
Mendengar apa yang Icha katakan, Al langsung berpindah duduknya di samping Kevin, sedangkan Kalisa terus merengut tidak suka dengan kehadiran Icha dan Dika. Menurutnya, kehadiran Icha akan mengancam posisinya sebagai nyonya besar di keluarga Putra.
"Awas saja kamu gadis kampung, gak akan aku biarkan kamu dapatkan Al, karena Aldrich hanya milikku. Milik Kalisa Pradipta Putri," geram Kalisa dalam hati
Kalisa langsung bangun dari duduknya dan pergi keluar dari ruangan Al.
"Lisa mau kemana? Ini makanannya sudah datang," tanya Aisha
"Aku tidak suka makan satu meja dengan cewek kampung," cibir Kalisa seraya membanting pintu ruangan Al
Tak ada yang bersuara lagi karena mereka takut salah bicara dan menyebabkan singa jantan mengamuk lagi.
Kini makanan sudah tersedia di meja, semuanya makan dalam diam dengan sesekali Al menyuapi Dika. Tidak ada yang berani bicara saat tahu suasana hati Al sedang tidak baik karena ulah Kalisa, hingga suara ketukan pintu itu memecah keheningan.
Tok tok tok
"Masuk!" seru Al
Terlihat Bi Sari masuk ke dalam dengan paper bag di tangannya.
"Maaf Den, Bibi mengganggu!" ucap Bi Sari
"Gak papa Bi, kita sudah mau selesai makannya. Bibi sudah makan siang belum?" tanya Al
"Sudah Den!" jawab Bi Sari
"Bibi nanti tolong temani Dika saat saya dan yang lain meeting," ucap Al
"Iya Den." Bi Sari pun mendekati Dika yang duduk dekat dengan Al
Merasa tidak percaya dengan apa yang dilihatnya, Bi Sari semakin mendekat dan menatap bergantian ke arah Al dan Dika.
"Aku merasa seperti kembali ke masa lalu saat melihat Den Dika, wajahnya sangat mirip dengan Den Al saat masih kecil. Apa mungkin itu anaknya dengan.... Tapi kapan mereka melakukannya? Saat sekolah dulu Den Al tidak pernah telat pulang, sebelum maghrib pasti sudah ada di rumah." Monolog Bi Sari dalam hati.
Setelah semuanya selesai makan dan berbincang, Dika pun ditinggal bersama Bi Sari karena yang lainnya akan meeting.
Kini tinggallah Bi Sari dan Dika yang ada dalam ruangan Al, dengan hati-hati Bi Sari pun bertanya tentang Dika.
"Den, beneran adiknya Neng Icha?" tanya Bi Sari
"Bibi bicara sama Dika?" tanya Dika memastikan karena tadi Bi Sari memanggilnya Den.
"Iya, Bibi bicara dengan Den Dika," tegas Bi Sari
"Nama aku kan Dika, Bi. Bukan Den," protes Dika
Bi Sari hanya mengulas senyum mendengar protesan Dika, sungguh lucu menurutnya saat melihat ekspresi Dika.
__ADS_1
"Bi masih lama tidak ya, Dika ngantuk mau bobo," keluh Dika
"Yuk sisi bobo di paha Bibi," ajak Bi Sari
Dika pun langsung membaringkan tubuhnya di sofa dengan berbantal paha Bi Sari. Perlahan Bi Sari mengelus kepala Dika hingga akhirnya dia terlelap.
Tak terasa sudah lebih dari satu jam Dika tertidur. Namun Al dan yang lainnya belum selesai juga meetingnya, hingga Kalisa datang ke ruangan Al setelah dia pulang dari rumah Tuan Ardi
"Rasakan kamu cewek kampung, aku sudah mengadukanmu pada Kakek." Sinis Kalisa dalam hati
Tak berapa lama setelah Kalisa datang, Al dan yang lainnya juga sudah kembali setelah meeting. Dilihatnya Dika yang tertidur di sofa, Al pun langsung memindahkannya ke kamar pribadinya. Sedangkan Icha dan Abizar kembalike ruangannya.
"Bi, tolong temani Dika di dalam," pinta Al
"Baik Den," ucap Bi Sari
Tanpa menunggu lama lagi, Bi Sari pun langsung masuk ke kamar pribadi Al.
Setelah kepergian Bi Sari, Al langsung memanggil Kalisa untuk ke ruangannya.
