Terjebak Cinta Mantan

Terjebak Cinta Mantan
Bab 85 Mirip babu


__ADS_3

Sang surya bersinar begitu gagahnya, membakar semangat untuk mewujudkan harapan dan impian.


Kevin dan Vio terpaksa menunggu di rumah Pak Kades sampai pohon yang tumbang itu sudah tak menghalangi jalan lagi.


"Permisi Bu, di desa ini ada yang menjual baju tidak ya?" tanya Vio pada Bu Kades.


"Oh ada Neng, itu Irma tetangga ibu suka kreditin baju. Sebentar ibu panggilkan ya," ucap Bu Kades


Tak lama kemudian, Bu Kades datang dengan seorang wanita muda yang terlihat cukup cantik. Dia membawa satu kantung baju jualannya untuk dipilih oleh Vio.


"Ini Neng kalau butuh baju ganti," ucap Irma seraya menyerahkan beberapa potong baju untuk Vio pilih, "Tapi kho bisa ya, kalian gituan di dalam mobil. Memangnya leluasa? Tapi kalau dilihat dari jejaknya, sepertinya suamimu itu orangnya doyanan deh," lanjutnya


"Kamu mah Ir, bisa saja. Lihat Neng Vio mukanya sampai merah gitu." tunjuk Bu Kades


"Gak papa Neng, jangan diambil hati. Kita mah suka guyon ya Bu Kades," ungkap Irma


"Bener Neng, jangan terlalu dibawa serius. enjoy aja!".tutur Bu Kades.


Vio hanya tersenyum menanggapi dua wanita yang usianya jauh diatasnya, tapi masih bergaya seperti seorang gadis.


"Mungkin ini yang dinamakan, usia boleh tua tapi jiwa tetap muda." Batin Vio


Pada akhirnya, Vio yang notabenenya anak yang mudah bergaul dan suka bergosip, larut dalam obrolan Bu Kades dan tetangganya Irma. Sampai Kevin datang membawa mobilnya, barulah mereka berhenti bergosip.


"Wah si ibu ada teman buat gosip ini. Memangnya sekarang apa yang digosipkan?" tanya Pak Kades kepo karena takut jadi bahan gosip istrinya.


"Si bapak mah sok pengen tahu bae urusan perempuan teh," sungut Bu Kades.


"Itu loh Pak Kades, kita itu sedang ngomongin roti sobeknya Icang yang terlihat gimana gitu," adu Irma yang langsung mendapat pelototan dari Bu Kades


"Roti sobek saja diomongin, noh banyak di afla tinggal pilih saja mau rasa apa," suruh Pak Kades


"Yang punya Icang mah roti sobeknya beda Pak Kades, tidak empuk tapi keras. Enak buat dicubit-cubit." Irma terus ngomporin Pak Kades yang orangnya sangat cemburuan.


Lagi-lagi Bu Kades melotot gemas pada Irma, kalau bukan saudara sekaligus teman bergosip, sudah tak pejek-pejek, pikirannya.


"Udah bisa di lewati mobil Pak, jalannya?" tanya Bu Kades mengalihkan pembicaraan.


"Sudah, tuh mobil Nak Kevin sudah bisa sampai sini," tunjuk Pak Kades

__ADS_1


Kevin pun menghampiri Pak Kades dan berpamitan untuk langsung pulang karena hari sudah menjelang siang.


"Dapat baju darimana Vi," tanya Kevin heran saat Vio malah memakai baju daster yang tadi dibelinya dari Irma.


"Beli dari teteh yang tadi," jawab Vio singkat


Hening


Keduanya larut dalam pikirannya masing-masing, hingga akhirnya Kevin membuka suara saat mobil yang dikendarainya berbelok menuju apartemen miliknya.


"Kita ke apartemen dulu ya!" ujarnya


"Hmmm..." Vio hanya berdehem pertanda menyetujui usulan Kevin.


Sesampainya di apartemen Kevin, terlihat ruang tamu yang berantakan dengan bungkus makanan dan botol minuman.


Kevin hanya mengelus dadanya, karena setiap Jimmy menumpang, apartemennya pasti akan seperti kapal pecah. Namun ada hal yang membuat Kevin curiga, dia mendengar suara-suara laknat berasal dari dalam kamarnya. Dengan langkah seribu, Kevin langsung menuju ke pintu kamarnya dan menggedor-gedor pintu dengan kencang.


"Njing Jimmy, kenapa pake kamarku buat main kuda-kudaan. Keluar nyet!" teriak Kevin dengan terus menggedor pintu kamarnya yang sedang dipake oleh Jimmy untuk bercintaa dengan kekasih satu malamnya


Jimmy yang sedang nanggung langsung panik saat tahu pemilik kamar ternyata pulang ke apartemennya.


