Terjebak Cinta Mantan

Terjebak Cinta Mantan
Bab 70 Panjat Sosial?


__ADS_3

"Kenapa memarahiku? Padahal aku sangat khawatir, sampai meeting saja aku tinggalkan," terang Al


"Itu kan salahmu, makanya kalau belum selesai ngomong jangan asal tutup. Salah info kan? Padahal tadi aku tuh mau bilang lagi sama Tante," ucap Icha


Mendengar ada kata Tante, Al segera menengok ke samping mencari keberadaan Bu Mira. Benar saja, terlihat Bu Mira sedang tersenyum melihat perdebatan kecil sepasang suami istri.


"Tante, apa kabar?" tanya Al dengan tersenyum kikuk


"Alhamdulillah Tante baik, kamu apa kabar juga Al? Gimana udah jebol gawang belum?" Tante Mira malah sengaja menggoda Al.


Muka Al langsung merona seraya mengelus tengkuknya dengan mata yang terus melirik ke arah Icha, karena tidak biasa digoda oleh wanita yang jauh lebih dewasa usianya.


Icha malah terkekeh melihat ekspresi Al yang seperti malu-malu meong.


"Udah gak usah malu Al, memang sudah seharusnya seorang suami menjebol gawang." Untuk sesaat Bu Mira melupakan masalah yang di hadapinya.


"Udah Tan, jangan digodain terus. Sayangnya aku suka malu," sarkas Icha


"Sayang, kita langsung jemput Dika aja yuk! Habis itu balik ke kantor, soalnya mau lanjut meeting," tutur Al mangalihkan pembicaraan.


"Kalau begitu, Tante pulang aja ya!" ucap Bu Mira


"Jangan Tan! Katanya kangen sama Dika," ujar Icha


"Iya Tan, ikut aja ke kantor! Nanti kita makan siang bareng di resto Alam Asri yang grand opening hari ini," ungkap Al


Akhirnya Bu Mira pun mengikuti ajakan Al dan Icha untuk makan siang bersama. Setelah menjemput Dika, Al pun langsung membawa mereka ke kantornya.


Bu Mira merasa sangat senang karena kini Dika sudah tidak melihatnya seperti orang asing, sehingga melupakan sesaat masalah yang sedang dihadapinya sekarang.


"Mama, besok Dika boleh gak main ke rumah Bang El? Katanya mau latihan menembak. Dika pengen lihat seperti apa." Ijin Dika pada Icha


"Gimana, boleh gak Pah?" tanya Icha yang sekarang sudah membiasakan memanggil Papa saat di depan Dika


"Iya gak papa, nanti pulangnya Papa jemput." Tak urung Al pun memberinya ijin, karena dia yakin rekan bisnisnya itu pasti mementingkan keselamatan anak-anaknya.


Sesampainya di kantor, Al langsung membawa Icha, Dika, dan Bu Mira ke ruangannya untuk beristirahat. Sementara dia langsung menyusul Kevin untuk meeting.

__ADS_1


Dika begitu asyik bercengkrama dengan Bu Mira, meski dia belum mengingatnya tapi perasaannya mengatakan kalau Bu Mira orang yang baik sehingga dia merasa nyaman saat bersamanya.


Icha hanya diam melihat interaksi Dika dan Bu Mira hingga lama-kelamaan dia pun mulai merasa bosan dan memutuskan untuk pergi ke pantry membuat minuman untuknya, Dika dan Mira.


Saat keluar ruangan Al, dilihatnya Kalisa memegang keningnya seraya tangannya terus bermain di atas keyboard. Melihat Kalisa yang sepertinya tidak baik-baik saja, Icha pun berniat untuk menyapanya.


"Mbak Kalisa kenapa? Kelihatannya pucat gitu," sapa Icha


Mendengar ada suara yang menyapanya, Kalisa pun mendongakan kepalanya melihat siapa yang mengajaknya berbicara.


"Gak usah sok-sokan perhatian deh, gara-gara kamu aku tidak jadi bertunangan dengan Al. Dasar pelakor, SAMPAH!!!" umpat Kalisa


"Bukan salah aku kali Mbak, dari awal emang Al yang ingin nikah sama aku. Karena aku tuh sebenernya lebih cantik dari Mbak Kalisa, Mbak Kalisa terima takdir aja deh!" Icha pun membalas ucapan Kalisa yang merendahkannya.


