
Setelah menghabiskan sarapannya, Bu Mira pun berniat untuk melihat apartement yang di katakan oleh Kevin. Sehingga dia dan Dika ikut dengan Kevin melihat apartement barunya. Sedangkan Icha dan Al berangkat ke kantor. Meskipun terpaksa Icha berangkat ke kantor bersama Al.
Sesampainya di kantor, seperti biasa Icha akan bergegas turun dari mobil Al agar tidak ketahuan oleh karyawan lain.
Icha langsung mendudukkan bokongnya saat sampai di meja kerjanya. Terlihat Aisha sedang berkutat dengan laptopnya.
"Kesiangan Cha, untung Al belum datang" ucap Aisha
Icha hanya cengengesan mendengar apa yang Aisha katakan. Bagaimana kalau Aisha tahu bahwa sebenarnya dia berangkat bareng Al.
"Sha, kho pintunya gak ditutup" tanya Icha heran saat melihat pintu ruangan Al terbuka.
"Disuruh oleh Pak Ardi, Cha"
"Oh!" Icha hanya ber oh ria mendengar jawaban Aisha sambil mengerucutkan bibirnya dan mengangguk-anggukan kepalanya.
Al diam mematung persis di depan meja Icha melihat kelakuan Icha yang menurutnya menggemaskan, "Ingin rasanya ku lahap bibir itu" batin Al
Tapi ternyata bukan itu yang keluar dari mulut Al.
"Apa yang kamu lakukan, apa seperti ini pekerjaan seorang sekertaris?" tegur Al
Icha yang kaget mendengar suara Al tepat berada di depannya langsung berdiri tegak dengan sikap sempurna
"Maaf Pak" seru Icha
Ingin rasanya Al tertawa tapi dia menahannya sehingga dia hanya berdehem untuk menetralkan suaranya.
Ekhemm
"Bekerja yang benar" pesan Al dengan tanpa sadar mengusak kepala Icha
Aisha yang melihat pemandangan di depannya hanya mengulum senyum.
"Maaf Pak, ditunggu Pak Ardi di ruangan" ucap Aisha formal
Tanpa bicara lagi, Al langsung bergegas untuk menemui Kakeknya. Terlihat Tuan Ardi sedang duduk dengan bersidekap dada dengan ditemani asisten pribadinya Pak Munandar yang biasa dipanggil Pak Mun dan juga Kalisa yang duduk tidak jauh dari Tuan Ardi
"Assalamu'alaikum" salam Al
"Wa'alaikumsalam" jawab Tuan Ardi, Pak Mun dan Kalisa bersamaan.
"Dari mana saja Al? Jam segini baru sampai" cecar Tuan Ardi
"Maaf Kek! Tadi aku ada urusan" kilah Al
"Urusan apa? Apa itu penting?" desak Tuan Ardi
"Bagiku penting. Ada apa Kakek kemari?" selidik Al
__ADS_1
Tanpa basa basi lagi Tuan Ardi mengutarakan maksudnya datang ke perusahaan bersama Kalisa
"Tempatkan Kalisa sebagai sekertarismu Al, dan kembalikan sekertaris barumu ke tempatnya semula" perintah Tuan Ardi
Tanpa sadar Al mengepalkan tangannya saat Kakeknya menyuruh dia untuk memindahkan Icha. Dengan sorot mata tajam Al menatap Kalisa, kesal itulah yang Al rasakan.
"Aku tidak suka Kakek ikut campur dengan keputusanku. Kalau memang Kalisa berniat kerja disini, aku akan menempatkan dia di bagian marketing sebagai sekertaris manager" jelas Al
"Aku gak mau, aku hanya ingin jadi sekertarismu Al" potong Kalisa
"Aku tidak suka kamu terus menempel padaku Lisa!" sentak Al
Kalisa yang mendengar suara Al meninggi langsung terdiam dengan mata yang berkaca-kaca. Sedangkan Tuan Ardi yang melihat Kalisa hampir menangis sontak emosinya langsung naik
"Aldrich!!!" bentak Tuan Ardi
"Kalau Kakek tidak suka dengan keputusanku, aku mundur dari posisiku"ucap Al datar dengan keputusan finalnya
"Cih! Aku dah cape ikutin kemauan kamu Lisa. Lagian Icha pasti tersinggung, belum ada sebulan jadi sekertarisku sudah aku pindahin lagi" batin Al
Tuan Ardi hanya mengusap keningnya, pusing rasanya menghadapi sikap keras kepala cucunya. Di sisi lain Tuan Ardi juga merasa tidak enak dengan sahabatnya yang merupakan Kakek Kalisa apabila dia menolak keinginan Kalisa.
