Terjebak Cinta Mantan

Terjebak Cinta Mantan
Bab 21 Cemburu?


__ADS_3

"Pak Oryza? Ngapain disini?" pekik Icha


"Aku mau ganti handphoneku, yang ini sudah gak enak dipakenya" terang Oryza. "Trus kamu ngapain ke sini, Cha?" lanjutnya


"Icha mau ke supermarket, ya udah duluan ya Pak" pamit Icha


"Eitsss! Gak bisa gitu dong Cha, karena kita ketemu di sini jadi kamu harus antar aku cari handphone" tukas Oryza


"Loh kho gitu Pak? Kan kita gak janjian." tolak Icha


"Gak ada penolakan Cha. Kalau gak mau antar beli handphone, kamu harus temenin aku makan." sahut Oryza sambil menarik tangan Icha


Dengan terpaksa Icha pun mengikuti ajakan atau paksaan Oryza tepatnya.


Kini mereka berada di sebuah restoran jepang. Namun Icha tidak ikut makan, dia hanya memesan minuman. Tak berselang lama, Kevin, Al, dan Kalisa datang karena ternyata Oryza memberi tahu Kevin kalau dia sedang makan bersama seorang gadis.


Icha masih terus memainkan handphone miliknya sehingga dia tidak sadar dengan kedatangan Al.


Al mengambil duduk tepat di depan Icha dengan Kalisa di sampingnya.


"Khusyuk banget Cha main handphonenya" tegur Kevin


Icha pun mendongakkan kepala melihat ke arah suara.


Deg


Betapa kagetnya Icha saat dia melihat Al ada di depannya.


"Eh Pak Kevin, ini aku lagi chattingan sama adikku Pak. Dia ingin dibeliin mainan" terang Icha


"Kamu punya adik kecil Cha? berapa tahun?" tanya Kevin lagi kepo


"Putra tanteku, cuma aku dekat sama dia. Baru 5 tahun setengah." jelas Icha


Al yang sedari diam pun angkat bicara saat mendengar Dika ingin mainan.


"Dika ingin mainan apa?" Tanya Al


"Mau lego" jawab Icha


"Kamu udah tahu adiknya Icha Al" selidik Oryza


"Hmm"


"Kampret! ternyata aku kalah start dari kamu Al" gerutu Oryza


Al hanya tersenyum miring menanggapinya sedangkan Kalisa yang tadi diam hanya mendumel dalam hati.


Pesanan makanan pun datang dan kini mereka sedang asyik makan. Tapi tidak dengan Icha, dia melanjutkan chatting dengan Vio dan Kia


Kalisa beberapa kali menyuapi Al dan semua itu tak lepas dari pandangn Icha.


"Huh pamer kemesraan terus" dengus Icha pelan


"Maaf aku ke toilet dulu" pamit Icha


"Tasnya jangan dibawa Cha" sanggah Oryza


"Kenapa? aku kan mau make up dulu" kelit Icha

__ADS_1


"Sejak kapan kamu make up, biasanya juga polosan" debat Oryza


"Sejak aku putuskan untuk move on dan memulai hidup baru" sarkas Icha kemudian berlalu pergi.


"Move on? emang dia pernah pacaran?" gumam Oryza


"Pernah! Aku duluan" sahut Al seraya bangkit dari duduknya dan berlalu pergi


"Kenapa dengan Al, kayak tahu banget soal Icha" ucap Oryza heran.


"Apa mereka pernah ada hubungan?" tebak Kalisa


Kevin dan Oryza hanya diam tidak menjawab karena mereka pun tidak tahu jawabannya.


Sementara Icha setelah keluar dari restoran, dia langsung bergegas ke supermarket membeli apa yang dia butuhkan. Setelah mendapatkan semuanya, Icha pun langsung pulang. Namun sebelumnya dia mengirim pesan pada Oryza


📨 send to Bos Ory


[Maaf Pak aku langsung pulang, adikku nangis ingin mainan pesanannya]


***


Setelah menempuh perjalanan sekitar 30 menit, Icha akhirnya sampai di rumah Bu Mira yang dia akui sebagai tantenya. Namun di mengeryit heran saat melihat ada sebuah mobil sport berwarna merah terparkir di depan pagar rumah Bu Mira.


Tak mau ambil pusing, Icha pun memasukkan motornya ke dalam garasi.