"Cihh! Orang rendahan kaya kamu ingin panjat sosial, makanya dengan mudah ditidurin. Setelah punya anak minta dinikahin. Klasik tahu gak?" Lagi-lagi Kalisa menghina Icha


"Terserah apa yang mau dikatakan Mbak Kalisa, yang jelas Al mencintaiku bukan Mbak Kalisa yang terhormat." Icha langsung melengos pergi setelah mengucapkan kata-kata terakhirnya. Gak guna banget ngeladenin omongan Kalisa, malah bikin emosi, pikir Icha.


Sesampainya di pantry, Icha pun segera membuat minuman dengan mulut yang terus mengomel.


"Kebiasaan Al gak nyiapin makanan, udah tahu Dika mau datang," omel Icha seraya membuat coklat panas untuknya.


"Ada Mbak Icha, kirain aku siapa?" tanya Asep, OB yang sudah akrab sama Icha saat dulu masih bekerja.


"Eh, Kang Asep, apa kabar kang?" sapa Icha.


"Bawa apaan Kang nyampe sekantong gede gitu?" tanya Icha seraya menyelidik kantong bawaan Asep


"Alhamdulillah baik, Mbak. Ini pesanan Pak Bos besar, disuruh beli jajanan buat putranya," terang Asep


"Sebanyak itu? Kirain Kang Asep nyambi jualan disini," ucap Icha seraya membulatkan kedua bola matanya.


"Mbak Icha bisa aja, mana boleh jualan di kantor," ucap Asep dengan tersenyum . "Permisi dulu Mbak, mau nganterin ini dulu," pamitnya


"Kalau sama anaknya, culun perhatian banget. Eh tapi sama aku juga deh!" gumam Icha dengan cekikikan.


Setelah minumannya siap, Icha pun segera membawanya ke ruangan Al. Saat akan masuk, dia kembali berpapasan dengan Asep yang baru keluar dari ruangan Al.

__ADS_1


"Loh Mbak Icha disuruh juga?" tanya Asep heran.


Kalisa yang melihat Asep keheranan pun angkat bicara.


"Memang kamu gak tahu, Sep? Cewek kampung ini sekarang jadi gundiknya CEO," hina Kalisa


"Jaga bicaramu Kalisa!!!" bentak Al yang baru saja datang sehabis meeting. Al sengaja keluar duluan dan menyuruh Kevin mengambil alih sisanya, karena dia tidak ingin meninggalkan Icha dan Dika terlalu lama. Apalagi ada Kalisa di depan ruangannya. Namun apa yang didengarnya langsung membuat darahnya mendidih.


Mendengar suara Al yang membentaknya, mata Kalisa langsung berkaca-kaca. Belum pernah sekalipun dia dibentak Al, tapi sekarang Al malah membentaknya di depan orang yang dibencinya.


"Kamu berubah Al, aku membencimu!" desis Kalisa lalu dia pun beranjak pergi dari mejanya.


"Lisa, aku...." Belum selesai Al bicara, Icha langsung memotongnya.


"Kejarlah Al, jangan pedulikan aku!" ucap Icha seraya beranjak pergi masuk ke dalam ruangan Al.


Asep hanya melongo melihat kejadian yang di luar ekspektasinya. Dia tidak menyangka Icha berhubungan dekat dengan bos besarnya.


"Kembali ke pekerjaanmu, jangan menggosip kalau tidak ingin dipecat," ucap Al datar pada Asep


Setelah Asep pergi dari hadapannya, Al buru-buru masuk ke dalam ruangannya. Dia tidak ingin Icha malah salah paham padanya.


Dilihatnya Dika sedang asyik memakan keripik kentang sembari bermain game di handphone Icha, sedangkan Icha sendiri sedang menikmati cokelat panas yang tadi dibuatnya.


Al segera duduk di samping Icha dan mengambil gelas yang berisi cokelat panas yang barusan diminum oleh Icha.


"Aku habisin ya!" ucap Al


Tanpa menunggu persetujuan dari Icha, Al langsung menghabiskannya. Melihat itu, Icha hanya menarik nafas dalam.


"Itu punyaku Al, kalau kamu mau nanti aku bikinin," kata Icha


"Gak usah, sisa minum kamu juga cukup untuk aku."


...*****...


...Tahun baru Harapan baru...

__ADS_1


...Semoga Allah mempermudah segala urusan kita...


...Aamiin...


__ADS_2