
"Oh gitu, Bagus kalau kalian mengerti keadaan," ujar Al datar
"Tentu saja Bos! Karena aku penasihat handalmu." Bangga Kevin dengan membusungkan dadanya
"Cih! Penasihat tapi tidak bisa menaklukkannya," decih Oryza pelan yang hanya bisa di dengar oleh Kevin.
"Memangnya kamu bisa?" bisik Kevin
"Nggak sih, hanya Icha sepertinya yang bisa." Oryza pun kembali berbisik pada Kevin.
"Apa yang kalian bicarakan?" selidik Al
"Tidak Pak Bos! Katanya Oryza ingin segera kawin seperti sepupunya," celetuk Kevin yang langsung mendapat pelototan dari Oryza.
"Kalian boleh kembali duduk di tempat duduk yang tadi kalian tempati," suruh Al
Seperti kerbau dicocok hidung, Kevin, Oryza, Farish dan Imel menurut saja kembali duduk ke tempat yang tadi mereka duduki.
Tak berselang lama kemudian, Icha keluar dari kamar pribadi Al sudah rapi dengan pakaian yang tadi dibawa ke oleh Aisha.
"Eh masih pada di sini," ucap Icha kikuk. "Sayang, aku kembali ke tempatku dulu ya!" pamitnya seraya mendelik pada Imel karena terus menatap penuh minat pada Al.
Saat sampai di meja kerjanya, terlihat Aisha yang sibuk mengetik di iPad sedang menyusun ulang jadwal Al yang tadi molor karena kegiatan panas Al di pagi hari.
"Sibuk ya, Sha?" tanya Icha
"Hmm ...." jawab Isha singkat
"Sha, aku minta maaf ya! Kamu jadi repot sendiri," ucap Icha
Mendengar permintaan maaf Icha, Aisha pun menghentikan pekerjaannya sebentar.
"Jangan merasa gak enak sama aku, Cha! Aku gak papa! Aku hanya merasa kesal saja sama Al, memangnya dia tidak bisa menahannya dan melakukannya di rumah saja." ungkap Aisha
"Kalau itu aku...." Icha langsung menghentikan ucapannya saat Aisha memotongnya.
"Aku senang Al sedikit demi sedikit kembali seperti Al yang dulu ku kenal, setelah dia kembali bersamamu. Hanya saja kenapa Al bisa sebucin itu sama kamu, Cha? Apa kamu guna-gunain dia?" kelakar Aisha
"Kamu mah sama aja sama sepupumu itu, nuduhnya yang enggak-enggak, coba kalau nuduh itu yang iya-iya kek," sungut Icha cemberut dengan candaan Aisha.
Saat mereka sedang asyik dengan candaan recehnya, terlihat pintu ruangan Al terbuka menampilkan sosok seksi dengan body aduhai seperti gitar Spanyol.
"Aku diminta mengambil berkas yang tadi, Sha," ucap Imel saat sudah sampai di meja Aisha.
"Oh, sebentar aku cari dulu!" sahut Aisha
Imel melihat ke arah Icha yang sedang asyik dengan pekerjaannya meski diselingi dengan obrolan dan candaan bersama Aisha.
__ADS_1
"Aku gak nyangka ternyata sekertaris bos suka buka kamar," sindir Imel
"Maksudnya?" tanya Icha tidak mengerti
"Cih! Pura-pura gak ngerti, tadi satu jam ngapain aja coba di kamar berdua selain unboxing," cibir Imel
"Kenapa? Ngiri? Kasian hidupmu tidak akan tenang jika hatimu penuh iri dan dengki," sarkas Icha
Aisha yang baru selesai mengambil berkas yang tadi sudah disimpannya, merasa heran melihat wajah tegang Imel, padahal tadi terlihat begitu ramah padanya. Lalu dilihatnya Icha yang terlihat cemberut.
"Ada apa dengan kalian?" tanya Aisha
"Gak ada apa-apa! Sha, kalau aku minta Al buat pecat karyawannya yang tidak aku sukai, Kira-kira dikabulin gak?" tanya Icha dengan sudut matanya melirik Imel
"Jangankan diminta, gak dimintapun kalau Al tahu orang itu nyakitin kamu pasti dia pecat," jawab Aisha
"Jangankan kamu orang yang sangat dicintainya, mainannya ada yang rusakin dia suka marah besar. Aku aja yang gak sengaja rusakin mobil remotenya, pernah kena marah dia," batin Aisha
Glek
Imel langsung menelan ludahnya kasar saat mendengar penjelasan Aisha. Bisa bahaya posisinya kalau sampai bos besarnya tahu, dia sudah ngusik simpanannya, pikir Imel.
