Terjebak Cinta Mantan

Terjebak Cinta Mantan
Bab 76 Menunggu Bos


__ADS_3

Icha terus mengembung kempiskan pipinya dengan sesekali memanyunkan bibirnya. Al yang baru datang setelah tadi berbincang dengan Kevin dibuat tertegun dengan apa yang dilakukan istrinya.


"Serius sekali, sebenarnya apa yang sedang dilakukannya?" gumam Al


Perlahan Al bejalan mendekat ke arah meja Icha, dengan sedikit melongokan kepalanya dia melihat apa yang sedang dilakukan oleh istrinya, 'pantas saja dia terlihat serius ternyata sedang main mobile legend' pikir Al.


"Apa tugas sekertaris itu bermain game?" sarkas Al


"Eh Pak Al, sayang kamu sudah datang," ucap Icha gugup


"Sudah sedari tadi disaat kamu membabat habis musuhmu," ucap Al datar


"Aku kan bete nungguin kamu, lama banget sih ngobrolnya," cebik Icha


"Kevin ada perlu sama aku, gak sampai tiga puluh menit kho ngobrolnya," jelas Al


"Pasti kamu lagi ngomongin cewek ya! Pantas saja aku gak boleh tahu, sampai di usir pergi segala." Icha mulai melakukan serangan balik.


"Nggak kho, itu Kevin lagi curhat." Lagi-lagi Al berusaha menjelaskan.


"Palingan juga ada cewek yang nanyain kamu lewat Kevin terus karena takut aku cemburu kalian ngobrolnya main rahasia-rahasiaan," tebak Icha memojokkan Al.


"Nggak sayang, beneran tadi Kevin minta diantar sama aku buat lamaran." Akhirnya Al keceplosan karena takut dicurigai oleh Icha.


"Serangan balikku berhasil, Icha di lawan!!" kekeh Icha dalam hati


"Apa? Kevin mau ngelamar? Emang ada yang mau sama dia? Pemaksa gitu gak jauh beda sama bosnya," cerocos Icha


"Ayo ikut aku!" ujar Al seraya menarik tangan Icha agar mengikutinya masuk ke dalam ruangannya.


"Yah alamat dapat hukuman nih dari pak bos," ringis Icha dalam hati


Al terus membawa Icha masuk ke dalam kamar pribadinya. Setelah pintu kamarnya terkunci otomatis, Al segera mendorong Icha ke daun pintu dan mengunci pergerakannya dengan menopang satu tangannya di samping kepala Icha.


"Sudah berani mempermainkanku, hmmm ...." bisik Al tepat di telinga Icha, sehingga hembusan napasnya yang beraroma mint itu menyapa lembut daun telinga Icha yang membuatnya menjadi meremang.


"Ma-ma-mana ada Al," ucap Icha gugup


"Yakin??" tanya Al dengan menatap lekat Icha.


Jantung Icha berdegup dengan kencang, meski mereka sudah sering melakukan hubungan suami istri tapi disaat-saat seperti ini debaran itu selalu berdetak lebih cepat.


Tidak berbeda jauh dengan Icha, Al pun merasakan jantungnya berdetak lebih cepat dari biasanya. Tanpa menunggu lama Al langsung meraup candunya dengan begitu bersemangat membuat Icha menjadi kewalahan dengan permainan Al.


Tanpa melepaskan pagutannya, Al langsung membopong Icha seperti kanguru dan membawanya ke ranjang king size miliknya.

__ADS_1


Perlahan Al merebahkan tubuh Icha yang berada dalam gendongannya. Setelah mendarat sempurna, Al langsung mengungkungnya melanjutkan aksinya yang terhenti sesaat. Hingga terjadilah apa yang sangat diinginkan oleh sepasang insan yang sudah diselimuti kabut gairah.


***


Kevin hanya menghembuskan napasnya kasar, sudah hampir satu jam dia menunggu di ruangan Al, untung saja tadi Oryza dan Farish datang karena ada perlu dengan Al. Jadinya dia tidak sendiri menunggu Al yang sedang berada di kamar pribadinya.


Terlihat Al keluar dari kamar pribadinya dengan wajah yang segar, kemeja yang belum semua dikancingkan, rambut acak-acakan dan setengah basah.


Imel, sekretaris Farish dibuat melongo melihat penampilan bos besarnya yang membuat hasratnya bergejolak. Apalagi tanpa sengaja dia melihat ada warna merah di dada Al.


