
Meeting kali berjalan sangat alot karena banyaknya permasalahan dalam pembangunan resort di pulau C, hingga saat jam makan siang sudah tiba, meeting pun masih berjalan membuat beberapa peserta meeting menggerutu dalam hati.
Tak jauh berbeda dari peserta meeting, Icha yang setiap saat selalu merasa lapar akhirnya memutuskan untuk pergi makan siang bersama kedua sahabatnya.
๐จ Send to Vio
[Vio, tunggu aku di lobby! Kita makan siang bareng]
Setelah mengirim pesan pada Vio, kini Icha pun mengirim pesan pada Al memberitahu akan makan siang duluan.
๐จSend to My husband Culun
[Sayang, aku makan siang bareng Vio dan Kia di cafe depan. Udah gak kuat laperrrr]
Selesai mengirim pesan pada Al, Icha pun langsung membereskan barangnya dan segera menuju lobby untuk menunggu Vio dan Kia.
Icha asyik menjelajah dunia maya dengan ponsel pintarnya, hingga dia terus bergidik ngeri saat melihat video belatung yang sedang viral. sampai rasanya dia enggan untuk makan, tapi anaknya terus meminta jatah makan.
"Asyik sekali jadi istri CEO. Kerjaannya nangkring di sini, cari mangsa baru ya?" sinis Yura
Mendengar ada yang menyindirnya, Icha pun mendongak melihat ke arah suara.
"Eh kamu Yura, kirain siapa yang ngomongnya pedas seperti bon cabe," sarkas Icha
"Aku tuh heran sama Al, apa sih yang dilihatnya dari kamu. Wajah, penampilan B aja, tapi kho bisa dia pilih kamu." Yura terus melihat Icha dengan pandangan remeh. Dia tidak habis pikir, kenapa Al seorang yang berdarah biru menjatuhkan pilihannya pada wanita biasa-biasa saja yang berasal dari kampung pula.
"Mungkin karena aku cantik, pesonaku seperti Ratu Elizabeth. Makanya Al tergila-gila sama aku." Sombong Icha
Tidak, bukan Icha namanya kalau hanya diam saja saat ada orang yang menghinanya. Dia memang tidak suka mencari masalah tapi dia akan membalas omongan orang yang menghinanya.
"Kamu tahu, kalau bukan karena kamu hamil duluan, mana mungkin Al akan menikahimu."
"Oh begitu ya! Lalu kenapa selama dia nikah sama aku, dia selalu hot di atas ranjang. Pasti kamu belum pernah kan merasakan sentuhan Al yang aduhai. Sampai aku hamil lagi," bisik Icha
"Kamu...." Tangan Yura melayang di udara saat akan mendorong Icha, karena dilihat Al dan yang lain keluar dari lift.
"Kenapa Nona Yura? Sudahlah jangan terlalu memikirkan kehidupan rumah tangga orang lain, lebih baik kamu memikirkan bagaimana dan di mana mencari pasangan hidup. Tapi jangan berpikir jadi pelakor ya, azabnya pedih." cerocos Icha
__ADS_1
Tanpa disadarinya, Al sudah berdiri di belakangnya sedang mengerutkan keningnya. Mencerna apa yang dikatakan oleh istrinya.
"Sayang, katanya mau makan siang bareng Vio. Kenapa masih di sini?" tanya Al lembut seraya mendudukkan bokongnya di samping Icha.
"Aku masih nungguin mereka belum pada turun."
"Ayo ikut kesananya bareng, biar nanti temanmu nyusul," ajak Al
"Ayo sayang, lagian di sini badanku gatal-gatal kayak ada ulet keket." Icha langsung bergelayut manja di tangan kekar Al membuat si empu tangan sangat senang karena istrinya sudah tidak malu-malu lagi bermanja-manja padanya
Tanpa menggubris lagi tatapan remeh dari Yura, Icha melenggang bersama dengan Al.
"Udahlah Yura! Lupakan cinta masa kecilmu, bukannya Oryza lagi dekat denganmu," ucap Kevin seraya menepuk pundak Yura.
"Sebenarnya aku tidak terlalu menginginkan Al semenjak dia menolakku, tapi hatiku tidak ikhlas saat gadis kampung itu yang menjadi istrinya," batin Yura.
Yura berbalik akan pergi ke ruang kerjanya. Namun Oryza yang baru datang langsung mencekalnya untuk ikut makan siang bersamanya.
