Terjebak Cinta Mantan

Terjebak Cinta Mantan
Bab 75 Ingin Melamar


__ADS_3

Seminggu sudah berlalu, kondisi Kalisa sudah membaik. Kini dia berada di Bandara Internasional sedang menyeret koper di tangan kirinya, sedangkan tangan kanannya menggandeng tangan Kakeknya.


Dengan sisa uang penjualan pulau, Tuan Satya berencana akan menetap di London dan membuka usaha di sana, tentu tanpa sepengetahuan Raka putranya. Dia hanya ingin memberi pelajaran, saat ayah dan putrinya pergi, apa yang akan Raka lakukan.


Flashback on


Dua hari sebelum keberangkatannya, Tuan Satya mendatangi Tuan Ardi untuk berpamitan.


"Ardi, Aku titip Raka padamu. Kalau dia menghadapi kesulitan, tolong bantu dia." Pinta Tuan Satya.


" Kamu jangan khawatir Satya! Aku pasti akan menjaganya!" Tuan Ardi pun meyakinkan Tuan Satya


"Terima kasih!" ucap Tuan Satya


"Satya, kali ini tolong jangan menolak! Tinggallah di rumahku yang ada di sana, agar nanti aku tidak susah mencarimu saat ingin bertemu." Mohon Tuan Ardi


Tuan Satya menghembuskan napasnya pelan, sebelum akhirnya dia menjawab permintaan Ardi sahabatnya.


"Baiklah! Tapi kamu harus berjanji, akan selalu mengunjungiku," pinta Tuan Satya


" Kamu jangan khawatir, aku pasti akan sering mengunjungimu," ucap Tuan Ardi


Flashback off


***


"Sayang, sudah siap belum?" tanya Al saat akan berangkat kerja.


Semenjak Kalisa sakit dan mengundurkan diri, Icha kembali bekerja sebagai sekertaris Al bersama dengan Aisha.


Sudah menjadi kebiasaan, setiap pagi Al dan Icha pasti mengantar Dika dulu ke sekolah, barulah mereka berangkat ke kantor.


"Mama, nanti pulangnya aku main ke rumah Arkana dulu ya! Nanti Mama sama Papa jemput saja sepulang dari kantor." Ijin Dika pada Icha dan Al.


"Ya udah, tapi jangan ngerepotin keluarga Arkana ya!" pesan Icha.


"Enggak kho Mah! Nanti hari Sabtu juga Dika diajak ikut menginap di villa keluarga Wijaya, katanya mau ngadain ulang tahun Kakek WIjaya di sana. Apa Dika boleh ikut Mah, Pah?" Lagi-lagi DIka meminta ijin untuk ikut acara keluarga temannya.


"Kho kamu betah banget di sana, sayang?" Bukannya menjawab, Icha malah balik bertanya.


"Soalnya di sana, Dika banyak temannya. Kalau di rumah kan hanya Dika sendiri. Mama sama Papa sibuk kerja," ungkap Dika


"Wah Dika ngode tuh Mah, ingin punya adek," goda Al


"Boleh tuh Pah! Kalau punya adek, pasti Dika bakal jagain Mah," ucap Dika menyakinkan

__ADS_1


Icha hanya diam tak menjawab apa-apa dengan apa yang dibicarakan oleh Al dan Dika.


"Gimana mau punya ade, kalau aku selalu minum pil penunda kehamilan," batin Icha


"Mama kho diam saja, apa belum siap memberi Dika adek?" tegur Al


"Bukan begitu maksudku. Mungkin Allah belum percaya sama aku," ucap Icha


Al langsung menghentikan mobilnya, saat sudah sampai di depan gerbang sekolah DIka.


"Mama, Papa, Dika belajar dulu ya!" pamit Dika seraya mencium punggung tangan Al dan Icha.


"Iya sayang, belajar yang pinter ya," pesan Icha seraya mencium kedua pipi Dika, dilanjut kening dan terakhir pucuk kepala Dika.


Begitupun dengan Al yang selalu mencium kening dan pucuk kepala Dika.


"Assalamu'alaikum," ucap Dika sebelum keluar dari mobil


"Wa'alaikumsalam." Kompak Icha dan Al


Terlihat Dika langsung menghampiri temannya yang sedari tadi sudah menunggunya. Sebelum mereka masuk ke gerbang sekolah, terlebih dahulu melambaikan tanganya ke arah Icha dan Al yang memperhatikanya di dalam mobil dengan jendela terbuka.


