Terjebak Cinta Mantan

Terjebak Cinta Mantan
Bab 40 Kunjungan Tuan Ardi


__ADS_3

Hari pun telah berganti, kini Icha kembali ke rutinitasnya sebagai karyawan perusahan yang Al pimpin.


Semenjak mereka pulang dari kota kelahiran Icha, kini Al sudah lumayan sering menyunggingkan senyumnya meski hanya pada orang-orang tertentu.


Seperti saat ini, semua karyawan dibuat melongo melihat senyuman Al. Padahal Al tersenyum karena melihat Icha yang lari terburu-buru karena takut ketinggalan naik lift.


"Vin, suruh Icha ikut kita" bisik Al pada Kevin


Dengan segera Kevin menghampiri Icha yang akan bergabung dengan karyawan lain menunggu lift.


"Mbak Icha dipanggil Pak Al" ucap Kevin pelan


Icha menunjuk dirinya sendiri lalu bertanya, "Ngomong sama aku?"


"Iyalah ngomong sama situ, masa sama tembok" rutuk Kevin dalam hati


"Tidak! Saya bicara dengan sodara Farisha Yumna" jelas Kevin geram


"Itukan nama aku Pak Kevin" sahut Icha cengengesan


"Iya benar sekali" sahut Kevin


"Ayo! Sudah ditunggu dari satu jam yang lalu" ujar Kevin ngarang


"Memangnya ada apa Pak?" tanya Icha heran


"Mau makan kamu!" geram Kevin dalam hati


"Ayo cepat!" pungkas Kevin seraya berlalu pergi.


Mau tak mau Icha pun langsung mengekor Kevin dari belakang.


Saat sampai di depan lift khusus petinggi perusahaan, Al tersenyum lebar seperti ABG yang kasmaran menyambut kedatangan Icha. Hatinya berbunga bisa dekat dengan pujaan hatinya, apalagi Icha sepertinya sudah memberi lampu kuning yang sebentar lagi akan berganti lampu hijau.


Ting


Lift yang ditunggu pun datang, Al bergegas masuk diikuti Icha dan Kevin. Namun sebelum Kevin masuk ke dalam lift, Al bersuara duluan.


"Vin, kamu naik lift yang berikutnya aja. Aku mau berdua sama Icha" ucap Al enteng


Kevin langsung melotot tidak percaya dengan apa yang didengarnya. Dia heran kenapa sahabatnya jadi berubah begitu.


"Pak, liftnya kan masih muat kalau cuma bertiga" bela Icha


"Tidak, Cha! Kevin sekalian mau beliin dulu sarapan buat kita" ucap Al ngeles


"Sudah Cha, aku mau beli sarapan dulu untuk PAK CEO. Hati-hati kamu dijadiin sarapan paginya" sarkas Kevin


Kevin langsung berlalu pergi menuju cafetaria perusahaan yang memang terletak di lantai satu tidak jauh dari lobby.


Sedangkan Al merasa senang karena akhirnya bisa berduaan dengan Icha meski hanya dalam lift. Karena setelah keluar dari lift, mereka akan kembali ke rutinitas kerja.


Setelah lift tertutup, Al langsung mendekat ke arah Icha. Tanpa bicara lagi, Al langsung memeluk Icha.


"Aku kangen sama kamu, Cha" bisik Al


"Al, lepaskan! Nanti gimana kalau ada yang lihat?" ucap Icha cemas

__ADS_1


"Tidak akan, CCTV nya sudah dimatikan selama 10 menit kedepan" jelas Al


"Cha, pulang kerja nanti ke apartement aku ya! Paswordnya ulang tahun kamu" ucap Al


"Mau apa?" tanya Icha


"Aku ingin makan mie rebus buatan kamu" jawab Al


"Tapi nanti aku sama Dika ya!"


"Iya boleh sayang!"


Icha langsung mencubit pinggang Al saat mendengar Al memanggilnya sayang.


Awww


"Lagi Cha!" suruh Al sambil menunjuk dadanya.


Bukannya mencubit dada Al, Icha malah memukulnya.


"Otakmu tuh udah mulai ngeres Al" sungut Icha


"Cuma sama kamu, Cha!" elak Al


Ting


Lift pun sudah sampai di lantai tempat Icha bekerja.


"Aku duluan!" pamit Icha


"Ayo kuantar!" tawar Al


Dengan terpaksa Al pun mengurungkan niatnya untuk mengantar Icha. Padahal dia sangat ingin mengantar Icha sampai meja kerjanya, sama saat dulu masih seragam putih abu, Al selalu menjemput Icha untuk berangkat bareng ke sekolah.


