
Telah tiba waktunya
Jiwa ini terjerat cinta
Bukan hanya sebuah permainan
Namun menjadi ikatan sakral
Hari yang dinanti kini telah tiba, hari bersejarah bagi dua insan yang ingin menghalalkan hubungannya di mata Tuhan dan makhluk-NYA.
Icha terlihat sangat cantik dengan kebaya putih dan siger di kepalanya yang dihiasi bunga melati yang menjuntai.
Vio dan Kia pun tidak ketinggalan dengan kebaya modern yang dipakainya membuat mereka terlihat cantik berbeda dari biasanya. Kini mereka sedang menemani Icha yang baru selesai dimake-up oleh MUA
"Cha, gimana rasanya nikah sama Pak CEO?" tanya Kia kepo.
"Gimana ya Kia, Aku juga bingung ungkapin perasaanku." Jujur Icha
"Ternyata bener apa yang dulu Icha bilang, kalau CEO kita mantannya yang gagal move on," ungkap Vio
"Emang aku pernah bilang gitu?" tanya Icha
"Iya bener pernah, Cha. Waktu dulu kita nongkrong di kafe pas traktiran gaji pertama kamu." Kia pun membenarkan apa yang Vio katakan.
"Emang iya? Aku malah gak ingat," ucap Icha
"Kamu juga pernah bilang, gak mau jadi simpanannya tapi mau jadi istri CEO padahal kamu belum ngeh sama orangnya," ungkap Vio lagi
"Padahal waktu itu aku hanya bercanda, tapi ternyata Allah mengabulkannya," ucap Icha
Sementara di taman belakang, terlihat taman yang sudah disulap sedemikian indahnya dengan rangkaian buket bunga yang berjejer rapi di kiri kanan jalan menuju tempat ijab kabul dilaksanakan.
Bu Tasya dan Pak Yusuf pun datang bersama dengan Farish dan istrinya. Meskipun ada sedikit drama saat Al dan kakeknya melamar Icha pada Pak Yusuf. Tak urung Pak Yusuf pun menerima lamaran Al yang dadakan saat berada di rumah Farish.
Tak banyak tamu yang diundang, hanya kerabat terdekat dan beberapa rekan bisnis. Al pun sudah siap dengan jas pengantin yang membuat dia terlihat semakin tampan. Begitupun dengan Dika yang memakai jas dengan model yang sama dengan Al. Tak ketinggalan pula Kevin dan Oryza yang menjadi pengiring pengantin pria.
"Gimana Al, sudah hapal belum?" tanya Kevin.
"Aku sudah hapal dari jaman SMU dulu," jawab Al dengan senyum yang mengembang.
"Apa??? Jadi kamu udah niat dari dulu nikah sama Icha," seru Oryza
"Hmmm! Sebelum hal itu terjadi." Al menerawang pada masa-masa putih abunya.
__ADS_1
Flashback on
Semenjak di sekolah belajar bab pernikahan, setiap hari Al selalu menghapalkan kata-kata saat akad nikah.
Al terus meyakinkan diri akan melamar Icha setelah dia pulang kuliah dari luar negeri. Tentu saja hal itu tanpa sepengetahuan Icha.
Namun semua angan itu sirna saat Kinan memberi tahunya tentang taruhan itu.
"Mau-maunya kamu Al dijadiin taruhan sama Icha. Tapi emang pantas sih orang culun cupu kayak kamu dijadiin mainan," ejek Kinan saat Al baru keluar dari perpustakaan sekolah.
Al diam saja tidak menggubris apa yang Kinan katakan, dia terus berjalan tanpa memperdulikan Kinan yang sewot. Namun saat tiba di sebuah taman, Al melihat Icha sedang duduk sendiri dan berniat untuk mendekatinya. Namun langkah kakinya tertahan saat dia mendengar apa yang Icha bicarakan dengan Marco tentang taruhan. Mulai saat itu juga Al menghindar dari Icha karena kecewa.
Flashback off
Terdengar MC acara yang memulai acara sakral ijab kabul. Setelah cukup berbasa-basi dan acara serah terima dari keluarga kedua mempelai, kini Al sudah siap di depan penghulu untuk mengucapkan ijab kabul.