"Baru pulang" tanya Al


"Ngapain kesini?" judes Icha


"Kangen sama Dika"


"Oh" ucap Icha seraya melengos pergi meninggalkan Al yang diam mematung di teras rumah


Flashback on


Al yang tidak fokus dengan pekerjaannya karena ada Kalisa, memutuskan untuk melihat Icha melalui cctv yang terhubung ke laptopnya. Saat dia tahu Icha akan ke ruangannya, Al pun pura-pura terjatuh dan mengungkung Kalisa. Namun Kalisa tidak mau menyia-nyiakan kesempatan sehingga dia segera menempelkan bibirnya dengan bibir Al saat tahu Icha masuk ke ruangan Al


Flashback off


Al kembali masuk ke dalam dan bergabung dengan Dika yang masih asyik dengan mainan barunya.


"Dek, Kak Ichanya kemana?"


"Tadi langsung masuk kamar Om"


"Ayo Om! Ajarin Dika bikin pesawat dari lego" ajak Dika


Al pun kembali asyik bersama Dika merangkai berbagai macam bentuk dari mulai robot-robotan, pesawat terbang dan mobil-mobilan.


"Kenapa aku merasa de javu, seperti saat dulu bersama papa" batin Al


Icha kembali turun ke bawah karena perutnya dari tadi keroncongan.


"Dek, mama kemana kho sepi" tanya Icha celingukan mencari keberadaan Bu Mira


"Tadi pergi sama papa Kak," jawab Dika


"Kho banyak mainan baru Dek? Dibeliin siapa?" tanya Icha

__ADS_1


"Tadi Om Al yang bawa kak, bagus-bagus kan Kak" sahut Dika dengan wajah sumringah.


"Iya bagus, tapi lain kali gak usah bawain mainan sebanyak itu" omel Icha.


"Nggak papa kali Cha, yang penting Dika senang" bela Al


Icha hanya menatap sinis pada Al. Entahlah rasanya dia ingin marah-marah saat melihat Al.


"Udah makan belum Dek" tanya Icha


"Aku belum makan Cha" celetuk Al


"Aku gak ada nanya sama kamu Al" ucap Icha jengah. "Bukannya tadi kamu udah makan disuapin boneka annabel" lanjutnya


"Nggak, tadi aku nyusul kamu tapi gak ketemu. Ya udah aku langsung kesini" jelas Al


"Gak nanya!" ketus Icha seraya pergi ke meja makan


Al langsung menyusul Icha ke belakang hingga saat Icha pergi ke dapur untuk mencuci tangannya, Al langsung melingkarkan tangannya di perut Icha membuat Icha jadi tertegun dengan degup jantung yang berdetak lebih cepat dari biasanya.


"Jangan bohongi dirimu sendiri Cha, Aku tahu kamu cemburu kan lihat aku sama Kalisa" bisik Al


Icha ingin melepaskan tangan Al di perutnya tapi Al malah semakin mengeratkan pelukannya.


"Lepas Al!" sentak Icha


"Sebentar aja Cha, aku kangen sama kamu" jujur Al dengan menempelkan dagunya ke bahu Icha


"Lepas Al! jangan macam-macam di rumah tanteku"


Terdengar suara langkah kaki menuju ke dapur sehingga Al segera melepaskan pelukannya.


"Kakak aku lapar" rengek Dika dengan mengelus perutnya.


"Ayo kita tunggu di meja makan, biarkan Kak Icha menyiapkan makanan untuk kita" ajak Al seraya menggendong Dika dan membawanya ke ruang makan.


"Pede sekali anda Tuan, siapa juga yang mau kasih makan orang kaya seperti kamu" gerutu Icha dengan memonyong-monyongkan bibirnya.


Namun tak urung juga Icha menyiapkan piring dan gelas untuk Al sedang untuk makanannya memang sudah ada di meja makan.


Seperti keluarga kecil yang bahagia Al, Dika dan Icha makan bersama dalam satu meja dengan sesekali Al menyuapi Dika.


"Apa Al akan menerima Dika saat aku beritahu yang sebenarnya, tapi aku takut dia merebut Dika dariku" batin Icha


"Setiap kali aku bersama Icha dan Dika, hatiku selalu menghangat. Aku ingin selalu bersama mereka" batin Al


Setelah acara makan dalam keheningan itu selesai, mereka pun kembali ke ruang tengah dan membereskan mainan Dika yang berserakan.


"Kakak main ke taman yuk! Dika mau naek thomas sama mancing ikan" ajak Dika saat selesai membereskan mainannya.


"Ayo Dek sama Om," ajak Al


"Horeee Om Al baik deh!" sorak Dika sumringah


Icha mau tidak mau akhirnya menyetujui keinginan Dika untuk main ke taman komplek yang menyediakan berbagai permainan anak-anak.


Al hanya tersenyum melihat Icha yang dengan terpaksa mengikuti keinginan Dika.


...*****...

__ADS_1


...Terus dukung author ya reader dengan like comment vote rate gift dan masukin ke daftar favorite ya!...


👉Next part


__ADS_2