Terjebak Cinta Mantan

Terjebak Cinta Mantan
Bab 78 Pangeran Soang


__ADS_3

Hari pun telah berganti, Vio selalu deg degan setiap kali dia teringat dengan apa yang Icha katakan. Meski sebenarnya dia mengharapkan bisa bersanding di pelaminan dengan Kevin, tapi hatinya selalu ragu dengan kesungguhan Kevin.


Tidak berbeda jauh dengan Vio, Kevin pun merasakan hal yang sama. Dia selalu merasa deg-degan saat mengingat tentang rencana lamarannya, takut ayah Vio tidak menerimanya.


Seperti saat ini, kevin terlihat bengong saat sedang makan siang bersama dengan Al dan Icha. Membuat Al merasa heran dengan tingkah sahabat sekaligus asisten pribadinya.


"Sayang, lihat kevin! Makanannya hanya diaduk saja," tunjuk Icha pada Al


Al yang sedang asyik makan steak langsung menghentikan makannya dan melihat ke arah Kevin.


" Vin, makanannya dimakan dulu! Kamu kenapa seperti abegeh yang sedang jatuh cinta," tegur Al


"Aku gelisah, Al. Bukannya sekarang sudah hari Kamis ya?" tanya Kevin


"Astaga!!! Aku hampir lupa sudah berjanji untuk mengantar Kevin melamar Vio nanti malam," batin Al


"Memang kenapa dengan hari Kamis?" tanya Icha penasaran.


"Nanti malam kan...." Kevin langsung menghentikan ucapannya saat sadar kalau yang bertanya Icha, bukan Al.


"Kenapa nanti malam, Vin?" tanya Icha penasaran


"Nanti malam kan sunah Rasul, hehehe...." jawab Kevin asal seraya cengengesan.


"Gak jelas ikh kamu, Vin. Lagian belum nikah ingetnya ke sana, gak boleh tahu!" sungut Icha


"Kamu pikirannya yang kejauhan, Cha. Aku yang polos dan lugu ini, belum nyampe ya mikirin yang mantap-mantap," sanggah Kevin


"Iya polos dan lugu tapi bisanya maksa buat cium anak orang," cibir Al


"Maksud kamu apa, Al?" tanya Kevin


"Aku tahu apa yang kamu lakukan di villa maupun di cafe," terang Al


"Akh! Kenapa aku tidak bisa menyimpan rahasia dari kamu," sesal Kevin


Tanpa mereka sadari, tiba-tiba datang seorang gadis cantik datang ke meja mereka


"Hai Al! Gak nyangka kita akan ketemu lagi di sini," sapa Laura seraya duduk di samping kursi Al.


"Laura apa kabar?" tanya Al

__ADS_1


"Aku baik, boleh kan aku gabung di sini?" tanya Laura


"Iya, silahkan!" suruh Al


"Makasih ya! Oh iya, aku punya lahan di daerah Cikarang, kira-kira kalau di bangun restoran lagi cocoknya dengan konsep apa ya?" pancing Laura


Al yang memang mengerti dengan apa yang dimaksud Laura akhirnya larut dalam obrolan bersama Laura, sehingga Icha merasa jengah karena Laura selalu mencuri-curi kesempatan untuk bersentuhan dengan Al.


"Aku makannya sudah, aku duluan ya Al!" pamit Icha saat melihat Dito akan keluar dari restoran tempat mereka makan.


Icha langsung berdiri dan berniat akan menyusul Dito agar kembali ke kantor bareng. Namun niatnya dia urungkan saat Al menahan tangan Icha.


"Pergi sana pergi, biar Al bersamaku. Karena Al memang lebih cocok denganku yang sama-sama pintar," bisik hati Laura


"Sebentar, Cha. Kita kembali bersama," ucap Al menahan kepergian Icha.


"Kamu lanjut aja ngobrolnya, ini prospek besar kan? Lanjutin dan lupakan kalau ini waktunya cacing di perutmu mendapat jatah makan," sarkas Icha


"Sayang kamu cemburu?" tanya Al dengan wajah berbinar karena senang dicemburui oleh istrinya.


"Pede sekali anda Pak CEO," cebik Icha


Al semakin gemas dengan apa yang di lakukan Icha, sudah jelas cemburu tapi masih saja mengelaknya.


