Terjebak Cinta Mantan

Terjebak Cinta Mantan
Bab 56 Berhasil juga


__ADS_3

Sebagian tamu undangan sudah pulang ke rumahnya masing-masing, kini tinggal keluarga terdekat yang masih bertahan di rumah Al.


Terlihat Al sedang berbincang dengan rekan bisnisnya, Andrea yang datang bersama keluarga. Begitupun dengan istri Andrea yang larut dalam obrolan bersama dengan Aisha, karena ternyata Aisha adik kelas Mitha istrinya Andrea.


"Mama, kenapa rambut Dika dibotakin?" tanya Allana saat tanpa sengaja melihat Dika membuka penutup kepala.


"Oh, itu karena Dika abis dioperasi akibat kecelakaan," terang Aisha


"Kasihan sekali! pasti sakit ya Tante?" ringis Allana membayangkan Dika yang kesakitan.


"Sudah pasti, makanya Allana hati-hati kalau menyeberang jalan," pesan Mitha


"Iya Mah!" sahut Allana


Setelah puas berbincang dengan Aisha dan Icha, Mitha pun mengajak Andrea untuk pulang karena hari sudah beranjak sore.


Setelah semuanya pulang, Al pun mengajak Icha dan Dika untuk beristirahat di kamar.


"Dika berani tidur sendiri gak, sayang?" tanya Al


"Dika ingin tidur sama mama dan papa," ucap Dika


"Ayo sayang, kita mandi dulu biar badannya segar," ajak Icha.


"Mama, Dika bisa mandi sendiri." Dika menolak saat Icha akan membantunya mandi


"Akh iya, anak Mama sekarang udah besar," ucap Icha dengan cengengesan.


Icha pun hanya menyiapkan baju yang akan dipakai oleh Dika. Sementara itu, Al juga sudah pergi ke kamarnya untuk membersihkan diri.


Setelah semuanya bersih, kini mereka berada dalam satu tempat tidur yang sama, dengan Dika berada di tengah.


"Ternyata begini rasanya menikah setelah punya anak, malam pertama pun harus tidur bertiga dengan anak. Sabar Otong, belum bisa ketemu nyai," batin Al


*****


Hari terus berganti, waktupun terus berlalu. Selama itu pula Al menahan hasratnya karena Dika selalu ingin tidur bersama.


Hari ini, hari pertama Dika kembali sekolah. Namun dia tidak kembali ke sekolah lamanya, karena Al sudah memindahkannya ke sekolah Garuda Internasional School. Sekolah yang sama dengan Allana dan Arabella.


Al dan Icha sengaja menitipkan Dika kepada gurunya langsung, agar mereka mengerti dengan kondisi Dika.


Setelah cukup berbasa-basi, Al dan Icha pun pamit untuk pulang.


"Lho, kho beloknya ke sini?" tanya Icha heran karena Al membawa mobilnya menuju apartemen


"Kita ke apartemen dulu sebentar, ada yang mau aku ambil," ucap Al

__ADS_1


"Berkas kamu ada yang ketinggalan?" tanya Icha


"Bukan," jawab Al, "Milik aku ada yang ketinggalan dan belum ku ambil," imbuhnya.


"Nanti kita mampir ke Tante Mira ya!" ajak Icha


"Tante udah gak tinggal di apartemen lagi, Cha. Dia ikuti suaminya," terang Al


"Kho gak bilang ke aku?" gumam Icha


"Udah jangan dipikirkan! Tante bilangnya waktu di rumah sakit, saat aku bilang kita akan menikah," jelas Al. "Ayo turun" ajaknya saat mobil sudah terparkir di basemen apartemen.


Tanpa bicara lagi, Icha pun langsung mengikuti apa yang Al katakan.


Sesampainya di apartemen, Al langsung menyerang Icha seperti seekor singa yang kelaparan mendapatkan mangsanya.


Icha memukul-mukul dada Al karena merasa kehabisan pasokan oksigen. Menyadari Icha susah bernafas, Al pun langsung melepaskan pagutannya.


"Hosh-hosh-hosh kamu mau membunuhku Al." Icha bertanya dengan nafas yang memburu


"Maaf, Cha! Kenapa kamu tidak bernafas sayang? Bukankah ini bukan yang pertama kalinya?" tanya Al


"Iya sih, tapi kamu nyerang aku tanpa aba-aba. Akunya kan kaget," cebik Icha


"Ya udah, kita ulangi lagi yuk! Aku pasti lembut," bujuk Al seraya melepaskan jas dan kemeja yang dipakainya.


Icha melotot tak berkedip saat melihat roti sobek di perut Al. "Al perut kamu...," tunjuknya.


