
Ting tong ting tong
Terdengar bunyi bel apartement berbunyi berkali-kali, Al dan Icha yang sedang bergelut lidah pun segera saling melepaskan.
"Ganggu aja!" rutuk Al
Icha hanya tersenyum melihat kekesalan Al, sungguh Icha kini benar-benar jatuh dengan pesona seorang Aldrich Marchdika Putra. Orang yang sangat ingin dilupakannya, kini mulai menghiasi lagi relung hatinya.
"Mungkin itu kang deliv Al, bukannya kamu pesan makanan?" sahut Icha
"Akh iya aku lupa, kamu kan belum makan malam" ucap Al seraya menepuk jidatnya.
Al pun bangun dari duduknya dan segera menuju ke pintu. Benar saja kang deliv sudah menunggu di depan pintu apartementnya. Setelah berbasa-basi dan memberikan uang tips, Al pun segera menuju ke meja makan.
Icha sudah menyiapkan piring dan sendok untuk mereka makan. Namun Al menyimpannya hanya memakai satu piring untuk mereka makan.
"Kenapa piringnya disimpan lagi Al?" tanya Icha heran
"Satu juga cukup, bukannya kita sering menghabiskan bekal makananmu berdua" ucap Al
"Ck! Masih saja ingat" dengus Icha
"Semua yang pernah kita lakukan saat masih pakai seragam putih abu dulu, tersimpan dalam memoriku seperti tayangan film yang bisa ku putar berkali-kali" ucap Al
"Emang kamu cinta sama aku Al?" tanya Icha
Al yang sedang membuka makanan untuk disimpannya dalam piring langsung menghentikan gerakannya. 'Apa aku belum pernah mengatakan cinta pada Icha sehingga dia berpikir begitu' pikir Al.
"Kalau aku tidak cinta sama kamu, mana mungkin aku melakukan hal sejauh itu, Cha" tutur Al. "Ayo kita makan" lanjutnya.
Hari yang melelahkan dan menguras pikiran pun berakhir dengan makan malam berdua dengan diselingi oleh canda tawa.
***
Keesokan harinya, Icha sudah siap dengan baju kerjanya begitupun dengan Dika dengan seragam sekolahnya.
Kini Icha, Dika dan Bu Mira sedang menikmati sarapan paginya.
"Kakak, kenapa semalam pulangnya malam sekali? Dika kan mau belajar sama Kakak" keluh Dika dengan wajah ditekul
"Maaf ya Dek, semalam Kakak pulangnya malam habis ketemu klien di luar kota" jelas Icha
"Oh iya Cha, kemaren ada yang nyariin, katanya Kakak kamu" terang Bu Mira
"Iya Tan, Icha ketemu di lobby dengan Kak Farish" tutur Icha
"Syukurlah kalau kalian sempat bertemu, Tante senang mendengarnya" ucap Bu Mira
__ADS_1
"Oh iya Tan, nanti Tante ikut ya ke acara nikahan Kak Farish. Acaranya hari minggu ini" ucap Icha
"Iya Cha, In sya Allah Tante datang" ucap Bu Mira
"Dika diajak gak Kak?" tanya Dika dengan muka melas
"Tentu saja diajak anak gantengnya Kak Icha" ucap Icha
"Horreee.... Dika mau kondangan" sorak Dika senang
Icha hanya mengusak rambut Dika gemas, dia tidak menyangka di usianya yang baru 24 tahun sudah memiliki anak sebesar ini. Beruntung dulu dia bertemu dengan Bu Mira dan Pak Bagas. Meski jauh dari orang tuanya tapi Icha tidak kekurangan kasih sayang karena Pak Bagas dan Bu Mira sangat menyayangi Icha seperti anaknya sendiri.
"Icha berangkat duluan ya Tan" pamit Icha seraya mencium punggung tangan kanan Bu Mira
"Iya hati-hati di jalan Cha" pesan Bu Mira, "Dika biar berangkat sama Tante aja, sekalian ke toko" lanjutnya.
"Kakak berangkat dulu ya sayang" pamit Icha pada Dika seraya mencium pipi Dika bergantian.