Kevin langsung merogoh kantong jasnya untuk mengambil kartu namanya dan berniat memberikannya pada Laura.


"Ini Mbak Laura kartu namaku,kalau ada perlu dengan Pak Bos, bisa menghubungi saya dulu," ucap Kevin seraya menyerahkan kartu namanya pada Laura


Namun ternyata di luar ekspektasinya, karena Laura justru menolak menerima kartu nama Kevin.


"Tidak usah! Aku tidak butuh kartu namamu," ketus Laura lalu beranjak pergi


Kevin hanya mendengus kasar mendapat penolakan dari Laura, "Ketauan sekali modusnya. Icha memang pinter, bisa langsung mencium bau-bau pelakor," gumamnya.


***


Hari sudah menjelang sore, semua karyawan bergegas untuk pulang ke rumahnya masing-masing, tak terkecuali dua gadis cantik yang selalu tampil ceria seolah-olah tidak pernah mendapatkan masalah dalam hidupnya.


Vio dan Kia sengaja pulang belakangan, mereka begitu asyik membicarakan Sehun dengan aksi panggungnya yang membuka baju menampilkan tubuh bagian atasnya, yang membuat kaum hawa berteriak histeris. Tak jauh beda dengan Vio dan Kia, meski mereka hanya melihat rekaman videonya, tapi kedua gadis itu begitu heboh membuat Oryza yang masih berada di ruangannya merasa heran dengan kehebohan mereka.


"Kalian ngomongin apa sih? Berisik banget tahu," tegur Oryza

__ADS_1


"Eh masih ada Pak Ryza, Vio ayok kita kabur!" ajak Kia menarik tangan Vio untuk segera pergi


Grep


Oryza langsung menahan tangan Kia yang akan pergi. Kia melihat tangannya yang di pegang oleh Oryza, dengan tersenyum smirk dia melepaskan tangannya yang memegang tangan Vio kemudian berbalik menghadap Oryza.


Perlahan Kia berjalan ke arah Oryza, membuat Oryza bingung dengan apa yang akan anak buahnya itu lakukan.


Terlihat Oryza yang gugup, karena kini jaraknya dengan Kia tinggal sejengkal lagi, hingga parfum yang dipakai Kia menusuk hidungnya.


Kia menarik dasi Oryza membuatnya sedikit membungkuk menghadap wajah Kia yang tepat di bawahnya, setelah wajah mereka berjarak tinggal tiga sentimeter, Kia tersenyum dengan begitu manisnya membuat Oryza diam mematung mengikuti apa yang akan Kia lakukan.


"Baru begini saja, Pak Oryza sudah gugup. Katanya tidak suka sama aku," bisik Kia di telinga Oryza lalu diapun langsung melepaskan dasi Oryza yang di pegangnya.


Kia dan Vio langsung pergi setelah mengerjai Oryza, membuat kedua gadis itu tertawa cekikikan hingga sampai parkiran mobil.


"Gak nyangka aku Ki, kamu berani banget gituin Pak Oryza. Untung saja Pak Oryza bukan Kevin, coba kalau Kevin kamu sudah disosornya," cerocos Vio


"Berarti kamu sering disosor dong Vio, wah kita kasih julukan soang saja buat Pak Kevin," usul Kia


"Iya bener, pangeran soang, ganteng-ganteng sukanya nyosor xixixi...." Lagi-lagi kedua gadis itu cekikikan menertawakan orang kepercayaan bosnya.


Saking asyiknya mereka tertawa, tanpa sadar sudah ada orang yang menghadang mereka di depannya.


"Apa yang kalian tertawakan?" tanya Kevin


"Eh ada pangeran soang upss...," ceplos Kia


"Apa katamu?" tanya Kevin


"Maaf Pak! Kata Vio, Pak Kevin suka nyosor kaya soang," Kia mulai kambuh dengan mulut cablaknya


"Kia, kamu mah penghianat," ketus Vio dengan mata lasernya karena merasa ditelanjangi oleh sahabatnya sendiri.


"Vio, kamu sepertinya senang mendapat hukuman dariku"


...*****...


...Tinggalkan jejak ya kawan dengan like comment vote rate gift dan masukin juga ke favorite....


...Terima kasih!...

__ADS_1


👉Next part


__ADS_2