"Kenapa balik lagi? Ayo ikut bersamaku saja!" ajak Oryza
Tanpa di sadarinya, Kia menatap sendu cekalan tangan itu. Meskipun mulut berkata tidak tapi hatinya tetap tidak bisa dipungkiri kalau dia terluka melihat sikap hangat Oryza pada Yura.
"Hehehe .... Panggilan alam begitu mendesak Vi, sampai aku tidak bisa berpaling lagi." Cengir Kia
Saat sampai di kafe tempat janjian mereka, terlihat Icha yang sudah menunggunya bersama Al dan Kevin. Tak jauh dari meja mereka ada Oryza dan Yura.
Vio dan Kia langsung bergabung dengan Icha hingga Dito datang untuk ikut bergabung.
"Wah kita jadi seperti triple date ya! Dito kamu udah nembak Kia belum?" Ceplos Icha di tengah-tengah acara makan siangnya.
"Masih otw, Cha. Nunggu Kia bisa move on dulu," ucap Dito dengan tersenyum.
"Kia, jangan kecewakan sahabat kecil aku ya!" pinta Icha.
Kia hanya menanggapinya dengan tersenyum tanpa berniat untuk berkomentar.
"Oh iya aku lupa, kita dapat undangan dari Akas. Sepulang kerja kita ke butik cari baju," ucap Kevin
__ADS_1
"Maksudnya, Pak Angkasa Dewantara?" tanya Icha memastikan.
"Iya, mantan kamu kan?" todong Kevin
"Mantan dari Hongkong, Aku tuh sudah terjebak cinta mantan ta.... Upsss!" Icha langsung menutup mulutnya yang hampir saja keceplosan bilang mantan taruhan. Bisa hancur harga diri Al jika semua orang tahu kalau dia pernah dijadikan bahan taruhan oleh istrinya sendiri.
Mendengar apa yang dikatakan oleh Icha, Al langsung menatap tajam istrinya dengan aura dingin yang menguar. Membuat orang yang ada disitu bergidik ngeri.
Namun dasar Icha, dengan tanpa dosanya dia langsung merayu Al. "Sayang, jangan marah ya! Nanti malam kita coba gaya baru," bisik Icha
Wajah yang tadinya mengeras mendadak kembali tenang setelah Icha membisikkan sesuatu padanya.
Setelah semua makanan habis tak tersisa, mereka pun kembali ke kantor karena jam istirahat tinggal lima belas menit lagi. Namun Kia masih belum beranjak dari tempat duduknya bersama dengan Dito.
"Kia, bagaimana jawabanmu? Apa ada kesempatan untukku?" tanya Dito
"Dito, aku minta maaf. Orang tuaku sudah menjodohkanku dengan putra sahabatnya. Aku tidak bisa menolaknya karena itu keinginan terakhir dari ibuku." Kia tertunduk sendu mengingat kembali almarhumah ibunya yang meninggal dua tahun lalu.
Kia yang selalu terlihat ceria seperti tanpa beban, sebenarnya menyimpan luka yang sangat dalam. Dia harus kehilangan ibunya karena kecelakaan di saat ayahnya menikah lagi dengan mantan kekasihnya.
"Apa kita masih bisa bersahabat seperti ini?" tanya Dito dengan menggenggam tangan Kia.
"Tentu saja, aku senang mengenalmu. Kamu laki-laki yang baik. Seandainya saat pulang kemarin aku tidak menemukan surat terakhir yang ibu tuliskan untukku, mungkin aku akan mencoba membuka hati untukmu." Kia pun bicara dengan panjang lebar
"Aku mengerti. Semoga kamu bahagia dengan pilihan orang tuamu."
"Semoga saja, tapi aku tidak yakin karena orang yang sudah dijodohkan denganku tidak pernah mencintaiku. Dia sudah memiliki seseorang yang dicintainya," batin Kia
"Kenapa kalian belum kembali ke kantor? Sudah jam berapa ini?" tegur Oryza
"Kami akan segera kembali ke kantor Pak!" sahut Dito, "Ayo Kia!" ajaknya kemudian.
Kia segera beranjak pergi tanpa melihat lagi ke arah Oryza, hatinya benar-benar kalut. Disatu sisi dia senang kalau ternyata laki-laki yang dijodohkan oleh orang tuanya itu lelaki yang dicintainya tapi disisi lain dia juga merasa tidak yakin dengan keputusannya menerima perjodohan itu karena dia tahu, tidak mungkin dia mendapatkan cinta dari calon suaminya.
...*****...
...Dukung terus Author ya kawan dengan klik like comment vote rate gift dan favorite....
__ADS_1
...Terima kasih ๐๐ป...
๐Next part