Terjebak Cinta Mantan

Terjebak Cinta Mantan
Bab 30 Beri aku kesempatan


__ADS_3

Icha langsung memeluk Dika saat dia sudah dibawa oleh Al. Takut, itulah yang Icha rasakan. Icha terus terisak sambil memeluk tubuh kecil Dika.


"Kakak aku nggak papa! Apa kakak lupa kalau aku pintar berenang dan menyelam" jelas Dika


"Kakak takut kamu kenapa-napa dek, tadi ombaknya lumayan besar. Lagipula ini bukan kolam renang tapi laut" cemas Icha


"Mbak, putranya baik-baik saja?" tanya seorang wanita cantik dengan gadis kecil yang tadi ingin Dika tolong dan dua anak lelaki sebaya Dika.


"Alhamdulillah tidak apa-apa Mbak" terang Icha.


"Syukurlah kalau baik-baik saja" ucap Wanita cantik itu. "Oh iya Mbak, kenalkan nama saya Mitha dan ini putri saya Allana. Kedua cowok tampan ini Elvano dan Joen" lanjutnya


"Saya Icha Mbak, dan ini adik saya Dika" ucap Icha ikut memperkenalkan diri


Mereka pun bersalaman untuk saling mengakrabkan diri.


"Allana, bilang terima kasih pada adik tampan ini karena sudah berusaha menolong" suruh Mitha


"Apaan sih Mah, dia itu udah ngancurin latihan Al berselancar " gerutu Allana


"Maaf ya sayang, Allana memang menyukai olahraga ekstrim" jelas Mitha


"Iya nggak papa Mbak! Maaf juga ya cantik, Dika tidak tahu kalau Adek mau berselancar" ucap Icha


Dika hanya diam saja, sedih rasanya saat niat baiknya disalah pahami. Hingga ada seseorang yang menepuk bahunya dari belakang.


"Jangan sedih boy! Nanti kita latihan berselancar bareng. Iya kan El, Joen" ucap Andrea yang sedari tadi memperhatikan interaksi keluarganya dengan bocah kecil yang berniat menolong putrinya.


"Iya Pah" kompak El dan Joen


"Loh, Allana tidak diajak Pah" rengek Allana


"Kalau Allana bersikap baik, pasti Papa ajak kho!" tegas Andrea


Dengan enggan, Allana pun mengikuti apa yang papanya katakan.


"Maaf ya Dika dan Makasih tadi mau nolong Allana." ucap Allana seraya mengulurkan tangannya mengajak bersalaman.


Dika pun menyambut uluran tangan Allana, lalu berkata "Iya"


Setelah sedikit berbasa-basi akhirnya mereka pun berpisah kembali pada rencana semula.


Setelah membersihkan diri dan berganti pakaian, kini Icha, Dika dan Al sedang menikmati air kelapa muda yang sangat menyegarkan ditambah sedikit es batu dan susu putih membuat rasanya semakin mantap di tenggorokan.


"Cha, nanti pulang dari sini kita mampir ke mall dulu ya!" ucap Al


"Mau apa?" tanya Icha heran


"Kita beli alat berselancar buat Dika. Maukan belajar sama Om" tanya Al


"Mau Om" jawab Dika antusias

__ADS_1


"Emang Nggak papa? Dika kan bulan depan baru enam tahun Al" tanya Icha cemas


"Nggak papa, Cha! Nanti aku tanya ke Pak Andrea di mana dia mulai mengajari anak-anaknya yang masih kecil berselancar" terang Al. "Kamu gak usah cemas, Cha! Aku pasti utamakan keselamatan Dika" imbuhnya.


"Apa benar Al begitu menyayangi Dika. Dulu aja saat aku mau bilang kalau aku hamil, dia malah mengatakan kata-kata yang sangat menyakitiku hingga aku tidak jadi mengatakannya"


"Kakakk aku lapar" rengek Dika


"Ayo kita kesana!" ajak Al


Setelah membereskan barang bawaannya kemudian Icha pun menyusul Al dan Dika ke resto yang khusus menyediakan menu seafood.


Sesampainya disana, Icha langsung celingukan mencari Al dan Dika. Hingga dia melihat dua lelaki tampan yang bagai pinang di belah dua itu melambaikan tangan padanya. Dengan segera Icha menghampirinya.


"Duduk Cha! Udah aku pesenin." ucap Al


Icha pun memilih duduk disamping Dika berhadapan dengan Al.


