
Plak plak
Tanpa bicara lagi Bu Mira langsung menampar Serena sesampainya di rumah Pak Bagas.
Serena langsung memegang kedua pipinya yang terasa perih dan kebas.
"Apa yang kamu lakukan cewek mandul?" bentak Siska yang melihat kakaknya ditampar oleh Bu Mira.
"Harusnya aku yang tanya kalian, apa yang kalian lakukan pada anakku," murka Bu Mira. "Apa salah Dika pada kalian hahh? Kamu Serena, kenapa kamu tega menyakiti anak kecil yang tidak berdosa. Kamu sedang hamil tapi kamu tidak bisa menjaga prilakumu, apa kamu mau aku menyumpahimu cacat setelah melahirkan?" sentaknya
Tanpa Bu Mira tahu, Pak Bagas baru datang dari kantornya dan mendengar apa yang dikatakan Bu Mira terakhir kali.
"Jaga bicaramu Mira! Kenapa kamu menyumpahi wanita hamil, memangnya kamu tidak takut dosa?" bentak Pak Bagas
"Kamu bilang dosa? Lalu apa yang kalian lakukan di belakangku. Kamu pikir berzina itu tidak dosa Bagas?" sentak Bu Mira.
"Lagipula aku tidak akan semarah ini, kalau istri cantikmu itu tidak menyakiti anakku dan menyebarkan gosip kalau Dika anak haram pada semua tetangga," jelas Bu Mira.
"Kamu tahu Bagas! Gara-gara gosip itu, Dika dibully dan sekarang dia koma karena kecelakaan," Bu Mira terus saja bicara mengeluarkan kemarahannya dengan mata merah dan berkaca-kaca.
"Apaa? Dika koma? Kapan dia kecelakaan Mira? Kenapa kamu tidak memberitahuku?" cecar Pak Bagas
"Sudah tiga hari pasca operasi, Dika belum sadarkan diri," terang Bu Mira
"Baguslah kalau begitu, sakit hatiku terbalaskan" gumam Siska pelan
***
Kondisi badan Dika sudah mulai membaik, tinggal menunggu kemauan Dika untuk membuka matanya.
Kini Dika sudah dipindah ke ruang perawatan, Icha pun tidak pernah beranjak dari sisi putranya. Setiap hari dia selalu mengajaknya bicara atau membacakan ayat suci Al-Quran. Begitupun dengan Al, meskipun dia sudah mulai bekerja lagi tapi setiap malam Al selalu menemani Icha menjaga Dika. Sedangkan untuk siang harinya ada Mamanya Icha dan Bu Mira yang bergantian menemani Icha.
Seperti malam ini, setelah Al dan Icha sholat berjamaah. Al pun mulai membuka suaranya untuk mengatakan apa yang ingin ketahuinya.
"Cha, apa kamu percaya sama aku? Sebenarnya kenapa kamu sampai pergi dari rumah?" tanya Al hati-hati
"Maafkan aku Al! Sedikit pun aku tidak ingin mengingat kejadian waktu itu. Mungkin kamu bisa tanyakan pada Abizar dan Tante Mira dengan apa yang terjadi padaku, setelah kamu menyuruhku untuk mencari lelaki lain disaat aku sedang mengandung anakmu" terang Icha
"Baiklah! Apa kamu ingin melihat Dika bahagia, Cha?" tanya Al kemudian.
__ADS_1
Icha menatap dalam mata Al mencari jawaban apa yang harus dikatakannya, hingga akhirnya Icha pun angkat bicara.
"Tentu saja, Al. Kebahagiaan Dika yang utama," ucap Icha dengan mata yang mulai mengembun
"Ayo kita menikah! Dika butuh orang tua yang utuh. Dika butuh kita berdua, bukan hanya kamu ataupun aku," bujuk Al
"Bagaimana dengan Kalisa? Aku tidak mau disebut pelakor," ucap Icha di seraya membuang muka ke sembarang arah
"Kamu bukan pelakor tapi ibu dari anakku. Untuk masalah Kalisa,kamu tidak perlu khawatir, Cha! Kakek sudah membatalkan rencana pertunanganku," jelas Al
Flashback on
Sehari setelah operasi Dika, Tuan Ardi sengaja menemui Al untuk memastikan kondisi Dika juga untuk menanyakan kebenaran dengan apa yang didengarnya kemarin.
