Terjebak Cinta Mantan

Terjebak Cinta Mantan
Bab 68 Playboy cap Kadal


__ADS_3

"Kamu kenapa Vin?"


"Eh Vio, gak papa kho!" jawab Kevin sedikit malu takut ucapannya di dengar oleh Vio. Bisa terjun bebas wibawanya di depan Vio, tapi kenapa gak nyobain aja ya! pikirnya.


"Di depan kho rame? Ada siapa?" tanya Vio


"Oh itu ada keluarganya Pak Andrea nganterin Dika, tapi Dikanya malah ingin ikut ke air terjun," terang Kevin


"Kenapa kita gak ikut juga, seru lho mandi air terjun. Biar aku ikut nganterin Dika aja deh!" Dengan wajah sumringah Vio segera melangkahkan kakinya menuju ruang tamu. Namun langkah kakinya terhenti saat Kevin mencekal tangannya.


"Kamu jangan ngadi-ngadi Vio, awas aja kalau kecentilan depan Pak Akas," ancam Kevin


"Ikh! Ada yah mantan gebetan posesif kayak gini," sindir Vio


"Aku gak peduli! Kalau gak sama aku, kamu gak boleh pergi kemana pun," tegas Kevin


Vio hanya mencebikkan bibirnya mengikuti apa yang Kevin katakan, dan hal itu sukses membuat Kevin merasa tertantang untuk memberi pelajaran pada Vio.


Srettt


Kevin langsung menarik tangan Vio hingga Vio terjerembab dalam pelukannya. Tanpa menunggu waktu lama lagi, Kevin langsung membungkam mulut Vio dengan mulutnya. Namun saat pengecapnya akan menerobos masuk ke dalam rongga mulut Vio, terdengar ada suara di belakangnya sehingga dia langsung melepaskan pagutannya.


"Om Kevin sedang apa? Ditungguin sama Om Andrea tapi kho gak balik lagi," tanya Dika yang berniat menyusul Kevin.


Untung saja tubuh kekar Kevin menghalangi pandangan Dika saat dia sedang berpagutan dengan Vio.


"Maaf Dika, tadi Om lama bangunin Papa kamu. Sekarang aja mungkin masih pada tidur," Tak urung Kevin pun menjadikan Al yang tak kunjung keluar sebagai alasannya.


"Siapa yang masih tidur?" tanya Al yang tiba-tiba datang dari belakang.


"Ehh! Kirain aku, kamu masih tidur Al. Tadi aku ketok- ketok pintu gak ada yang bukain," sahut Kevin sedikit gugup.


"Kamu bikin salah,Vin?" tebak Al


"Eh...Sa-sa-salah apa maksud kamu Al?" tanya Kevin dengan terbata.


"Aku yakin, kamu pasti udah bikin salah meski aku gak tahu," tutur Al. "Ayo sayang! Katanya ditunggu Om Andrea," ajaknya pada Dika


Al dan Dika segera beranjak pergi menuju ruang tamu, terlihat ruang tamu begitu ramai seperti ada acara seserahan. Pasalnya Andrea memboyong semua sahabat dan saudaranya yang menginap di villanya untuk berkunjung ke villa Al, sekaligus mengantarkan Dika.


Al hanya mematung di ambang pintu ruang tamu, dia merasa kaget dengan banyaknya orang yang datang ke villanya.


"Ya Tuhan! Kenapa Andrea membawa rombongan ke sini? Seperti mau melamar anakku saja," batin Al


"Al kenapa bengong di situ? Pasti kaget melihat orang-orangan sawah pada datang kemari," kelekar Andrea yang melihat Al bengong di ambang pintu.

__ADS_1


"Sialan Lo Ndre!" gerutu Dewa sang asisten Andrea


"Pak Dewa sepertinya sangat Akrab sama Bang Andrea," tebak Al


"Tentu saja Al, dia ngintilin aku dari masih putih biru," jelas Andrea


"Papa, boleh kan Dika ikut ke air terjun?" tanya Dika penuh harap.


"Lain kali aja ya! Eyang menyuruh Papa untuk segera pulang," ucap Al. " Maaf Bang! Sepertinya Dika tidak bisa ikut sekarang,lain kali saja," lanjutnya.


"Oh, ya sudah gak papa, lain kali saja ya! Kalau ada waktu lagi," ucap Andrea seraya memegang pundak Dika.


