
Allana langsung mengangkat kepalanya mendengar ada yang memanggil namanya. Matanya dan mata Dika bertemu setelah berbulan-bulan mereka tidak saling menyapa. Ada sorot kerinduan dari kedua mata remaja yang saling memendam rasa. Namun, Dika langsung memutuskan pandangannya saat dia teringat dengan tekadnya untuk melepaskan perasaannya pada Allana. Perlahan dia mendekat pada mantan kekasih hatinya itu.
"Apa kabar, Lana? Aku tidak menyangka, kita akan bertemu di saat aku akan pergi. Aku senang, kamu baik-baik saja setelah lama kita tidak bertemu." Dengan suara yang bergetar, Dika menjulurkan tangannya mengajak Allana untuk bersalaman.
Perlahan tangan Allana menyambut uluran tangan Dika yang mengajaknya bersalaman. Matanya seperti terhipnotis untuk terus menatap wajah tampan mantan pacarnya itu.
Satu menit
Dua menit
Tiga menit
Tatapan mata keduanya terus beradu dengan tangan yang saling berjabatan. Sampai ada seseorang yang menyadarkan kalau di sana tidak hanya mereka berdua.
"Sudah salamannya, lama banget! Kalau kalian masih saling cinta, kenapa gak balikan aja?" Elvano langsung melepaskan tangan yang saling berjabatan itu.
"El, jangan rese deh!" tegur Joen.
Elvano hanya cengengesan mendengar apa yang dikatakan oleh Joen. Si kutub Utara itu jarang bersuara, kalau dia sudah bersuara berarti memang ada yang kurang srek di hatinya.
Terdengar dari jauh suara pengumuman kalau keberangkatan ke Jerman tinggal lima menit lagi.
"Attention, please. This is the final boarding call for passengers JS Airlines Flight 943 to Germany, boarding at gate A-3. The final checks are to be finished and the doors of the aircraft are to close in approximately five minutes time. Thank you."
(Mohon perhatian. Ini adalah panggilan boarding terakhir untuk para penumpang Maskapai JS penerbangan 943 tujuan Jerman, boarding di gerbang A-3. Pemeriksaan terakhir akan selesai dan pintu pesawat akan ditutup dalam waktu sekitar lima menit. Terima kasih)
Dika langsung berpamitan pada semua keluarganya dan keluarga Allana. Terakhir dia menghampiri Allana yang masih terpaku di tempatnya.
"Lana, selamat tinggal! Semoga mimpimu dapat terwujud." Dika langsung berbalik pergi setelah mengucapkan salam perpisahan.
Allana masih diam di tempatnya, sedikit pun dia tidak mengeluarkan suaranya. Sampai Dika sudah menjauh, barulah dia mengejarnya.
"Dika tunggu!!!" teriak Allana.
Mendengar Allana memanggil namanya, Dika langsung menghentikan langkahnya hingga ada seseorang yang menubruknya dari belakang dan langsung melingkarkan tangan mungilnya di perut sixpack remaja tujuh belas tahun itu. "Maafkan aku, Dika! Tolong, jangan membenciku!"
Dika mencoba melepaskan tangan Allana yang melingkar di perutnya. Dia ingin berbalik dan memeluk tubuh gadis yang mampu memporak-porandakan hatinya. Namun Allana segera mencegahnya.
"Jangan berbalik! Kamu akan terasa berat untuk pergi, raihlah mimpimu dan aku pun akan meraih mimpiku. Selamat tinggal, Dika!" Allana langsung melepaskan pelukannya dan membiarkan Dika untuk pergi.
__ADS_1
***
Selepas kepergian Dika, hari-hari Allana sibukkan dengan belajar. Dia merasa sendiri karena orang-orang yang disayanginya pergi. Bahkan Arabella pun pergi tanpa kabar membuat dia menjadi bertanya-tanya. Setiap kali menanyakan kepada keluarganya, pasti jawabannya muter-muter seperti komidi putar.
Setiap kali Allana merasa kesepian, dia pasti akan pergi ke tebing pantai tempat dulu bersama dengan Dika. Dia menatap jauh ke laut lepas, berharap kesunyian hatinya akan terobati.
Dulu aku sangat tidak menyukainya, entah kenapa aku merasa sangat kehilangan saat dia sudah tidak ada di sisiku.
Dika, maafkan aku! Mungkin aku terlambat menyadari perasaanku. Selama ini aku selalu berpikir kalau orang yang aku cintai Om Zyan, tapi ternyata perasaanku padanya hanya sebuah kekaguman. Hatiku tidak sesakit ini saat melihat Om Zyan bersama wanita lain bahkan melihat dia menikah dengan wanita lain, tapi saat aku melihatmu dengan Kattie, keakraban kalian membuat hatiku terluka dan tidak bisa menerimanya. Dika, mungkinkah aku mencintaimu?
Allana terus bergelut dengan pikirannya, sampai pengawal yang terus memperhatikannya mendekat dan memberi tahu kalau tuannya menyuruh Allana untuk segera pulang.
"Nona, tuan menyuruh untuk segera pulang. Ada hal penting yang harus dibicarakan," ucap Jack menyadarkan lamunan Allana.
Allana menengok ke arah suara lalu dia pun mengangguk mengiyakan.
Sesampainya di rumah, papa dan mamanya sudah menunggu di ruang keluarga bersama dengan Elvano. Muka mereka terlihat serius seperti ada sesuatu yang penting.