***
Matahari sudah berada di puncak kepala, waktu sudah menunjukkan jam makan siang.
Icha, Vio dan Kia sepakat untuk makan di cafe seberang kantor dengan Icha menunggu di lobby agar berangkat bersama.
"Icha kan?" tanya seseorang saat Icha sedang menunggu kedua sahabatnya.
"Iya, loh bukannya kamu Dito?!!" tanya Icha kaget
"Syukurlah kamu masih ingat sama aku," ucap Dito
"Kamu kerja di sini Dit? Kho baru kelihatan?!" tanya Icha heran pada teman kecilnya
Icha dan Dito berteman sedari kecil karena memang rumah mereka bertetangga sama seperti dengan Abizar, hanya saja Icha tidak terlalu dekat Dito.
"Iya, aku bagian engineering," jawab Dito
Terlihat dua orang gadis cantik mendekat ke arah Icha yang sedang asyik ngobrol dengan Dito teman kecilnya.
"Dit, kenalin ini sahabat aku. Yang kanan Vio dan yang kiri Kia," ucap Icha
Setelah cukup berkenalan dan berbasa-basi, Icha, Vio dan Kia pun melanjutkan tujuan awalnya untuk makan siang bersama kedua sahabatnya.
Sesampainya di sana,mereka langsung memilih tempat yang dekat dengan jendela biar sekalian cuci mata melihat kendaraan yang hilir mudik.
__ADS_1
"Cha, apa kabarnya Dika? Aku kaget lho waktu diceritain oleh kak Violet soal Dika. Aku gak nyangka Pak Bos yang terlihat sempurna itu ternyata ada sisi jeleknya yang sangat jelek," ungkap Vio
"Namanya juga manusia Vio, no body is perfect," jawab Icha sendu
"Udahlah Vio! Jangan ungkit lagi masa lalu, kita ke sini kan buat makan," kata Kia mengingatkan.
"Akh iya, sorry ya Cha!" ujar Vio
"Gak papa kali Vio. Kamu kan udah ghibahin aku sama kak Violet berarti nanti aku ambil pahala kalian ya!" canda Icha
"Yah, sudah gak punya pahala yang banyak mau diambil Icha lagi, yang ada aku tinggal nanggung dosanya aja," melas Vio
"Makanya jangan suka ghibahin orang, rugi sendiri kan!" ujar Kia
"Kayak gak pernah ghibahin orang aja," cibir Vio
"Hehehe....Sering aku." Jujur Kia cengengesan.
"Gak papa sih kalau kita ngomongin kebaikan orang, asal jangan keseringan ngomongin keburukan orang lain. Takut kena karma!" ujar Icha dengan suara yang dibuat horor.
"Udahlah, Cha! Jangan nakutin donk, soalnya aku sering bergosip ria dengan kak Violet," aku Vio.
Melihat ekspresi Vio yang melas membuat Kia dan Icha langsung cekikikan menertawakan ketakutan Vio. Namun tawa mereka terhenti saat pesanannya datang.
"Makasih ya, Mbak!" kompak ketiganya pada waitress.
Tak ada yang berbicara, saat ketiganya sedang menikmati hidangan yang tersaji di depannya, hingga tiba-tiba Icha membuka suara di sela-sela makannya ketika sudah habis setengahnya.
Icha minum terlebih dahulu sebelum dia mengajak ngobrol kedua sahabatnya.
"Oh iya, aku hampir saja lupa. Tadi Al bilang Kevin ngajak dia buat melamar kamu Vio," tutur Icha
Uhuk uhuk
Vio langsung tersedak saat mendengar apa yang Icha katakan. Icha pun langsung memberi air minum pada Vio sedangkan Kia menepuk-nepuk punggungnya.
"Kamu sih, bawa berita yang bikin orang tersedak," tuduh Kia pada Icha
"Ya maaf, Vio! Aku kira kamu tidak akan tersedak," sesal Icha
...*****...
...Selalu dukung Author ya kawan!...
...Like comment gift vote rate membuat Author semangat untuk terus berkarya....
...Terima kasih!...
__ADS_1
👉Next part