Setelah Icha tak terlihat lagi dari pandangannya, Al pun langsung menuju ke ruangannya yang berada di lantai teratas gedung Putra Group.


Sesampainya di sana, terlihat Kalisa sedang menunggunya di meja sekertaris. Sedangkan Aisha sedang ke pantry untuk membuat cokelat panaa kesukaannya.


"Pagi Al!" sapa Kalisa


"Pagi!" jawab Al datar


"Al, Ada yang ingin aku katakan! Ayo kita bicara di ruanganmu" ajak Kalisa.


Al hanya diam saja, kemudian berlalu menuju ruangannya. Saat sampai ruangan Al, tanpa basa-basi lagi Kalisa pun mengatakan apa yang ingin dikatakannya.


"Al, aku ingin mengambil cuti" ucap Kalisa


"Cuti? Bukannya kamu kerja disini baru sebulan?" ucap Al


"Aku ada perlu selama 3 hari ini tidak bisa kerja dulu" tutur Kalisa


"Baiklah aku ijinkan" ucap Al


"Baguslah kamu cuti Lisa, gak masuk lagi juga gak papa. Aku malah senang" batin Al


***

__ADS_1


Setelah pulang kerja, Al pun segera menuju ke apartementnya dengan semangat 45. Tidak sabar rasanya dia ingin cepat-cepat bertemu dengan Dika dan Icha.


Setelah membersihkan dirinya, Al pun sudah rapi dengan baju santainya untuk menunggu kedatangan Icha. Hingga dia sengaja menunggunya di ruang tamu


Ting tong


Terdengar bunyi bel apartement Al, dengan segera Al pun membukakan pintu dengan senyum yang mengembang. Namun sayang senyum itu mendadak sirna, saat tahu siapa yang datang berkunjung.


"Kakek!" seru Al


"Kenapa kamu kaget sekali? Apa kedatanganku tidak seperti yang kamu harapkan?" tanya Tuan Ardi


"Bukan begitu Kek, aku hanya kaget darimana Kakek tahu aku ada di sini" elak Al


"Apa aku tidak diperbolehkan masuk?" tanya Tuan Ardi.


"Mari masuk Kek!" ajak Al


"Gimana kalau Kakek tahu tentang Icha dan Dika" pikir Al


Tuan Ardi pun masuk diikuti oleh asisten pribadinya. Dia mengedarkan matanya melihat seluruh isi apartement Al.


"Tidak ada yang mencurigakan dengan apartement Al, tapi kenapa dia betah tinggal disini?" batin Tuan Ardi


"Kenapa Kek? Apa apartementku kurang rapi?" tebak Al karena sedari tadi Tuan Ardi terus mengedarkam pandangan seperti sedang mencari sesuatu.


"Lumayan rapi, Apa Kalisa pernah ke sini?" tanya Tuan Ardi


"Tidak! Dia malah tidak tahu aku punya apartement di sini" jawab Al, "Apa Kakek berniat memberitahunya?" lanjutnya


"Tergantung padamu, apa kamu bisa memjawab dengan jujur pertanyaan Kakek" ucap Tuan Ardi


"Apa yang ingin Kakek tanyakan?"


"Siapa gadis yang bersamamu di pantai, Al?" tanya Tuan Ardi.


Al terdiam mendengar pertanyaan Kakeknya. Al tidak menyangka kalau Kakeknya akan tahu.


"Kenapa Kakek menguntitku?" bukannya menjawab, Al malah balik bertanya pada Kakeknya.


"Aku hanya ingin menjagamu dari orang-orang jahat Al" jelas Tuan Ardi


"Kakek tidak perlu khawatir, dia bukan gadis yang jahat. Dia tidak pernah berpura-pura menyukaiku karena melihat harta yang kumiliki" sindir Al


"Tapi tetap kamu tidak punya pilihan Al, Kalisa akan tetap menjadi istrimu" tegas Tuan Ardi


"Kakek! Sudah berulang kali aku katakan, Aku menolak perjodahan itu. Aku tidak mau menikah dengan Kalisa" seru Al


"Kamu boleh menolaknya, tapi Kakek tidak bisa menjamin keselamatan gadis yang bersamamu di pantai" tegas Tuan Ardi


"Berani Kakek menyentuhnya, akan kuhancurkan Putra Group dengan tanganku" ancam Al


Tuan Ardi hanya terkekeh mendengar ancaman Al.


"Lakukan Al! Bukan Putra Group yang akan hancur tapi kehidupan ribuan karyawanmu. Berpikirlah! Masih ada waktu sampai hari jadi perusahaan" ucap Tuan Ardi seraya menepuk bahu Al.


...*****...

__ADS_1


👉Next part


__ADS_2