Terjebak Cinta Mantan

Terjebak Cinta Mantan
Bab 122 Melamar Aisha


__ADS_3

Makan siang yang awalnya hening, berubah gaduh saat Icha melihat sesuatu pada leher belakang Vio.


"Vio, kenapa lehermu merah-merah? Memang di apartemen Kevin banyak nyamuk ya?" Icha terus menyelidik, merasa heran saat melihat bintik merah di leher Vio.


"Di apartemen Kevin nyamuknya gede sayang, kamu lihat Kevin. Nah nyamuknya segede itu," tunjuk Al pada Kevin yang siap memasukan nasi ke mulutnya.


"Apaan sih Icha, bilang depan Pak Al lagi, bikin malu aja," gerutu Vio dalam hati.


Mendengar apa yang Al katakan, Kevin pun berpikir dan mencari cara untuk membalasnya. "Cha, memang kamu gak pernah didrakulain sama Al," tanya Kevin


"Ngeri banget kamu, Vin. Didrakula segala, aku pernah juga dikasih tanda cinta sama Al. Dia seringnya bikin di daerah tertutup ya, sayang." Muka Icha mendadak memerah membuat Al menjadi gemas melihatnya.


"Sayang, sudah jangan ngomongin hal itu, mending lanjut makan." Al pun langsung mengingatkan istrinya.


"Aku udah kenyang, aku ingin yang lain."


"Waduh!!! Mode merajuk Icha kayak yang mau kambuh, mau apa lagi dia," ringis Kevin dalam hati


"Kamu mau makan apa? Nanti tinggal nyuruh Asep aja."


"Aku gak mau makanan, aku mau lihat Abizar melamar Aisha," rengek Icha.


Uhuk uhuk


Kevin yang sedang makan langsung tersedak mendengar permintaan Icha yang menurutnya sangat aneh. Dengan sigap, Vio pun memberikan minumannya pada Kevin.


Setelah menghabiskan minuman yang Vio berikan, Kevin pun angkat bicara, "Yang benar saja, kalau ngidam. Masa pengen lihat orang lamaran," protes Kevin,


"Terus kamu pikir anakku gak bener, Vin." Bukan Icha yang bicara tapi Al yang langsung menjawab omongan Kevin.


"Bukan gitu maksud aku...." Belum selesai Kevin bicara, Al sudah memotongnya.

__ADS_1


"Sudah! Sekarang kamu hubungi Abizar untuk segera datang kemari dan kamu secepatnya carikan cincin untuk acara lamaran Abizar." Tanpa ingin dibantah, Al langsung memberikan perintah pada Kevin.


Seperti apa yang diinginkan oleh Icha, Al pun mendesak Abizar untuk segera melamar Aisha. Setelah beradu argumen, akhirnya Abizar pun menyetujui permintaan Icha. Sementara Kevin disibukkan dengan mencari cincin yang pas untuk Aisha.


"Sudahlah! Yang ini saja," gumam Kevin saat mendapatkan sebuah cincin yang terlihat sederhana tapi elegan.


Setelah semua persiapan lengkap, kini mereka semua sedang berada di atas rooftop Putra Group. Aisha yang tidak tahu tentang rencana lamaran dadakan karena Icha ngidam, dengan santainya melenggang pulang karena sudah waktunya jam pulang karyawan. Namun, langkah kakinya tertahan saat tanpa sengaja seseorang yang telah mengahancurkan hidupnya berpapasan di depan lift.


Degh degh degh!


Jantung Aisha berpacu lebih cepat dari biasanya, keringat dingin tanpa terasa sudah membasahi kedua tangannya, dengan tubuh yang sedikit bergetar Aisha berusaha untuk masuk ke dalam lift. Namun ada sebuah tangan kokoh yang meraihnya saat dia mulai kehilangan keseimbangan.


"Sha, kamu kenapa?" Abizar terlihat cemas saat mendapati kekasihnya akan hilang keseimbangan.


"Abi...." Aisha pun langsung memeluk Abizar erat. Sungguh dia sangat takut jika nanti Abizar tahu kalau dirinya tidak seperti yang Abizar harapkan.


Abizar mengelus Aisha sayang, menyalurkan energi positif agar Aisha merasa baik-baik saja. Setelah Aisha sedikit tenang, Abizar pun segera mengajaknya ke atas karena sudah ditunggu sama yang lainnya.


