Terjebak Cinta Mantan

Terjebak Cinta Mantan
S2 Pacar Uji Coba


__ADS_3

Hari terus berganti, pertandingan demi pertandingan berjalan dengan lancar, kini saatnya acara puncak sekaligus pembagian raport siswa-siswi SMU Garuda Internasional School.


Dika sudah bersiap dengan baju sekolahnya, begitupun Icha dan Al yang akan datang ke acara pembagian raport putranya, sekaligus untuk memenuhi undangan dari rekan bisnisnya Andrea yang merupakan pemilik sekolah itu.


"Abang, nanti berangkat bareng saja sama Mama dan Papa," pinta Icha saat mereka akan memulai sarapan di meja makan.


"Nggak, Mah! Aku mau bawa motor saja!" tolak Dika.


"Mau kemana? Apa mau ada acara?" tanya Al lalu memasukan potongan roti ke mulutnya.


"Sekalian Dika mau minta ijin, kemarin El ngajakin berlibur ke pulau Cinta. Apa boleh, Pah?" Dika langsung meminum susunya yang ada di meja. Meskipun dia sudah sebesar sekarang, tapi kebiasaannya minum susu tidak pernah hilang.


"Ya, boleh! Berapa orang yang mau main ke sana?" tanya Al lagi.


"Mungkin hanya aku, El, Joen, dan Arkana, Pah!" terang Dika.


"Ya, sudah kalau memang laki-laki semua. Kalau misalkan ada anak perempuannya, nanti Papa suruh Bi Ijah untuk ikut agar mengawasi kalian, ucap Al.


"Iya, Pah! Aku sudah selesai, Dika pamit berangkat duluan!" Dika langsung beranjak dari duduknya dan menyalami kedua orang tuanya, tak lupa kedua adiknya yang sedari asyik makan tidak memperdulikan orang yang sedang mengobrol di depannya.


Selepas Dika pergi, barulah si bungsu bersuara, "Pah, aku juga mau ikut liburan ke pulau Cinta. Aku ingin main di pantai," ungkap Zee.


"Ya sudah, kalau adek mau liburan ke sana juga, nanti Papa dan Mama juga ikut sekalian mengecek laporan resort." Al langsung menyetujui keinginan putrinya begitupun dengan Icha yang hanya mengikut keputusan suaminya.


Sementara itu, Dika langsung menuju ke kelasnya seraya menunggu acara pentas seni di buka untuk memeriahkan hari jadi sekolah. saat sampai di kelas, ternyata sudah banyak temannya yang sama-sama menunggu dibuka acara.


Dika langsung menghampiri Carlo yang sedang duduk sendiri di kursinya. Dia sedang asyik bermain game di handphone-nya. Menyadari kedatangan Dika, Carlo pun menyimpan ponselnya dan mengajak ngobrol teman sebangkunya.


"Dika, kamu kho bisa pacaran dengan Allana? Aku saja tidak berani mengatakan perasaanku," ungkap Carlo.


"Aku udah putus kho!" Dika duduk dan mengambil ponselnya yang dia simpan di kantong celananya. Terlihat nama Kattie di layar ponselnya. Dika segera menggeser layar ke simbol warna hijau.


"Hallo Kattie, ada apa?" tanya Dika to the points saat panggilan teleponnya sudah tersambung.


"Abang, aku sedang di bandara! Jemput aku ke sini, aku tidak tahu alamat rumahmu." Terdengar suaranya yang seperti panik di seberang sana.


"Kenapa kamu datang ke sini kalau tidak tau alamat? Kamu ingin nyasar?" Dika ikut panik saat tahu temannya yang dari London sudah ada di negaranya.


"Makanya cepat jemput aku, tadi banyak sekali orang yang menawariku jasa antar sampai aku ketakutan," keluh Kattie.


"Aku ke situ sekarang, kamu share located aja!" Dika langsung bergegas keluar kelas, membuat yang lain merasa aneh karena tiba-tiba seperti orang yang panik. Bahkan saat dia berpapasan dengan Allana dan Arabella, Dika seperti tidak peduli.


"Kenapa dia? Kho panik gitu?" tanya Allana heran.

__ADS_1


"Aku gak tahu, Lana! Nanti kita tanya langsung saja sama Dika." Arabella membenarkan jepit rambut kupu-kupu yang terasa sedikit miring olehnya.


"Sudah yuk! Mending kita ke kantin, males di kelas mulu." Allana langsung menarik tangan Arabella agar mengikutinya.


Saat sampai di kantin, nampak suasana yang ramai dengan siswa-siswi yang menunggu acara di mulai. Allana pun segera mencari kursi kosong untuk mereka makan. Setelah menemukannya, Allana segera duduk di kursi sementara Arabella memesan makanan. Setelah mendapatkan pesanannya, kedua gadis cantik itu segera memakannya. Hingga datang seorang pemuda tampan menghampirinya.


"Hai boleh gabung gak?" tanya Gala yang baru datang.


"Boleh, duduk aja!" suruh Arabella.


Tanpa menunggu disuruh dua kali, Gala langsung mendudukkan bokongnya di samping Allana. Dia melihat ke arah Allana yang sedang asyik menikmati semangkok tanpa memperdulikan kehadirannya. Gala langsung mengambil garpu dan menusuk satu baso yang ada di mangkuk Allana hingga gadis itu tersadar saat melihat ada tangan yang mengambil baso miliknya.


"Eh!" Allana langsung menengok, melihat siapa pemilik tangan yang sudah berani mengambil baksonya. "Gala! Kirain aku siapa."


"Kenapa? Kamu mengharapkan orang lain yang mengambil baksonya?" tanya Gala.


"Bukan gitu, Aku kira Ara yang mengambil baso. Dia 'kan suka sekali mencomot makananku," elak Allana.


