
Nathan segera mencari Arabella saat tadi Elvano menyuruhnya untuk mencari keberadaan gadis itu. Hingga akhirnya dia menemukannya di sebuah halte bis dengan kondisi yang basah kuyup. Menyadari kalau itu gadis yang sedang dicarinya, Nathan pun segera memarkirkan mobil dan menghampiri Arabella. Namun ternyata, Arabella tidak sadarkan diri ketika Nathan sudah sampai di dekat Arabella.
"Ya ampun malah pingsan, merepotkan sekali! Sudah tahu hujan, kenapa malah hujan-hujanan! Apa masa kecilnya kurang bahagia?"
Nathan terus menggerutu karena kesal rencananya untuk kencan dengan sang kekasih harus gagal saat sahabatnya menyuruh dia untuk mencari Arabella. Nathan segera menggendong Arabella, di saat bersamaan Elvano datang dengan tergesa-gesa.
"Nathan, berhenti! Biar aku yang menggendongnya." Elvano langsung mengambil alih tubuh Arabella dari tangan Nathan. "Kamu antarkan saja Akira!"
Entah kenapa setelah kepergian Arabella dari apartemennya, dia merasa gelisah terus memikirkan sahabat kecilnya itu sehingga di menyuruh Nathan untuk mencarinya. Akan tetapi, hatinya semakin tidak tenang saat teringat Nathan yang seorang Casanova disuruh mencari Arabella. Tanpa berpikir panjang lagi, Elvano langsung mengajak Akira keluar bermaksud untuk mengantarkannya pulang.
"Ganggu kencan orang saja kamu, El! Aku kencani juga Akira sekalian," gerutu Nathan.
"Terserah! Cepat buka pintu mobil kamu! Kamu bawa mobilku saja!" Elvano langsung masuk ke dalam mobil Nathan setelah dibukakan pintu.
Perlahan dia mendudukkan Arabella di kursi penumpang dengan sedikit merebahkan kursinya ke belakang. Setelah dirasa semua aman, Elvano langsung menuju ke kursi kemudi dan beranjak pergi dari sana. Sementara Akira hanya menatap nanar kepergian Elvano dengan membawa gadis lain.
Nathan segera masuk ke dalam mobil Elvano, dia tersenyum miring melihat Akira. Gadis yang dulu pernah menolak cintanya karena dia tidak sekaya Elvano kini ditinggalkan begitu saja oleh orang yang dikejarnya.
"Sudahlah Akira, El memang tidak serius sama kamu! Dia hanya ingin bermain-main saja. Harusnya kamu tidak perlu memasukkannya ke dalam hati. Toh kamu juga bukan gadis yang suci." Nathan mencibir Akira untuk meluapkan rasa sakit hatinya oleh gadis itu.
"Cih! Seenggaknya duit El ngalir terus ke rekeningku. Aku juga bisa beli barang-barang branded." Akira langsung membusungkan dada dan melirik remeh ke arah Nathan.
Nathan hanya tersenyum miring dengan apa yang Akira katakan. Perlahan dia mendekat ke arah Akira, dengan satu tarikan Nathan langsung melahap bibir yang selalu bicara pedas padanya. Awalnya Akira melawan ingin melepaskan diri, tapi permainan Nathan membuatnya terhanyut dan menginginkan hal lebih dari sekedar ciuman. Akira semakin tak kuasa menahan hasratnya karena Nathan terus memainkan titik sensitifnya sehingga dia hanya pasrah di bawah kendali Nathan.
Sampai suara ketukan jendela kaca mobil membuat Nathan menghentikan aktivitasnya. Nathan segera membuka kaca mobil, dilihatnya Arjuna sedang berdiri dengan membawa payung.
"Apa yang sedang kamu lakukan?" tanya Arjuna dengan matanya mengintip ke dalam mobil. Dia menghela napas dalam dengan apa yang dilihatnya.
Kenapa Nathan malah mengikuti jejak aku? Padahal dulu papanya yang selalu mengingatkanku, batin Arjuna.
__ADS_1
"Nggak ada Om! Tadi tadi di dada Akira ada semurnya, aku hanya bantu mengambilnya." Bohong Nathan.
"Sudah! Om gak percaya dengan alasan kamu, sekarang cepat pulang sebelum Om berubah pikiran," suruh Arjuna.
"Baik, Om!" Nathan langsung melajukan mobilnya tanpa permisi membuat Arjuna geleng-geleng kepala.
Dasar anak muda! Gak ada sopan santunnya, tapi aku juga dulu seperti Nathan. Semoga saja dia tidak mengalami kisah cinta yang tragis. Mencintai seorang gadis yang terobsesi dengan sahabatku sendiri, batin Arjuna.
***
Sementara di lain tempat, Elvano langsung membawa Arabella ke apartemennya. Dia mendudukan gadis itu di bathtub untuk memandikannya. Dia menepuk-nepuk pipi Arabella agar gadis itu cepat sadar dari pingsannya. Namun usaha tidak membuahkan hasil sehingga dia langsung mengisi bathub dengan air hangat dan memberinya sabun agar berbusa.
Tahan iman, jangan mudah tergoda dengan badannya, bisik hati Elvano.