Sedangkan Kalisa menahan gemuruh di dadanya, ingin sekali dia meluapkan kekesalannya tapi sebisa mungkin dia menahannya di depan Tuan Ardi.
"Baiklah! Kalau dia tidak bisa menjadi sekertarismu, jadikan dia asisten pribadimu" suruh Tuan Ardi
"Sama saja, aku tidak mau!" tolak Al
Tok tok tok
"Masuk!"
Ceklek! Pintu pun dibuka dari luar, terlihat Icha membawa beberapa dokumen di tangannya.
"Maaf Pak, tamu dari JS group sudah menunggu di ruang meetting" kata Icha
"Tolong suruh tunggu sebentar" sahut Al
"Baik Pak! Permisi!" pamit Icha
Icha pun pergi untuk menemui klien dari JS group.
Setelah Icha menutup pintu, Al langsung pamit untuk menemui tamu dari JS Group. Begitupun dengan Tuan Ardi yang merasa senang akhirnya bisa bekerja sama dengan perusahaan asal Negeri Ginseng itu. Karena semasa Tuan Ardi yang memimpin Putra Group, beliau tidak pernah berhasil mengajak kerja sama dengan JS Group karena seleksinya yang begitu ketat.
Sedangkan Kalisa memutuskan untuk pulang, tetapi saat sampai di meja Icha, Kalisa pun menghentikan langkahnya.
"Cih! cewek kampungan gini malah dibelain," cibir Kalisa
Icha yang sedang membuat laporan langsung menghentikan pekerjaannya saat mendengar Kalisa menghina dirinya.
__ADS_1
"Kenapa ruangan ini jadi horor gini ya! ada suara tapi tidak ada wujud" sindir Icha dengan bergidik ngeri
"Woyyy Jelek! Kamu gak lihat cewek cantik berdiri di depanmu" teriak Kalisa
"Ya Allah bisa budeg kuping Icha dengar suara kaleng rombeng. Mbak Kalisa memang cantik, secantik pantat panci yang habis dipake masak di hawu(tungku)" kekeh Icha
"Kurang ajar kamu!" Murka Kalisa langsung menampar pipi Icha
Plakk
"KALISA"
Icha yang mendapat serangan mendadak sangat kaget dengan kekasaran Kalisa. Otaknya masih mencerna dengan apa yang barusan terjadi sehingga dia diam mematung.
"Apa-apaan kamu?" bentak Kevin yang barusan tidak sengaja melihat Kalisa menampar Icha saat dia baru datang.
"Dia yang memulai duluan Vin, dia menghina aku, katanya aku seperti pantat panci" adu Kalisa
Kevin tidak menghiraukan ucapan Kalisa, Dia sibuk menelisik pipi Icha yang ada cap lima jarinya
"Bisa murka Al kalau tau ceweknya ada yang nyakitin. Mobil-mobilannya aku rusak aja dia marah besar" ringis Kevin dalam hati
"Sudah kamu pulang sana Lisa! Sebelum Al tahu kamu sudah menyakiti sekertarisnya" usir Kevin
Tanpa bicara lagi Lisa pun segera pergi dari kantor Al.
Sementara Icha, dia langsung kembali mengerjakan pekerjaannya yang tertunda. Ingin rasanya Icha menangis karena ini pertama kalinya dia mendapat kekerasan fisik dari orang lain. Namun sebisa mungkin Icha menahannya.
Sedangkan Kevin sibuk mencari ea batu dan kotak P3K. Dia tidak ingin kalau sampai Al tahu dengan kejadian tadi.
Setelah mendapatkan semuanya, Kevin pun segera menghampiri Icha yang masih berkutat dengan pekerjaannya.
"Icha, ini es batu buat kompres pipi kamu" ucap Kevin memecah konsentrasi Icha
"Emang kenapa pipi aku" tanya Icha
"Itu pipi kamu sedikit bengkak, emang kamu gak ngerasa perih? tanya Kevin
"Perih sih! Tapi aku sibuk harus menyelesaikan ini biar gak lembur" tutur Icha
"Ck! Sudah sini aku kompresin" tawar Kevin
Kevin pun dengan perlahan mulai mengompres pipi Icha.
"Biar aku aja Pak" tukas Icha seraya mengambil kompresan dari tangan Kevin
"Sedang apa kalian?"
...*****...
__ADS_1
👉Next part