
Sementara di dalam ruangan Al, terlihat Al mulai mengendurkan dasinya. Tak nyaman rasanya dari pagi dia marah-marah dengan leher yang terlilit dasi. Semenjak dia membaca setiap komenan dari karyawannya mengenai dirinya dan Icha, rasanya dia ingin memarahi setiap orang yang ditemuinya.
"Jadi anda ketua forumnya, apa anda tergabung dalam grup karyawan di aplikasi hijau?" tanya Al
"Iya saya sebagai ketua forum Pak Al" jawab Randy
"Apa anda tahu gosip yang sedang beredar diantara karyawan?" tanya Al datar
"Mengenai itu saya...." Randy menjeda ucapannya karena dia juga bingung dengan apa yang harus dikatakannya.
Tanpa menunggu Randy melanjutkan bicaranya, Al langsung membuka suaranya.
"Kamu dan semua karyawan disini membicarakan tentang kehidupan pribadiku. Apa aku menggaji kalian untuk bergosip? Aku bisa memecat semua karyawan yang sudah membuat berita tidak benar tentangku dan Icha, lalu membuat lowongan pekerjaan besar-besaran. Apa itu yang kamu inginkan hahh" murka Al.
"Jangan Pak Al, kami minta maaf" ucap Randy mewakili semua karyawan
"Aku tidak mau tahu, kamu bawa biang gosip itu ke hadapanku, dan untuk semua karyawan yang ada di grup itu beri SP 1. Tapi kalau kamu tidak bisa membawa biang gosip itu kemari, aku tingkatkan jadi SP3 semua yang jadi anggota grup" ancam Al
"Baik Pak!" jawab Randy seraya menunduk
"Cepat kamu bawa biang gosip itu, aku kasih waktu 30 menit" titah Al
"Baik Pak, saya permisi" pamit Randy
"Daripada semuanya dapat SP3, mending aku korbankan satu orang yang pertama kali membuat gosip. Tapi kan yang pertama bikin gosip Siska, pacarku sendiri. Tapi gak papalah, aku masih bisa cari daun muda lagi. Lagipula aku udah dapetin dia seutuhnya." batin Randy
Tidak butuh waktu lama buat Randy membawa Siska ke hadapan Al karena sebelumnya Randy tidak memberitahu Siska kalau dia dipanggil untuk diminta pertanggungjawaban atas apa yang dilakukannya.
Siska yang tidak mengerti dengan apa yang terjadi hanya mengekor Randy di belakang.
"Mas memangnya ada apa sih kita dipanggil" tanya Siska
"Kamu mau dikasih hadiah Sis karena prestasimu" sarkas Randy
Setibanya di ruangan Al, ternyata disana sudah ada Icha. Karena tadi Aisha menelponnya untuk menemui Al. Aisha berinisiatif memanggil Icha agar Al tidak marah-marah terus pada semua orang yang datang ke ruangannya.
"Maaf Pak, ada apa bapak memanggil saya kemari?" tanya Siska dengan lemah lembut
"Pak Randy, apa ini orangnya?" tanya Al
"Iya Pak!" jawab Randy
"Apa dia sudah tahu kesalahannya?" tanya Al
"Iya Pak"
"Kevin segera berikan surat pemecatannya" suruh Al. "Aku tidak mau melihat lama-lama wajah tidak tahu diri itu" lanjutnya
Al hanya melirik Siska sekilas sebelum dia menyeret Icha untuk mengikutinya.
__ADS_1
Siska yang melihat semua itu menjadi bingung dengan apa yang terjadi.
"Maaf Pak Kevin, siapa yang akan di pecat?" tanya Siska setelah Al dan Icha keluar dari ruangan.
"Tentu saja anda Nona" sarkas Kevin
"Tapi apa kesalahanku sampai dipecat seperti ini?" tanya Siska
"Bukankah Pak Randy sudah memberitahu?" tutur Kevin
"Mas, sebenarnya apa yang terjadi?" tanya Siska bingung, kenapa dia tiba-tiba di pecat. Bukankah akan diberi hadiah karena prestasinya.
"Maaf Siska, aku harus jujur mengenai penyebar gosip tentang Pak Al yang mempunyai simpanan. Bukankah kamu yang pertama kali menyebarkannya." terang Randy
"Kenapa kamu tega Mas membocorkan semuanya" seru Siska seraya memukuli Randy
"Stop! Kalau kalian mau berantem, silahkan lanjut di luar perusahaan. Karena di sini tempat untuk bekerja" tegas Kevin. " Ini surat pemecatan dan gaji terakhir anda, tapi maaf perusahaan tidak bisa memberikan anda pesangon karena anda dikeluarkan dengan tidak terhormat" lanjutnya
"Untuk Sp1 semua anggota grup, bisa Pak Randy ambil di HRD" ucap Kevin lagi
"Baik Pak! Ayo Siska" ajak Randy
Randy langsung menarik tangan Siska untuk keluar dari ruangan Al sebelum Kevin mengeluarkan taringnya.