"Sayang, duduklah! Ada hal yang harus kita bicarakan." Mitha langsung menggeser duduknya agar Allana duduk di sebelahnya karena Andrea duduk di sofa tunggal begitupun dengan Elvano.
"Ada apa, Mah? Kayaknya serius banget," tanya Allana heran.
"Lana ikut, Mah! Di sini sepi, Lana ingin suasana baru," ucap Allana antusias
"Ya sudah, Lana persiapkan semua yang kamu butuhkan. Nanti Papa akan nyuruh Mark untuk mengurus kuliahmu," ucap Andrea. "El, kamu yakin gak ikut?" tanya Andrea kemudian.
"Nggak Pah! El, mau di sini saja." Elvano kekeh tidak mau ikut orang tuanya pindah hingga akhirnya Andrea pun menyetujui dengan syarat akan ada pengawal 24 jam bersamanya.
***
Lima tahun sudah berlalu, kini semuanya sudah berubah. Tuan Lee Jae Sung, kakeknya Allana sudah tiada saat Allana baru satu tahun tinggal di sana sehingga Andrea memutuskan untuk kembali ke tanah air. Sementara Allana masih betah tinggal di negeri ginseng karena saat dia bosan, dia akan main ke JS entertainment hanya untuk menyapa artis-artis di bawah naungan rumah produksi kakeknya. Allana juga sudah memiliki banyak teman di sana karena Allana yang dulu judes seiring berjalannya waktu berubah menjadi Allana yang ramah. Apalagi sekarang dia sudah menjadi seorang dokter anak. Setelah lima tahun di negeri ginseng, Allana memutuskan untuk kembali ke tanah air.
Berbeda dengan Allana, kini Dika menjadi sosok yang dingin dan pendiam. Apalagi saat dia berhadapan dengan para wanita yang selalu mencari perhatiannya. Dia akan berubah ketus saat berbicara. Seperti sekarang saat akan pulang ke tanah air setelah menyelesaikan studi master-nya, Kattie selalu mengikutinya. Entah siapa yang membocorkan tentang keberadaannya pada gadis itu. Sehari sebelum dia pulang, tiba-tiba Kattie datang ke apartemennya dan memaksa untuk ikut ke tanah air meskipun Dika sudah menolak dan berbicara kasar padanya.
"Kattie, jangan mengikuti terus!" ketus Dika saat mereka turun dari pesawat.
"Bagaimana aku tidak mengikuti kamu, kalau aku ke sini akan berkunjung ke rumah kamu." Kattie tidak peduli dengan semua penolakan Dika. Yang pasti, dia harus mendapatkan pangeran impiannya.
"Merepotkan!" gerutu Dika.
__ADS_1
Kini keduanya sudah sampai di depan rumah Dika setelah menempuh perjalanan yang cukup melelahkan.
"Assalamu'alaikum," ucap Dika saat sudah sampai di depan rumahnya.
"Wa'alaikumsalam," jawab Icha seraya menggendong seorang anak kecil berusia empat tahun yang bernama ELZIO MARCHDIKA PUTRA, yang merupakan putra bungsu Icha.
Dika langsung mencium punggung tangan Icha dan mencium pipi kiri kanan mamanya. Dia sangat merindukan pada wanita yang merupakan cinta pertama. Setelah dia puas menciumi mamanya, Dika pun menyapa adiknya.
"Hai Endut!" sapa Dika pada adiknya.
"Aku gak gendut! Kata papa aku macho." Cebik Elzio yang membuat Dika semakin gemas pada adiknya.
"Abang, kenapa gak bilang kalau mau pulang? Mama kan bisa jemput ke Bandara." Icha menurunkan putranya karena dia terus dicubit pipinya oleh Dika.
"Dika ingin kasih kejutan, tapi ondel-ondel malah ingin ikut," jelas Dika.
"Hai Aunty!" sapa Kattie yang sekarang sudah
menjadi seorang model terkenal di negaranya.
"Hai Kattie, apa kabar?" tanya Icha pada putri sahabat suaminya.
"Aku baik, Aunty! Katanya, papa juga mau menyusul ke sini." Kattie mengulas senyum kemenangan karena meskipun Dika selalu menolaknya, tapi perjodohan keluarga besarnya tidak mungkin dibatalkan.
"Oh ya! Kho papanya Dika gak ada bilang sama Tante, jadinya Tante belum menyiapkan kamar untuk kalian." Icha kaget dengan apa yang dikatakan oleh Kattie. Dia yakin, Philip datang untuk membicarakan perjodohan itu.
"Tidak usah, Aunty! Papa mungkin akan tinggal di hotel saja," terang Kattie.
"Oh, gitu! Ayo masuk ke dalam, kalian istirahat dulu! Pasti capek berjam-jam di pesawat." Icha langsung masuk ke dalam untuk menyuruh Bi Sari mempersiapkan kamar untuk Kattie dan Dika. Sementara Dika terlihat asyik main dengan adiknya. Saat bersama dengan keluarga, Dika pasti berubah menjadi hangat.
Tak berapa lama kemudian, datang kedua adiknya yang baru pulang dari sekolah. Mereka begitu kaget saat melihat ada Abang kesayangannya sedang main dengan Elzio.
"Abang!!!" teriak Zee dan Dave yang langsung menghambur ke dalam pelukan Dika.
"Abang, tau gak? Kak Lana sekarang sudah jadi dokter loh!" seru Zee heboh.
...~Bersambung~...
...Dukung terus Author ya kawan! Jangan lupa klik like, comment, gift, rate, dan favorite....
__ADS_1
...Terima kasih!...