Terjebak Cinta Mantan

Terjebak Cinta Mantan
Bab 31 Tuan Ardi sakit


__ADS_3

"Tuan Ardi sakit, jadi Al jagain Kakeknya yang sedang dirawat" jelas Aisha


"Pantesan kemaren dia ngajak buru-buru pulang" gumam Icha pelan tapi masih bisa didengar oleh Aisha


"Kamu abis kencan sama dia, Cha?" tanya Aisha kepo.


"Hehehehe...Kita bukan kencan, cuma main aja di pantai" terang Icha


Tuk!


Abizar mengetok kening Icha membuat Icha jadi cemberut.


"Sama aja ogeb! Cuma bedanya kalian bawa anak" geram Abizar


"Aku bilangin Mama lho Bi, kamu ngatain aku. Biar diomelin tahu rasa" ancam Icha


"Udah sana bilangin sama Mama kamu, aku malah seneng kalau kamu ngadu sama Tante." ujar Abizar


Icha mendadak murung teringat pada Mamanya yang selalu membelanya saat dimarahi oleh Papanya ataupun dikerjai oleh Kakaknya dan Abizar.


"Jelek ikh murung gitu, senyum dong! Biar Al tambah oleng lihat senyum kamu" ucap Abizar seraya menaikkan kedua sudut bibir Icha ke atas.


Aisha yang melihat keakraban Icha dan Abizar, ada sedikit cemburu di hatinya. Namun dia segera menepisnya karena Abizar sudah menjelaskan semuanya tentang hubungannya dengan Icha yang sudah seperti saudara dan juga tentang Icha yang pernah pacaran dengan Al. Tapi Abizar sedikitpun tidak pernah menyinggung mengenai taruhan pada Aisha.


"Apa dari dulu kalian selalu begini" tanya Aisha ingin memastikan.


"Abi tuh suka iseng sama aku, Sha. Tapi dia juga sering belain aku kalau ada yang jahat sama aku" terang Icha.


Kevin yang baru datang langsung menuju ke meja Aisha.


"Sha, tolong siapkan berkas untuk meetting bulanan bersama karyawan" pinta Kevin


"Jadi meetting Vin, kan Al nya nggak masuk?" tanya Kevin


"Jadi, nanti Al mungkin zoom meetting. Soalnya ini mau bahas ulang tahun perusahaan juga yang tinggal sebulan lagi" jelas Kevin.


"Oke! Aku siapkan sekarang" ujar Aisha.


"Cha, untuk sementara kamu jadi sekertaris Abizar dulu ya!" ucap Kevin


"Baik Pak!" sahut Icha


"Aku ke ruangan Al dulu!" pamit Kevin


"Ya Cha, aku sedih kamu malah pindah" Aisha sendu


"Nggak papa Sha, biar aku bisa jadi bodyguard Abi dari cewek-cewek genit" sahut Icha.


"Udah yuk! Aku bantuin beresin barang kamu, Cha!" ujar Abizar.

__ADS_1


Setelah semua barang yang akan Icha bawa sudah tersusun rapi di dalam box, Icha dan Abizar pun pamit untuk pergi ke ruangan Abizar.


Setelah sampai di ruangan Abizar, tidak butuh waktu lama untuk Icha membereskan kembali barang-barangnya di meja yang memang sudah tersedia karena sekertaris Abizar sedang mengambil cuti melahirkan. Icha pun mulai mempelajari berkas yang tersusun di meja.


Tak lama kemudian, Abizar keluar lagi karena ingin membuat kopi di pantry. Memang sudah kebiasaan Abizar selalu membuat kopinya sendiri karena terkadang saat di pantry dia tahu apa yang dikeluhkan oleh bawahannya


"Cha, tolong siapkan berkas untuk PT. Angakasa Raya, jam 10:00 kita meetting diluar" suruh Abizar


"Baik Pak!" ucap Icha berusaha formal karena sedang berada di lingkungan kerja


Abizar hanya tersenyum geli mendengar Icha menyebutnya 'Pak'. Sungguh hal yang tak pernah terpikirkan oleh Abizar sebelumnya, akan menjadi atasan sahabatnya sendiri.


***


Sementara itu di ruangan yang di dominasi dengan warna putih, seorang pria tampan sedang termenung sendiri menunggu Kakeknya yang sedang terbaring sakit karena serangan jantung.


Setiap kali dia bertemu dengan seseorang yang berseragam dokter, angannya pasti teringat dengan seorang gadis yang telah memenuhi ruang hatinya.


Flashback on


Sore itu, saat warna jingga bersinar cerah di ufuk barat, dua orang remaja berjalan beriringan dengan tentengan buku di tangannya.


