Terjebak Cinta Mantan

Terjebak Cinta Mantan
Bab 34 Melepas rindu


__ADS_3

Pagi pun telah menyapa, mentari bersinar begitu cerahnya. Secerah wajah Bu Tasya yang berseri-seri setelah mendapatkan pesan dari Abizar semalam. Dengan semangat 45 Bu Tasya bersiap untuk menemui Abizar.


Pak Yusuf merasa heran saat melihat istrinya sudah berdandan cantik padahal masih pukul tujuh pagi. Karena biasanya jam segitu Bu Tasya masih memakai daster kesayangannya.


"Cerah bener Mah, mau kemana?" tanya Pak Yusuf.


"Eh Papah! Itu Pah, Mamah mau ke Pasar sekalian Mampir ke rumah Bu Anwar. Hari ini kan kocokan arisan" Bohong Bu Tasya.


"Oh!! Papa kira punya yang baru, pagi-pagi udah cantik aja."


"Mana mungkin Mama berselingkuh Pah, takut DOSA," ucap Bu Tasya dengan penekanan.


"Udah ah! Mama berangkat dulu! Assalamu'alaikum," pamit Bu Tasya.


Setelah mencium punggung tangan Pak Yusuf, Bu Tasya pun segera menuju ke rumah Abizar. Tanpa basa-basi lagi, Bu Tasya segera mengajak Abizar untuk mengantarnya menemui Icha.


"Abi, nanti mampir dulu ke pasar ya sebentar. Tante mau beli dulu makanan kesukaan Icha," ajak Bu Tasya.


"Iya Tan," jawab Abizar


Abizar pun melajukan mobilnya ke arah yang berlawanan dengan cottage yang Icha tempati, karena kalau mau ke cottage harus ke barat sedangkan pasar ada di sebelah timur perumahan yang Abizar tempati.


Setelah sampai pasar, Bu Tasya pun segera membeli makanan kesukaan Icha, mulai dari comet, piscok, anggur, jeruk, apel, aneka gorengan dan satu yang selalu Icha minta setiap pagi sorabi pakai telur dengan di atasnya ditambah oncom.


Abizar hanya geleng-geleng kepala melihat kehebohan Bu Tasya yang membawa hampir semua makanan kesukaan Icha.


Coba toko roti itu sudah buka, pasti Tante beli banyak kue di sana. Karena Icha menyukai hampir semua jenis kue yang ada di toko itu.


"Ayo kita berangkat! Tante sudah tidak sabar ingin ketemu Icha" ajak Bu Tasya.


"Iya, Tan!" dengan segera Abizar melajukan mobilnya menuju cottage tempat Icha, Dika dan Aisha tinggal.


Sesampainya di sana, terlihat suasana cottage yang masih sepi.


"Kho sepi Bi, kamu nggak salah tempat kan?" tanya Bu Tasya memastikan.


"Nggak kho Tan, semalam aku sendiri yang mengantar ke sini," jawab Abizar. "Ayo turun Tan, aku bawa kunci cadangannya kho!" lanjutnya.


"Sebentar Abi! Tante kho deg-degan seperti mau ketemu pacar," keluh Bu Tasya


"Itu karena Tante sangat merindukan Icha, maaf ya Tan, kalau Abi telat menemuinya," ucap Abizar


"Tidak apa Abi, Tante malah sangat berterima kasih akhirnya kamu bisa membawa Icha pulang," ucap Bu Tasya

__ADS_1


"Iya Tan, sama-sama!" ucap Abizar.


Abizar pun langsung membuka kunci mobil dan keluar duluan, kemudian disusul oleh Bu Tasya. Namun saat mereka baru sampai teras, terdengar suara orang memanggil.


"Mama!!!" panggil Icha


Bruk


Bu Tasya sontak saja menjatuhkan barang bawaannya dan segera berbalik saat mendengar suara yang sangat dirindukannya, suara yang selalu terngiang di pendengarannya.


"Icha sayang!" lirih Bu Tasya.


Dengan segera Icha menghambur ke pelukan Mamanya, Icha menangis dalam pelukan Mamanya. Begitupun dengan Bu Tasya yang terus menciumi pucuk kepala Icha dengan air mata yang terus mengalir di pelupuk matanya.


Abizar dan Aisha yang menyaksikannya ikut meneteskan air mata. Sedangkan Dika malah terbengong.


