
Di sebuah kamar dengan cahaya remang-remang, nampak sepasang suami istri sedang bergelung di bawah selimut. Setelah malam panjang mereka raih kenikmatannya, kini Kevin dan Vio merasa malas untuk beranjak. Meskipun sudah terdengar suara azan yang berkumandang. Namun, kenyamanannya harus terganggu saat suara ponsel sedari tadi terus berbunyi.
Dengan rasa enggan yang menguasainya, Kevin pun dengan terpaksa menerima panggilan telepon saat dia melihat nama Om Raka di layar ponselnya.
📱"Hallo, Om!"
📲"Selamat pagi, Pak! Ini dengan kepolisian metro jaya, bisa Bapak datang ke rumah sakit Bhayangkara? Untuk identifikasi korban bernama Raka Pradipta."
📱"Apa, Pak? Korban? Memang Om Raka korban apa?"
📲"Sebaiknya, Anda secepatnya datang ke sini!"
Klik
Panggilan telepon langsung terputus karena dari seberang sudah memutuskan sambungannya.
Kevin pun segera beranjak dari tempat tidur. Dengan sesegera mungkin dia membersihkan dirinya terlebih dahulu. Apalagi masih ada sisa-sisa percintaan yang terasa lengket jika tidak dibersihkan dengan benar.
Saat sampai rumah sakit, Kevin langsung dibawa ke ruang jenazah oleh polisi yang tadi menghubunginya untuk mengidentifikasi mayat yang ditemukan di kamar hotel.
Kevin langsung tercengang kaget saat melihat orang yang baru kemarin malam dia ghibahin bersama AL dan Oryza serta do'akan terjadi hal buruk padanya, kini telah terbujur kaku tak bernyawa.
Om Raka, maafkan aku! batin Kevin.
Kevin langsung menghubungi AL dan Oryza untuk segera menyusulnya ke rumah sakit. Tak lupa pula mengabarkan istrinya Raka, tapi ternyata dia sedang berlibur di luar negeri sehingga menyerahkan sepenuhnya pada Kevin untuk masalah pemakamannya.
Sementara Tuan Satya langsung bergegas pulang ke tanah air bersama dengan Tuan Ardi.
Ada rasa sesal di hati Al, karena dia sudah bicara asal yang kemudian menjadi kenyataan. Setelah pihak rumah sakit melakukan otopsi pada mayat Raka, diketahui penyebab kematiannya karena over dosis obat kuat pria. Sementara teman kencan Raka masih dalam pencarian polisi.
Kevin sengaja menunggu kedatangan Tuan Satya untuk pemulangan jenazah ke rumah duka, sehingga dia membiarkan mayat Raka di rumah sakit sebelum Tuan Satya datang. Seraya menunggu kedatangan Tuan Satya, Kevin pun berbincang dengan sahabatnya.
"Al, kho aku merasa bersalah ya! Padahal kita hanya ngomong asal kemarin, tapi malah jadi kenyataan." Kevin merasa tidak habis pikir dengan apa yang terjadi pada Raka.
__ADS_1
"Karena do'a orang yang didzolimi itu cepat dikabulkan oleh Allah." cetus Oryza.
"Kamu memang benar, Za! Kita jadikan pelajaran apa yang terjadi pada Om Raka. Dia ngebet pengen Putra Group sampai menghalalkan segala cara, giliran sudah dapat, belum ada sebulan dia malah dipanggil Sang Pencipta," tutur Kevin.
"Vin, lalu bagaimana keadaan Dave?" tanya Al yang justru mencemaskan putranya Kalisa.
"Dave baik-baik saja! Dia masih dengan pengasuhnya yang dulu tinggal di rumah kamu," ucap Kevin.
"Aku mau pulang dulu. Hari ini, Tante Mira dan Om Bagas menikah," ungkap Al.
"Aku ikut, Al! Mungkin di sana ada makan-makan, dari pagi aku belum sarapan." Kevin mengelus perutnya.
"Dasar kamu, Vin! Sudah seperti orang susah saja." cibir Oryza.
"Memang kamu sudah makan?" tanya Kevin.
"Belum sih! Kamu nelpon udah kaya orang nagih hutang saja, Vin. Jadinya, aku buru-buru ke sini. Ya, sudah yuk! Kita serbu rumah Tante Mira," ajak Oryza.
