung pulang aja ya sayang," ucap Icha.
"Dika gak mau! Dika mau ke kantor Papa, Mama kan udah janji mau ajak DIka ke sana," rengek Dika
"Ya udah Pak Komar, kita kembali ke kantor," Akhirnya Pak Komar pun membawa kembali Nyonya mudanya kembali ke kantor.
Saat sampai kantor, Icha dibuat kaget karena begitu banyak orang yang berkerumun didepan kantor, sehingga dia pun segera menanyakan apa yang telah terjadi, "Pak ada apa kho rame gini?"
"Mbak Icha, mobil Pak Al tabrakan dengan mobil Pak Oryza, sepertinya mobil Pak Al remnya blong sehingga tidak bisa berhenti saat tidak sengaja berpapasan di pintu gerbang," jelas Security yang melihat langsung kejadian.
"Astagfirullah...Sekarang mereka dibawa ke mana?" tanya Icha panik
__ADS_1
"Mahardika hospital Mbak," jawab Security
"Ayo Pak ke sana!" Pak Komar pun langsung memutar haluan menuju rumah sakir tempat dimana Al dan yang lainnya mendapat penanganan medis.
Saat sampai IGD, terlihat Aisha yang sedang duduk bersama dengan Abizar.
"Sha bagaimana keadaan Al?" tanya Icha
"Al sepertinya tidak mengalami luka serius karena dia duduk di belakang," jelas Abizar karena Aisha terlihat sangat syok.
Bagaimana tidak, jika yang mengalami kecelakaan orang-orang terdekatnya. Aisha seperti kehilangan separuh nyawanya saat melihat sendiri orang-orang membantu mengeluarkan Al, Kevin, Oryza dan Kia dari dalam mobil. Meski benturan itu tidak cukup keras, tetap saja menyebabkan beberapa luka di tubuh.
Icha langsung memeluk Dika, dia teringat saat dulu Dika kecelakaan dan membutuhkan banyak darah, yang mana kedua anak dan bapak itu memiliki darah yang langka.
Terlihat seorang dokter keluar dari ruang IGD dan memberitahukan keadaan korban kecelakaan yang sudah bisa dilihat dan akan segera dipindah ke ruang perawatan.
Icha, Aisha dan Abizar juga Dika langsung masuk saat diperbolehkan oleh dokter untuk melihat keadaan Al dan yang lainnya.
Icha langsung menghambur ke dalam pelukan Al yang terbaring tidur dengan perban di kepalanya, sedangkan Aisha langsung menghampiri Oryza yang kondisinya lebih parah diantara yang lainnya.
Icha menangis tersedu dalam pelukan Al. Namun Al tetap saja tidak membuka matanya, sehingga pikiran-pikiran buruk itu menghantuinya. Begitupun dengan Dika yang ikut menangis, saat melihat mamanya menangisi papanya.
Kevin yang berada di bed sebelah Al, akhirnya angkat bicara. "Cha, dia habis diberi obat tidur oleh dokter. Biarkan dia istirahat dulu, jangan ditangisi terus!"
"Dia gak terluka parah kan Vin?" tanya Icha lagi
"Dia baik-baik saja, yang terluka itu aku, Cha. lihat kakiku sampai dinaikin ke atas," ucap Kevin jengah, kenapa tidak ada yang mengkhawatirkannya.
"Loh iya Vin, kenapa sampai dinaikin ke atas gitu?" tanya Icha
"Kakiku terjepit jadi sedikit retak, makanya diberi gips." Kevin pun menjelaskan pada Icha.
Tak lama kemudian, datang beberapa perawat untuk memindahkan mereka ke ruang perawatan, Al dijadikan satu kamar dengan Kevin sedang Oryza dengan Kia
...*****...
__ADS_1
...Dukung terus Author ya kawan dengan klik like comment vote rate gift dan favorite...
...Terima kasih...