Ceklek


Jimmy keluar hanya memakai rok mini teman ranjangnya yang tadi dia dapat di bawah.


Kevin yang marah karena kamarnya dipake mantap-mantap oleh Jimmy, langsung mencengkeram dagu Jimmy.


"Kurang ajar banget kamu Jim! Aku kasih tumpangan tapi kamu malah ngelunjak. Dan apa-apaan ini pake rok segala. Apa sekarang kamu sudah belok?," geram Kevin lalu melorotkan rok mini yang dipakai oleh Jimmy hingga terlihat dengan jelas belalai yang bergelantungan bebas membuat Vio menjerit histeris.


Awwww


Menyadari penampilannya yang tanpa sehelai benangpun, Jimmy pun kembali ke dalam kamar untuk berpakaian lengkap.


Tak berselang lama, keluarlah seorang gadis cantik dengan memakai bloues tanpa lengan dan rok yang tadi dipakai oleh Jimmy.


"Mbak Siska, sedang apa di sini?" tanya Vio heran.


"Kenapa memangnya? Gak usah sok peduli deh," ketus Siska

__ADS_1


Tak lama kemudian, Jimmy keluar dengan berpakaian lengkap.


"Baby, ini bayaranmu, nanti aku hubungi lagi ya" ucap jimmy dengan memberikan Siska uang sebanyak dua juta, sebagai pengganti service yang diberikan Siska pada Jimmy.


Vio masih terus saja melongo tak percaya saat tahu Siska menjadi kupu-kupu malam, "Gak nyangka banget mbak Siska akan terjun ke dunia malam dan menjual harga dirinya hanya demi uang, astaghfirullah." Vio terus beristighfar dalam hatinya dengan mata yang tak lepas dari Siska.


"Apaan lihat-lihat? Gak pernah lihat cewek cantik kan? Pantes saja, penampilan kamu aja kayak gitu. Mirip babu," hina Siska


Mendengar Siska menghina Vio, Kevin sontak saja marah.


"Siska, Jimmy sebelum kalian pulang bereskan dulu apartemenku atau aku laporkan ke polisi dengan tuduhan perbuatan tidak menyenangkan karena telah memakai apartemen milikku," bentak Kevin


Jimmy yang merasa kaget karena tidak biasanya Kevin akan marah Al langsung menarik tangan Siska untuk membersihkan apartemen Kevin.


"Apa-apaan kamu Jim? Aku gak mau tanganku kotor karena bersih-bersih. Di rumah aja bibi yang bersihin, kenapa sekarang harus aku yang bersih-bersih," tolak Siska


"Silahkan kalau kamu mau pulang, tapi besok tidak perlu datang lagi ke club" tegas Jimmy


Dengan terpaksa Siska pun mengikuti apa yang disuruh bosnya sekaligus teman ranjangnya. Susah payah dia mendapatkan pekerjaan, karena setelah keluar dari Putra Group tidak ada satu perusahaan pun yang mau menerimanya bekerja. Hingga terpaksa dia bekerja di club malam milik Jimmy dengan kerja sampingan melayani laki-laki berduit tebal untuk mendapatkan uang secara instan.


Dengan menggerutu, Siska membersihkan apartemen Kevin bersama dengan Jimmy.


"Lihat Vio! Aku punya babu yang seksih, tapi sayang aku tidak suka lihatnya," ledek Kevin dengan suara yang sengaja dikencangkan agar dapat didengar oleh Siska.


"Kamu mah iseng deh, Vin. Kan kasian kulit mulus Mbak Siska dipake buat ngosek WC," ucap Vio dengan cekikikan.


"Dia pikir kamu mirip babu, tapi ternyata dia sendirinya seorang babu. Sampai kiamat pun gak akan pernah tertukar mana permata asli dan mana imitasi." sindir Kevin


Mendengar sindiran Kevin dan Vio, Siska langsung menghentikan pekerjaannya yang sedang membersihkan kamar mandi Kevin yang sedikit lagi selesai. Dia langsung menuju pintu keluar, tapi ternyata tidak bisa karena sudah dikunci oleh Kevin.


"Jim, aku mau pulang!" seru Siska pada Jimmy yang sedang membersihkan lantai.


"Kamu yakin pekerjaanmu sudah selesai?"


"Iya!"


"Kamu jangan bohong Siska, kalau kamu macam-macam bisa saja Kevin yang akan ngeluarin kamu dari club, karena itu miliknya juga," jelas Jimmy


...*****...

__ADS_1


👉 Next part.


__ADS_2