Terjebak Cinta Mantan

Terjebak Cinta Mantan
Bab 26 Kita bersaing sehat


__ADS_3

"Sedang apa kalian?"


Oryza yang akan memberikan laporan keuangan pada Al dibuat kaget dengan apa yang dilihatnya.


"Ck! Jangan piktor Za, aku cuma bantuin Icha kompres pipinya," jelas Kevin.


Oryza pun mendekat penasaran dengan apa yang dikatakan oleh Kevin.


"Siapa yang melakukannya Cha?" tanya Oryza


"Kalisa." bukan Icha yang menjawab tapi Kevin


"Kho bisa dia nampar kamu Cha?" selidik Oryza heran dengan terus mengamati bekas tamparan Kalisa. "Pasti sakit ya!" lanjutnya.


Belum sempat Icha menjawab, sudah ada suara bariton yang mengagetkan mereka.


"Apa yang kalian lakukan di jam kerja?" sentak Al yang baru datang bersama Aisha setelah meeting dengan utusan dari JS Group.


Seperti ada yang terbakar tapi baunya tidak tercium. Al geram mengingat kedua sahabatnya itu selalu menyukai apapun mainan yang Al miliki. Sehingga ada ketakutan tersendiri di dalam hatinya.


"Eh kamu udah datang Al, ini aku mau kasih laporan bulanan," jelas Oryza.


Al pun mendekat ke arah meja Icha, dia penasaran dengan apa yang dilakukan Icha. Betapa kagetnya Al melihat pipi Icha yang ada bekas cap lima jarinya.


"Bangun!" suruh Al.


"Hah! Kamu nyuruh aku?" tanya Icha dengan menunjuk dirinya sendiri.


"Ya kamu!" jawab Al datar.


Setelah Icha bangun, Al langsung menarik tangan Icha agar mengikutinya.


"Heyy! Apa yang kamu lakukan?" sentak Icha kaget.


"Diam berisik!" seru Al.


Al terus menarik tangan Icha agar mengikutinya masuk ke dalam ruangan Al, sedangkan Kevin dan Oryza dibuat melongo.


"Tutup tuh mulut kalian! Nanti ada lalat masuk," tegur Aisha.


Sontak saja Kevin dan Oryza menutup mulutnya.


"Sebenarnya ada hubungan apa Al sama Icha? Kho aku ngerasa mereka lebih dari sekedar atasan dan bawahan," gumam Oryza.


"Emang lebih dari itu, ups!" sahut Kevin.


"Kamu tahu sesuatu tentang mereka, Vin?" selidik Oryza.


"Kamu tanya saja ke orangnya, kan kamu sepupunya!" sahut Kevin.


"Kamu pasti lebih tahu karena kamu sahabatnya," debat Oryza.


"Hubungan darah kamu lebih kental sama Al , Za!"


"Hubungan perasaan kamu juga lebih dekat dengan Al."


Aisha yang melihat kedua sahabatnya sedang adu mulut malah dibuat pusing. Selalu saja begitu saling menyudutkan.

__ADS_1


"Sudah stop! Aku mau kerja, jangan berisik!" tegur Aisha.


"Ini laporan aku gimana Sha?" tanya Oryza.


"Kasih aja langsung Za, aku mau bikin laporan hasil meeting tadi," sahut Aisha.


"Yahh! Aku tuh males kena tatapan elang Al kalau mengganggunya," melas Oryza.


"Terus kamu mau mengorbankan aku gitu?" sentak Aisha.


Tanpa mereka sadari Al sudah mematung di ambang pintu mendengar pembicaraan sepupu dan sahabatnya.


"Kalau kalian datang kesini untuk berdebat tidak jelas, lebih baik kalian pulang," ucap Al datar.


Nyessss


Kena juga kan sama si elang kutub, gerutu Oryza dalam hati


"Aisha, tolong belikan make up yang bagus untuk Icha," suruh Al.


"Baik Pak!" sahut Aisha langsung beranjak pergi.


"Ada apa kesini Za?" masih dengan nada datar yang terdengar kurang bersahabat.


"Aku mau kasih laporan bulanan," ucap Oryza seraya menunjukkan map yang dibawanya.


"Simpan di atas mejaku," suruh Al.


Tanpa bicara lagi Oryza langsung masuk ke ruangan Al untuk menyimpan berkas yang dibawanya.


"Beres bos, pulang kerja Icha langsung ke apart aja," sahut Kevin.


