
Semenjak pembicaraan di cafe Mizy, keesokan harinya Adjie langsung mendapatkan surat mutasi tugas ke daerah luar pulau Jawa. Tentu saja hal itu membuat Kia dapat bernapas dengan lega. Bagaimana tidak, seseorang yang terobsesi padanya sudah dijauhkan dari kehidupannya.
Semenjak itu pula, Oryza selalu menghindar dari Kia dan lebih sering bersama dengan Yura. Kia sadar mungkin Oryza butuh waktu untuk menerima semua kekurangannya, tapi hatinya sedikit tercubit saat melihat kehangatan Oryza pada Yura.
Seperti saat ini, Vio dan Kia sedang menemani bumil jalan-jalan ke mall bersama Dika, tanpa sengaja mereka melihat Yura sedang menggandeng mesra tangan Oryza keluar dari sebuah butik ternama.
Meskipun hatinya sakit melihat calon suaminya bersama wanita lain, tapi Kia selalu tersenyum untuk menutupi luka hatinya.
"Dika, main game sama Tante yuk!" ajak Kia
"Boleh! Dika mau yang joged itu Tan, biar bisa ngalahin Kak Lana." Dika langsung menarik tangan.
"Lana yang anaknya Pak Andrea ya?" tebak Kia seraya mengikuti langkah kaki Dika. Sementara Icha dan Vio mengikuti dari belakang
"Iya Tan, Kak Lana pinter banget main game joget itu. Dika selalu kalah sama dia," keluh Dika
"Dika suka sama Lana?" Lagi-lagi Kia menebak perasaan Dika.
"Tentu saja Tan! Kak Lana itu sudah cantik, pinter, serba bisa cuma kadang suka jutek tapi sebenarnya hatinya baik kho," jelas Dika
"Wah Tante punya saingan dong. Padahal Tante suka banget sama Dika, tapi Dikanya suka sama Lana," goda Kia dengan berpura-pura sedih.
Dika yang melihat Kia sedih langsung menghentikan langkahnya dan berbalik menghadap Kia, "Tante jangan sedih! Dika juga suka kho sama Tante," bujuknya.
Kia yang sebenarnya sedang galau, langsung memeluk Dika. Hatinya menangis tapi sebisa mungkin dia tersenyum pada oang lain.
"Aku harus bicara dengan Oryza, kalau misalkan dia menyesal dengan pejodohan itu lebih baik mundur dari sekarang." Batin Kia
"Ayo Tan ikutin Dika!" Dika terus mengikuti irama lagu dengan kaki terus mengikuti petunjuk mana yang harus diinjak.
Tawa Kia pun pecah karena dia selalu terlambat untuk menginjakkan kakinya. Dengan napas yang terengah-engah, Kia menghentikan permainannya.
"Tante nyerah Dik, capek." Tangan Kia terus mengipas-ipasi badannya karena sedikit berkeringat.
"Nih minumnya," ucap seseorang seraya menyerahkan sebotol minuman.
"Dito? Kamu sama siapa ke sini?" tanya Kia kaget
"Aku sendiri, tadi niatnya mau beli buku di Gramedia, eh ketemu Icha di luar. Katanya kamu lagi main sama Dika," tutur Dito
"Makasih ya minumnya," ucap Kia seraya mengacungkan botol minuman dan akan meminumya.
"Udah lama ya kita gak jalan, sekarang aku dipindah ke kantor cabang, jadinya jarang ketemu," ucap Dito
"Kho gak bilang aku kalau kamu dipindah?" tanya Kia
"Aku mendadak dapat surat mutasinya, jadi gak sempet hubungi kamu," ungkap Dito
__ADS_1
Terlihat Dika yang sedang berlari ke arah Kia dengan napas tersengal, "Tante, Dika haus," ucapnya.
Dito segera menyerahkan sebotol minuman ke arah Dika seraya berkata, "Ini untuk Dika."
"Makasih Om," jawab Dika seraya mengambil air minum dari tangan Dito dan segera meminumnya
"Tadi kata Icha di tunggu di resto depan," ujar Dito.
"Ayo Tan kita temui mama!" ajak Dika seraya menarik tangan Kia.
Saat sedang menuntun Dika menuju restoran tempat dimana Icha berada, tanpa sengaja mereka berpapasan dengan Oryza dan Yura yang lewat di pusat permainan.
Dengan mode sombongnya, Yura bergelayut mesra di tangan kekar Oryza tanpa adanya rasa canggung.
"Om Ryza!" panggil Dika
"Hai Dika, kenapa tidak dengan mama kamu?" tanya Oryza.
"Dika mau ke mama, Om. Ayo ikut DIka nanti dikasih jajan sama mama." Bujuk Dika.