Al dan Icha memilih berjalan kaki setelah dari toko buku yang berjarak 500 meter dari perumahan yang mereka tempati.


"Cha, kenapa kamu banyak beli buku tentang kedokteran. Kita kan anak IPS, harusnya banyak beli buku tentang Akuntansi dan Keuangan" ucap Al heran


"Karena aku ingin jadi dokter Al" jawab Icha enteng


"Semua sahabat aku masuk IPS. Kalau aku masuk IPA, nanti malah nggak punya teman" terang Icha


"Nanti kan banyak teman baru di kelas IPA"


"Belum tentu mereka seasyik sahabat aku seperti Abizar, Kinan, dan Melly. Lagian anak IPA serius-serius nggak kaya Marco dam temannya yang suka ngebanyol."tutur Icha


"Ya udah! Nanti kuliahnya ambil jurusan Ekonomi aja, Cha! Karena kalau dokter itu harus serius nggak boleh main-main" saran Al


"Aku maunya jadi dokter ALDRICH!" ucap Icha dengan penekanan.


"Jadi Akunting"


"Dokter dokter dokter pokoknya"


"Dokter nyasar ya, Cha!" canda Al


Icha akan mencubit pinggal Al, tapi Al sudah keburu lari untuk menghindar. Sehingga aksi kejar-kejaran pun tak terelakkan lagi.


Brukkkk


Dengan sukses Icha terjatuh di trotoar saat akan menggapai Al namun ternyata Al sudah menghindar.

__ADS_1


Al langsung berbalik saat mengdengar suara benda yang terjatuh


"Cha, kamu nggak papa?" tanya Al khawatir


"Nggak papa gimana? Udah tahu aku jatuh. Lihat lututku berdarah" gerutu Icha


Al mengelus sayang pipi Icha, lalu berkata "Maaf ya! Karena mengejarku, kamu terjatuh"


"Ayo naik ke punggungku, anggap saja aku pangeran berkuda putih" ucap Al dengan memposisikan badanya di depan Icha.


"Nggak papa emang Al, aku kan berat"


"Berat gimana? Badan kamu kecil gitu?" ejek Al, "Cepetan Cha! Sebelum aku berubah pikiran" lanjutnya


Icha pun naik ke punggung Al hingga sampai depan rumah Icha barulah Al menurunkannya.


Flashback off


"Aku kangen kamu, Cha!" lirih Al


Al terus memandangi handphonenya yang menampilkan foto Icha bersama Dika saat kemarin mereka di pantai, seulas senyum Al sunggingkan di bibirnya. Namun itu hanya sekilas, Al kembali murung saat dia teringat dengan permintaan Kakeknya hingga berujung pertengkaran.


"Untuk sementara Aku ngalah pada Kakek demi kesehatannya, tapi aku akan mencari cara agar Kalisa mundur dari pertunangan konyol ini. Kamu boleh tersenyum Lisa, tapi aku pastikan tidak akan pernah ada pernikahan diantara kita" batin Al


***


Satu minggu sudah Al tidak masuk kantor karena harus menjaga Kakeknya yang sedang dirawat akibat serangan jantung.


Aisha bekerja seperti biasanya karena Kevin menghandle semua pekerjaan Al dibantu oleh Oryza.


Sedangkan Icha lebih sering menemani Abizar bertemu dengan klien daripada berada di kantor. Sehingga dia tidak tahu dengan gosip yang sedang beredar mengenai pertunangan Al dengan Kalisa bersamaan dengan ulang tahun perusahaan yang akan diadakan di salah satu resort milik Putra Group yang berada di Nusa Dua Bali.


Hari-hari Icha lebih banyak dia habiskan bersama Abizar dibanding dengan kedua sahabatnya. Seperti saat ini, mereka sedang makan siang berdua setelah bertemu dengan klien.


"Icha, hubungan kamu dengan Al gimana?" tanya Abizar


"Nggak gimana-gimana Bi, Al masih jadi Bos aku" jawab Icha


"Bukan itu maksud aku, kamu jadian lagi nggak sama dia?" tanya Abizar


"Belum, sebelum Tuan Ardi sakit sih dia pernah minta kesempatan sama aku, tapi aku belum kasih jawaban" tutur Icha


"Aku sarankan, lebih baik kamu jangan berharap lagi sama dia, Cha. Al mau tunangan sama Kalisa" ucap Abizar


Nyessss


Hati Icha terasa ditusuk pedang es, linu rasanya mendengar apa yang Abizar katakan. Baru kemarin Al menemuinya dan meminta Icha untuk tidak percaya dengan apa yang di dengarnya nanti. Ternyata ini maksud dari permintaan Al.


...*****...

__ADS_1


👉Next part


__ADS_2