"Sedang apa kalian di sini?" tanya Al heran melihat begitu banyak orang di ruangannya.


"Tentu saja menunggumu Bos," jawab Kevin


"Siapa yang mengijinkan kalian masuk ke ruanganku," tanya Al lagi dengan nada datar.


"Itu aku...." Sebelum Kevin menyelesaikan ucapannya, Al langsung memotongnya.


"Aku tidak butuh pembelaan dari kesalahan yang sengaja kamu lakukan," potong Al. "Kali ini aku maafkan, tapi tidak lain kali." lanjutnya.


"Untung sahabat, jadi aku bisa ngerti dengan sikapnya," bisik hati Kevin


Tak ada yang berani angkat bicara setelah Al mengatakan sebuah ultimatum. Semuanya terdiam dengan pikirannya masing-masing.


Sementara itu Al langsung menghubungi Aisha, menyuruhnya membeli baju untuk Icha.


"Sayang, sekalian beliin jus alpukat ya!" teriak Icha yang tidak menyadari kalau di ruangan Al sedang ada orang lain selain mereka berdua.


"Icha!" panggil Farish


" Loh Kakak, kho ada di sini?" tanya Icha heran seraya mendekat ke arah Farish ingin memeluk kakaknya.


"Iya, Kakak di pindah ke sini," jelas Farish yang juga berdiri dan berniat akan menyambut pelukan Icha.


Namun langkah kakinya terhenti saat Al langsung berdiri di depan Icha.


"Cha masuk ke dalam!" suruh Al


"Kenapa? Aku kangen sama Kakak," rengek Icha


"Aku bilang masuk ke dalam! Lihat penampilan kamu," tunjuk Al


Icha yang menyadari penampilannya hanya memakai wardrobe saja, akhirnya mengikuti apa yang Al katakan seraya menggerutu.


" Lagian salah siapa coba? Kenapa gak sabaran sampai robekin baju aku," gerutu Icha seraya kembali masuk ke dalam

__ADS_1


Farish yang mematung di tempatnya karena tidak jadi memeluk adik kesayangannya,hanya bisa menggerutu di dalam hati.


"Punya adik ipar kho kaya gini amat,masa peluk adik kandung saja gak diijinkan," gerutu Farish dalam hati


"Pak Farish, tolong bilang sama sekertaris anda, tidak perlu melihatku seperti itu, kalau masih ingin bekerja di Putra grup." Peringatan Al pada Imel sekertaris Farish.


"Baik Pak!" jawab Farish


Tak lama kemudian, terdengar suara pintu di ketuk dari luar.


"Masuk!" suruh Al


Aisha masuk dengan membawa paper bag di tangan kirinya dan jus di tangan kanannya.


"Ini Pak, pesanannya!" ujar Aisha seraya menyerahkan barang yang di bawanya kepada Al.


"Terima kasih!" ucap Al kemudian kembali masuk ke dalam kamar pribadinya.


Aisha mengedarkan pandangannya, melihat wajah-wajah tegang di sana.


"Kalian kenapa pada tegang begitu?" tanya Aisha


"Biasalah Sha, sepupumu itu sedang dalam mode singa," jelas Oryza


"Kalian sih susah dibilangin, rasakan sendiri akibatnya," sarkas Aisha lalu beranjak pergi


"Selanjutnya kita harus bagaimana Pak Kevin? Tunggu di sini apa di luar?" tanya Farish


"Kita tunggu di luar saja, daripada singanya ngamuk," saran Kevin


Setelah sepakat untuk menunggu di luar, akhirnya Kevin, Oryza, Farish dan Imel segera beranjak pergi. Namun langkah kakinya terhenti saat terdengar suara datar itu bertanya.


"Kalian mau kemana? Bukannya sedari tadi menungguku karena ada perlu?" tanya Al datar


"Udah selesai Bos?" Bukannya menjawab, Kevin malah balik bertanya


"Maksudmu?" tanya Al


"Urusan Bos di kamar apa sudah selesai? Kalau belum, kita akan menunggu di luar." Jelas Kevin


"Oh gitu, bagus kalau kalian mengerti keadaan." Ujar Al


...*****...


...Jangan lupa untuk like comment vote rate gift dan masuki favorite juga ya!...

__ADS_1


...Terima Kasih!...


👉Next part


__ADS_2