"Emang kamu tahu apa seafood yang kusuka?" tanya Icha


"Aku masih ingat semua tentang kamu, Cha. Sedikit pun aku tidak pernah melupakannya" tutur Al


Icha hanya tersenyum hambar mendengar penuturan Al. Rasanya dia belum bisa percaya dengan apa yang Al katakan.


Setelah semua pesanan terhidang di meja, mereka pun makan dalam hening hingga suara Handphone Al memecah kesunyian.


"Sebentar ya aku angkat telepon dulu" pamit Al


Setelah Al pergi, barulah Icha bertanya pada Dika.


"Nggak kho Kak! Om Al yang pesan sendiri" jelas Dika.


"Dek, jangan pernah minta apapun sama Om Al ya!" pesan Icha


"Nggak Kak, Om Al yang suka nawarin. Kan kata Mama kalau rejeki gak boleh ditolak" bela Dika


"Iya sayang! Ayo kita makan lagi" ajak Icha


Al datang dengan tergesa-gesa dengan muka yang terlihat panik.


"Cha, makannya udah belum? Aku ada urusan, bisa kita pulang sekarang?" ucap Al


"Udah kho Al!" jawab Icha


"Sebentar ya! Aku ke kasir dulu" pamit Al.


Setelah urusannya selesai dengan kasir, Al pun segera mengajak Icha dan Dika untuk segera pulang.


Selama perjalanan tidak ada yang membuka suara. Apalagi Dika sudah tertidur karena kelelahan. Al terus memacu mobilnya diatas 80km/jam, hingga tak butuh waktu lama mereka sudah sampai di lobby apertement.


"Cha, biar nanti aku yang gendong ke atas" ucap Al. Icha pun hanya menganggukkan kepalanya.

__ADS_1


Sesampainya di kamar Icha, Al perlahan membaringkan Dika di tempat tidur. Terlihat Icha memasuki kamar setelah menyimpan baju kotor ke tempat pencucian.


"Kirain udah pulang Al?" tanya Icha


"Aku sengaja nunggu kamu dulu." jawab Al


"Ada apa?" tanya Icha heran


Tanpa menjawab pertanyaan Icha, Al langsung memeluk Icha erat. Al benamkan kepalanya di ceruk leher Icha.


"Cha, Aku minta maaf dengan semua yang ku lakukan. Ku mohon beri aku kesempatan untuk mempertanggungjawabkan perbuatanku" ucap Al


Icha terdiam, dia tidak mengira Al akan mengatakan hal itu. Kata-kata yang Icha tunggu 6 tahun yang lalu, kini dia mendengarnya.


"Aku sudah memaafkanmu Al, tapi aku butuh waktu untuk memikirkannya. Aku belum siap untuk terluka lagi" lirih Icha


"Aku akan menunggumu" ucap Al seraya mengecup kening Icha lama.


Setelah puas memeluk Icha, Al pun pamit untuk pulang.


***


Keesokan paginya, Icha berangkat kerja dengan semangat 45. Setelah semalaman berpikir, akhirnya Icha memutuskan untuk memberi Al kesempatan. Icha hanya ingin Dika memiliki orang tua yang utuh.


Tak berselang lama setelah Icha sampai di tempat kerjanya, terlihat Aisha datang dengan diantar Abizar.


"Cerah bener, Cha. Pasti efek weekend nih" goda Aisha.


"Apa sih Sha" kilah Icha


"Cha, kemarin aku ke rumah kamu, tapi kata Om Bagas kamu sudah tidak tinggal di sana lagi" kata Abizar


"Aku pindah ke apart sama Tante Mira Bi, karena Tante dan Om ku pisah" ucap Icha sendu


"Kho bisa! bukannya mereka selalu terlihat romantis" ucap Abizar heran.


"Aku Nggak tahu Bi." sahut Icha


"Oh iya Cha, minggu depan aku mau ajak Aisha pulang. Kamu mau ikut gak? tanya Abizar


"Aku belum siap Bi"


"Mau sampai kapan, Cha? Pasti Om dan Tante sangat rindu sama kamu." ucap Abizar


"Aku nggak tahu Bi, mungkin saat aku akan menikah" jawab Icha enteng.


"Susah ngomong sama kamu Cha. Aku bilangin Tante, kamu ada disini." ancam Abizar


"Sssttt. Nggak boleh esmosi, hari ini Al ga masuk. Jadi kita bisa santai Cha" ucap Aish


"Emang kenapa gak masuk?"

__ADS_1


...*****...


👉Next part


__ADS_2