Setelah kepergian Randy dan Siska, Aisha pun masuk ke ruangan Al untuk menemui Kevin.
"Udah"
"Untung tadi Icha keburu aku suruh ke sini, kalau tidak bisa abis Siska diamuk Al" terang Aisha
"Iya, Al kalau marah tidak pernah pandang bulu. Sama Kakek aja dia berani debat" sahut Kevin
***
Sementara Icha terus ditarik tangannya sampai ke mobil Al yang terparkir di basement.
"Al lepasin! Lihat tanganku merah, perih tau!" gerutu Icha
Al langsung menghentikan langkahnya dan berbalik melihat ke arah tangan Icha yang dari tadi dia pegang erat. Setelah tangannya dilepaskan, terlihat jelas tangan Icha yang putih bersih itu kemerahan.
"Maaf, Cha! Aku tidak sengaja" sesal Al
"Lagian kamu kenapa sih? Kata Aisha dan Abi kamu marah-marah terus" tanya Icha
"Ayo ke mobil, nanti ada yang menguping apa yang kita bicarakan" ajak Al
Icha pun hanya mengekor di belakang Al. Sesampainya di mobil, Al langsung mengambil tangan Icha yang tadi memerah dan memberinya salep agar lecetnya cepat kering.
Icha hanya diam mematung melihat Al yang sedang mengobati tangannya.
__ADS_1
"Benar kata Vio dan Kia, dilihat dari sisi manapun Al memang ganteng. Apa aku termasuk wanita yang beruntung karena bisa memiliki hatinya" batin Icha
Melihat Icha yang diam saja meski dia sudah selesai mengobatinya, Al langsung mencolek hidung Icha yang tidak semancung miliknya.
"Aku memang udah ganteng dari lahir, apa kamu baru sadar sekarang?" ucap Al yang mampu mengagetkan Icha dari lamunannya.
"Pede sekali anda Pak CEO" cebik Icha menetralkan keterkejutannya
"Masih saja mungkir, tapi gak papa yang penting hatimu sudah mengakuinya" sahut Al. "Pakai sabuk pengamannya, Cha! Atau mau kupasangkan" imbuhnya
Dengan segera Icha pun memasang sabuk pengamannya. Setelah dilihat rapi, Al pun melajukan mobilnya menuju ke sekolah Dika. Namun saat sampai sana, ternyata Dika sudah ada yang menjemput dan membawanya ke toko kue milik Bu Mira.
Al pun segera melajukan mobilnya ke toko kue milik Bu Mira karena dia ingin membawa Dika ke butik mencari baju couple yang cocok untuk mereka bertiga.
Sesampainya di toko kue, terlihat Dika sedang duduk bersama dengan Pak Bagas karena Bu Mira sedang sibuk melayani pelanggan.
Icha dan Al pun langsung menghampiri Pak Bagas dan Dika
"Assalamu'alaikum Om" salam Icha seraya mencium punggung tangan Pak Bagas
"Wa'alaikumsalam" ucap Pak Bagas. "Apa kabar, Cha?" lanjutnya
"Alhamdulillah baik Om!" jawab Icha. "Om juga apa kabar?" imbuhnya
"Om juga baik, Cha! Om kangen sama Dika jadi tadi Om menjemputnya" terang Pak Bagas
Al langsung menghampiri Dika yang sedang menikmati chocolate lava dengan coklat yang belepotan di bibirnya. Disekanya bibir Dika dengan sapu tangan yang selalu dibawanya di saku jas hingga bersih, membuat Pak Bagas tercengang dengan apa yang dilakukan oleh Bos putri angkatnya.
"Nak Al maaf! saputangannya jadi kotor" ucap Pak Bagas
"Tidak apa-apa Om," jawab Al
"Al mau minum apa? biar aku ambilkan" tawar Icha
"Lemon tea aja, Cha!" jawab Al
Icha pun bergegas masuk ke dalam bagian dapur untuk menyiapkan minuman. Saat di dapur, Icha bertemu dengan Bu Mira yang juga sedang menyiapkan minuman untuk pelanggan.
"Tan, apa Om sering ke sini?" tanya Icha
"Iya, Cha! Tiap hari dia ke sini dengan alasan mengantar Dika. Ujungnya makan siang di sini" jelas Bu Mira
"Mungkin Om ingin rujuk, Tan" seloroh Icha
"Gak taulah, Cha! Tante belum kepikiran buat balikan"
...*****...
👉Next part
__ADS_1