"Adlrich, bisa kamu jelaskan siapa anak laki-laki itu?" tanya Tuan Ardi
"Dia putraku Kek," jawab Al
"Bagaimana bisa kamu memiliki anak di luar nikah?" geram Tuan Ardi
Al menghela nafas dalam sebelum dia menjawab pertanyaan Tuan Ardi.
"Kenapa kamu tidak memberitahuku kalau punya anak?" sentak Tuan Ardi
"Aku tidak tahu, kalau perbuatanku ternyata menghasilkan anak. Icha tidak memberitahuku. Andai saja mukanya tidak mirip denganku, mungkin selamanya Icha akan merahasiakannya," jelas Al
"Kakek minta maaf, karena memburu waktu untuk bertemu dengan Pradipta, Komar membawa mobil dengan lumayan kencang," sesal Tuan Ardi
Mendengar nama Pradipta disebut, membuat Al merasa kesal karena dia pasti dipaksa untuk menikah dengan Kalisa.
"Kakek, tidak bisakah kita cukup memberinya kompensasi sebagai pengganti mata Neneknya Kalisa pada Kakek. Al tidak mau menikah dengan Kalisa, apalagi sekarang Dika sangat membutuhkan ayah dan ibunya," seru Al
"Masalahnya tidak sesimpel itu Al, Kakek sudah berjanji pada neneknya Kalisa akan mengabulkan apapun yang dimintanya, dan dia menginginkan kamu untuk jadi suami Kalisa." jelas Tuan Ardi
"Tapi kamu tidak perlu khawatir, karena Kakek sudah membatalkannya. Kakek tidak menyangka kalau Kalisa bisa seperti itu. Saat di Bali, Kakek bertemu dengan Kalisa dan seorang pria bule di bandara. Sehingga Kakek menyuruh salah satu pengawal untuk mengikutinya. Hasilnya sangat mengejutkan, Kalisa dan Bule itu berlibur bersama dalam satu kamar," jelas Tuan Ardi
Flashback off
Icha terdiam mendengarkan apa yang Al katakan, hingga akhirnya dia berkata, "Kalau kita menikah dapat membuat Dika bahagia, aku mau menikah denganmu Al."
__ADS_1
Sakit sebenarnya yang Al rasakan saat Icha bersedia menikah dengannya karena anak, bukan karena Icha masih mencintainya. Tapi Al yakin, dia pasti bisa mengembalikan cinta Icha yang pernah diragukannya.
Al langsung membawa Icha ke dalam pelukannya, seraya berbisik, "Terima kasih sudah menerimaku kembali."
"Jangan kecewakanku lagi!" lirih Icha
"Ayo sayang kita kasih tahu Dika, kalau dia punya Mama dan Papa yang siap untuk membahagiakannya," ucap Al seraya menarik tangan Icha untuk mendekat ke arah Dika.
Setelah keduanya ada di samping bed, Icha langsung menggenggam tangan Dika dan menciumnya berkali-kali.
"Sayang bangun, Papa dan Mama kangen sama Dika. Bukankah Dika mau belajar berselancar? Ayo kita ke rumah Tuan Andrea untuk belajar bersama Allana," ucap Al
Seperti ada kekuatan yang menariknya, tiba-tiba jari tangan Dika bergerak. Al pun segera memanggil dokter untuk memastikan kondisi Dika. Namun sebelum Al kembali, perlahan Dika membuka kedua matanya.
"Alhamdulillah Ya Allah! Sayang kamu sudah sadar. Mama kangen sama Dika," seru Icha seraya langsung memeluk Dika
"Kakak siapa? Apa aku mengenal Kakak cantik ?' tanya Dika heran
Al terburu-buru masuk ke ruang inap Dika, disusul oleh dokter dan perawat. Namun saat sampai sana, Al dan dokter dibuat terkejut melihat Icha sedang berpelukan dengan Dika.
Mata Dika langsung berbinar senang saat dia melihat kedatangan Al
"Papaaa!" panggil Dika
Al pun langsung memeluk erat tubuh kecil yang sangat dirindukan celotehannya.
"Papa, siapa kakak cantik ini? kenapa dia menangis?"
...*****...
...Jangan lupa dukung author dengan like comment, vote, rate, gift dan masukin ke favorit ya!...
...Terima kasih...
👉Next part
Mampir juga ke karya othor yang lain
__ADS_1