
Jalanan yang macet membuat Kevin melajukan mobilnya dengan lambat, karena mau tidak mau harus jalan dengan merayap.
Dilihatnya kursi belakang yang penumpangnya sedang tertidur, mungkin hanya dirinya dan Vio yang duduk di kursi depan yang masih terjaga. Membuat ide di kepala Kevin untuk mengerjai Vio muncul begitu saja.
"Vio, hari ini kamu cantik dan aku suka," gombal Kevin
"Apa sih Pak Kevin, gombal banget. Terus selama ini aku tidak cantik gitu." Cebik Vio dengan semburat merah di wajahnya.
Walau bagaimanapun, perasaan sukanya pada Kevin masih tumbuh subur di hatinya. Hanya saja dia merasa dipermainkan oleh Kevin karena kejadian di cafe waktu itu.
Kevin hanya terkekeh melihat reaksi Vio, lucu menurutnya.
"Seriusan! Kenapa aku baru sadar sekarang ya? Mungkin karena sekarang kamu udah jadi pacar Aku," ucap Kevin enteng.
"Jangan becanda Pak! Aku belum menyetujui kalau kita pacaran," pekik Vio
Tanpa sadar suara lengkingan Vio membangunkan penumpang lain di belakang. Hanya saja mereka berpura-pura tidur karena penasaran dengan drama yang ada di kursi pengemudi.
"Bukannya dulu kamu mengatakan perasaanmu padaku? Kan sudah ku bilang kalau aku menerimanya sekarang," ungkap Kevin.
"Itu kan dulu Pak, kenapa masih ingat saja?" cebik Vio
"Karena sekarang aku ingin kamu jadi pacar aku," jawab Kevin enteng
"Dasar playboy cap badak, gak punya malu ungkit masa lalu demi kepentingannya," batin Oryza
"Aku keberatan Pak! Karena Pak Kevin hanya ingin memanfaatkanku saja," ucap Vio
"Aku tidak memanfaatkanmu! Aku hanya berpikir, daripada aku harus kembali pada Monica, lebih baik aku pacaran sama kamu yang jelas-jelas mencintaiku," jelas Kevin
"Pak Kevin, bisa di saring gak omongannya? Di mobil ini bukan hanya ada kita berdua, tapi dibelakang masih ada yang lain," ucap Vio
"Kamu bener banget Vio, dari tadi aku dengerin omongan kalian," serobot Oryza seraya mengatur tempat duduknya.
Plak
Al langsung menggeplak kepala Oryza pelan karena telah merusak kesenangannya mendengarkan drama percintaan dadakan.
"Sakit bego!" umpat Oryza
"Ulangi Oryza!" ucap Al datar
"Eh, nggak Pak Bos! Maksudku sakit sayang," ucap Oryza gelagapan. Bisa bahaya kalau sampai Al marah, nanti mobil sports yang dijanjikan Al bisa batal dibeli.
"Geli ikh Pak Oryza bilang sayang sama Al," celetuk Icha
"Jangan bilang 'Pak' sama Oryza, Cha! Dia tuh seharusnya panggil kamu kakak, karena kamu istriku," suruh Al
__ADS_1
"Iya bener kakak ipar, panggil saja Oryza sayang," canda Oryza
"Oryza!" panggil Al dingin
"Ampun deh Al, posesif banget. Becanda juga!" dengus Oryza
"Lagian Pak Oryza, ada Kia juga masih ngarep yang udah buntutan," timpal Kia
"Iya bener, aku dukung lho, Kia sama Oryza," sahut Icha, "Gimana sayang, dukung kan?" rayunya seraya mengelus tangan Al
Al yang mendapat rayuan dari Icha langsung menyetujui.
"Aku beliin mobil Minggu depan tapi kamu harus jadian sama Kia," ucap Al enteng
"Apaaa....? Yang benar saja Al," gerutu Oryza
"Udah terima aja, biar kita semua pasangan. Bener kan Vio?" tanya Kevin
"Tau akh! Aku gak ikut-ikutan," ucap Vio
*****
Sesampainya di villa milik Al, matahari sudah berada di atas kepala. Namun udara pegunungan yang sejuk, membuat udaranya tidak terlalu panas. Dika baru terbangun dari tidurnya disaat mobil sudah masuk ke dalam pekarangan villa.
"Sudah sampai ya Pah," tanya Dika
Semuanya turun dari mobil, tak terkecuali Icha yang turun belakangan karena dia duduk di bangku belakang.
