Terjebak Cinta Mantan

Terjebak Cinta Mantan
Bab 61 Jangan melamun!


__ADS_3

Seperti apa yang Al katakan, kini dia sedang bersiap-siap untuk meeting bersama dengan Kevin. Icha hanya memperhatikan Al yang sedang serius memeriksa beberapa dokumen.


"Aku gak pernah nyangka akan jadi istrinya si culun yang berubah jadi pangeran, tapi emang Al semakin ganteng kalau serius begitu," batin Icha


Icha terus senyam-senyum sendiri dengan pikiran yang traveling kemana-mana seraya matanya tak lepas dari Al


Seketika Al pun merasa ada yang memperhatikannya, hingga dia menghentikan pekerjaannya sesaat dan melihat ke arah Icha.


"Apa yang sedang dipikirkan Icha sampai bengong gitu? Apa dia teringat kejadian tadi pagi di kamar mandi?" batin Al


Al segera menyelesaikan pekerjaannya sebelum dia berangkat meeting. Setelah dirasa semuanya beres, Al pun beranjak dari duduknya dan menghampiri Icha yang masih asyik dengan lamunannya.


Cup


Tanpa aba-aba Al langsung mencium bibir Icha sekilas sehingga si empu bibir merasa kaget dan tersadar dari lamunannya.


"Jangan melamun di sini, nanti kita mandi bersama lagi," bisik Al


Blush


Muka Icha langsung memerah karena malu ketahuan sedang melamunkan Al, meski apa yang dilamunkannya tidak seperti yang Al pikirkan.


Berbeda dengan Kevin yang melihat dari pertama saat Al beranjak dari duduknya hingga Al mencium Icha, dia hanya memutar bola matanya malas melihat keuwuan sahabatnya.


"Aku gak nyangka Al bisa sehangat itu sama Icha, padahal dia selalu dingin pada semua cewek," batin Kevin


"Aku gak lagi melamun Al, aku hanya sedang berpikir ingin ke ruangan Vio dan Kia," elak Icha


"Untuk apa? Mau gangguin mereka kerja?" tanya Al


"Ya enggaklah! Aku bete nanti di sini sendiri. Kamu kan mau meeting," kilah Icha, "Boleh ya!" lanjutnya seraya mengedip-edipkan matanya.


Al yang merasa gemas dengan apa yang Icha lakukan, hanya mengusak-usak kepala Icha.


"Baiklah, tapi tidak boleh ganggu mereka kerja ya!" ucap Al seraya mengelus pipi Icha lembut.


Seketika Icha langsung melebarkan senyumnya, merasa puas karena berhasil membujuk Al. Namun senyum itu mendadak pudar saat Al membisikkan sesuatu di telinganya, "Sebagai bayarannya, aku minta tiga ronde." bisiknya


Icha langsung cemberut mendengar apa yang Al katakan. Bagaimana tidak, kalau tiap hari Al selalu minta iya-iya sama dia. Bisa kurus nih badan, pikirnya.


Sementara Al langsung tertawa melihat ekspresi Icha langsung berubah jadi cemberut.


"Kenapa cemberut? Mau dicicil bayarannya?" goda Al di sela-sela tawanya


"Dasar culun mesum," umpat Icha.

__ADS_1


Al semakin terkekeh melihat kekesalan Icha, sedangkan Kevin hanya diam melongo melihat Al yang tertawa senang.


"Rasanya sudah sangat lama sekali aku tidak melihat Al tertawa, semoga kamu bahagia terus Al bersama istri dan anakmu," batin Kevin


***


Icha berjalan perlahan mengendap saat memasuki ruangannya dulu. Terlihat sedikit berbeda dari saat dulu dia masih bekerja di bagian keuangan. Namun saat dia akan mengagetkan Kia dari belakang, tiba-tiba ada yang memanggilnya.


"Icha!" panggil Oryza


"Eh Pak Oryza, hehehe." Icha langsung cengengesan saat aksinya ketahuan oleh Oryza, sedangkan Kia langsung menengok melihat ke arah suara.


"Sedang apa kamu di sini?" tanya Oryza


"Anu Pak ...." Icha menjeda ucapannya sejenak seraya menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Kamu kutuan, Cha." ceplos Kia


Plak


Icha langsung mengeplak tangan Kia pelan


"Enak aja kamu bilang aku kutuan. Aku ke sini disuruh bantuin kerjaan Kia sama Vio, Pak." Bohong Icha


"Yakin mau bantuin? Bukan gangguin?" selidik Oryza


"Baiklah! Soalnya tadi Al nyuruh aku ngawasin kamu," sahut Oryza enteng.