Setelah memastikan Dika masuk ke dalam area sekolah, Al segera melajukan mobilnya menuju kantor.


"Sayang, kalau Dika jadi ikut ke villa, kita kencan yuk!" ajak Al


"Itu bukan kencan sayang, tapi sedang bercnta." jelas Al. "Gimana kalau kita nonton aja! Belum pernah kan, Cha? Kita nonton berdua aja, biar gak ada yang ganggu," lanjutnya.


"Boleh deh!" ujar Icha


Mobil sudah memasuki basemen perusahaan, Icha pun bersiap-siap untuk turun. Saat mobil sudah rapi terparkir, dengan segera Icha pun akan membuka handle pintu. Namun pergerakannya terhenti saat tangan Al mencekal tangannya.


"Nanti dulu, Cha!" ujar Al


"Kenapa?" tanya Icha bingung


"Aku belum mendapatkan nutrisiku." Selesai bicara, Al segera meraup candunya mengekplore tiap sudut rongga mulut hingga pertukaran saliva pun tidak terelakan lagi.


Tok tok tok


Terdengar jendela mobil ada yang mengetuk dari luar sehingga Al pun langsung melepaskan pagutannya. Diraihnya tissu yang selalu tersedia di dalam mobil, dengan segera Al dan Icha membersihkan bibirnya yang terlihat basah. Setelah semuanya terlihat rapi, Al pun langsung keluar dari mobil yang diikuti oleh Icha.


"Kenapa Vin? Gangguin orang aja!" Semprot Al pada Kevin


"Aku mau minta tolong Al, tapi bisakah kita bicara hanya berdua saja?" tutur Kevin.

__ADS_1


"Kenapa gak di dalam saja kalau memang ada yang penting?" tanya Al heran.


"Di ruanganmu ada CCTV, aku gak mau ada orang lain yang tahu selain aku dan kamu," ungkapnya


"Baiklah! Kamu ingin bicara di mana?" tanya Al kemudian.


"Di mobil kamu aja, kan mobilmu dipasang peredam," ucap Kevin, "Cha, kamu duluan aja ke dalamnya, Al aku pinjam dulu sebentar," suruhnya.


Setelah berpamitan pada Al, Icha langsung pergi meninggalkan dua sahabat yang tidak ingin diganggu acaranya.


"Ada apa?" tanya Al to the point saat Icha sudah tidak terlihat lagi.


"Aku mau minta tolong kamu buat temenin aku melamar gadis," jawab Kevin


"Emang kamu udah punya pacar lagi? Bukannya Monic masih ngejar kamu?" Bukannya menyetujui, Al malah balik bertanya


"Dia udah nyerah, semenjak di kafe itu," tutur Kevin


"Oh! Terus gadis mana yang ingin kamu lamar? Apa Vio? Bukannya kamu dulu menolak cintanya?" tanya Al bertubi-tubi


"Aku menolak dia kan dulu Al, sekarang pikiranku sudah terbuka. Vio jauh lebih baik dari Monica," tutur Kevin


"Bukan karena Vio masih perawan kan?" tebak Al


"Kamu suka bener kalau nebak Al, tapi bukan hanya itu sih. Yang jelas Vio gak membagi cintanya buat cowok lain," jelas Kevin


"Oke aku akan antar kamu, tapi kenapa kamu gak ngajak Tante?" tanya Al heran


"Aku takut di tolak, nanti mamih darah tingginya bisa kumat kalau tahu lamaran anak gantengnya ditolak," jelas Kevin


"Ck! Gantengan juga aku Vin," decih Al


"Jadi gimana? Bisa gak anterin?" tanya Kevin memastikan


"Bisa, nanti malam Jum'at kita melamar Vio," ucap Al


"Kho malam Jum'at sih Al? Kenapa gak malam Minggu aja," protes Kevin


"Aku bisanya malam Jum'at, karena malam Sabtu harus menghadiri undangan pesta dari klien, sedangkan malam Minggu, aku ada acara penting," jelas Al


"Enak saja acara kencanku harus batal karena acara lamaran dadakan itu," gerutu Al dalam hati


"Ya udah deh, asal kamu mengantarku malam Jum'at pun jadi." Akhirnya Kevin hanya bisa pasrah menerima keputusan Al.


...*****...

__ADS_1


...Jangan pernah bosan untuk terus mendukung Author ya!...


👉Next part


__ADS_2