"Kita langsung ke rumah makan Alam Sari saja, akad nikahnya sudah selesai dan sekarang mereka menuju ke sana ," ungkap Al.
Namun, saat sampai parkiran, Kevin dan Oryza tercengang saat melihat Al masuk ke mobil super car.
"Al, kapan kamu beli mobil seperti ini?" tanya Kevin kaget.
"Sudah lama, hanya saja aku simpan di basemen apartemen agar kalian tidak minta lagi buat dibelikan." Al langsung masuk ke dalam mobil tanpa memperdulikan lagi kedua sahabatnya yang sedang melihat mobilnya dengan tatapan penuh minat.
"Al tunggu!" teriak Kevin dan Oryza serempak saat Al sudah melesat dengan super car-nya. Namun Al hanya melambaikan tangannya saja tanpa berniat untuk berhenti.
"Aku heran, kenapa Al duitnya gak habis-habis," gumam Oryza
"Karena dia nyari duitnya gak hanya di satu tempat saja," sahut Kevin seraya masuk ke dalam mobilnya, begitupun Oryza yang segera menyusulnya.
Tak butuh waktu lama untuk ketiganya sampai di tempat yang di tuju, setelah menemukan Icha dan yang lainnya, Al pun segera menghampiri istrinya yang terlihat cantik dengan balutan kebaya modern. Rambutnya yang disanggul dengan make up tipis yang membuatnya terlihat lebih bercahaya.
__ADS_1
"Sayang, kamu cantik banget," bisik Al pada Icha
"Makasih Papa ganteng!" ujar Icha
Al langsung tersenyum mendengar apa yang Icha katakan. Rasanya dia ingin cepat-cepat membawa Icha pulang dan menikmati kenikmatan yang memabukkan.
"Al bagaimana, urusannya beres?" tanya Pak Bagas.
"Tinggal nunggu Kakek Satya datang, Om," jawab Al.
"Om, turut belasungkawa!" ujar Pak Bagas
"Om, Tante selamat ya semoga jadi keluarga yang samawa!" ucap Al tulus.
"Terima kasih, Al!" Kompak pasangan pengantin baru itu.
Setelah acara makan-makan selesai, Al pun segera mengajak Icha untuk pulang. Entahlah badan dan pikirannya terasa sangat lelah. Sepertinya membutuhkan istirahat untuk sejenak.
Keesokan harinya, seperti yang telah direncanakan, setelah kedatangan Tuan Satya, jenazah Raka dibawa ke rumah Duka untuk dimandikan, dikafani, dan disholatkan sebelum dimakamkan di pemakaman keluarga yang terletak di kebun belakang rumah keluarga Pradipta.
Kakek Satya terlihat lebih sering termenung. Dia tidak pernah menyangka, putra kesayangannya akan berakhir tragis ditambah lagi menantunya entah ada di mana.
Sebagai permintaan maaf atas semua kesalahan Raka pada keluarga Putra, Tuan Satya pun mengembalikan semua aset yang direbut oleh Raka dan meminta Dave untuk ikut bersamanya tinggal di London. Namun, Al dan Icha merasa keberatan jika Dave ikut bersama Tuan Satya. mengingat Dave sangat butuh kasih sayang orang tua, ditambah lagi kesehatan Tuan Satya sering memburuk.
"Kakek, apa tidak sebaiknya Dave bersamaku? Aku akan memperlakukannya seperti putraku sendiri," pinta Al.
"Aku malu pada keluargamu, Ardi. Putraku sudah begitu jahat pada kalian, tapi kalian justru sangat baik padaku."
"Kakek, jangan bicara seperti itu! Keluarga Putra juga sudah berhutang banyak pada keluarga Pradipta. Aku minta Kek, ijinkan aku yang merawat Dave." Al terus meminta pada Kakek Satya untuk diijinkan merawat Dave. Namun keputusan kakek Satya sudah Final, dia yang kan merawat cicitnya itu,
"Maaf Aldrich! Bukannya aku tidak percaya pada kalian, tapi biarkan aku yang merawatnya sampai ajal menjemputku."
...*****...
__ADS_1
...Dukung Author terus ya kawan! Dengan klik like commnent vote dan favorite....
...Terima Kasih!...