Deg


Icha langsung tersenyum hambar mendengar apa yang Oryza katakan.


"Bener-bener nih culun, masa aku diawasin gini. Lagian mana mungkin aku gangguin Kia sama Vio kerja, orang mau ngajak ngobrol kho!" gerutu Icha dalam hati


"Mending kamu sama aku aja Cha ngobrolnya, daripada ganggu Kia dan Vio kerja. Aku penasaran dengan cerita kamu sama Al," ajak Oryza


"Gak akh! Nanti jadi fitnah kalau aku berdua seruangan dengan Pak Ryza," tolak Icha


"Udah Pak, mending Icha bantuin aku aja nyusun dokumen ini. Katanya buat meeting nanti siang," ucap Kia


"Ya udah, tapi jangan bercanda terus! Nanti ketahuan lagi berabe urusannya," pesan Oryza.


"Siap Pak Bos!" Kompak Kia dan Icha.


Baru juga Oryza beberapa langkah berjalan, sudah terdengar Icha dan Kia sedang bergosip. Oryza hanya menggelengkan kepalanya melihat kelakuan istri bos dan bawahannya, yang kalau bertemu pasti tidak lepas dari gosip.

__ADS_1


Icha dan Kia masih terus berkutat dengan pekerjaannya dengan sesekali canda tawa menyertai, hingga tanpa sadar sudah ada seorang pria tampan bermata hitam pekat dengan tatapan setajam mata elang sedang memperhatikan mereka dari belakang.


"Cha, kamu udah ngapain aja sama Pak Bos?" tanya Kia dengan mata yang masih fokus pada monitor.


"Banyaklah Kia, kamu kepo ikh!" seru Icha


"Aku nebak nih, pasti kamu yang lebih agresif ya, Cha. Secara Pak Al orangnya kaku gitu, mana mungkin dia inisiatif duluan godain kamu," tutur Kia


"Siapa bilang dia kaku, dia tuh...." Icha langsung menghentikan ucapannya saat ada orang yang menepuk bahunya dari belakang, dengan refleks Icha pun menoleh melihat siapa pelakunya.


"A-Al hehehe." Icha cengengesan saat dia melihat suaminya sudah ada di belakangnya.


Al hanya mengangkat alisnya sebelah sebagai isyarat kalau dia bertanya 'kenapa' pada Icha, sedangkan Kia langsung gugup karena ketahuan sedang menggosipkan bosnya sendiri dan sialnya lagi, di dengar langsung oleh orang yang dia gosipkan.


"Maaf Pak! Saya saya tidak bermaksud membicarakan Bapak," gugup Kia


"Oh begitu, hanya ngatain saya kaku kan?" ucap Al


Melihat Kia yang seperti ketakutan, Icha pun berinisiatif untuk merayu Al. Biarlah orang lain bicara apa,yang penting Kia tidak kena amuk Al lagi seperti waktu itu.


Icha bangun dari duduknya dan langsung bergelayut manja ditangan kekar Al.


"Sayang udah yuk kita jemput Dika, sebentar lagi jam pulang sekolah," kata Icha dengan suara manja


Al melepaskan pegangan tangan Icha dan langsung merangkul pinggang Icha, membuat semua orang dibuat bengong dengan apa yang lakukan.


"Ayo sayang!" ucap Al seraya membawa Icha pergi menuju ruangannya.


Kia masih diam mematung melihat Icha dibawa pergi oleh Al dengan begitu mesra, hingga Vio baru datang dari meeting tidak disadarinya.


"Woyy bengong aja! Kesambet tahu rasa Kia!" seru Vio


"Aku emang kesambet Vio, kesambet setan ganteng yang luluh sama si cerewet Icha," tutur Kia


"Maksud kamu apa? Aku gak ngerti!" seru Vio


"Si kulkas bisa mesra gitu saat dirayu sama Icha," terang Kia


"Maksud kamu Pak Aldrich?" tanya Vio memastikan


"Iya dodol! Siapa lagi," ucap Kia jengah


...*****...


...Terus dukung Author ya Readers dengan like comment vote rate gift dan masukin juga ke favorit....

__ADS_1


...Terima kasih!...


__ADS_2