"Iya Om!" jawab Dika lesu


"Kalau begitu kita pamit dulu ya Al," pamit Andrea


"Iya bang, terima kasih udah nganterin Dika" ucap Al


Setelah Andrea dan rombongannya pulang, entah kenapa Kevin merasa plong hatinya. Sedangkan Dika hanya diam saja karena keinginannya tidak dituruti.


Al yang menyadari kemurungan Dika, akhirnya memberikan pengertian pada putranya itu.


"Sayang, maafkan Papa ya! Papa janji lain kali kita ikut sama Om Andrea untuk pergi ke air terjun," ucap Al


"Beneran ya Pah," ucap Dika mastikan


"Tadi Dika udah sarapan di sana, masakan mamanya Kak Allana enak lho Pah!" puji Dika


"Kalau Mama Icha, enak juga gak?" pancing Al


"Enak, buat Dika masakan Mama Icha yang paling enak," puji Dika lagi


"Wah, kamu kalah Al, Dika aja masih kecil pintar gombal, sedangkan kamu, KAKU!" ledek Kevin yang sedari tadi memperhatikan obrolan ayah dan anak itu.


"Emang kamu Vin, bisanya kasih harapan palsu sama cewek. Kalau aku jadi ceweknya, mending cari cowok baik-baik deh daripada sama playboy cap kadal kayak kamu," Al pun kembali ikut meledek .


Namun naas bagi Kevin, karena sedari tadi Vio mendengar kan apa yang dibicarakan oleh Al dan Kevin.


"Pak Al saja bilangnya playboy, pantas saja Kevin maksa sama aku. Aku memang suka sama Kevin tapi caranya dia sangat melukaiku," batin Vio


Setelah selesai sarapan, kemudian semuanya berkemas karena akan kembali ke ibu kota.


***


Sementara di sudut kota yang lain, terlihat ada percekcokan antara suami istri.

__ADS_1


"Katakan Serena! Anak siapa yang kamu kandung itu?" sentak Pak Bagas.


"Tentu saja anak kamu, Mas!" sahut Serena


"Kamu yakin itu anakku? Bukan anaknya Dedi?" tanya Pak Bagas


"Hiks...Kenapa kamu mencurigai ku, Mas?" tanya Serena dengan terisak.


Flashback on


Pak Bagas yang berprofesi sebagai kepala sekolah di sekolah menengah atas, tiba-tiba kedatangan tamu di saat jam pulang sekolah. Tentu saja hal itu membuatnya kaget, karena tidak biasanya Dedi yang notabenenya teman lama Pak Bagas berkunjung ke sekolah tempat dia bekerja.


"Ada apa nih Ded? Tidak biasanya kamu datang kemari?" tanya Pak Bagas to the point.


"Aku hanya ingin bertemu dengan teman lama," jawab Dedi


"Aku jadi curiga nih, tidak biasanya kamu ingin bertemu denganku," sarkas Pak Bagas.


Dedi hanya terkekeh mendengar apa yang di ucapkan Pak Bagas.


"Tebakan kamu memang tepat Gas, aku ke sini memang bukan hanya sekedar main." Dedi pun tak lagi menutupi tujuannya mendatangi Pak Bagas.


"Lalu untuk apa kamu ke sini?" Pak Bagas dibuat tambah heran oleh sikap Dedi.


"Aku kesini hanya ingin meminta hakku," jawab Dedi


"Maksud kamu hak apa? Jangan membuatku semakin tidak mengerti Ded!" sahut Pak Bagas


"Aku hanya ingin bayiku," ucap Dedi


"Bayi? Bayi yang mana? Aku bahkan tidak membawa bayi," sahut Pak Bagas


"Aku ingin bayi yang ada dalam kandungan Serena," jelas Dedi


"Kamu jangan gila Dedi! Mana mungkin aku memberikan anakku padamu," sentak Pak Bagas.


"Tapi itu bukan anakmu Bagas, itu benihku yang kutanam dalam perut Serena." Dedi pun tak kalah tinggi suaranya dengan Pak Bagas.


"Aku tidak percaya sebelum mendengar langsung dari Serena," tukas Pak Bagas


...*****...


...Jangan lupa dukung Author ya Readers!...


...Klik like comment vote rate gift dan favorite juga ok!...

__ADS_1


👉Next part


__ADS_2