Saat Icha membuka pintu apartementnya, ternyata Al juga baru keluar dari apartementnya.
"Dika udah berangkat belum?" tanya Al
"Belum" jawab Icha
"Tunggu sebentar ya! Aku ketemu Dika dulu" pinta Al
Setelah Al berpamitan pada Dika dan Bu Mira, Al langsung mengajak Icha untuk berangkat bareng ke kantor.
"Cha, nanti siang kita ke butik ya! Aku akan kosongkan jadwalku jam 11 nanti. Bukankah Dika pulang sekolah jam 11 siang" ucap Al saat mereka berada dalam perjalanan ke kantor.
"Tapi hari ini ada meetting dengan klien dari PT. Angkasa Raya" elak Icha
"Biar Abizar yang tangani. Aku gak mau tahu, pokoknya jam 11 kamu harus ikut sama Aku ke butik" tegas Al
"Baiklah Tuan Pemaksa, titahmu adalah tugasku" cebik Icha
"Udah bisa meledeku sekarang, mau kuhukum?" gertak Al
"Nggak Pak CEO ampun!" mohon Icha dengan menangkupkan kedua tangannya di dada
Al hanya mengusak kepala Icha gemas dengan tersenyum smirk.
"Baiklah ku ampuni, tapi ada syaratnya" ucap Al
"Hahhh! Kho ada syaratnya" tanya Icha
"Syaratnya mudah kho! Kamu hanya harus mencium pipiku setiap pagi sebelum kerja" ucap Al
__ADS_1
"Itu sih kamu curi kesempatan" cebik Icha
Obrolan mereka pun terhenti karena mobil sudah sampai basement sehingga Icha buru-buru turun agar tidak diketahui oleh karyawan lain. Namun serapi-rapinya menyimpan bangkai pasti baunya akan tercium juga.
Oryza yang baru saja memarkiran mobilnya, tak sengaja melihat Icha keluar dari mobil Al.
"Berarti benar gosip yang beredar di grup karyawan, Icha menjadi simpanan Al" gumam Oryza.
Setelah Icha masuk ke dalam lift, barulah Oryza keluar untuk menemui Al yang juga baru keluar dari mobilnya.
"Al, ada hal yang ingin aku omongin sama kamu. Tapi sebaiknya kita bicara di ruanganmu saja" ucap Oryza
"Oke! Ayo!" sahut Al
Al dan Oryza pun berjalan beriringan menuju ke ruangan Al.
Sesampainya di sana, tanpa basa-basi lagi Oryza langsung menanyakan apa yang ingin diketahuinya.
"Al, apa benar Icha simpananmu?" tanya Oryza
"Siapa yang bilang?" bukannya menjawab, Al malah balik bertanya.
"Beredar gosip di antara karyawan kalau Icha menjadi simpanan CEO baru" jelas Oryza
"Icha bukan simpananku tapi dia calon istriku" jelas Al
"Kamu serius Al? Lalu bagaimana dengan Kalisa?" tanya Oryza
"Dari awal juga aku sudah menolak perjodohanku dengan Kalisa tapi Kakek yang terus memaksaku untuk menerimanya" jelas Al
"Ah iya aku lupa, aku pernah melihat Kalisa bersama bule di club Star beberapa hari yang lalu" tutur Oryza
"Apa kamu punya videonya?" tanya Al
"Untuk apa aku bikin video Kalisa, gak penting banget Al" tukas Oryza
Al terdiam sejenak sebelum akhirnya di angkat suara.
"Oke! Sekarang aku kasih kamu tugas untuk cari tahu siapa bule yang bersama Kalisa, videoin juga kalau kamu bertemu Kalisa di club" perintah Al
"Gampang Al, asal ada bayarannya aja" seru Oryza
"Ck! Punya sepupu sudah matre, perhitungan pula" Al hanya menggeleng-gelengkana kepalanya dengan sikap Oryza.
"Karena hidup itu butuh makan bos, aku harus banyak nabung untuk anak dan istriku nanti" ucap Oryza
...*****...
__ADS_1
👉Next part