"Kakak!" panggil Dika pada Aisha dengan menggoyangkan tangan Aisha.


"Iya kenapa Dik?" tanya Aisha.


"Kenapa Kak Icha nangis, kan Kak Icha udah besar?" tanya Dika


"Karena Kak Icha lagi seneng bisa ketemu lagi dengan Mamanya," jelas Aisha


"Dek, sini kenalan sama Mamanya Kak Icha!" panggil Icha. Dika pun langsung berlari kecil menghampiri Icha.


"Dek, kenalin ini Mamanya Kak Icha" ucap Icha. "Ayo salim dulu" imbuhnya


Dika langsung mencium punggung tangan Bu Tasya lalu berkata, "Hallo Mamanya Kak Icha!"


Bu Tasya hanya tersenyum getir saat Icha tidak memperkenalkan dirinya sebagai nenek dari bocah kecil itu, bahkan Icha sendiri menyebut dirinya sebagai Kakak. Padahal Bu Tasya tahu kalau itu cucunya, anak Icha, karena Abizar sudah menceritakan semuanya. Hanya saja Abizar tidak bercerita tentang siapa ayah dari bayi yang dikandung Icha, janin yang dulu hendak digugurkan oleh suaminya.


Bu Tasya lalu mensejajarkan badannya dengan Dika. "Boleh Enin peluk sayang?"


Dika hanya mengnganggukkan kepalanya menanggapi permintaan Bu Tasya. Dengan segera Bu Tasya memeluk Dika erat, "Maafkan Enin!" lirihnya.


Setelah puas saling berpelukan, kini mereka sedang menikmati semua makanan yang tadi Bu Tasya beli di pasar untuk Icha.


"Enin, Kalau ini namanya apa? Kho Dika baru melihatnya?" tanya Dika heran pada makanan yang terbuat dari singkong diparut lalu diberi bumbu dan isian oncom kemudian di goreng, cuma bentuknya kecil-kecil hanya sebesar batu kerikil.


Bu Tasya tersenyum menanggapi pertanyaan Dika, "Ini namanya comet combro lemet, kalau yang gedean bentuknya namanya combro."


Satu jam sudah Bu Tasya bersama dengan Icha. Meskipun masih ingin bersama putri dan cucunya, tetapi Bu Tasya takut nanti suaminya curiga sehingga dia memutuskan untuk pulang.

__ADS_1


Sepulang Mamanya, Icha langsung membereskan sisa makanan dan menyimpannya di dapur. Sementara Dika sedang asyik dengan mainan lego miliknya.


Tok tok tok


Terdengar suara orang mengetuk pintu dari luar, dengan segera Icha membukakan pintu.


Kriet! Terlihat seorang pria tampan sedang tersenyum manis ke arah Icha.


"Al," lirih Icha.


Al langsung memeluk Icha untuk melepaskan kerinduannya.


"Lepas Al! Ada Dika, jangan peluk-peluk!" seru Icha.


"Aku kangen Cha!" lirih Al.


"Kamu tahu darimana aku ada disini?" tanya Icha heran.


Al hanya menunjukkan ponselnya sebagai jawaban dari pertanyaan Icha.


"Al lepaskan!" seru Icha lagi.


"Dika sudah tidur, jadi dia tidak akan melihat kalau aku peluk kamu." terang Al.


Icha pun memutar kepalanya melihat Dika yang sudah tertidur di sofa bed depan TV.


"Gimana udah aman kan? Kalau aku peluk kamu." bisik Al.


"Al, mau kamu apa sih?" tanya Icha jengah.


"Aku hanya ingin sama kamu, hari ini besok dan seterusnya," ucap Al dengan terus mendorong Icha hingga ke sofa.


Setelah sampai sofa, Al membalik keadaan sehingga dia yang duduk dan Icha duduk di pangkuannya.


"Kamu kenapa Al?"


"Aku hanya ingin kamu jujur, Cha. Apa yang terjadi sama kamu 6 tahun lalu?" tanya Al.


"Tidak terjadi apapun, aku hanya akan menyusul Kak Farish tapi ternyata tidak ketemu, malah bertemu dengan Om Bagas dan Tante Mira sehingga aku diangkat anak," terang Icha yang tidak sepenuhnya bohong.


...*****...


👉Next part

__ADS_1


__ADS_2