Bi Marni dan Pak Marno sudah menunggu di depan villa untuk menyambut kedatangan tuannya.
"Selamat datang Tuan!" Kompak keduanya.
"Makanan sudah siap Bi?" tanya Al
"Sudah Tuan, semuanya sudah terhidang di meja makan," ucap Bi Marni
Al pun mengajak semuanya untuk makan siang dulu sebelum beristirahat.
Setelah makan siang selesai, Dika bersama Abizar dan Oryza asyik main PS. Sedangkan Icha memilih tiduran di kamar, begitupun dengan Kia dan Vio yang langsung menuju kamar tidur.
Sementara Al bersama dengan Kevin di Gazebo belakang rumah seraya memberi makan ikan di kolam.
"Vin, aku ingin bertemu dengan pacarnya Kalisa. Apa kamu bisa mengaturnya?" tanya Al
"Untuk apa Al? Jangan cari masalah deh!" ucap Kevin
"Tidak! Aku hanya ingin memastikan pilihan Kalisa itu sudah benar, karena bagaimanapun dia sahabat kita." ucap Al.
__ADS_1
Sebenarnya Al peduli pada Kalisa tapi dia tidak suka dengan cara Kalisa yang terus mendekatinya. Apalagi dia sudah menganggap kakeknya Kalisa seperti kakeknya sendiri, mengingat kedekatan Tuan Ardi dan Tuan Satya yang sangat kental.
"Nanti aku usahakan mengatur pertemuan kalian, tapi kalau kamu ingin secepatnya bertemu, kita main saja ke club Star." saran Kevin
"Aku tidak bisa main ke tempat seperti itu lagi, Vin. Aku tidak bisa meninggalkan Icha dan Dika." Jujur Al
"Aku gak nyangka kamu bisa sebucin ini sama Icha," ucap Kevin heran
"Aku gak ngerasa kalau aku bucin, aku hanya ingin selalu bersamanya. Aku takut saat aku jauh, aku akan kehilangan jejaknya lagi," ungkap Al
Al teringat saat perpisahan sekolahnya dulu, sebenarnya dia ingin bertemu dengan Icha untuk pamit dan meminta maaf, karena setelah perpisahan di sekolahnya, mungkin mereka tidak bisa bertemu lagi. Namun dia tidak bisa menemukan Icha, karena Kinan bilang kalau Icha sudah tidak ingin bertemu dengannya.
"Al, aku saranin jangan terlalu mencintai seseorang, karena sakitnya akan terasa sangat sakit saat kamu di kecewakan," ucap Kevin
"Aku tahu, karena aku pernah merasakannya saat dulu Icha membuatku kecewa. Sampai aku kehilangan akal sehat dan menghancurkan hidupnya." Ada rasa sesal yang menyelimuti hati Al, tapi semuanya telah terjadi tidak akan kembali seperti semula lagi.
"Aku hanya ingin memperbaiki semua kesalahanku di masa lalu pada Icha dengan selalu membahagiakannya," ucap Al
Deg
Icha hanya diam mematung mendengar apa yang Al katakan, tadinya dia ingin mengajak Al untuk berjalan-jalan ke kebun teh yang terlihat di jendela kamarnya.
"Aku terlalu berharap banyak padanya, ternyata dia hanya merasa bersalah," bisik hati Icha
Kevin yang melihat kedatangan Icha langsung mengajaknya untuk bergabung.
"Sini Cha!" panggil Kevin
Al langsung menengok ke belakang melihat arah tangan Kevin melambai.
"Apa Icha mendengarkan apa yang aku katakan tadi? Semoga saja tidak, karena aku tidak ingin Icha salah paham," batin Al
Terlihat Icha berjalan menghampiri Al dan Kevin yang sedari tadi berdua di Gazebo
"Al, aku mau minta ijin sama kamu. Aku ingin jalan-jalan di sekitar villa, apa boleh?" tanya Icha
"Ayo bersamaku!" ajak Al
"Aku ingin menikmati pemandangan villa sendiri, tidak lama kho! Titip Dika ya!" ucap Icha
"Baiklah! Hati-hati di jalan," pesan Al
"Bahkan dia tidak memaksa untuk ikut,"
...*****...
...Tinggalkan jejak ya kawan dengan like comment vote rate gift dan masukin juga ke favorit....
__ADS_1
👉Next part