Terlihat Icha berjalan dengan anggun diapit oleh Bu Tasya dan Bu Mira, serta di belakangnya ada Kia dan Vio.
Al terkesiap melihat pujaan hatinya terlihat begitu sangat cantik dengan kebaya putih yang pas ditubuhnya. Ingin rasanya Al mengurung Icha seharian di kamar, tapi lamunannya buyar saat dia mendengar penghulu berbicara padanya.
"Apa saudara Aldrich Marchdika Putra sudah siap?" tanya Penghulu untuk yang ketiga kalinya, karena saat penghulu bertanya untuk yang di pertama dan yang kedua, Al masih asyik dengan lamunannya.
"Si-si-siap Pak!" jawab Al gugup
"Jangan gugup! Basmalah dulu, dan niatkan menikah karena Allah." Nasihat Penghulu pada Al
"Saya terima nikahnya dan kawinnya ananda Farisha Yumna Danendra binti Yusuf Purnama Giri dengan maskawin tersebut dibayar tunai." Dengan satu tarikan nafas Al pun dengan lantang mengucapkan ijab kabul.
"Saksi apakah sah," tanya Penghulu
"Sahhhh...." Kompak semua yang hadir di acara pernikahan Aldrich dan Farisha.
"Alhamdulillah." Semua yang hadir pun mengucapkan syukur atas bersatu dua insan yang saling mencintai dalam ikatan suci pernikahan.
Tanpa ada yang menyadari, Dika terkulai lemas di pangkuan Abizar. Tanpa berpikir panjang, Abizar langsung membawa Dika ke kamar tamu yang terletak di lantai bawah.
Sementara Aisha langsung menghubungi dokter keluarga Al yang memang hadir di acara pernikahan Al.
"Nanti Dika panggil Kak Icha Mama. Kan Papa Al mau nikah sama Kak Icha"
"Gitu ya Om! Boleh deh!"
"Jangan panggil Om lagi, coba panggil Papa"
__ADS_1
"Papa Al, Dika sayang sama Papa"
"Mama , Papa," gumam Dika dengan mata yang masih terpejam.
"Bagaimana Dok, keadaan Dika?" tanya Abizar khawatir
"Sepertinya pernikahan Al memicu ingatan Dika yang tersimpan didalam muncul ke permukaan," terang Dokter Rio
"Apa ingatan Dika akan cepat kembali pulih," tanya Abizar
"Saya belum bisa memastikan, tapi kita tidak boleh memaksanya untuk kembali mengingat apa yang telah di lupakannya," pesan Dokter Rio.
***
Sementara Icha yang sedang menerima ucapan selamat dari kerabat dan rekan bisnis Al celingukan mencari keberadaan Dika.
"Kenapa Cha? Kho gelisah gitu," tanya Al
"Aku belum melihat Dika, apa dia baik-baik saja?" tanya Icha cemas
"Dika baik, Cha. Kamu jangan khawatir, dia sedang istirahat bersama Abizar," serobot Kevin yang kebetulan ada di dekat situ.
Kevin terpaksa berbohong karena takut membuat Icha panik di acara pentingnya.
"Ayolah kita foto bersama," ajak Kevin kemudian.
Setelah sesi foto bersama dengan sahabat dan kerabat. Icha pun berniat untuk menyusul Dika, karena dari tadi hatinya merasa tidak tenang sebelum dia benar-benar melihat Dika langsung. Namun saat kakinya akan melangkah, terlihat Dika digendong oleh Abizar mendekati.
"Mau kemana pengantin? Masih siang woyy, gak sabaran banget kamu, Cha!" canda Abizar
"Aku mau nyusul Dika, karena dari tadi gak melihatnya," terang Icha dengan cemberut. "Dika baik-baik saja kan?" tanyanya kemudian.
Dika pun tersenyum lalu berkata, "Dika baik kho Mah, tadi Dika di dalam sama Om Abi."
"Sini jagoan Papa, kita buat foto keluarga!" ajak Al
Dika pun langsung di ambil Al dari gendongan Abizar.
"Meski mereka mengatakan semuanya baik-baik saja, entah kenapa hatiku meragukannya," batin Icha
...*****...
👉 Next part
__ADS_1
Baca juga karya othor yang lain yuk!