"Kenapa? Bukankah kamu suka lihat cowok yang ada kotak-kotaknya, seperti Icang yang ada di drakor yang kamu tonton itu," ungkap Al


"Kamu masih ingat? Aku udah lama gak nonton drakor," ucap Icha


"Semua yang berhubungan denganmu, aku selalu mengingatnya." Tangan Al langsung meraih tangan Icha dan membawanya untuk menyentuh dadanya.


"Kamu bisa rasakan bagaimana jantungku berdetak, hanya saat bersamamu aku merasakannya," ungkap Al


"Apa kamu mencintaiku," tanya Icha dengan konyolnya.


"Apa aku belum mengatakannya? Farisha Yumna Danendra, aku mencintaimu sangat mencintaimu dari dulu hingga sekarang," ungkap Al seraya menggenggam kedua tangan Icha dan membawa ke depan dadanya.


"Aku juga mencintaimu culun," ucap Icha seraya menatap dalam mata elang Al.


Mata yang dulu telah meruntuhkan imannya dan mata itu yang kini telah meyakinkan hatinya untuk selalu bersama dan menyerahkan jiwa raganya dalam mengarungi bahtera rumah tangga.


Dengan sedikit menunduk, perlahan Al mendekatkan wajahnya. Saat Al melihat Icha memejamkan matanya, tanpa ragu Al langsung meraup candunya. Tanpa melepas pagutannya, Al membopong Icha seperti kanguru ke kamarnya. Perlahan Al membaringkan Icha ke kasur empuk miliknya. Hingga sesuatu yang harus terjadi di malam pengantinnya, barulah hari ini dia mendapatkannya.


"Cha, kenapa masih sempit?" tanya Al saat kesusahan memasukan pusaka miliknya ke dalam sarang berharga Icha.

__ADS_1


"Aku tidak tahu," jawab Icha dengan wajah yang merona


Bagaimana tidak malu, seorang wanita pasti merasa malu saat ditanya hal yang berbau intim. Apalagi Icha yang polos tidak terlalu mengerti hal begituan meski dia sendiri pernah melakukannya bersama Al dulu.


Tanpa menyerah Al terus berusaha hingga pusakanya masuk sempurna ke dalam sarang berharga Icha. Entah berapa kali pusaka itu mencapai puncaknya hingga Icha terlihat lelah dalam tidurnya.


Berbeda dengan Al yang terlihat segar bugar setelah meraup kenikmatan bersama kekasih hatinya.


Dilihatnya Icha yang tertidur pulas, seulas senyum menghiasi bibir sensualnya. Puas sangat puas itulah yang Al rasakan saat ini. Setelah berpuasa cukup lama, akhirnya dia bisa merasakan lagi surga dunia.


"Aku harus cepat-cepat jemput Dika, sebentar lagi dia pulang sekolah," gumam Al


Sesegera mungkin Al membersihkan dirinya, setelah semuanya rapi, Al berpamitan dulu pada Icha yang sedang tertidur pulas


"Sayang, aku jemput Dika dulu ya! Istirahat yang cukup untuk nanti malam kita bermain lagi," lirih Al seraya mencium kening Icha.


Setelah berpamitan, Al pun bergegas untuk menjemput Dika di sekolahnya.


Sesampainya di sekolah Dika, terlihat gerbang masih tertutup rapat, pertanda sekolah belum dibubarkan.


"Untung aku gak telat jemput Dika," gumam Al.


Disaat sedang termenung menunggu Dika yang tak kunjung keluar, terdengar suara bunyi handphone di kantong celananya.


📱"Hallo Vin, ada apa?"


📲 "Lagi dimana bos? Hari ini ada tamu penting, kenapa belum datang ke kantor?"


📱"Masih di sekolah Dika, sebentar lagi otw."


📲 "Cepetan bos! Kata sekertarisnya,Tuan Yakamato lagi di jalan"


Klik!


Al segera memutus panggilan telepon dari Kevin, malas rasanya mendengar Kevin mengoceh. Merusak suasana hatinya yang sedang berbunga.


"Papa!" Terlihat Dika berlari seraya memanggilnya.


"Hai Jagoan Papa, bagaimana hari pertama sekolahnya? Menyenangkan?" tanya Al seraya di membawa Dika masuk ke dalam mobil.


"Iya Pah, teman-temannya juga baik," jelas Dika. "Mama kemana Pah?" lanjutnya


"Mama sedang istirahat kecapean," jawab Al


"Kecapean habis apa Pah? Mama abis olahraga?" tanya Dika


"Iya sayang abis fitnes." Jawab Al asal seraya mengelus tengkuknya.

__ADS_1


"Kenapa Papa bohong? memangnya Mama kecapean habis apa?" batin Dika


__ADS_2