Sementara Icha di dalam ruangan Al hanya cemberut karena tidak suka tadi Al menariknya di depan Oryza dan yang lainnya.


Oryza yang masuk ke ruangan Al untuk menyimpan laporan bulannya, melihat Icha yang sedang mengerucutkan bibirnya membuat Oryza merasa gemas dengan apa yang dilakukan Icha.


"Cha, kamu diapain sama si bos?" tanya Oryza penasaran.


"Bos Pak Ory tuh nyebelin suka semaunya," gerutu Icha.


"Mendingan kerja bareng aku ya, Cha?" sahut Oryza. Icha hanya mengangguk-anggukan kepala tanda menyetujui ucapan Oryza.


Al yang melihat keakraban Oryza dan Icha hatinya sangat tidak suka.


"Kalau sudah urusannya, silahkan keluar Pak Oryza!" usir Al.


"Baik Pak saya akan keluar, tapi ada hubungan apa anda dengan sekertaris baru anda?" tanya Oryza dengan bahasa formal.


"Bukan urusanmu!"


"Baik, akan saya sebarkan berita, Pak CEO idaman mereka ada affair dengan sekretarisnya," ancam Oryza.


"Hentikan kekanakanmu Za! Dia pacarku!"


"Kamu nikung aku Al?"


"Tidak!"

__ADS_1


"Sudah stop! Aku tidak punya pacar dan tidak akan pacaran," seru Icha.


"Oke! Aku ngerti sekarang, kita bersaing sehat bro," ucap Oryza seraya menepuk bahu Al.


Al hanya mengepalkan tangannya mendengar apa yang Oryza katakan. Selalu saja begitu, Al, Kevin dan Oryza menyukai barang yang Al sukai dari mereka masih kanak-kanak dulu hingga beranjak remaja. Tapi disaat Oryza dan Kevin mulai mengenal kata pacaran, Al sedikit pun tidak tertarik dengan apa yang mereka lakukan. Sampai akhirnya Al bertemu dengan Icha, barulah benih-benih cinta itu tumbuh subur dengan sendirinya.


Al mendekat ke arah Icha yang sedang duduk dengan terus mengompres pipinya.


"Masih sakit?" tanya Al sendu, "Sini aku yang kompres!" tawarnya.


"Udah gak sakit Al, aku hanya kaget," jawab Icha.


"Kalisa yang lakukan?" tanya Al, "Maaf!" lirihnya.


Icha menghela napas dalam mendengar permintaan maaf Al.


"Kamu gak salah Al, jadi gak perlu minta maaf. Aku baik-baik aja kho!" tutur Icha.


Hening


Keduanya bergelut dengan pikirannya masing-masing hingga kesunyian itu sirna oleh suara ketukan pintu


Tok tok tok


"Masuk!"


Aisha masuk dengan papper bag di tangannya, untung saja tidak jauh dari kantornya ada mall besar sehingga dia dengan cepat mendapatkan apa yang diperintahkan oleh Al.


"Ini Pak pesanannya" ucap Aisha seraya menyimpan papper bag yang dibawanya.


"Sha, bantu Icha make up. Aku yakin dia tidak bisa dandan," suruh Al.


"Aku gak mau dandan!" tolak Icha.


"Itu Cha, biar gak kelihatan bekas merahnya jadi mending ditutup sama foundation," terang Aisha.


"Oh gitu ya! Tapi aku gak suka make up tebal. Mukanya jadi berat berasa pake topeng," jelas Icha.


"Nggak Cha, yang ini teksturnya ringan kho!" bujuk Aisha meyakinkan Icha.


"Ya udah deh, tapi kalau nanti banyak yang naksir gimana Sha? Kan repot," keluh Icha.


"Ya gapapa, kan kamu jomblo biar nanti kita nikahan bareng. Bukannya kamu sama Abi lahirnya hanya selisih jam?"


"Mana ada yang mau sama aku Sha?" ucap Icha sendu.


"Aku mau kho!" tegas Al.


Icha hanya mendelik mendengar ucapan Al


"Udah yuk Sha, kita dandan di toilet aja!" ajak Icha lalu beranjak pergi meninggalkan Al yang terdiam duduk di sofa.


Mungkin begitu dalam luka yang ku torehkan padanya, hingga dia selalu membuat dinding pembatas di hatinya.


...*****...


...~Bersambung~...

__ADS_1


__ADS_2