Terjebak Cinta Mantan

Terjebak Cinta Mantan
Bab 93 Syukuran


__ADS_3

Senja sudah berganti malam, mentari sudah pergi ke peraduannya. Kini cahaya rembulan dan kelap kelip bintang yang menghiasi langit malam. Sebagai rasa syukur atas kesembuhan Pak Yusuf, Bu Tasya mengundang tetangga untuk syukuran di rumahnya.


Al yang mengetahui rencana mertuanya, segera menyuruh Kevin untuk menyiapkan uang tunai yang akan dia bagikan kepada tetangga Icha yang telah datang ke acara yasinan.


"Al, uang tunainya hanya ada sepuluh juta. Amplopnya mau diisi berapa," Kevin melapor pada Al


"Dibagi rata saja sama jumlah orang yang datang nanti," terang Al.


"Kita-kita diitung gak Al?" tanya Oryza


Plakk


Tanpa menjawab, Al langsung menggeplak kepala sepupunya yang mata duitan menurutnya.


"Ishh... Kebiasaan banget nih anak. Tangannya ringan banget buat geplak kepala orang," gerutu Oryza


"Kamu tuh sudah seharusnya ngasih ke orang, Za. Bukan minta dikasih terus," tegur Al


"Duit segitu aja kamu mau Za," cibir Kevin


"Elah Vin, kamu juga suka embat uang kembalian beli rokok kan?" Oryza balik menyerang Kevin.


"Sudah! kalian berdua itu sama saja," Lerai Al. Seketika Oryza dan Kevin langsung menghentikan perdebatannya.


Tak lama kemudian, Pak Ustad dan beberapa tetangga, mulai berdatangan ke rumah Icha seusai sholat Maghrib. Setelah dirasa sudah datang semua tetangga yang diundang, acara yasinan pun dipimpin oleh Pak Ustadz dengan khusyuk dan diakhiri dengan do'a.


Satu per satu tetangga pun langsung pamit pulang karena sebentar lagi adzan isya. Namun ada beberapa tetangga dekat yang masih mengobrol dengan Pak Yusuf dan Bu Tasya. Begitupun dengan Dito yang tidak langsung pulang dan mengobrol dengan Farish.


"Loh Dit, kapan kamu pulang?" tanya Farish pada teman adiknya itu.


"Tadi siang Kak," jawab Dito


"Kalau mau, besok balik kesananya bareng kita aja, Dit. Kebetulan si Bos bawa mini bus," tawar Farish


"Enggak akh Kak, makasih! Besok aku baliknya sorean biar gak macet," jelas Dito, "Bukannya itu temannya Icha ya?" tunjuk Dito pada Vio dan Kia


"Iya, kemaren mereka ingin ikut. Katanya ingin tahu kampung halaman Icha," jelas Farish


Dito terus memandang lekat ke arah Kia, ada rasa ketertarikan saat dia melihat senyum ceria Kia yang selalu ditunjukkannya. Seperti orang yang tertular virus, bibir Dito tiba-tiba terangkat ke atas membentuk bulan sabit, saat melihat Kia tersenyum saat bercanda dengan teman-temannya.


Farish yang menyadari arah pandang Dito pada sahabat adiknya itu, dia pun mulai menggoda Dito.


"Kia sepertinya masih jomblo, Dit. Kalau Vio sudah ada yang punya," Jelas Farish

__ADS_1


"Apaan sih Kak, aku kan gak nanya," Dito sedikit gugup saat kepergok sedang memandang seorang gadis cantik.


"Kamu tuh Dit, udah gede juga masih malu-malu. Ntar nyesel loh kalau ada yang embat," Farish mulai memanasi Dito


"Berarti dia bukan jodohku, Kak," ucap Dito


"Kamu memang benar. Kakak jadi teringat saat kalian masih kecil, kamu dan Abizar selalu aja rebutan ingin jadi pangerannya Icha, tapi ternyata malah Al yang jadi pangeran Icha. Orang yang tidak kita kenal sebelumnya." Kenang Farish pada masa kecilnya.


Dito hanya tersenyum menanggapi ucapan Farish, karena memang benar adanya, dia dan Abizar selalu bersaing agar selalu dekat dengan Icha.


Sementara Icha yang sedang menemani Dika tidur, langsung terkaget saat AL tiba-tiba mencium bibirnya sekilas.


"Sayang kita tidur di rumahku saja ya! Disini ranjangnya kecil. Aku jadi tidak bisa tidur kalau satu ranjang harus bertiga dengan Dika," keluh Al.


"Ya sudah nanti kita pulang ke rumah kamu aja," ucap Icha.


"Cha, aku kangen," lirih Al seraya memeluk Icha dari belakang dengan memainkan bukit kembar Icha.


"Al masih banyak orang," cicit Icha pelan dengan menahan hasratnya karena mulai terpancing oleh sentuhan Al.


"Sedikit sayang," ucap Al dengan napas yang memburu.