"Ada apa Al memanggilku?" tanya Kalisa sesaat setelah dia duduk di kursi depan meja Al.
"Aku ingin memberikanmu penawaran," ucap Al
"Penawaran apa?" tanya Kalisa
"Aku ingin kamu membatalkan rencana pertunangan kita," ujar Al. "Sebagai kompensasinya, aku akan memberikanmu saham Putra Group sebesar lima persen," lanjutnya.
"Jangan mimpi kamu Al! Aku tidak akan pernah membatalkan rencana pertunangan kita," tegas Kalisa.
"Sungguhkah? Walaupun aku mempunyai bukti kalau kamu gadis liar yang suka dengan dunia malam," ancam Al
"Maksud kamu apa?" tanya Kalisa bingung.
"Coba kamu cek handphonemu!" suruh Al
Kalisa pun segera membuka benda pipih canggih miliknya. Dan betapa kagetnya dia, saat melihat rekaman dirinya dengan Dave sedang berada di klub malam.
"Kamu menguntitku Al?" tebak Kalisa
"Tidak!" elak Al. "Temanku yang melihatmu berada di sana, lalu dia merekamnya," lanjutnya.
"Ayo beritahu siapa yang mengirimmu video ini," desak Kalisa
"Cih! Kamu pikir aku mudah dirayu," decih Al.
"Aku tidak peduli dengan video itu. Dengar Aldrich Marchdika Putra, aku tidak akan pernah membatalkan pertunangan kita," tegas Kalisa dengan suara lantang.
__ADS_1
"Fine! Kalau kamu ingin bermain denganku, aku akan kumpulkan bukti yang membuatmu tidak akan berkutik lagi," seru Al.
Kalisa langsung pergi setelah mendengar apa yang Al katakan.
"Semua karena si gadis kampung itu, Awas kamu, akan ku buat perhitungan dengannya." ancam Kalisa dalam hati
***
Keesokan harinya, seperti biasa Icha mengantar Dika ke sekolah sebelum dia berangkat ke kantor.
Setibanya di sana, jam masih menunjukkan angka tujuh. Masih kurang tiga puluh menit jam belajar dimulai. Namun banyak siswa yang sudah datang ke sekolah dengan diantar oleh keluarganya ataupun pembantu rumah tangga.
Setelah memastikan Dika masuk ke kelasnya, Icha pun langsung berangkat ke kantornya.
Dika dengan tenang duduk di kursinya hingga datang Aldo teman sekelasnya yang merupakan putra Bu Liana
"Jangan mau temenan sama anak pelakor. Kata ibu, Papanya Dika banyak. Dia itu anak haram," ejek Aldo yang diikuti oleh teman-temannya.
"Anak haram anak haram." Terus saja teman sekelasnya Dika mengatainya sebagai anak.
"Aku bukan anak haram! Aku anak mama sama papa," teriak Dika
"Kamu itu anak haram Dika. Kata Tante Siska, Pak Bagas bukan papa kamu. Kamu hanya anak pungutnya," hina Aldo lagi
"Ikhhh...Udah anak haram, anak pungut lagi. Jijik ya teman-teman." Lagi-lagi Aldo menghasut teman-temannya untuk membenci Dika.
"Sudah ku bilang, aku bukan anak haram. Aku anak mama dan papaku," marah Dika lalu berlari ke luar kelas.
"Dika mau kemana? Belinya sudah berbunyi," teriak Guru yang akan mengajar di kelas Dika
Dika terus berlari sambil menangis menuju ke luar gerbang sekolah. Dia ingin mengejar Icha dan ikut bersamanya ke kantor tempat Icha bekerja.
Saat dilihatnya Icha masih berdiri di seberang jalan sedang menunggu taxi, tanpa peduli dengan kendaraan yang berlalu lalang, Dika langsung menerobos jalanan yang lumayan ramai.
"Kakakkkk..." teriak Dika
Icha pun menoleh saat mendengar suara teriakan Dika. Namun apa yang dilihatnya tidak seperti yang diharapkannya
Brakkkk
Sebuah mobil mewah yang melaju dengan kecepatan lumayan tinggi menghantam tubuh kecil Dika hingga dia berguling-guling di jalan aspal dan terakhir menghantam trotoar.
"Dikaaaa...."
...*****...
👉 Next part
__ADS_1