Setelah dirasa air bathub penuh dengan busa sabun sehingga tidak terlihat jelas badan Arabella, perlahan dia membuka baju Arabella satu persatu dan menyisakan pakaian inti gadis itu.
Sepertinya aku harus memakai penutup mata agar tidak tergoda saat membersihkan busa sabun. Elvano pun meninggalkan Arabella sendiri di bathtub, dia kembali setelah mendapatkan penutup mata dan bathrobe. Setelah air bathtub surut, pemuda tampan itu langsung membersihkan air sabun di tubuh Arabella. Meski pikirannya terus menginginkan untuk membuka penutup matanya, tapi hatinya terus mengingatkan untuk tidak melihat yang belum sah menjadi miliknya. Papanya sering sekali mengingatkan, meski dia memiliki pacar banyak tapi jangan mengacak-acak tubuh gadis itu apalagi sampai merenggut kehormatannya.
"Ara, kamu pingsan apa tidur? Kenapa tidak bangun-bangun?" tanya Elvano seraya menepuk pipi Arabella. Merasa Arabella masih pingsan, Elvano pun mencurahkan isi hatinya "Ara bangun! Aku minta maaf dengan semua salahku! Jangan membuatku selalu merasa bersalah, aku tidak bermaksud untuk mempermainkan perasaanmu. Aku hanya tidak suka kamu selalu genit padaku. Ara, jangan pergi lagi! Aku merasa kehilangan saat kamu pergi tanpa kabar." Meski Arabella tidak menjawab semua ungkapan hati Elvano tapi Elvano terus saja bicara.
Merasa lelah dan mengantuk, Elvano pun langsung tertidur dengan memeluk Arabella setelah dia mencium bibir gadis itu.
Perlahan Arabella membuka matanya, setelah mendengar suara napas Elvano yang teratur. Sebenarnya dia sudah sadar saat tadi Elvano menyiram tubuhnya dengan air shower. Namun, Arabella kembali menutup matanya pura-pura pingsan karena penasaran dengan apa yang akan Elvano lakukan. Saat tadi mendengar apa yang Elvano katakan, ingin rasanya dia membuka mata. Namun, lagi-lagi dia menahannya karena penasaran dengan apa yang akan Elvano katakan.
Kenapa kamu tidak bisa jujur dengan hatimu El? Kalau sebenarnya kamu juga mencintaiku, tapi tidak semudah itu kamu mendapatkan maaf dariku. Aku ingin tahu kesungguhan kamu, batin Arabella.
Arabella kembali memejamkan matanya dan menyusul Elvano ke alam mimpi. Dia kembali memeluk laki-laki yang dicintainya.
Keesokan paginya, Elvano terbangun terlebih dahulu. Dilihatnya Arabella yang masih terlelap dalam tidurnya. Perlahan dia mencuri ciuman pada bibir gadis itu membuat Arabella melenguh karena merasa terganggu tidurnya. Elvano hanya tersenyum melihat apa yang Arabella lakukan yang menurutnya sangat menggemaskan.
__ADS_1
Sejak kapan si penguntit jadi menggemaskan seperti ini, apa aku yang tidak menyadarinya? batin Elvano.
Arabella bangun dari tidurnya dengan mata yang masih tertutup. Dia menggeliatkan badannya sehingga terlihat jelas dua gundukan itu di depan mata Elvano karena semalam dia tidur hanya memakai bathrobe.
"Ara, apa begini caramu menggodaku? Kamu sukses membuat jagoku ingin lepas dari kandangnya," bisik Elvano
Mendengar suara Elvano, Arabella langsung membuka matanya lebar-lebar. Dia lupa kalau semalam tidur bersama pangeran impiannya sedari kecil. "El!" lirih Arabella.
"Kenapa? Masih ingin ku gendong? Atau masih ingin kemandikan?" Elvano menaikturunkan alisnya menggoda Arabella.
"Tidak, aku mau pulang!" ketus Arabella lalu turun menuju kamar mandi. Dia lupa, tidak ada baju ganti untuknya di apartemen Elvano.
Setelah mandi, Arabella kembali dengan bathrobe yang semalam dipakainya. "El, kamu melihat ponselku gak? Aku mau nyuruh Arka untuk membawa baju ganti aku."
"Tuh baju gantimu ada di sofa!" tunjuk Elvano dengan tangan terus mengetik sesuatu di ponselnya.
Mendengar apa yang dikatakan oleh Elvano, Arabella segera mengambil paperbag dan kembali ke kamar mandi untuk berganti baju. Setelah berpakaian dengan rapi, dia kembali menemui Elvano yang sedang serius menelpon.
"El aku pulang!" pamit Arabella
Namun saat gadis itu berbalik akan pergi, Elvano langsung menahan tangan Arabella lalu mencium bibirnya sekilas. "Hati-hati di jalan! Aku sedang ada sedikit masalah jadi tidak bisa mengantarmu."
Arabella langsung berlalu pergi pulang ke rumahnya, hatinya terus bertanya dengan sikap Elvano yang mendadak berubah
"Kenapa aku merasa aneh dengan sikap El yang mendadak manis padaku. Sebenarnya apa yang sedang direncanakannya? batin Arabella.
...***Bersambung***...
...Dukung terus Author ya kawan! Dengan Klik like, comment, vote, rate, gift, dan favorite....
__ADS_1
...Terima kasih!...