Dibaliknya badan Icha agar menghadap ke arahnya, tanpa bicara lagi Al langsung melahap candunya menyaluran kerinduan yang ditahannya beberapa hari ini. Namun kesenangannya itu rupanya harus terganggu, saat tiba-tiba pintu kamar Icha ada yang membuka dari luar.


"Cha, kamu pu...." Kia diam mematung tidak melanjutkan ucapannya, saat dilihat bosnya sedang berpagutan begitu hot dengan sahabatnya.


"Maaf, tadi aku tidak melihat apa-apa!" seru Kia langsung berlari keluar kamar Icha.


Namun naas bagi Kia, karena dia terburu-buru takut kena amuk Al, sehingga saat turun tangga tanpa sengaja malah menubruk Oryza yang akan naik ke lantai atas. Sehingga Kia sukses mendarat di atas tubuh Oryza dengan bibir yang saling menempel satu sama lain.


Tanpa menunggu lama, Kia langsung bangun dari tubuh Oryza. Namun ternyata Oryza malah menahannya.


"Kia, kamu harus tanggung jawab dengan apa yang terjadi sekarang," ucap Oryza pelan


"Apa maksud anda Tuan? Ini hanya sebuah kecelakaan," sarkas Kia


"Apa yang kalian lakukan?" tanya Al dari atas tangga


Mendengar suara Al, Kia pun langsung melepaskan diri dari Oryza. "Maaf Pak Al, tadi saya tidak sengaja, permisi," pamitnya.


"Sial banget sih hari ini, kenapa juga harus berurusan dengan dua sepupu itu. Akhh.... sepertinya aku harus mandi kembang untuk buang sial," jerit hati Kia


Kia terus berjalan menuju teras rumah, tempat dimana Abizar, Aisha, Kevin, Vio dan Kak Violet sedang mengobrol. Karena memang sebenarnya dia ke atas ingin meminta minyak kayu putih untuk tangannya yang digigit nyamuk.

__ADS_1


Tak lama kemudian, Farish dan Dito bergabung bersama Violet dan yang lainnya.


"Gak pada jalan-jalan nih anak muda, sekarang kan malam minggu. Pasti alun-alun rame loh," ucap Farish seraya duduk di sebelah istrinya.


"Pasti banyak yang jualan makanan ya, Kak?" tanya Vio heboh


"Sudah pasti Vio!" Bukan Farish yang menjawab tapi Aisha.


"Memang kamu pernah ke sana, Sha?" todong Kia


"Pernah dong, ayok kita berangkat biar gak kemalaman," Abizar langsung menarik tangan Aisha agar mengikutinya.


Begitupun dengan Kevin yang langsung menyusul bersama Vio, membuat Kia melongo karena dia tidak punya pasangan.


"Jangan bengong Kia! Kamu berangkat sama Dito aja. Kakak kan nanti boncengan sama Violet," saran Farish


"Emang gak papa Dit?" tanya Kia malu-malu.


"Iya gak papa, aku malah senang bisa jalan sama kamu," ucap Dito dengan tersenyum manis


"Senyum Dito manis juga, mungkin bisa bikin aku lupa dengan perasaanku sama Oryza," batin Kia


Setelah berpamitan pada Bu Tasya, mereka pun langsung berangkat. Sedangkan Oryza yang baru turun dari atas dibuat melongo dengan kepergian teman-temannya yang tidak mengajaknya sama sekali. Begitupun dengan Icha yang langsung mengajak Al untuk menyusul mereka.


Al yang tidak bisa menolak keinginan istrinya, akhirnya menyetujui dengan syarat setelah mengantar Dika ke rumahnya dulu, barulah mereka pergi ke alun-alun.


Saat sampai di alun-alun, Icha terus celingukan mencari keberadaan teman-temannya. Sampai pada akhirnya dia melihat Kia yang sedang bergandengan tangan.


"Woyy, gandengan terus kaya mobil tronton aja nih!" seru Icha seraya menepuk pundak Kia


"Loh kamu nyusul, Cha. Kirain masih sosor-sosoran, upsss...." Kia langsung menepuk mulutnya saat menyadari di belakang Icha ada Al.


"Hehehe....Becanda, Cha!" Ralat Kia dengan cengengesan.


Icha hanya tersenyum menanggapi ucapan Kia sedangkan Al menampilkan wajah datarnya. Sementara Oryza menampilkan wajah tidak sukanya melihat Kia bergandengan dengan Dito.


"Mangsa baru ya Kia," sarkas Oryza dengan mulut bon cabenya.


"Maksud anda apa Pak Oryza?" tanya Kia sedikit ngegas


"Kita sedang pedekate Pak, do'ain ya biar segera halal!" ucap Dito


Oryza terdiam mendengar pernyataan Dito, seperti ada yang hilang tapi dia sendiri tidak mengerti dengan perasaannya.

__ADS_1


...*****...


👉Next part


__ADS_2