Kia hanya diam saja tidak berani bersuara, sampai akhirnya Yura yang bersuara, "Bukanya kamu Dito ya? Yang dimutasi ke kantor cabang,"
"Iya Mbak, kho Mbak Yura bisa tahu nama saya?" tanya Dito heran
"Ya tahu saja," ucap Yura. "Bagaimana gak tahu kalau waktu itu Oryza yang minta Al buat mutasi dia." batin Yura.
"Dit duluan aja ya! Aku mau ke toilet dulu." pamit Kia
***
Keesokan harinya, Vio memberondong Kia dengan berbagai pertanyaan. Apalagi Kia sudah berjanji akan menemaninya ke salon karena malamnya keluarga Kevin akan datang melamarnya. Namun pada kenyataannya, Kia malah pulang dan tidak menemani di acara lamarannya.
"Kia, kamu benar-benar tega sama aku. Katanya mau nemenin tapi kenapa malah pulang, udah gitu Kak Violet datangnya telat, aku sedih banget sendirian."
"Maafin aku Vio, kemaren kepalaku pusing jadi pulang duluan. mau pamit handphoneku lowbat jadi gak bisa kasih kabar. Sampai rumah aku langsung tidur, baru bangun tadi subuh," cerocos Kia.
"Pokoknya aku marah sama kamu!" ketus Vio
"Jangan marah dong cantik, nanti aku beliin cilok. Mau gak? cilok yang lagi viral loh," goda Kia
"Emang ada?" Vio pun mulai terpancing.
"Ada, nanti aku yang bikin ciloknya sambil pake bikini terus aku rekam dan aku upload di sosmed. Pasti viral Vio, apalagi yang bikin secantik dan seseksihh aku," cerocos Kia tanpa jeda.
"Dasar kamu Kia, ada-ada saja,"
"Oh iya Vi, nanti pulang ke cafe biasa yuk! Aku yang traktir," ucap Kia
__ADS_1
"Seriusan kamu mau traktir?"
"Iya, nanti ajak Icha juga ya!"
Vio dan Kia pun mulai larut dalam pekerjaannya, hingga waktu menunjukkan jam makan siang barulah Kia beranjak menuju ke ruangan Oryza.
"Vio, ke kantin duluan ya, aku ada sedikit perlu sama Pak.Oryza," suruh Kia
"Iya deh ngerti! Cieee....Yang mau ketemu calon," goda Vio sebelum dia keluar ruangan.
Kia hanya tersenyum samar mendengar godaan dari sahabatnya. Sungguh rasanya berat jika harus berpisah dengan sahabat yang sudah klop dengan kita, tapi terkadang keadaan yang tidak mendukung.
Setelah Vio menghilang di balik pintu, barulah Kia mengeluarkan amplop cokelat dan sebuah kotak beludru dari dalam tasnya. Dia menghela napas dalam, meyakinkan hatinya kalau ini yang terbaik untuknya dan juga Oryza
Tok tok tok
Kia perlahan mengetuk pintu, menunggu si pemilik ruangan menyuruhnya masuk. Namun ternyata tidak ada sahutan dari dalam ruangan. Hingga saat Kia mengetuk untuk yang ketiga kalinya, barulah dia mendengar suara si pemilik ruangan dari belakangnya.
"Ada apa Kia?" tanya Oryza heran, karena tidak biasanya Kia menemuinya di jam istirahat.
"Eh Pak Ryza, bisa bicara sebentar gak Pak?" tanya Kia dengan cengengesan.
"Masuklah!" suruh Oryza
Sebenarnya Oryza kembali ke ruangannya, karena ingin mengambil handphonenya yang ketinggalan. Namun saat sampai depan pintu, dia merasa heran melihat Kia yang berdiri di depan pintu ruangannya.
"Maaf Pak, saya ke sini ingin menyerahkan surat pengunduran diri saya," ucap Kia seraya menyerahkan amplop coklat dan kotak beludru.
"Apa maksudnya ini?" Emosi Oryza mendadak tersulut saat melihat kotak beludru yang sudah dipastikan isinya cincin pertunangannya dengan Kia, yang di berikan oleh mamanya saat cara lamaran dulu.
"Saya minta maaf Pak, saya tidak bisa melanjutkan lagi per...."
Brakkk
Prang
Oryza langsung mengebrak meja dan menghempaskan laptop yang ada di depannya, dia tidak terima dengan keputusan sepihak Kia.
"Jangan harap, aku menerima surat pengunduranmu,"
Mata Kia nyalang saat melihat asap keluar dari laptop milik Oryza yang tadi terhempas jatuh dengan keras dari atas meja kebesaran Oryza. sesegera mungkin Kia mendekati laptop itu dan mengguyurnya dengan air yang ada di atas meja Oryza.
"KIAAA...!"
...*****...
...Dukung terus Author ya kawan dengan klik like comment vote rate gift dan favorite....
__ADS_1
...Terima kasih🙏🏻...
👉Next part