"Kalian kemana dulu?" tanya Icha


"Maafkan kami Nyonya, tadi kita kencan dulu." Abizar dengan bercanda memberi alasan.


Namun ternyata, tim pemnadu sorak juga merasa sudah pegal dengan posisinya, yang mana mereka masing-maing menyembunyikan satu balon di balik punggungnya. Tak ingin berlama-lama, Abizar langsung berjongkok di depan Aisha dengan tangan mengulurkan sebuah kotak beludru kecil yang berisi sebuah cincin. Tim pemandu sorak pun lagsung mengeluarkan balon yang disembunyikan yang berisi satu kata pada balon itu, jika digabungkan akan membentuk sebuah kalimat 'Will you marry me' serta sebuah boneka yang berbentuk hati yang bertuliskan 'I love U'.


Seharusnya Al yang memegang boneka itu, tapi mendadak dia kedatangan tamu seorang perwira polisi jadi terpaksa boneka itu tergeletak dia atas kursi.


"Aisha, mungkin aku bukan laki-laki romantis yang pandai merangkai kata. Tapi percayalah, aku mencintaimu dengan segenap hatiku. Aisha, maukah menikah denganku? Menjadi ibu dari anak-anakku?" Abizar terus menatap Aisha lekat, menunggu jawaban dari Aisha atas permintaannya.


Aisha langsung menganggukkan kepalanya, menyetujui permintaan Abizar. Hilang semua kegundahan hatinya dan kini berganti seperti ribuan kupu-kupu yang memenuhi hatinya,


Abizar langsung berdiri dan mencium kening Aisha lama, membuat ide iseng Kevin dan Oryza muncul ke permukaan. Hanya dengan lirikan mata, kedua sahabat itu mengerti dengan apa yang dimaksud sahabatnya.

__ADS_1


Perlahan Kevin dan Oryza mendekat ke arah Abizar dan Aisha yang sedang menikmati gejolak kebahagian. Tanpa suara, Kevin dan Oryza langsung menusuk balon dengan jarum sehingga menimbulkan suara yang memekakkan telinga.


Dorrrr dorrr


Aisha langsung terlonjak kaget sehingga dia meloncat ke tubuh Abizar. Untung saja Abizar sigap menangkap tubuh Aisha sehingga dia berada dalam gendongan Abizar.


Hahaha


Dengan sangat renyah, serenyah masakan yang memakai micin, Kevin dan Oryza menertawakan tingkah sahabatnya itu.


"Kevin, Oryza, awas saja kalian!" Ancam Aisha seraya turun dari gendongan Abizar, lalu mengejar kedua sahabatnya yang sering sekali iseng padanya. Sangat berbeda dengan Al yang selalu menjadi penonton keusilan sahabat dan sepupunya itu.


Icha pun mendekati Abizar yang tersenyum melihat keakraban mereka. "Mereka tidak beda jauh dengan kita ya, Bi." Kenang Icha pada masa kebersaannya waktu di kampung halaman bersama Abizar dan Farish kakaknya.


"Iya, kamu benar, Cha." Abizar langsung membenarkan apa yang Icha katakan.


Sementara Vio dan Kia hanya bengong melihat suami mereka seperti seorang anak yang ketakutan di kejar emaknya, gara-gara dia sudah menghilangkan tapeware kesayangan emaknya.


Tak berselang lama, Al datang bersama seorang pria tampan dengan seragam coklat yang melekat di tubuh atletisnya sehingga terlihat jelas tonjolan otot tangannya. "Kevin, Oryza, Aisha, apa yang kalian lakukan?"


Mendengar suara Al yang menggelegar, mereka pun langsung menghentikan aksi kejar-kejaran dan langsung menghampiri Al. Namun, langkah kaki Aisha tertahan saat dia melihat pria yang ada di samping Al.


"Ya Tuhan, kenapa dia harus ada di sini? Merusak suasana bahagiaku saja," gumam Aisha pelan.


Setelah Oryza dan Kevin ada di dekatnya, Al pun langsung memperkenalkan pria yang ada di sampingnya. "Za, Vin, kenalkan Pak Arjuna Perwira yang menangani kasus penusukan pada Oryza waktu itu. Dia datang ke sini karena membutuhkan beberapa keterangan mengenai Adjie," ucapnya.


...*****...


...Dukung terus Author ya kawan! Dengan BB klik like comment vote rate gift dan favorite....


...Terima kasih!...

__ADS_1


__ADS_2