"Biarin napa, Lana! Asal aku gak comot cowok kamu aja," sanggah Arabella.


"Bukan cowok aku yang kamu comot, tapi kembaran aku yang kamu comot." Allana langsung menyendok kembali baso yang masih ada di mangkuknya.


"Itu kemarin-kemarin, Lana! Sekarang aku mau move on dari cinta yang bertepuk sebelah tangan." Allana membusungkan dadanya seraya menepuk dada oleh tangan kanannya.


"Baguslah! Biar aku gak pusing dengar kamu terus ngeluh karena El selalu cuek, sahut Allana.


"Move on dari siapa? Pacar aja kamu gak punya," cerca Arabella.


"Dari orang yang tidak bisa menerima perasaanku," jawab Gala.


"Mending kalian coba pacaran deh! 'Kan kalian berdua sama-sama gak bisa move on, siapa tahu kalau kalian jadian nanti tumbuh benih-benih cinta." Usul Allana yang sukses membuat Gala merasa tidak punya harapan lagi.


Aku inginnya sama kamu, Lana! Tapi kamu malah menyuruhku sama Ara. Apa sedikit pun tidak ada aku di hatimu? batin Gala.


"Boleh juga tuh usulnya! Udah Gala, kita pacaran uji coba aja yuk! Kalau sebulan masih gak ada cinta kita langsung putus aja." Sepertinya Arabella tidak pernah berpikir tentang resiko yang akan terjadi dengan tindakannya.


"Kamu yakin, Ara?" Meski hanya setengah hati, tapi Gala penasaran bagaimana reaksi Allana saat dia berpacaran dengan sahabatnya.


"Kenapa tidak? Aku jomblo, kamu juga jomblo. Gak akan ada pelakor selama masa uji coba itu," tutur Arabella.


"Sini tangan kamu, Ara! Tangan kamu juga, Gala!" Allana langsung mengambil tangan kedua sahabatnya lalu menautkan tangan mereka berdua. "Mulai sekarang, kalian resmi berpacaran! Aku merestui hubungan kalian. Semoga kalian bisa move on dari cinta yang sepihak dan menemukan kebahagiaan kalian berdua."


Arabella dan Gala hanya bengong dengan apa yang dilakukan Allana, dia sudah seperti penghulu yang menikahkan sepasang pengantin.

__ADS_1


Padahal aku hanya ingin membuat dia merasa cemburu, kenapa malah jadi seperti ini? Tapi biarlah, aku penasaran dengan sikap Allana ke depannya, batin Gala.


Apa aku bisa jatuh cinta pada orang lain? Sedangkan hatiku sudah sepenuhnya milik El, batin Arabella.


Sementara di lain tempat, Dika langsung menuju tempat di mana Kattie sedang menunggunya. dia terkadang bingung dengan gadis yang masih memiliki ikatan kekerabatan dengannya itu. Tiada henti Kattie selalu mengikutinya ke mana pun dia pergi. Dika yakin kalau gadis itu kabur dari rumah untuk menyusulnya. Apalagi kemarin, kepindahannya ke tanah air mendadak sekali dan tidak sempat berpamitan dengan semua kerabat dan tetangga di sana.


Saat terlihat dari jauh ada sorang gadis yang berambut coklat dengan tinggi semampai bak model, Dika pun langsung menghampirinya.


"Kattie!" panggil Dika.


Kattie langsung menoleh ke arah suara dan senyumnya langsung mengembang saat melihat pemuda yang disukainya itu benar-benar menjemputnya di bandara.


"Dika!" teriak Kattie saat melihat Dika. Dia langsung menghambur ke pelukan lelaki pujaan hatinya.


"Ish! Kamu tuh asal peluk-peluk aku saja, nanti kalau cewekku cemburu gimana?" keluh Dika.


"Aku tidak akan membiarkan kamu menjadi milik perempuan mana pun, karena kamu hanya milik aku." Kattie langsung memasang wajah serius, tapi Dika malah menganggapnya hanya sebagai candaan.


"Sudahlah! Ayo kita cari hotel, kamu pasti lelah dan ingin beristirahat," ajak Dika.


"No! Aku mau menginap di rumah Uncle Aldrich, uangku tidak cukup untuk membayar hotel," dalih Kattie, padahal dia ingin selama liburan selalu dekat dengan Dika.


"Dasar bule kere! Liburan tapi gak modal," seloroh Dika.


"Kere? Apa itu kere Dika? Aku tidak menemukannya di kamus," tanya Kattie yang memang sudah fasih bahasa Indonesia karena dia sengaja belajar bahasa sehari-hari Dika bersama keluarganya agar mudah mengerti dengan apa yang sedang Dika dan keluarganya bicarakan.


Dika mengulas seny-um sebelum menjawab pertanyaan dari sahabatnya itu. " Kere itu cantik, Beautiful."


"Oh! Aku bule kere berarti aku bule cantik!" Terlihat sinar bahagia di wajah Kattie karena merasa mendapat pujian dari Dika.


"That's right!"


...~Bersambung~...


...Dukung terus Author ya kawan! Dengan klik like comment vote rate gift dan favorite....


...Terima kasih!...


.


Mohon dukungannya ya kawan! Karya Author yang ikut event Mengubah Takdir judulnya


...'Harga sebuah Daster'...

__ADS_1


Bercerita tentang kehidupan seorang ibu muda yang rela meninggalkan karier demi mengurus keluarga kecilnya. Sampai dia melupakan dirinya sendiri karena terlalu fokus pada rumah, suami dan kedua anak balitanya. Pada akhirnya, hinaan, cacian dan penghianatan yang dia dapatkan dari suami dan mertuanya. Dari situ dia mulai berpikir untuk merubah dirinya.



__ADS_2